Artikel Sudut Pandang Warga
Tugu Welcome to Pangandaran, Kenapa Jadi Warna Emas?
Jum'at, 02 Desember 2011 17:26 WIB | Dibaca 2.078 kali
Tugu Welcome to Pangandaran, Kenapa Jadi Warna Emas?
Kuciwa, begitu kata terlontar dari big bosku dulu untuk mengomentari sebuah hasil design terburuk yang pernah dilihat. Tiada lain alias tiada bukan, Kuciwa adalah kata plesetan dari kata KEKECEWAAN yang teramat sangat. Dulu kata aneh itu tidak terlalu mengganggu kreativitas saya, saya anggap kritikan biasa agar hasil design saya lebih baik lagi.

Tapi sekarang akhirnya saya sendiri terpaksa mengatakan kata aneh itu. Setiap melintasi bunderan untuk mengantar anak ke PAUD Ar Risalah (Dusun Bojongsari Babakan) di pagi hari yang cerah, atau sejenak melepas lelah sambil menunggu giliran lampu hijau saat pulang kerja, ada yang berbeda dari penampilan tugu patung selamat datang di Pangandaran itu. Awalnya, saat mengamati renovasi tugu itu setiap hari, terlintas di benak saya akan di bangun sesuatu yang keren! atau bakalan diganti patungnya, untuk pantas dibanggakan warga pangandaran. Bahkan akan menjadi sebuah simbol, atau sekedar backround foto buat bahan upload kalo seseorang pernah ke Pangandaran dengan status; I`m here!.

Namun apa yang terjadi, Kuciwa!, Bener-bener aneh! lucu, menggelikan, "aya-aya wae!" ceuk orang Pangandaran mah. Entah apa maksudnya, tugu patung seindah itu yang awalnya juga `lumayan` karena gratifikasi dari pihak sponsor rokok, berubah 180 derajat jadi tugu emas!.Hebatlah..hebat! warga pangandaran punya tugu emas, tapi emas palsu!

Padahal kalo kita perhatikan lebih jeli dan teliti, tugu itu luar biasa dan memiliki makna yang dalam tentang pangandaran sebenarnya.Tugu itu di bangun kurang lebih 20 tahun silam saat saya masih duduk di bangku SDN 1 Pangandaran yang hanya berjarak 50m dari tugu itu. Pembuatannya hampir bersamaan dengan pembangunan jalan tol pangandaran sebagai jalan utama pintu akses menuju pantai Pangandaran pengganti pintu dekat puskesmas . Tugu dan jalan tol itu sejajar lurus seolah-olah menusuk pantai yang selalu menyambutnya dengan deru gelombang yang meraih pesisir. Waktu itu, setiap pulang sekolah saya bersama teman-teman menyempatkan diri untuk melihat tahap demi tahap proses pembangunan tugu itu yang awalnya kami kira bentuk jemari raksasa, karena saat baru datang dari truk hanya berupa 3 bentuk bulat panjang yang ada pangkalnya. Ternyata adalah calon sebuah tugu kebanggaan warga Pangandaran yang belum diukir. Tugu itu dibuat bertekstur seolah terbuat dari batu alam walau sebenarnya hanya terbuat dari fiber, untuk itulah warnanya juga di cat sedemikian rupa agar tampak kokoh dan kuat seperti batu. Dengan mengambil bentuk gelombang laut yang dahsyat seolah menjunjung tinggi tiga buah ikan segar yang meraih cita-cita di langit.

 Namanya juga proyek zaman order baru, untuk memanjakan sang penguasa kala itu, jelas ikan nomor 2 berada di puncak paling tinggi (Golkar) disusul ikan nomor 1 (PPP) kemudian ikan no 3 (PDI), bener-bener Tugu yang indah!. Sedikit disayangkan di bahu lingkaran tugu tidak terdapat trotoar buat pejalan kaki untuk sekedar menyetuh dan menikmati tugu lebih dekat sekaligus foto-foto sebagai bukti otentik oleh-oleh wisatawan buat tetangga sebelah (maklum kali, saat tugu dibuat dulu blum ada hape nyang ada kodaknya...hikhikhik)

Entah idenya siapa (yang jelas bukan idenya cosmos) sekarang tugu itu berwarna emas menyala, mewah banget! seperti selera negro borjuis!, menghapus total konsep awal sebagai tugu batu alam yang sederhana.

Entah apa maksudnya, apakah pangandaran telah mengalami masa jaya keemasan?

Entah apa tujuannya, apakah gara-gara emas muda yang sedang digandrungi para PSK pangandaran?

Entah apa maunya, apakah untuk sekedar dongkrak pariwisata seperti Kubah emas di Tanggerang, Keong Emas di TMII, Segitiga Emas di Kosambi?

Entah apa inginnya, apakah karna banyak orang jawa di Pangandaran, ada Mas Maza, Mas Mus, Mas Yanto?

Entah mengapa..saya juga bingung...sekarang tugu itu namanya jadi tugu Ikan Mas, jadi lebih aneh lagi kan? baru liat ada Ikan Mas bentuknya begitu, setahu saya Ikan Mas itu seperti Gurita bisa terbang! hebat bisa terbang euy..!

Akhiranya sekarang saya dapat mengucapkan Kuciwa!!

