Artikel Kajian Islam
Tujuh Hikmah Berpuasa Selama Bulan Ramadhan
Kamis, 26 Juli 2012 06:15 WIB | Dibaca 7.691 kali
Tujuh Hikmah Berpuasa Selama Bulan Ramadhan
Ibadah puasa dalam Islam dimaksudkan untuk pembinaan, baik rohani maupun jasmani pemeluknya. Dari segi rohani, ibadah puasa setidaknya mengandung nilai-nilai sebagai berikut:
  1. Menumbuhkan kesadaran bahwa kita semua sama-sama hamba Allah SWT. sehingga akan timbul sifat untuk saling menghargai sesama, tidak merendahkan orang lain, dan tidak semena-mena;
  2. Menanamkan kejujuran. Betapapun lapar dan haus kita tidak akan makan minum sekalipun tidak ada yang mengawasinya;
  3. Menumbuhkan rasa kasih sayang dan kedermawanan. Rasa lapar dan haus seringkali menggugah kesadaran kita untuk menyayangi anak-anak yatim dan fakir miskin sekaligus berusaha menyantuni mereka;
  4. Menanamkan kesabaran dalam menghadapi cobaan. Betapa orang yang berpuasa selalu berusaha menahan amarah, dan menghindari pertengkaran sekalipun ia didzalimi. Semua itu dilakukan semata-mata agar puasanya tidak batal;
  5. Menumbuhkan sifat pemaaf dan persahabatan. Ketidakinginan bertengkar yang dapat membatalkan puasa, menyebabkan kita memaafkan orang lain dan merentanagkan tali persahabatan;
  6. Mematikan sifat rakus terhadap makanan. Ingatkah kita ketika sedang tidak berpuasa, berapa banyak makanan dan minuman yang kita konsumsi dalam sehari? Seringkali kita tidak pernah merasa kenyang, dan tidak pernah merasa puas. Akibatnya kita menjadi pelit untuk berbagi makanan dengan orang lain sekalipun kadang terhadap anggota keluarga kita sendiri. Dan ketika berpuasa kita berbuka dengan semangkok kolak, sudah luar biasa puasnya;
  7. Menumbuhkan rasa syukur. Kalau tidak berpuasa kadangkala keinginan kita untuk makan minum begitu liar. Padahal jika kita berpuasa, sekalipun menahan haus dan lapar seharian, sewaktu berbuka mendengar kumandang adzan saja kita sudah bersyukur. Kita bersyukur dapat menyelesaikan puasa pada hari itu. Dan setelah menikmati segelas minuman kita juga bersyukur, karena dahaga telah teratasi.
Dari segi jasmani, puasa jelas menjadikan tubuh kita sehat. Betapa tidak, pada hari-hari biasa hampir setiap saat kita makan minum sepuas-puasnya. Akibatnya organ pencernaan kita bekerja secara terus-menerus. Hal ini terjadi setiap hari dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan.

Mesin saja yang sudah didesain dengan matang kapasitas dan ketangguhannya, jika terus-menerus dioperasikan cepat mengalami aus. Akibatnya terjadilah kerusakan pada bagian-bagian tertentu. Begitu pula dengan organ pencernaan kita, jika terus-menerus memproses makanan dan minuman yang kita konsumsi akan menyebabkan kerusakan (penyakit). Beberapa ahli kedokteran pernah menyatakan, bahwa banyak penyakit yang menimpa manusia berasal dari perut. Faktanya memang demikian. Orang-orang yang banyak makan minum umumnya menderita berbagai macam penyakit antara lain seperti kelebihan kolesterol, kencing manis (gula), dan asam urat. Oleh karena itu tidak sedikit dokter yang menyarankan pasiennya berpuasa sebagai terapi penyembuhannya. Dengan demikian benarlah jika dikatakan bahwa puasa dapat menambah atau memulihkan kesehatan.

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa begitu luar biasa hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa. Namun mengapa perilaku mayoritas umat Islam yang senantiasa menjalankan puasa setiap tahunnya (setidaknya berpuasa wajib pada bulan Romadhon) tidak lebih baik dari umat lainnya? Itu karena puasa yang mereka kerjakan tidak disertai dengan niat benar.

