
Dengan minimnya bantuan atau perhatian tersebut, maka upaya untuk menuntaskan desa tersebut menjadi tidak lagi tertinggal, juga membutuhkan waktu yang semakin lama. Padahal, kondisi desa tertinggal, yang sebagian berada di tepi kawasan hutan kondisinya jauh lebih memprihatinkan apabila dibandingkan dengan desa lain, seperti desa peradaban.
"Desa tertinggal mungkin jauh lebih membutuhkan bantuan untuk pembangunan infrastruktur, terutama jalan. Bukan mengesampingkan desa peradaban yang mendapat kucuran sangat besar, mungkin desa tertinggal juga harus mendapat perhatian yang lebih dari yang ada sekarang," ujar Ketua Komisi II DPRD Ciamis Ahmad Irfan Alawi, Senin (10/5).
Diakui untuk mengentaskan desa tertinggal menjadi sejajar dengan desa di sekitarnya membutuhkan waktu yang lama. Namun demikian, dengan memberi perhatian yang lebih, akan dapat mempercepat proses pengentasan kemiskinan yang biasanya melingkupi desa tertinggal.
"Dengan infrastruktur yang baik, maka langsung atau tidak langsung akan dapat membuka dan mempercepat perkembangan perekonomian rakyat. Selama ini salah satu faktor penghambat desa tertinggal menjadi setidaknya setara dengan wilayah sekelilingnya adalah infrastruktur jalan," ujarnya seraya menambahkan dari 61 desa tertinggal, yang mendapatkan bantuan Rp 100 juta, baru 36 desa.
Sebelumnya Kepala Bappeda Ciamis Tiwa Sukrianto mengungkapkan bantuan untuk desa tertinggal, selain untuk infrastruktur jalan juga dialokasikan untuk drainase serta berbagai kebutuhan lainnya. Disebutkan untuk menghentaskan desa tertinggal, harus ditangani secara lintas sektoral.
Lokasi 61 desa tertinggal di Kabupaten Ciamis, tersebar di 36 kecamatan. Desa tertinggal paling banyak terdapat di Kecamatan Langkaplancar dan Padaherang, masing-masing memiliki tujuh desa tertinggal. Kemudian Kecamatan Cisaga, enam desa tertinggal. Kecamatan Cigugur dan Kalipucang masing-masing lima desa tertinggal, selebihnya antara satu sampai empat desa tertinggalSumber PR
Minggu, 24 Oktober 2010 15:40 WIB
sungguh indah kampung halamanku...
d tepi gunung yang tinggi...
dilingkung sawah nan hijau.....
..................................................................
lagu itu begitu terngiang di telingaku.....bukan hanya desa yang tertinggal tapi kecamatannya pun tak memiliki akses yang memadai...jalan protokolnya saja tidak jelas....coba di cek jalan utama langkaplancar-cigugur...innalillahi....tak layak di injak sama manusia....sediiihhhh...seeddiiihhh...
semoga kelak bila benar2 terbentuk kab pangandaran kami bisa sedikit terperhatikan...sudah lelah rasanya antara ada dan tiada....
chhaaayyyoooo kabupaten pangandaran!!!!!
Selasa, 14 Desember 2010 09:26 WIB
Sedih danPrihatin rasanya jika melihat pembangunan yg tdk merata. Khusus pada wakil rakyat kabupaten ciamis, ayo tunjukkan bhw anda bener2 jadi wakil rakyat, bangun donk jalan-jalan yg ada di kecamatan langkaplancar. pak wowo, ayo tunjukkan nyali mu untuk membangun jalan kampungmu cigugur... ingatkah anda ketika blm dapat amanah rakyat, anda mengajak saya ke jalan kampungmu, jalan tidak layak, naek mbl tdk layak pula... Sekarang anda sudah dpt amanah rakyat, jd wakil rakyat, tunjukkan tekadmu untuk memajukan desa-desa tertinggal di kabupaten ciamis, khususnya di kecamatan langkaplancar...
Sabtu, 28 Mei 2011 01:16 WIB
saya sebagai warga kecamatan langkaplancar merasa prihatin dan sedih , setelah saya teliti kok cuma di langkaplancar jalan yng seperti ini, hidup di langkaplancar saya merasa belum merasakan kemerdekaan., tolong diperhatikan pembangunan jalan ke langkaplancar kalu sudah pindah ke kabupaten pangandaran !! ciamis pengecut pembangunan jalan cuma di kotanya doank. by emin
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Citra 1
Terlatak di Jl.Pantai Barat-Bulak Laut-Pangandaran hanya 100M dari pantai pangandaran,suasana yang asri dan nyaman untuk anda berlibur di pantai pangandaran,tarif yang ekonomis sangat cocok buat anda yang berkantong minimalis.




Komentar via Facebook