Artikel ini merupakan Kiriman dari salahsatu Warga Pangandaran dengan inisial Dolphin untuk myPangandaran.com



Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS


Anda ingin mengirimkan Artikel ataupun menjadi Citizen Journalism? anda bisa mengirimkan Artikel kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita


saji Fathurohman
1
saji Fathurohman
Rabu, 07 Desember 2011 11:54 WIB
Turut komentar terkait tugu tersebut pak,om saya walau bukan asli Pangandaran juga aneh melihat tugu yang berada di Perempatan jalan Pangandaran, kalau dulu memiliki corak, perak menyerupai Batu karang oke lah, soalnya Pangandaran Icon tempat Wisata Pantai dan hasil perikanannya, namun sekarang malah di rubah warna menjadi warna ke Emasan.
Ide siapa ini.? jangan lah korbankan sebuah nilai sejarah dengan embel-embel Sponsor mereka hanya numpang lewat sesaat dan tidak tau asal muasal cerita tugu tersebut.mohon maaf mohon dikoreksi bila ada salah. salam (Solo B)
niskala
2
niskala
Sabtu, 10 Desember 2011 11:30 WIB
memang,,, jd puguh teu puguh maksud`na. jd teu pararuguh hartina. `natural` adalah semboyan yg tepat keur wilayah pariwisata pangandaran jeung sabudeureunana... didituanana`mah `moderenisasi` meureun... LEBIH BAGUS, NATURAL, ENDAH MENAWAN, LEBIH BERKARAKTER DAERAH PESISIR.... lamun tugu hiu pangandaran bercorak alami (warna batu karang & biru laut). sokkk... geura! : tugu hiu pangandaran lain milik saha nu geus ngabangun eta tugu. sagala rupa nu dijieun atasnama Pangandaran... adlh hak milik moral semua nu mikameumeut jeung mikanya`ah Pangandaran jeung sabudeureunanaaaaaaaaaa... Pangandaran baheula moal siga nu ayeuna atawa nu ngke ka hareupna.
wastukancana
3
wastukancana
Sabtu, 10 Desember 2011 11:33 WIB
ETA BALIGO NU NGAJAJARRRRRRRRRRRRR TUKANGEUN TUGU OGE..........!!!! NGARUSAK KAENDAHAN PEMANDANGAN. bisnis vs natural = moal bisa damai sa`umur hirup.. ;D hehee... I love Pnd. lah pko`na maaaahhh
warga pangandaran
4
warga pangandaran
Selasa, 24 Januari 2012 11:20 WIB
mungkin ada ssuatu yg trpndam d blik tu smua,jhehehe.
Heru Pranoto
5
Heru Pranoto
Senin, 10 September 2012 08:34 WIB
bulan Juni 2012 lalu kami kesana dan sengaja melihat tugu ini..... hmmmm... norak banget, dan di tempeli pula spanduk2... asa bala n sareukseuk juga rungseb... bisa ga di bersihin dan di kembalikan ke semula ?
abah narsis
6
abah narsis
Kamis, 15 November 2012 21:39 WIB
biasalah lumayan proyek..
Bayu
7
Bayu
Rabu, 23 Januari 2013 14:13 WIB
Asa Sarekseuk ningalina siga kitu mah semoga di perbaharui lebih indah lagi yg sesuai benar" menjadi icon pangandaran
fendy kd
8
fendy kd
Jum'at, 26 April 2013 00:47 WIB
saya warga asli pangandaran, dan saya kuliah di fakultas seni,khususnya di jurusan patung,saya amat sgt kecewa dgn patung yg berdiri kokoh di sana, dari cara penempatan nya pun sgt tidak strategis,karena itu tmpat berlalu lalang kendaraan,bagaimna kita bisa menikmati patung tersebut?? bahkan saya tidak tahu arti dr bntuk patung ittu?apakah harus wilayah pesisir pantai identik dgn monumental ikan dan air laut? trus bandung juga hrus monumen peuyeum kitu?? #gogodeg. harus nya sang pematung mngerti apa arti "pangandaran" dari kata "pangan" yaitu bahan pangan, dan "daran" yg berarti daratan, harusnya di ambil dr kata itu,agar public tau dan mngerti apa makna dan arti dr patung tersebut..

Anda dapat memberikan komentar tentang Tugu Welcome to Pangandaran, Kenapa Jadi Warna Emas? dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar



comments powered by Disqus
Akomodasi,Pangandaran
Kalbu
Rp. 150.000
Kalbu
Penginapan Kalbu merupakan Penginapan yang sederhana dan bersih di Pangandaran, ini adalah pilihan yang baik jika Anda mencari Hotel atau
Sami Bakti
Rp. 150.000
Sami Bakti
Berada di Jl. Pantai Barat -Bulak Laut Pangandaran tepatnya di belakang Pondok Seni Pangandaran,sekitar 100M menuju pantai Pangandaran.
Aneka,Pangandaran
Suasana & Rasa Khas Kupat Tahu Pak Salam

Suasana & Rasa Khas Kupat Tahu Pak Salam
Bila sedang berlibur di Pangandaran salah satu yang wajib anda coba adalah makanan khas yang satu ini. soto dan kupat tahu Pak Salam. Anda tidak akan terlalu sulit menemukan warung soto dan kupat tahu ini. letaknya cukup


myPangandaran di Social Media close button abatasa minimize button abatasa maximize button abatasa
Join us on Facebook
Follow us on Twitter