Artikel Inspirasi dan Opini
Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam di Pantai Pangandaran
Oleh @AdiSumaryadiSelasa, 27 Maret 2012 13:46 WIB | Dibaca 1.993 kali
Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam di Pantai Pangandaran
Kisah ini mungkin sebuah yang mungkin cerita sederhana, namun bagi saya cerita ini sangat memberikan inspirasi khususnya bagi kehidupan pribadi.

Saat itu langit Pantai Pangandaran sedikit mendung jelang malam minggu tahun 2001-an, saya masih duduk dikelas 2 sekolah menengah. Seperti biasanya untuk membantu orangtua saya terbiasa untuk berjualan di pinggir pantai,banyak macam barang yang saya jual saat itu. mulai dari minuman, rokok,
tisu kopi hingga mie ayam yang harus diolah dulu semalaman sebagai persiapan sebelum dihidangkan.

Tidak seperti biasanya, sabtu sore saya belum dapat uang , bingung memang, bagaimana tidak, mie ayam yang harus habis saat itu juga belum habis dan terbanyang berapa bahan mie ayam beserta bumbu-bumbunya yang harus dimakan sendiri. Saya juga bertanya, kenapa sepi? padahal hari ini adalah
weekend (saat itu belum tau istilah weekend). Akhirnya pasrah saja sambil berharap malem minggu dan minggu besok dapat uang yang banyak.

Tak lama kemudian, saya sedikit kaget, entah datang darimana seorang tamu tau pembeli berpakaian sederhana, usianya sekitar 30 tahunan, Belia sudah duduk dikursi pelanggan yang panjang dan langsung bilang,

"Mas mie ayamnya masih ada? boleh dibuatkan satu ?" kata Pembeli tadi.

"Oh iya, masih-masih" Jawabku.

Sambil memasak mie ayam dan menyiapkanya saya melihat orang tadi tengah membaca buku bacaanku, kebetulan saat itu detik-detik ujian disekolah,tadi saya paksakan untuk coba membaca saat punya waktu senggang.

"Mas, Sekolah yah? kelas berapa? ", tanya pembeli tadi.

"Iya, kelas 2 pa" Jawabku.

Sekitar sejam beliau ngobrol dan sering melempar pertanyaan-pertanyaan yang secara tidak sengaja saya jawab. Memberikan motivasi dan sebagainya. Saya mulai curiga, pasti bukan orang sembarangan nih, tapi kenapa pakainya sangat sederhana dan pembicaraanyapun sopan dan akrab. Bayangkan hanya
menggunakan pakaian biasa, hanya saja bersih dan enak dipandang.

Tak lama kemudian datang seseorang dengan pakaian rapih dengan baju dimasukan kedalam celana panjangnya warna hitam. dan berkata:

"Pa, sudah? kita berangkat sekarang" tanya orang tadi sambil membungkukan badan.

"Mas Berapa semuanya", tanya pembeli sederhana tadi.

"Semunya jadi 3.500 pa",

Uang 100 ribu dikeluarkan sambil bilang , "Nih saya bayar, jangan dikasih saya kembaliannya yah, pakai sama mas saja karena mas sudah jawab pertanyaan saya semuanya tadi."

Saya masih bingung, ya sudah, saya coba bertanya pada orang yang datang belakangan, siapa sebenarnya orang beliau itu. dan tenyata ia adalah keluarga besar Ali Alatas, mantan mentri luar negeri.

Subhanallah, luar biasanya, Walaupun bangsawan dan banyak uang tapi tetap sederhana.

Semoga Bermanfaat



Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS


Anda ingin mengirimkan Artikel ataupun menjadi Citizen Journalism? anda bisa mengirimkan Artikel kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita


agung
1
agung
Senin, 07 Mei 2012 15:46 WIB
Cerita yang menyedihkan tapi berakhir bahagia, Allah SWT memang memberikan rezeki kepada hamba-Nya dengan cara yang tidak terduga dan melalui siapa saja yang penting kita tetap mau berusaha untuk mencari rezeki dan tidak berputus asa terhadap pertolongan-Nya
Saji F
2
Saji F
Senin, 18 Juni 2012 15:40 WIB
Salut mas, itu Pengalaman yang mungkin bagi saya atau emas sendiri tak kan melupakan hal tersebut, semoga kawan-kawan yang memiliki cerita yang dapat menginspirasi silahkan kirim ke www.mypangandaran.com, semoga dengan adanya media ini warga Pangandaran jadi rajin untuk belajar bertutur cerita tentang apa yang dialami

Anda dapat memberikan komentar tentang Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam di Pantai Pangandaran dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar



comments powered by Disqus
Akomodasi,Pangandaran
Pondok Adens 1
Rp. 650.000
Pondok Adens 1
Berlokasi tepat di Pusat Wisata Pantai Pangandaran, sehingga sangat cocok bagi anda para Backpacker atau Traveler untuk berkumpul bersama keluarga,
Jeng Ratu Hotel
Rp. 750.000
Jeng Ratu Hotel
Hadir sebagai sebuah Maha karya Jeng Ratu Hotel hadir dengan konsep hunian yang minimalis dan modern di pusat Jantung kota
Aneka,Pangandaran
Dawet Hitam Dawet Dawala Jajanan Baru Khas Jawa Barat

Dawet Hitam Dawet Dawala Jajanan Baru Khas Jawa Barat
Bagi anda penggemar wisata kuliner khususnya mengenai makanan atau jajanan khas suatu daerah, kini di Pangandaran telah hadir sebagai salah satu jajanan khas dan bisa di jadikan sebagai buah tangan sepulang dari berlibur, ber


myPangandaran di Social Media close button abatasa minimize button abatasa maximize button abatasa
Join us on Facebook
Follow us on Twitter