Berita
Penangkap Udang Keluhkan Sampah, Sebagian Nelayan Cuti Melaut
Oleh Nay SuryaRabu, 21 Juli 2010 12:18 WIB | Dibaca 1.335 kali

“Terpaksa saya harus ngubit sampah, (jaring, red) mau dibuang saya nggak kebeli lagi jaring yang baru, hasil tangkapan juga lagi kosong,” ungkap Jumanto (27) nelayan asal Bojongjati Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran kemarin.Hal serupa dialami Budi (29) nelayan asal Pasar Wisata Pangandaran. Kata dia, jaringnya rusak gara-gara sampah. Sebelum banyak sampah laut serta gelombang tinggi hasil tangkapan mulai banyak. Namun sejak cuaca buruk plus banyak sampah, udang karang makin langka dan sulit ditangkap. Setiap kali memasang jaring hanya sampah yang nyangkut.
Ditemui terpisah, Suherman, ketua Kelompok Masyarakat Peduli Pariwisata (KMPP) Pangandaran berharap warga di sekitar bantaran sungai tidak membuang sampah ke sungai dan segera menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. “Membuang sampah ke sungai itu dampaknya sangat buruk. Pertama menyebabkan banjir karena menghambat aliran sungai. Kalau sampai ke laut belum selesai permasalahan karena ekosistem laut seperti karang dan ikan akan terganggu. Aktivitas nelayan juga terganggu,” ungkapnya.
Sebagian Nelayan Berhenti Melaut
Hingga kemarin gelombang tinggi disertai angin timur masih berhembus kencang di Pantai Timur Pangandaran. Akibatnya, sebagian nelayan enggan melaut.Kondisi perairan yang buruk dan cuaca yang tidak bersahabat, menurut para nelayan sangat berisiko terhadap keselamatan jiwa. Juga mempengaruhi hasil tangkapan. “Kami masih menunggu sampai cuaca membaik, baru melaut lagi. Percuma saja melaut, hasil tangkapannya juga kurang,” ungkap Edi, seorang nelayan asal Desa Babakan Kecamatan Pangandaran.
Kemarin, sebagian nelayan lebih memilih memperbaiki jaring maupun perahu yang rusak akibat hempasan ombak. Ada juga yang beralih mencari pekerjaan lain seperti menarik becak, bertani atau menjadi tukang ojek. Seperti dilakukan Yanto (39) nelayan asal Pangandaran. Untuk menghidupi keluarganya, dia menarik becak di kawasan Pantai Pangandaran.
Pantauan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), sentral penjualan ikan termasuk di pasar-pasar tradisional di Pangandaran, Parigi hingga Cijulang, terjadi kelangkaan pasokan. Akibatnya, harga ikan melonjak naik. “Ikan sekarang lagi sulit, jadi kalau ada pun harganya malah,” ungkap Yayu (38), salah seorang penjual ikan di Pasar Tradisional Pangandaran , kemarin.
Sebagian pedagang ikan dan pemilik restoran mengaku saat ini mendapatkan pasokan ikan dari luar daerah seperti Cilacap, Cirebon dan Jatim. “Biasanya ada yang ngirim, kalau mengandalkan dari sini (Pangandaran, red) nggak akan terpenuhi, apalagi kalau pengunjung lagi banyak,” ujar Desi, salah seorang pengelola restoran seafood.
Sumber RadarTasikmalaya
Baca Juga Berita Lainnya:
Anda ingin mengirimkan berita ataupun menjadi Citizen Journalism untuk Daerah Pangandaran dan sekitarnya? anda bisa mengirimkan berita kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita
Anda dapat memberikan komentar tentang Penangkap Udang Keluhkan Sampah, Sebagian Nelayan Cuti Melaut dengan menggunakan form dibawah ini .
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Hotel dan Penginapan
Kembar Mas
Tempat nyaman nan asri untuk liburan keluarga anda dengan lokasi yang sangat dekat dengan pantai. Segera rencanakan liburan anda dengan menginap di Pondok Kembar Mas mulai detik ini.....
Kembar Mas
Tempat nyaman nan asri untuk liburan keluarga anda dengan lokasi yang sangat dekat dengan pantai. Segera rencanakan liburan anda dengan menginap di Pondok Kembar Mas mulai detik ini.....




Komentar via Facebook


