
Banyak hikmah tentunya dengan adanya kejadian gempa ini, saya sendiri
semakin merasakan betapa lemahnya manusia yang hanya digoyang tempat
tinggalnya selama tiga menit sudah tidak berdaya, puluhan
saudara-saudara kita menjadi korban, ribuan rumah hancur berantakan,
sebuah kisah yang memilukan. Alhamdulillah gempa tidak diikuti oleh
effect lanjutan berupa tsunami yang besar, padahal BMG sempat
memberikan peringatan tsunami, alhamdulillah menurut informasi tsunami
hanya terjadi sekitar 20 cm saja itupun di beberapa tempat saja.
Menilik dari gempa itu sendiri, saya sempat kagum luar biasa setelah
membaca harian pikiran rakyat, disana digambarkan bagaimana lempengan
diatas bumi ini sebetulnya bergerak 7-20 cm setiap tahunnya, ada dua
buah lempeng besar yang biasanya saling bertabrakan, lempeng ini juga
yang menyebabkan gempa dan tsunami di aceh, gempa jogja termasuk
tsunami di Pangandaran 17 Juli 2006 silam. Kekaguman saya bertambah
kuat ketika membaca sebuah ayat dalam Al Quran yaitu surat An-naml ayat
88:
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Kemudian dilengkapi dengan penjabaran surat Asy-Syuura, 42:32-34. Allah Berfirman:
32. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal di tengah (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung
34. atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka).
Memang butuh orang yang benar-benar paham dan mengerti akan tafsir ayat-ayat diatas. Berikut ini adalah data yang saya peroleh yang menjelaskan bagaimana sebenarnya makna dari ayat diatas.
Interaksi kedua lempeng raksasa ini mempunyai dua fenomena besar yaitu terbentuknya Pegunungan Himalaya dan palung-palung laut dalam. Lempeng India-Australia sejatinya adalah lempeng yang sebagian besar menempati Samudra Hindia sehingga disebut lempeng samudra. Di atasnya menumpang Benua Australia dan India. Ketika bagian India yang berupa benua bertabrakan dengan lempeng Benua Eurasia, terciptalah Pegunungan Himalaya.
Dalam geologi, peristiwa tabrakan dua lempeng benua itu disebut collision alias tabrakan. Bayangkan jika dua lokomotif bertabrakan frontal. Kedua lokomotif akan terangkat naik. Begitulah bagaimana Pegunungan Himalaya terbentuk menjulang hingga ketinggian 8.848 m di atas muka laut.
Di tempat lain, palung-palung laut yang mencapai kedalaman 6.000 m di bawah muka laut terbentuk karena yang bertabrakan adalah lempeng samudra dengan lempeng benua. Bayangkan sebuah sedan bertabrakan dengan truk. Sedan akan melesak tertunjam di bawah kolong truk. Itulah yang terjadi sepanjang pantai barat Sumatra yang menerus ke selatan Jawa, Nusa Tenggara, hingga Maluku selatan. Salah satu segmen lempeng samudra India-Australia ini menunjam masuk di bawah lempeng Benua Eurasia di bawah Tasikmalaya menciptakan gempa yang membuat panik, Rabu sore. Dalam geologi peristiwa penunjaman ini dikenal sebagai subduction
*) Penulis adalah Praktisi IT, Pernah aktif di Civitas Daarut Tauhiid Bandung, Aktif menulis di blog dan media cetak, pembicara dan instruktur di pelatihan Teknologi dan Pemandu Acara TV tentang Teknologi Informasi. Sejak lulus dari SMA di Pangandaran, penulis saat ini berada di Kota Bandung.
Minggu, 02 Januari 2011 21:51 WIB
Maju Terus PANGANDARAN , .
I LOVE YOU FULL>
Senin, 03 Januari 2011 08:56 WIB
Kang ingiring tumaros dupi tanda ieu († ƒ © § Œ £‰ ) pembatas ayat atanapi lepat script html..... hatur nuhun...
Senin, 03 Januari 2011 15:03 WIB
Sumuhun, geuning eta seratan arabna rada araneh kitu, leres henteu?, kade ah....
Cek ulang sebelum tayang.
Senin, 03 Januari 2011 16:09 WIB
Hapunteun sateuacana..margi aya perobihan charset dina webna..teu kaparios artikel ieu ngiring robih..alhamdulillah ayeuna atos dilereskeun...hatur nuhun kasadaya..mudah2an janten ibadah
- Wisata dan Kuliner
- Teknologi Informasi
- Pendidikan dan Budaya
- Politik dan Pemerintahan
- Kajian Islam
- Cerita Bahasa Sunda
- Olahraga dan Kesehatan
- Pemekaran Pangandaran
- Inspirasi dan Opini
- Sudut Pandang Warga
- Campur-Campur
- Cerita Warga Pangandaran
- Sosok dan Profil
- Pangandaran on English
- Ekonomi dan Wirausaha
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Wisma Mutiara
Bagi anda yang membutuhkan kenyamanan dan ketenangan ketika berwisata ke Pantai Pangandaran, Wisma Mutiara merupakan pilihan yang tepat.Terletak di Jl. Kalen Buaya Pangandaran Pangandaran, Wisma Mutiara merupakan salah satu tempat menginap yang menjadi tujuan utama wisatawan lokal.




Komentar via Facebook



