Berita
Diduga Sedang Pacaran, Anak dan Ibu Digerebek
Oleh Nay SuryaKamis, 29 April 2010 13:54 WIB | Dibaca 3.286 kali

Diceritakan warga, sebetulnya masyarakat Kalapa Tiga sudah curiga sejak lama dengan tingkah laku keduanya. Padahal, Sm sudah menikah dengan salah seorang istri, warga Banjarsari. Namun pernikahan itu hanya kuat dua minggu. Sementara istrinya, memilih pulang ke rumah orang tuanya, di Banjarsari.
“Katanya sih nggak betah ditinggalin terus sama suaminya yang lebih sering di tempat ibunya berdagang. Kebetulan tak jauh dari rumah Sm,” ungkap warga yang tidak mau dikorankan namanya.
Karena sikapnya itu, lanjut dia, warga kemudian memberikan waktu dua minggu untuk segera membongkar rumah mereka. “Kami lihat hubungan mereka sudah nggak wajar, banyak warga yang secara kebetulan melihat mereka bermesraan. Walaupun kami tidak pernah memergoki mereka berbuat lebih dari itu, tapi kami juga bisa menilai dari tingkah laku mereka. Malahan ibunya sering cemburu kalau lihat anaknya deket sama perempuan, begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.
Kemarin, rumah milik Sm dan ibunya Mm sedang dibongkar warga. Menurut Maman, ketua RT 02/07 Dusun Kalapa Tiga Desa Babakan, sebelumnya Sm dan Mm pernah dipanggil pihak lingkungan. Pemanggilan itu terkait banyaknya aduan dari warga. “Maka kami selaku wakil lingkungan, saat itu ada lima orang; saya, kepala dusun, dan sesepuh di sini, memanggil keduanya, untuk sekedar menanyakan dan menyampaikan keluhan warga. (Tujuan pemanggilan, red) agar tidak terjadi fitnah dan main hakim sendiri oleh warga,” ungkapnya.
Pemanggilan keduanya, lanjut Maman, sengaja dilakukan malam hari, dengan maksud menghindari menghindari kejadian anarkis warga, namun tiba-tiba pertemuan tersebut diketahui warga. Akibatnya, puluhan massa berkumpul dan berniat menghakimi keduanya. Malahan banyak di antara mereka yang berniat membakar rumah keduanya. “Alhamdulillah kami bisa menenangkan warga, sehingga kejadian main hakim sendiri tidak terjadi,” tuturnya.
Ketika pihaknya menanyakan perihal tuduhan itu, kata Maman, keduanya tidak membantah dan tidak membenarkan. “Mereka tidak melakukan pembelaan, hanya meminta maaf saja kepada warga, jika sikapnya ada yang tidak mengenakan,” ujarnya.Ia menambahkan, sebetulnya warga menginginkan SM tinggal sama istrinya dan jauh dari Mm, ibunya. “Namun ternyata Sm memilih pindah rumah ke Desa Cikembulan, dan akan tetap sama ibunya,” jelas Maman.
Sumber RadarTasikmalaya
Baca Juga Berita Lainnya:
Anda ingin mengirimkan berita ataupun menjadi Citizen Journalism untuk Daerah Pangandaran dan sekitarnya? anda bisa mengirimkan berita kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita
Anda dapat memberikan komentar tentang Diduga Sedang Pacaran, Anak dan Ibu Digerebek dengan menggunakan form dibawah ini .
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Lembaga Pendidikan
LPK Central Informatika Nusantara
Secara umum Lembaga Pendidikan Komputer Central Informatika Nusantara bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang terampil dalam penggunaan komputer. Untuk para pelajar tingkat menengah dan masyarakat agar lebih percaya diri dalam era komputerisasi pada saat ini.
LPK Central Informatika Nusantara
Secara umum Lembaga Pendidikan Komputer Central Informatika Nusantara bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang terampil dalam penggunaan komputer. Untuk para pelajar tingkat menengah dan masyarakat agar lebih percaya diri dalam era komputerisasi pada saat ini.




Komentar via Facebook


