
Ada uang dari Bandung, Tasikmalaya, Jakarta, Jawa Tengah bahkan uang luar negeri..." sejenak pengunjung tersebut menghisap sigaretnya. "Coba bayangkan, dari satu even ini saja berapa ribu - juta pengunjung yang datang ke sini, apalagi kalau dihitung per tahunnya, berapa pengunjung yang datang untuk mengirimkan uangnya ke orang Pangandaran". Lanjutnya.
Sejenak saya terhenyak. Betul juga apa yang dikatakan pengunjung tersebut. Artinya, andai saja dari satu pengunjung saja uang yang "jatuh" di Pangandaran 100 ribu berapa kalau dikalikan dengan jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya? Ini di luar uang yang masuk ke hotel (karena mayoritas pemilik hotel bukan orang Pangandaran) artinya lagi, berapa uang yang beredar di Pangandaran setiap tahunnya? Dan itu terus menerus setiap tahun.
Seharusnya warga Pangandaran bisa menikmati ini. Semua sektor ekonomi bisa berjalan. Sektor perikanan, perdagangan, transportasi, jasa atau apa saja yang bisa menghasilkan uang.
Ada lagi perbedaan yang mencolok antara pasar yang ada di Pangandaran dengan pasar-pasar yang ada di tempat lain atau pasar-pasar yang ada di daerah lain bisa dipastikan menjelang hari raya Idul Fitri adalah saat yang dinanti-nanti di mana pada saat itu para pedagang yang ada di pasar saatnya "marema". Begitu juga dengan pasar yang ada di Pangandaran. Yang membedakan adalah di pasar Pangandaran marema itu bukan hanya menjelang lebaran, tetapi satu hari setelah lebaran pun kembali marema. "Malah di sini lebih marema setelah hari raya". Kata salah satu pedagang pasar Pangandaran.
Tiba-tiba lamunan saya terhenti ketika pengunjung yang dari tadi masih tetap duduk di sebelah saya berkata lagi "seandainya keadaan ini ada di desa saya, wah... enak sekali!". Saya pun bergumam dalam hati "Iya, enak sekali jadi orang Pangandaran ....."
*) Wartawan Senior Pangandaran, Tinggal di wilayah Desa Wonoharjo, Pangandaran
Jum'at, 08 April 2011 08:26 WIB
dari sejak usia muda sy mengunjungi pangandaran, rasa tertarik jatuh utamanya pada alamnya yg indah, selain tentu saja dengan penduduk, budaya adat istiadat dan kulinernya! Sy bermimpi pangandaran dikelola oleh kebanyakan penduduk lokalnya. Hayalan itu antara laian: ngobrol dg abang becak yg masyarakat sekitar, pemilik hotel yg telah membumi mjd orang pangandaran, di atas perahu berkomunikasi dg saudara2ku dr sekitaran pangandaran dan makan di rmah makan khas Pangandaran menu nasional...Peran Pemerintah setempat dlm memajukan rakyat melalui anugerah alam sekitar adalah tantangan managemen yg sesungguhnya!...
- Wisata dan Kuliner
- Teknologi Informasi
- Pendidikan dan Budaya
- Politik dan Pemerintahan
- Kajian Islam
- Cerita Bahasa Sunda
- Olahraga dan Kesehatan
- Pemekaran Pangandaran
- Inspirasi dan Opini
- Sudut Pandang Warga
- Campur-Campur
- Cerita Warga Pangandaran
- Sosok dan Profil
- Pangandaran on English
- Ekonomi dan Wirausaha
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Sari Laut Rasa Sayang
Sea food atau makanan laut merupakan salah satu menu makanan yang menjadi favorit para pecinta kuliner di kawasan Wisata Pangandaran, Salah satunya yang di sajikan oleh Rumah Makan Sari Laut Rasa Sayang yang berlokasi di Jl.Kidang Pananjung No.236 Pangandaran.




Komentar via Facebook