Prof. DR. Zakiah Darajat dalam bukunya Ilmu Fiqh jilid 1 (Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta, 1995) mengutarakan pengamatan dan analisa beberapa ahli agama Islam, bahwa kehilangan nilai, makna, dan roh 
puasa yang banyak terlihat dalam masyarakat selama ini adalah karena mereka melaksanakan puasa dalam bentuk-bentuk:

  • puasa rutin atau tradisi, yakni puasa yang dilakukan karena adat kebiasaan yang tumbuh berkembang di lingkungannya dan telah dilaksanakan oleh orang-orang tua mereka turun-temurun.
  • lebih mementingkan nilai-nilai jasmani dari puasa (hanya menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan intim suami-istri). Sebaliknya nilai-nilai rohani dari puasa mereka lupakan.
  • lebih mementingkan formalitas, sekadar untuk dilihat dan disebut sebagai "orang Islam".
  • hanya menjalankan syariat dan rukun puasa saja. Memang dengan melaksanakan syarat dan rukun ini, maka tuntutan kewajiban untuk berpuasa telah terpenuhi. Namun nilai dan hikmah berpuasa tidak diperolehnya, sebab ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan dalam puasa tidak dilaksanakan dengan baik.


Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS


Anda ingin mengirimkan Artikel ataupun menjadi Citizen Journalism? anda bisa mengirimkan Artikel kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita


factor book review
1
factor book review
Minggu, 20 Januari 2013 17:05 WIB
puasa memang sangat banyak manfaatnya bagi kita
sakinah
2
sakinah
Selasa, 02 Juli 2013 11:12 WIB
Didikan Ramadhan merupakan satu pakej pendidikan di antara satu sama lain kuat-menguatkan. Siangnya puasa, sembahyang ditambah lagi dengan Tarawikh, disusuli dengan membaca Al Quran. Ditambah lagi dengan perkara-perkara sampingan, zikir, tasbih, tahmid, selawat, tafakur, digalakkan bersedekah dan pemurah. Keseluruhan itu asasnya adalah mujahadah melawan nafsu menentukan didikan Ramadhan samada berkesan atau tidak berkesan..
Jemput ziarah http://www.ikhwantoday.net/fokus/1116/
ari sudono
3
ari sudono
Jum'at, 13 Juni 2014 09:58 WIB
Artikel yang bermanfaat, makasih
Cara Membuat Obat Kencing Nanah
4
Cara Membuat Obat Kencing Nanah
Kamis, 02 Oktober 2014 10:46 WIB
atikelnya top gan.. salam kenal y
Pengobatan Herpes Wajah
5
Pengobatan Herpes Wajah
Kamis, 02 Oktober 2014 13:22 WIB
Good site gan...Artikelnya bagus...

Anda dapat memberikan komentar tentang Tujuh Hikmah Berpuasa Selama Bulan Ramadhan dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar



comments powered by Disqus
Akomodasi,Pangandaran
Pondok Putri Hotel
Rp. 245.000
Pondok Putri Hotel
intang Hotel dan Bungalows terletak di sebelah barat sekitar 1,5 jam dari Pantai Pangandaran yaitu di Sekitaran Pantai Batu Karas
Rumah Sewa Pak Johan
Rp. 800.000
Rumah Sewa Pak Johan
"Rumah sewa milik warga Pangandaran yang terletak di Jl.Jangilus, pantai barat Pangandaran, kurang lebih 20M menuju Pantai Barat Pangandaran
Aneka,Pangandaran
7 Alasan Mengapa Harus Liburan Musim Panas di Pangandaran

7 Alasan Mengapa Harus Liburan Musim Panas di Pangandaran
Liburan terutama di Pangandaran selalu menjadi pilihan menarik mengingat dalam satu daerah wisata terdapat begitu beragamnya aktifitas yang dapat anda lakukan mulai dari bermain di air laut, bermain di air tawar, hingga menje