Artikel Pemekaran Pangandaran
Penantian Panjang Pemekaran Pangandaran
Oleh Ujang MarmuksinudinSenin, 12 September 2011 05:00 WIB | Dibaca 1.535 kali

PANGANDARANmerupakan kawasan wisata di bagian Selatan Kabupaten Ciamis.Potensi alam di wilayah Ciamis bagian Selatan memang didominasi oleh potensi bahari.Salah satunya kawasan Pangandaran,selain menjadi tempat wisata tempat ini merupakan sumber potensi kekayaan Ciamis yang bersumber dari laut.
Selain Pangandaran,Kabupaten Ciamis mempunyai 36 kecamatan dengan desa administratif sebanyak 347 desa/kelurahan.Total luas wilayah Kabupaten Ciamis mencapai 2.566,75 km2.Luas wilayah ini,dinilai terlalu luas dan kerap dinilai menjadi kendala terjadinya percepatan pembangunan di sejumlah daerah terutama tingkat pelosok desa. Luas wilayah juga menjadi keluhan dalam pelayanan optimal dan pengolaan potensi kekayaan di Ciamis.
Hamparan potensi bahari yang dinilai belum tergali secara optimal menjadi salah satu alasan Pangandaran beserta sembilan kecamatan lain ingin berdiri sendiri menjadi daerah otonom baru (DOB) terpisah dari Kabupaten Ciamis sebagai kabupaten induk. Keinginan itu sempat menjadi pro kontra di kalangan masyarakat setempat, namun pada akhirnya hampir semua element masyarakat di wilayah Ciamis Selatan menyetujui keinginan pemekaran pangandaran yang ditandai dengan deklarasi persiapan pemekaran Kabupaten Pangandaran pada 2007 lalu.
Waktu itu,persiapan pemekaran Pangandaran terus bergulir menggelinding mendapat persetujuan 90 Badan Perwakilan Desa (BPD) yang tersebar di 10 kecamatan wilayah Ciamis Selatan,meliputi Pangandaran, Cijulang,Cigugur,Parigi,Kalipucang, Padaherang,Langkaplancar,Cimerak, Sidamulih dan Banjarsari. Bahkan,persetujuan yang ditandatangani 90 BPD itu mendapat persetujuan Ketua DPRD Kabupaten Ciamis sewaktu masih dijabat Tokoh Masyarakat Pangandaran Jeje Wiradinata.Persetujuan DPRD juga direspon oleh Bupati Ciamis Engkon Komara untuk dilakukan kajian oleh perguruan tinggi yang independen.
Kajian pemekaran Ciamis Selatan waktu itu dilakukan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.Hasil kajian tim menyatakan,Ciamis Selatan layak untuk dilakukan karena sudah memenuhi syarat minimal terjadinya pemekaran daerah. Koordinator Tim Pengkaji Unpad untuk Pemekaran Ciamis Selatan Deny Kurniadie waktu itu, menyimpulkan Pangandaran layak dimekarkan setelah melakukan kajian dengan dukungan data BPS tahun 2007, karena jika berdasarkan data BPS 2006 pemekaran Pangandaran dinilai belum layak.
Namun,lanjut Deni,hasil kajian tim belum cukup untuk mewujudkan pemekaran pangandaran.Agar Pangandaran bisa memisahkan diri dari Ciamis,masih diperlukan proses persetujuan dari Bupati,DPRD Jabar dan Gubernur.Setelah tahapan di daerah selesai,maka tahapan berikutnya yakni mendapat persetujuan presiden yang diawali kajian tim dari Mendagri. Melihat hasil kajian tim dan persetujuan Bupati,DPRD dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan juga memberikan persetujuan proses pemekaran Pangandaran.Menurut Heryawan, Pangandaran dinilai layak untuk dimekarkan dari Kabupaten Ciamis salah satunya karena kondisi geografis Kabupaten Ciamis terlalu luas.
“Pada prinsipnya sudah tidak ada persoalan dengan tahapan pemekaran dan pemekaran di Jabar sudah sangat layak.Termasuk pemekaran Kabupaten Ciamis Selatan,”ujar Heryawan saat berkunjung ke Ciamis beberapa waktu lalu. Menurut Heryawan,salah satu indikator saja,jumlah penduduk di Kabupaten Ciamis sudah setara dengan jumlah penduduk satu provinsi di daerah lain.Bisa dibayangkan jumlah penduduk di Gorontalo dibanding dengan kabupaten/kota di Jabar sangat jauh perbandinganya. “Apalagi seperti di Ciamis dan Bogor. Di Bogor saja jumlah penduduk mencapai 4,6 juta jiwa artinya melihat itu sudah sangat layak dan perlu segera mendekatkan pelayanan,”ucap Heryawan.
