Pangandaran,artikel
Artikel Wisata dan Kuliner
Air Terjun, Berpetualang di Cagar Alam Pangandaran Bagian 2
Oleh Abah LutfiMinggu, 30 Januari 2011 16:58 WIB | Dibaca 4.269 kali
Air Terjun, Berpetualang di Cagar Alam Pangandaran Bagian 2
Tak banyak wisatawan tahu, kalau cagar alam pangandaran mempunyai air terjun. Ini dikarenakan lokasi harus ditempuh dengan jalan kaki selama 1-2 jam untuk mencapai air terjun setinggi kurang lebih 30 meter itu. Dimana airnya langsung terjun ke samudra hindia, diujung selatan cagar alam.

Untuk menuju air terjun ini, terdapat 2 jalan, jalan yang pertama ialah jalan setapak dari arah gua rengganis terus menyusuri sampai menemukan lapangan nanggorak sampai menemukan jalan menurun yang menuju ke air terjun. Jalan kedua adalah melalui lapangan banteng, tepatnya sebelah barat.

Karena jarangnya wisatawan yang berkunjung, jalan setapak pun kadang tertutup oleh dedaunan dan terhalang oleh pohon-pohon yang tumbang. Sehingga jika anda tanpa menggunakan jasa pemandu, 100 % bisa tersesat, sekalipun anda mempunya track log pada GPS.

Pada puncak pendakian, sebelum sampai ke air terjun, jika anda beruntung, anda bisa melihat raflesia fatma, bunga bangkai berukuran mini, dengan kelopak sebesar biji kelapa. Dan tentunya baunya akan tercium bau busuk, karena banyaknya lalat yang hinggap dan mati terkena lendir bunga tersebut.

Untuk sampai ke bawah air terjun, kita harus menggunakan akar untuk turun ke bawah, karena sudut kemiringannya yang hampir mendekati vertikal. Disinilah kita perlu kehati-hatian. Agar kita bisa sampai dengan selamat dibawah air terjun.

Kolam yang luas menjadi tempat yang nyaman untuk berenang, dengan kualitas air yang masih sangat alami. Sesekali anda bisa mengguyur diri dengan masuk ke ujung air jatuh. Mengasyikan memang, setelah lelah berjalan kaki selama 1 jam lebih.


Catatan bagi anda yang hendak trekking ke air terjun, disarankan berangkat melalui jalur nanggorak dan pulang melewati lapangan banteng. Pengalaman penulis, dengan melaui jalur ini akan mendapatkan sensasi yang luar biasa.

Baca Juga Berwisata dengan Aman ke Cagar Alam Pangandaran (1)

*) Abah Lutfi, Adalah seorang blogger, warga asli Pangandaran dan pernah menjadi Tour Guide di Kawasan Cagar Alam Pangandaran dan biasa menulis di http://www.taryan.web.id/ dan menulis artikel ini khusus untuk myPangandaran.com



Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS


Anda ingin mengirimkan Artikel ataupun menjadi Citizen Journalism? anda bisa mengirimkan Artikel kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita


yank
1
yank
Jum'at, 04 Februari 2011 19:28 WIB
Sy dlm setaun bs 2x berlibur ke pantai pangandaran, tp br kl ini sy denger ada air terjun?? Wah wah perludikembangkan tuh. Karena selama ini hampir semua orang berlibur di pangandaran cuman berenang di pantai aja.menurut sy pemerintah setempat harus mengembangkannya salah satunya memperbaiki infrastruktur yang menuju obyek wisata air terjun tersebut.
hendra saputra
2
hendra saputra
Kamis, 17 Februari 2011 23:27 WIB
ari sugan teh eweh air terjun urang ge kakara apal urank pangandaran ah kdu di alusan tah tmpat wisata na tah beuh.mantap
Rian
3
Rian
Selasa, 19 Juni 2012 05:48 WIB
Berapa meter dalemnya air terjunnya ?

Anda dapat memberikan komentar tentang Air Terjun, Berpetualang di Cagar Alam Pangandaran Bagian 2 dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar



comments powered by Disqus
Akomodasi,Pangandaran
Saputra
Rp. 150.000
Saputra
Hotel Saputra terletak di Jl. Pantai Barat No.45 Pangandaran, berada di ujung pangandaran sangat mudah di cari.Letaknya yang dekat dengan
Galuh
Rp. 150.000
Galuh
Bagi anda yang beliburan ke Pantai Pangandaran Bersama keluarga,Hotel Galuh merupakan pilihan tepat,Hotel yang letaknya tidak jauh dari pemukiman warga
Aneka,Pangandaran
Angkringan Pak Dhe, Tempat Nongkrong Anak Muda Pangandaran

Angkringan Pak Dhe, Tempat Nongkrong Anak Muda Pangandaran
Angkringan (berasal dari bahasa Jawa Angkring yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yog


myPangandaran di Social Media close button abatasa minimize button abatasa maximize button abatasa
Join us on Facebook
Follow us on Twitter