
Dengan aksi tersebut, warga menuntut agar jalan segera diperbaiki dan lampu penerangan jalan umum (PJU) dihidupkan. Karena, jika malam hari kawasan tersebut gelap gulita. Selain membuat warga dan wisatawan tidak nyaman, kondisi tersebut dimanfaatkan sebagai tempat mojok anak-anak muda.
Hasil Pantauan,sebagian pohon pisang yang ditanam warga mulai bertumbangan. Namun belum ada seorang pun petugas pemerintah yang berani membersihkan jalan. Mereka menunggu sampai aksi warga selesai.“Kapan pun kami siap membersihkan kawasan tersebut, namun jika dilakukan sekarang khawatir malah menimbulkan persoalan baru dengan yang berkepentingan,” ungkap Kepala UPTD Cipta Karya Pangandaran Aan Kusnaedi kemarin.
Wisatawan yang berdatangan sejak Jumat sore mengaku sangat terganggu dengan aksi warga tersebut. Daniel (32), wisatawan asal Bandung mengaku kaget saat melintas di kawasan Pantai Timur.
“Saya kaget banget lihat banyak pohon di tengah jalan. Awalnya saya takut lewat sana, tapi setelah diberi tahu warga, hanya aksi keprihatian warga, akhirnya saya melanjutkan perjalanan ke pasar ikan,” ungkapnya.
Agus Prakoso (41), wisatawan asal Jakarta juga merasakan hal yang sama. “Awalnya kaget tapi setelah saya tanya sama warga maksudnya apa, saya mengerti,” kata dia.Menurut dia, jalannya memang rusak. “Wajar saja warga melakukan aksi protes. Itu kan bentuk aspirasi, namun saya harapkan tidak merusak fasilitas umum dan tidak mengganggu (wisatawan, red) yang datang ke sini,” tuturnya.
Sumber RadarTasikmalaya
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Morris
Hotel dengan konsep homestay yaitu rumah yang disewakan untuk umun,dengan fasilitas yang cukup mewah.Lokasinya dekat dengan pantai timur sekitar 100M menuju pantai pangandaran.




Komentar via Facebook



