
Dadi, sekretaris Organisasi Perahu Pesiar, mengatakan setiap ramai wisatawan pedagang asongan juga bertambah banyak. “Jualan di pantai silakan saja, tapi mohon kebersihan juga dijaga. Penjual makanan yang kira-kira menghasilkan limbah, tolong sediakan tempat sampah sendiri,” ungkapnya. Disamping itu, pembelinya agar tidak membuang sampah sembarangan.
Ajak senada diungkapkan Ketua Balawista Dodo Taryana. Dia meminta para pedagang dan wisatawan tidak membuang sampah sembarangan. “Saya kira kalau semuanya (pedagang dan wisatawan) sadar wisata, pantai ini akan bersih,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.
Diakuinya, saat ini belum seluruhnya pelaku wisata memiliki kesadaran terhadap kebersihan pantai. “Memang tidak semua, tapi ulah segelintir pedagang makanan bisa membuat pantai ini kotor,” tuturnya.
Melihat banyaknya sampah, pemandu wisata lokal yang tergabung dalam Pangauban secara rutin membersihkan pantai. Kegiatan itu biasanya dilakukan ketika pantai sepi pengunjung. Namun karena tenaga mereka terbatas, saat ini hanya sebatas di kawasan taman wisata alam dan pantainya.
Dari pantauan Radar, masalah sampah juga muncul di kawasan Pantai Timur. Sampah bertebaran di sepanjang tanggul pemecah gelombang. Limbah beberapa rumah makan seafood yang langsung dibuang ke laut menjadi pemandangan tak sedap.
Sejumlah wisatawan juga mengeluhkan kondisi tersebut. Monika (18), salah seorang pelajar asal Bandung merasa prihatin dengan kebersihan pantai. “Pangandaran itu sebetulnya indah dan menyenangkan. Sayang di beberapa tempat kaya di sini (Pantai Timur) banyak sampah dan bau got,” ungkapnya saat ditemui Radar di kawasan mercusuar kemarin.
Menurut dia, minimnya tempat sampah di bibir pantai juga membuat wisatawan kesulitan membuah sampah. “Saya lihat tempat sampah juga jarang, apalagi di pantai. Harusnya para pedagang ataupun yang sewain selancar menyediakan tempat sampah,” harap dia.Kamis, 26 Agustus 2010 22:10 WIB
Dulu Pantai Palabuhanratu juga kotor, tapi sekarang nampak sudah bersih. Silahkan pengelola Pangandaran meniru Palabuhanratu, agar Pangandaran lebih bersih dan indah.
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Rumah Makan Ciganjeng
Rumah Makan Ciganjeng Pangandaran terletak di bagian selatan kabupaten Ciamis. Dari Jakarta bisa menggunakan bus umum di terminal Kampung Rambutan dengan jurusan Kp.Rambutan-Pangandaran, kurang lebih jaraknya 700 km. Dari Bandung kurang lebih 230 km, dengan rute Bandung-Tasik-Banjar-Pangandaran bisa menggunakan bus umum di terminal Cicaheum. Dari Yogyakarta kurang lebih 370 km, dengan rute Yogyakarta-Cilacap-Kalipucang-Pangandaran. Atau bisa menggunakan Kereta yang menuju ke banjar dilanjutkan dengan bus umum dari Banjar.




Komentar via Facebook


