Artikel Sudut Pandang Warga
Secangkir Kopi dan Sebatang Rokok
Oleh SatiminKamis, 09 Juni 2011 08:34 WIB | Dibaca 1.377 kali

seiring bob marley nyanyikan lagu cinta..
aku belum mandi dan gosok gigi aku sudah di air,
dengan segelas kopi ku pandang lautan lepas...
nggak kenal waktu..nggak kenal hari..
yang ku tahu hanyalah sunset dan sunrise...
Itulah sebait lirik lagu reagge karya Imanez yang sangat menggambarkan bagaimana kehidupan anak-anak pantai seperti halnya anak-anak pangandaran.
Walaupun aku hanya seorang tukang menyelam, ditengah kemajuan jaman yang serba canggih aku tidak mau ketinggalan informasi, dengan sedikit kalimat yang bisa aku rangkai kutuangkan paragraf demi paragraf dengan harapan apa yang bisa sedikit aku berikan untuk pangandaran yang lebih baik.
Menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok di pinggir pantai bagi aku sudah menjadi kebiasaan yang bisa sejenak menghilangkan beban pikiran, typical anak pantai yang slengean dan hidup serba santai sangat tercermin dari aktifitas sehari-hari dengan tampil apa adanya.
Seiring kemajuan jaman, aktifitas seperti itu pun mulai ditinggalkan perlahan-lahan oleh anak-anak pangandaran, perkembangan informasi teknologi yang cepat mau tidak mau menjadikan metamorfosis pada kehidupan sehari-hari anak pantai, banyak sekali anak-anak pangandaran yang bekerja di instansi pemerintahan, Swasta bahkan sampai Owner di perusahaan-perusahaan besar di sekitar pangandaran atau pun di luar pangandaran, kalau hanya account Facebook bisa dipastikan semua anak-anak pangandaran sudah familiar bahkan sudah menjadi trend tersendiri dalam suatau komunitas tertentu di pangandaran.
Dalam dunia kepariwisataan misalnya banyak sekali anak pangandaran yang bekerja di bidang Perhotelan, Traveling, guiding service bahkan mereka menguasai beberapa bahasa asing.Mobilitas yang tinggi membuat anak-anak pantai tidak ada waktu untuk mersantai-santai ria, bahkan bagi mereka yang merantau nan jauh disana untuk bisa pulang kampung menikmati suasana pantai sebulan sekali saja sangat tidak mungkin.Padahal mereka kangen kongko -kongko bareng dipinggir pantai bercanda riang bersama teman-teman lama semasa mereka masih sekolah atau bahkan teman semasa kecil dulu.
Pangandaran memang tidak seperti dulu banyak sekali perbuahan di berbagai sektor, bahkan orang-orangnya sendiri sudah banyak berubah, gaya hidup dan trend centre yang di bawa wisatawan ikut andil dalam perubahan dari masa ke masa yang membuat pangandaran seperti sekarang ini, kebutuhan akan informasi dan teknologi yang cepat membuat anak-anak pantai sudah tidak Gaptek lagi.
Sebagai tempat tujuan wisata Pangandaran boleh dinikmati oleh siapa saja,dan siapa saja boleh merasa memiliki pangandaran.Semoga di generasi berikutnya anak-anak pangandaran bisa lebih arif dan bijaksana menyikapi dampak yang dibawa arus pariwisata, dan harus lebih mecintai , menjaga norma-norma serta adat dan tradisi yang bisa menjadi kebanggan orang Pangandaran
Ambil sisi positifnya saja dari dampak pariwisata yang bisa di bilang sangat bebas ,jika tidak begitu niscaya norma-norma adat serta tradisi yang menjadi ciri khas pangandaran akan seperti segelas kopi dan sebatang rokok yang terhisap semakin-lama semakin habis tanpa manfaat yang jelas,dan asapnya terhembus terbawa angin hilang entah kemana.
Baca Juga Artikel Sudut Pandang Warga Lainnya:
Anda ingin mengirimkan Artikel ataupun menjadi Citizen Journalism? anda bisa mengirimkan Artikel kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita
1
agungKamis, 09 Juni 2011 10:18 WIB
Semangat generasi Pangandaran.......... ada pepatah bilang "setinggi-tingginya tupai melompat pasti akan jatuh juga ke tanah", adat istiadat dan budaya Pangandaran jangan sampai dilupakan oleh orang Pangandaran karena dengan budaya itulah Pangandaran menjadi dikenal banyak orang.....................
2
ARMANDO PRIBADOSKamis, 09 Juni 2011 14:52 WIB
Anak pantai Cinta Damai
3
Urang kampungSabtu, 11 Juni 2011 06:28 WIB
Memang seiring majunya suatu daerah pasti dampak negatifnya ada tak terkecuali di pangandaran,tinggal kita menyikapinya,semoga masyarakatnya bisa membentengi diri dari budaya budaya asing yang dibawa wisatawan ke pangandaran.
4
dadangMinggu, 12 Juni 2011 21:29 WIB
pangandaran sudah sperti texas,minuman keras di pajang!di jkt saja,ga ada warung brani memajang minuman keras.saya sempat kaget&brtanya,apakah tokoh msyarakat&aparat di pgdrn tidak memberi teguran&wejangan???
5
ipan_medikomSenin, 11 Juli 2011 17:28 WIB
ini baru satimin,,,.tulisanmu bgus min,,,.ok,,.aq suka putra daerah seperti kmuuuu,,.lanjutkan min,,,.
6
SatiminSenin, 11 Juli 2011 17:31 WIB
@ Ipan_medikom>>> wah terima kasih Kang Ipan, maaf nich blum bsa hunting bareng..
7
ASEP SOLIHINKamis, 14 Juli 2011 23:34 WIB
seni dan budaya asli dari pangandaran itu hampir semua masyarakat pangandaran itu sendiri tidak tahu karna mereka melupakan nya sendiri seiring kemajuan jaman....malahan seni budaya pangandaran itu sekrang banyak di kenal orang adalah tempat2 prostitusi dan wanita2 nakal nya.bukan nya budaya asli pangandaran yg mereka kenal kan.
kabupaten ada di saat seni dan budaya bisa di kenal orang contoh nya seni dan budaya yg sudah hilang:badud,sintren,memainkan karinding...dan masih banyak lagi.
8
Much khoer fikryJum'at, 15 Juli 2011 14:03 WIB
Wduh bos,org" cmz bngga akn krya mu..
Ciamis mdh2n jd kabupten yang berbudya...agamis..
Pngndran akn jd aset dunia...
Fikry rancah...cbreum
9
saji fathurrohmanJum'at, 09 September 2011 14:38 WIB
Wah keren kang tulisannya, kapan ya kiranya bisa ketemu.?
tapi aku sekarang tinggal di Jakarta, 2 bulan sekali Pulang ke Nengklok Pajaten,
10
siska noviantiJum'at, 04 Mei 2012 12:01 WIB
kangen pangandaraaaaaannnn...nongkrong ngopi sore2 menjelang malam d warung kopi mang abas di ujung tol....wish next week i can go there....
Anda dapat memberikan komentar tentang Secangkir Kopi dan Sebatang Rokok dengan menggunakan form dibawah ini .
Kategori Artikel
- Wisata dan Kuliner
- Teknologi Informasi
- Pendidikan dan Budaya
- Politik dan Pemerintahan
- Kajian Islam
- Cerita Bahasa Sunda
- Olahraga dan Kesehatan
- Pemekaran Pangandaran
- Inspirasi dan Opini
- Sudut Pandang Warga
- Campur-Campur
- Cerita Warga Pangandaran
- Sosok dan Profil
- Pangandaran on English
- Ekonomi dan Wirausaha
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Hotel dan Penginapan
Setia Famili
Berada di Jl. Kidang Pananjung Pangandaran sekitar 200M menuju pantai Pangandaran. Jika Anda dan keluarga menginap di Hotel Setia Famili ,Anda akan merasakan berada di rumah sendiri,pengelola hotel yang ramah akan menyapa setiap tamu yang datang.
Setia Famili
Berada di Jl. Kidang Pananjung Pangandaran sekitar 200M menuju pantai Pangandaran. Jika Anda dan keluarga menginap di Hotel Setia Famili ,Anda akan merasakan berada di rumah sendiri,pengelola hotel yang ramah akan menyapa setiap tamu yang datang.




Komentar via Facebook


