Pangandaran,artikel
Artikel Wisata dan Kuliner
Air Terjun, Berpetualang di Cagar Alam Pangandaran Bagian 2
Oleh Abah LutfiMinggu, 30 Januari 2011 16:58 WIB | Dibaca 4.331 kali
Air Terjun, Berpetualang di Cagar Alam Pangandaran Bagian 2
Tak banyak wisatawan tahu, kalau cagar alam pangandaran mempunyai air terjun. Ini dikarenakan lokasi harus ditempuh dengan jalan kaki selama 1-2 jam untuk mencapai air terjun setinggi kurang lebih 30 meter itu. Dimana airnya langsung terjun ke samudra hindia, diujung selatan cagar alam.

Untuk menuju air terjun ini, terdapat 2 jalan, jalan yang pertama ialah jalan setapak dari arah gua rengganis terus menyusuri sampai menemukan lapangan nanggorak sampai menemukan jalan menurun yang menuju ke air terjun. Jalan kedua adalah melalui lapangan banteng, tepatnya sebelah barat.

Karena jarangnya wisatawan yang berkunjung, jalan setapak pun kadang tertutup oleh dedaunan dan terhalang oleh pohon-pohon yang tumbang. Sehingga jika anda tanpa menggunakan jasa pemandu, 100 % bisa tersesat, sekalipun anda mempunya track log pada GPS.

Pada puncak pendakian, sebelum sampai ke air terjun, jika anda beruntung, anda bisa melihat raflesia fatma, bunga bangkai berukuran mini, dengan kelopak sebesar biji kelapa. Dan tentunya baunya akan tercium bau busuk, karena banyaknya lalat yang hinggap dan mati terkena lendir bunga tersebut.

Untuk sampai ke bawah air terjun, kita harus menggunakan akar untuk turun ke bawah, karena sudut kemiringannya yang hampir mendekati vertikal. Disinilah kita perlu kehati-hatian. Agar kita bisa sampai dengan selamat dibawah air terjun.

Kolam yang luas menjadi tempat yang nyaman untuk berenang, dengan kualitas air yang masih sangat alami. Sesekali anda bisa mengguyur diri dengan masuk ke ujung air jatuh. Mengasyikan memang, setelah lelah berjalan kaki selama 1 jam lebih.


Catatan bagi anda yang hendak trekking ke air terjun, disarankan berangkat melalui jalur nanggorak dan pulang melewati lapangan banteng. Pengalaman penulis, dengan melaui jalur ini akan mendapatkan sensasi yang luar biasa.

Baca Juga Berwisata dengan Aman ke Cagar Alam Pangandaran (1)

*) Abah Lutfi, Adalah seorang blogger, warga asli Pangandaran dan pernah menjadi Tour Guide di Kawasan Cagar Alam Pangandaran dan biasa menulis di http://www.taryan.web.id/ dan menulis artikel ini khusus untuk myPangandaran.com



Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS


Anda ingin mengirimkan Artikel ataupun menjadi Citizen Journalism? anda bisa mengirimkan Artikel kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita


yank
1
yank
Jum'at, 04 Februari 2011 19:28 WIB
Sy dlm setaun bs 2x berlibur ke pantai pangandaran, tp br kl ini sy denger ada air terjun?? Wah wah perludikembangkan tuh. Karena selama ini hampir semua orang berlibur di pangandaran cuman berenang di pantai aja.menurut sy pemerintah setempat harus mengembangkannya salah satunya memperbaiki infrastruktur yang menuju obyek wisata air terjun tersebut.
hendra saputra
2
hendra saputra
Kamis, 17 Februari 2011 23:27 WIB
ari sugan teh eweh air terjun urang ge kakara apal urank pangandaran ah kdu di alusan tah tmpat wisata na tah beuh.mantap
Rian
3
Rian
Selasa, 19 Juni 2012 05:48 WIB
Berapa meter dalemnya air terjunnya ?

Anda dapat memberikan komentar tentang Air Terjun, Berpetualang di Cagar Alam Pangandaran Bagian 2 dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar



comments powered by Disqus
Akomodasi,Pangandaran
Century
Rp. 250.000
Century
Panorama indah Pantai Pangandaran memang sudah tidak di ragukan lagi, sebutan Bali ke-2 oleh turis asing sudah melekat dan tidak
Suara Ombak 1
Rp. 600.000
Suara Ombak 1
"Rumah sewa milik warga Pangandaran yang terletak di Jl.Bulak laut Pangandaran, memilik 3 Kamar AC dalam satu rumah bisa menampung
Aneka,Pangandaran
7 Alasan Mengapa Harus Liburan Musim Panas di Pangandaran

7 Alasan Mengapa Harus Liburan Musim Panas di Pangandaran
Liburan terutama di Pangandaran selalu menjadi pilihan menarik mengingat dalam satu daerah wisata terdapat begitu beragamnya aktifitas yang dapat anda lakukan mulai dari bermain di air laut, bermain di air tawar, hingga menje