Namun,angin segar dari sang Gubernur ternyata masih belum cukup untuk mewujudkan keinginan pemekaran Pangandaran dari Kabuapten Ciamis.Proses persetujuan ditingkat pusat,dirasakan sejumlah tokoh masyarakat Pangandaran terasa lebih sulit dibanding persetujuan di tingkat daerah. Apalagi,belum lama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan moratorium untuk pemekaran di semua daerah,sampai evaluasi pemekaran di semua daerah selesai dilakukan.Buntutnya,sampai saat ini pemekaran Pangandaran tidak terwujud. Sumber Harian Seputar Indonesia
Baca Juga Artikel Pemekaran Pangandaran Lainnya:
Anda ingin mengirimkan Artikel ataupun menjadi Citizen Journalism? anda bisa mengirimkan Artikel kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita
1
saji fathurrohmanSenin, 12 September 2011 12:07 WIB
Bersabar bagi Warga sekitar Wilayah Pangandaran semogga aga keajaiban nantinya, padahal warga sudah merasakan betapa jauhnya akses ke Pemerintahan untuk sekedar mengurus surat-surat catatan sipil dan yang lainnya.
100 persen setuju jika Pangandaran menjadi sebuah Kabupaten .
2
Dedi Kusmana,S.IPMinggu, 19 Februari 2012 14:29 WIB
pemekaran pangandaran harga mati yg harus tetap diperjuangkan demi mewujudkan desentralisasi efektif dan efesien pemerintahan....
tak bijak jika kekayaan alam pangandaran justru banyak terkuras unutk mengemangkan wilayah lain (utara) misalnya, sednag wilayah sekitar pangandaran sendiri masih perlu penataan dan pembagunan misal langkaplancar yg tetap masih terpinggirkan
3
wasly soedradjatSelasa, 03 April 2012 09:46 WIB
Saya yakin dgn Pemekaran Pangandaran bisa lebih maju,lebih cepat pembangunannya karna memang potensi wisata bahari yg sangat luar biasa.Mudah-mudahan thn 2015 nnt semua tersentuh dan terangkat kemiskinannya
4
Dede Supriyyandi AtoSelasa, 17 April 2012 09:45 WIB
Mdh2 semua berjalan lancar, mari kita dukung dan beroa bersama shga Kab. Pangandaran cepat terbentuk, harapan RUU OTDA yg sdng di bahas di DPR dpt menjempati dan merespon keinginan masy. Pakidulan Ciamis utk jd Kab. Pangandaran karena pangandaran mempunyai berbagai potensi yg sgt besar dari berbagi sektor di antaranya sektor wisata, pertanian, perhutanan, apalagi klo sdh di bentuk RSUD maka akan mendptkan penambahan PAD
Anda dapat memberikan komentar tentang Penantian Panjang Pemekaran Pangandaran dengan menggunakan form dibawah ini .
Kategori Artikel
- Wisata dan Kuliner
- Teknologi Informasi
- Pendidikan dan Budaya
- Politik dan Pemerintahan
- Kajian Islam
- Cerita Bahasa Sunda
- Olahraga dan Kesehatan
- Pemekaran Pangandaran
- Inspirasi dan Opini
- Sudut Pandang Warga
- Campur-Campur
- Cerita Warga Pangandaran
- Sosok dan Profil
- Pangandaran on English
- Ekonomi dan Wirausaha
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Layanan Kesehatan
Apotek K-24 Pangandaran
Apotek K-24 terletak di Jl. Merdeka No. 178 Pangandaran buka 24 jam meyediakan obat-obat bebas (OTC), obat resep dokter (puyer/racikan), Apotek K-24 juga menjual multivitamin dan suplemen, alat kesehatan, serta produk-produk non-obat yang masih berhubungan dengan kesehatan/farmasi, obat yang dijual di Apotek K-24 cukup komplit.
Apotek K-24 Pangandaran
Apotek K-24 terletak di Jl. Merdeka No. 178 Pangandaran buka 24 jam meyediakan obat-obat bebas (OTC), obat resep dokter (puyer/racikan), Apotek K-24 juga menjual multivitamin dan suplemen, alat kesehatan, serta produk-produk non-obat yang masih berhubungan dengan kesehatan/farmasi, obat yang dijual di Apotek K-24 cukup komplit.




Komentar via Facebook



