Twitter @mypangandaran Follow @mypangandaran Facebook myPangandaran Komunitas Orang Pangandaran
Berita
Kabupaten Pangandaran Masih Pro dan Kontra
Selasa, 27 Juli 2010 06:36 WIB | Dibaca 1.324 kali
Kabupaten Pangandaran Masih Pro dan Kontra
Pangandaran,myPangandaran.com-Sikap Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta penundaan rencana pengembangan daerah di seluruh Indonesia memunculkan sikap pro dan kontra terhadap keinginan pembentukan Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat.

Koordinator Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran Yulius SP, Senin di Ciamis mengungkapkan, masyarakat kini terbagi dua. Sebagian sepakat mendirikan Kabupaten Pangandaran, sedangkan sisanya menolak.

Menurut Yulius, langkah yang diambil harus dilakukan secara cermat dan hat-hati, karena perjuangan pembentukan Kabupaten Pangandaran tidak bisa dilaksanakan oleh satu kelompk atau satu kepentingan, tetapi harus dilakukan bersama.

Dalam kesempatan itu Yulius juga menyatakan bahwa perjuangan presidum tidak hanya ditempuh melalui jalur non formal, tetapi juga formal.

SEdangkan tokoh masyarakat Ciamis Selatan Jeje Wiradinata mengatakan bahwa dengan keterlibatan DPRD Ciamis secara kelembagaan, maka secara institusi wajib mengawal pembentukan Kabupaten Pangandaran. Dia juga menyatakan bahwa proses tersebut sudah berada di DPRRI, tetapi tidak ada yang berani memberikan jaminan soal pemekaran.

"Oleh karenanya harus terus dikawal. Dengan keterlibatan DPRD secara kelembagaan, punya kewajiban untuk terus mengawal proses tersebut. Sudah waktunya untuk melupakan perbedaan dan saatnya bersatu, sebab ujungnya juga sama untuk kesejahteraan rakyat," tuturnya.

Dalam kesempatyan itu Ahmad Irfan Alawi menyatakan bahwa proses penanganan secara formal pembentukan Kabupaten Pangandaran, berada di tangan DPRD Ciamis. Namun demikian, lanjutnya, tidak berarti meninggalkan komponen masyarakat termasuk Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran.

"Selama ini proses yang berjalan hanya informal, sudah waktunya dilakukan secara formal lewat jalur resmi. Untuk itu harus ada sinkronisasi semua pihak, dengan demikian masyarakat tidak dibuat bingung. Semua harus bersatu," ujarnya.

Ditemui usai pertemuan, Yulius dalam perjuangan tersebut tidak perlu ada istilah siapa yang lebih dahulu dalam memperjuangan pembentukan Kabupaten Pangandaran. Dia juga mendukung adanya persepsi yang sama mengenai pemekaran tersebut.

"Saya kira tidak perlu ada yang merasa lebih dahulu berjuang, jangan menjadi pahlawan kesiangan," tuturnya

Sumber PikiranRakyat
Baca Juga Berita Lainnya:

Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS

Anda ingin mengirimkan berita ataupun menjadi Citizen Journalism untuk Daerah Pangandaran dan sekitarnya? anda bisa mengirimkan berita kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita


komar
1
komar
Selasa, 27 Juli 2010 15:34 WIB
JW.....si muka tebal.....si pencari muka......isin atuh euy......
Tatang
2
Tatang
Rabu, 23 Maret 2011 22:59 WIB
Kenapa sih harus kabupaten?
dan kenapa tidak dipilih jadi kota Pangandaran.
Jangan-jangan Pangandaran jadi Bancakan. Karunya teuing.

Anda dapat memberikan komentar tentang Kabupaten Pangandaran Masih Pro dan Kontra dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar


Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Rumah Makan Ciganjeng
Restaurant dan Cafe
Rumah Makan Ciganjeng
Rumah Makan Ciganjeng Pangandaran terletak di bagian selatan kabupaten Ciamis. Dari Jakarta bisa menggunakan bus umum di terminal Kampung Rambutan dengan jurusan Kp.Rambutan-Pangandaran, kurang lebih jaraknya 700 km. Dari Bandung kurang lebih 230 km, dengan rute Bandung-Tasik-Banjar-Pangandaran bisa menggunakan bus umum di terminal Cicaheum. Dari Yogyakarta kurang lebih 370 km, dengan rute Yogyakarta-Cilacap-Kalipucang-Pangandaran. Atau bisa menggunakan Kereta yang menuju ke banjar dilanjutkan dengan bus umum dari Banjar.