Twitter @mypangandaran Follow @mypangandaran Facebook myPangandaran Komunitas Orang Pangandaran
Artikel Pemekaran Pangandaran
Ciamis Dipagari Kemiskinan Kemiskinan Picu Pemekaran Wilayah
Oleh KompasRabu, 26 Mei 2010 05:11 WIB | Dibaca 4.043 kali
Ciamis Dipagari Kemiskinan Kemiskinan Picu Pemekaran Wilayah

Kantong kemiskinan di Kabupaten Ciamis tersebar di hampir semua wilayah perbatasan. Desa-desa itu memagari Ciamis dengan beragam permasalahan ekonomi yang belum sepenuhnya mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Kemiskinan tersebut dipicu belum meratanya pembangunan infrastruktur jalan.

Daerah-daerah miskin itu terletak di wilayah dengan kondisi geografis berupa perbukitan atau di tepi pantai. Hampir semua daerah tertinggal tersebut memiliki akses jalan yang buruk. "Sekitar 11 persen dari total penduduk masih miskin. Mereka tersebar di 52 desa," kata Bupati Ciamis Engkon Komara kepada Kompas, akhir pekan lalu.

Kemiskinan di Ciamis sesungguhnya suatu paradoks sebab wilayah tersebut dilimpahi kekayaan alam berupa tanah yang subur. Bahkan, banyak daerah tertinggal pun sebetulnya merupakan lumbung pangan bagi Ciamis. "Kemiskinan terjadi karena jalan masih terisolasi. Padahal, transportasi penting untuk mendongkrak kesejahteraan," ungkap Engkon.

Pada tahun 2008 sebanyak 97.339 keluarga di Ciamis hidup di bawah garis kemiskinan. Sektor pertanian mampu menopang sepertiga dari perekonomian daerah dan menyerap sekitar 40 persen tenaga kerja dengan nilai ekonomi hingga Rp 4 triliun.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Asep Roni mendesak agar pengentasan masyarakat dari kemiskinan difokuskan dengan pembangunan yang terkonsentrasi di pedesaan. "Keberhasilan pertanian jangan hanya diukur dari produktivitas keseluruhan, tetapi juga pada peningkatan taraf hidup petani," katanya.

Hingga kini pemerintah dinilai belum memberikan proteksi terhadap pasar sektor pertanian. Akibatnya, harga aneka komoditas pertanian selalu anjlok pada musim panen. Dukungan APBD Kabupaten Ciamis, menurut Asep, belum terfokus ke sektor pertanian.

Penguatan ekonomi

Menurut Engkon, pihaknya terus berupaya mempercepat penguatan ekonomi melalui Program Pendanaan Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPKIPM). PPKIPM diarahkan pada pengembangan komoditas ekonomi, seperti jagung, ayam potong, sapi, dan kakao. Kini komoditas baru seperti udang galah mulai dikembangkan.

Untuk wilayah selatan Ciamis, lanjut Engkon, pengentasan masyarakat dari kemiskinan akan dilakukan lewat pembangunan jalan lintas selatan. Kemiskinan di wilayah selatan tidak hanya terjadi di Ciamis, tetapi juga di seluruh wilayah selatan Pulau Jawa. "Kalau transportasi lancar, ekonomi berkembang lancar. Pengentasan masyarakat dari kemiskinan tidak bisa dilakukan dengan serta-merta," katanya.

Kini IPM Ciamis naik dari 70,9 menjadi 72, tetapi masih di bawah target, yakni 80 pada 2015.

Selama lima tahun terakhir, pemerintah setempat selalu memperoleh alokasi anggaran terbesar untuk berbagai program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Di bidang pendidikan, misalnya, Ciamis memperoleh dana alokasi khusus (DAK) terbesar di Indonesia pada tahun lalu, dari sebelumnya mendapat DAK pendidikan Rp 5 miliar, kini mencapai Rp 107 miliar.

Persoalan kemiskinan dan belum meratanya pembangunan juga mendorong beberapa kecamatan di Ciamis memekarkan diri. Setelah Kota Banjar, Kecamatan Kalipucang, Padaherang, Mangunjaya, Langkaplancar, Cimerak, Cijulang, Pangandaran, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih pun sudah mengajukan terbentuknya Kabupaten Pangandaran.

Beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Lakbok, Purwadadi, Banjarsari, Pamarican, Cisaga, dan Cimaragas, mulai merapat ingin bergabung dengan Kota Banjar. Jika kemiskinan tidak segera dibenahi, Kabupaten Ciamis akan semakin tidak dilirik oleh warganya sendiri. (WKM)


Baca Juga Artikel Pemekaran Pangandaran Lainnya:

Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS

Anda ingin mengirimkan Artikel ataupun menjadi Citizen Journalism? anda bisa mengirimkan Artikel kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita


agung
1
agung
Selasa, 08 Juni 2010 14:08 WIB
saya setuju jika itu memang untuk kemajuan dan kesejahteraan seluruh warga di ciamis selatan terutama di wilayah-wilayah yang pembangunannya masih sangat minim dan untuk itu saya menyarankan agar semua warga di wilayah kecamatan ciamis selatan menyatukan visi dan misinya mulai sekarang agar pada saat harapan itu terwujud tidak bingung lagi harus berbuat apa dan dijadikan apa kabupaten baru ini demi kesejahteraan bersama
syarif hidayat
2
syarif hidayat
Jum'at, 11 Juni 2010 01:10 WIB
pemekaran kabupaten ciamis saya sangat setuju karena semenjak saya dilahirkan di kawasan ciamis selatan tidak banyak perubahan,dalam segi pembangunan infrastruktur jalan sebagai sarana tranportasi masyarakat pedesaan yang mana sangat di butuhkan,mudah mudahan kabupaten pangandaran segera terwujud untuk mensejahtrakan masyarakat yang selama ini di dambakan oleh masyarakat di pedesaan,tapi saya berharap kepada elit penggagas kabupaten pangandaran jangan dijadikan azas kepentingan,harus dibarengi niat yang tulus demi terwujudnya masyarakat yang adil makmur dan sejahtra jauhkan dari konplik kepentingan kita bersatu untuk meraih keberhasilan di masa yang akan datang,supaya cucu kita dapat menikmatinya dari perjuangan para penggagas kab. pangandaran.
Nanang Sunaryo
3
Nanang Sunaryo
Sabtu, 21 Agustus 2010 11:18 WIB
Secara pribadi sebagai putra lakbok asli saya sangat mendukung jikalau kecematan lakbok juga ingin merapat atau bergabung dengan kota Banjar karena di samping kota banjar sendiri juga baru punya 4 kecamatan maka kesempatan baik buat lakbok agar bisa mendapat giliran di bangun oleh kota banjar seperti kecamatan langensari yang sekarang kondisinya jauh lebih bagus dari pada lakbok,padahal menurut sejarah lakboklah yang seharusnya lebih maju dari pada yang lain karena lakbok kecamatan tertua terbukti waktu itu hanya baru di kecamatan lakbok berdiri sekolah tingkat pertama negri ( SMPN ) lakbok yang kini tentunya sudah banyak cetak sarjana2 sukses
ahmad mubarok
4
ahmad mubarok
Selasa, 26 April 2011 12:25 WIB
daerah ciamis memang masih banyak yang harus berbenah, hanya saja perlu kita fikir ulang bagai mana dampak dari pemekaran daerah banjar dan pangandaran? mungkin bagi banjar dan pangandaran sendiri, saya kira dari sektor prekonomian sudah sangat bagus. banjar dan pangandaran sama-sama memiliki potensi prekonomian yang lumayan. banjar maju dalam bidang industri nya. sedangkan panganddaran maju dalam bidang pariwisatanya. jadi secara ekonomi pemekaran wilayah di kedua daerah ini tidak akan mengalami kesulitan yang signifikan. tetapi bagaimana denga kondisi induk semang ciamis itu sendiri?.... jika saya lihat, jika kedua daerah itu memisahkan diri dari ciamis, maka ciamis akan kehilangan sumber pendapatan daerah. hal ini akan mengakibatkan semakin tidak terurusnya daerah-daerah miskin di kabupaten ciamis..... jadi pemekaran akan berdampak negatif pada induk semang nya.... saya kira tolong pemerintah lebih memperhatikan lagi efek-efek dari pemekaran daerah ini agar pemekaran daerah dapat benar-benar tepat sasaran
Surya
5
Surya
Selasa, 07 Juni 2011 10:00 WIB
memang segala sesuatu yang kita lakukan selalu ada efek negatif dan positif, apalagi keperluan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. saya yakin pemekaran wilayah Kab. Ciamis lebih banyak dampak positifnya di banding negatifnya.
Bayangkan Saja selama ini keadaan perekonomian di Ciamis Khususnya wilayah Selatan masih jauh jika di katakan maju. Sarana dan Prasarana masih sangat minim, apalagi Jalan yang masih banyak yang rusak dan tidak pantas untuk di sebut jalan. dengan pemekaran sendiri nantinya akan lebih baik dalam menata sistem pembangunan. yang selama ini masih terkesan Terabaikan
Joko Bodo
6
Joko Bodo
Sabtu, 18 Februari 2012 13:28 WIB
@ahmad mubarok: salah sendiri ga adil dalam pembangunan...makanya rasain sendiri...payah lu!!!

Anda dapat memberikan komentar tentang Ciamis Dipagari Kemiskinan Kemiskinan Picu Pemekaran Wilayah dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar


Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Karnia
Hotel dan Penginapan
Karnia
Hotel Karnia memiliki 24 kamar terdiri dari 3 bungalows yang masing-masing memiliki 3 kamar,terletak di Jl. Kalen Buaya Pangandaran kurang lebih 200 meter menuju Pantai Pangandaran.Hotel Karnia bisa di akses melalui pintu Tol (gerbang wisata pantai timur) menuju Cagar Alam Pangadaran lalu ambil Arah Pantai Barat.