Berita
Pedagang Pasar Cijulang Merana
Oleh Nay SuryaKamis, 02 September 2010 16:01 WIB | Dibaca 1.571 kali

“Harapan kami, Pasar Cijulang segera dibangun kembali sehingga bisa berjualan di tempat yang nyaman dan layak,” tutur Yadi, salah seorang pedagang. Dikatakan, saat ini pedagang sudah hampir delapan bulan berjualan di tempat relokasi di Dusun Kalen Wadas, tepatnya di lahan eks Stasiun Cijulang.
Berbulan bulan para pedagang berjualan dengan kondisi kios darurat terbuat dari bilik dan kayu. “Kondisi di sini seperti pasar jangkrik, selain bangunannya sempit, aktivitas jual beli di sini sangat tidak nyaman,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Rusmini (43), salah seorang pedagang sayuran. Saat ini ia terpaksa menyewa lahan berukuran 2 x 2 meter dengan biaya sewa Rp 700 ribu sampai bangunan pasar selesai dibangun. “Terpaksa saya sewa tempat di pinggir jalan, kalau nggak sewa saya mau jualan dimana?” tuturnya.
Rusmini berharap Pasar Cijulang segera dibangun kembali baik. “Saya nggak tahu persis seperti apa masalahnya sampai terbengkalai begini tapi yang pasti kami pedagang berharap pasar segera dibangun kembali. Kami siap menyicil pembayaran,” ungkapnya.
Menurut dia, bangunan pasar saat ini tidak terurus. Bahkan, sebagian kayu yang baru dipasang mulai rusak. Sementara lahan yang akan dibangun juga dipenuhi rumput.
Keinginan pembangunan Pasar Cijulang segera diselesaikan juga disuarakan warga Cijulang. Mereka menilai keberadaan pasar sangat penting mengingat pasar sudah jadi tempat warga beraktivitas memenuhi kebutuhan hidup.
“Tentu saja saya sebagai warga juga nggak nyaman berbelanja di sini (tempat relokasi), sudah sempit juga panas,” tutur Enung (36), salah seorang warga Cijulang saat ditemui Radar seusai berbelanja kemarin.
Kisruh pembangunan pasar mulai muncul ketika keluar Kepdes Desa Cijulang No 9 tahun 2009 mengenai jadwal dan aturan uang muka. Dalam kepdes tersebut disebutkan para pedagang harus membayar uang muka 25 persen saat pembangunan pasar akan dimulai.
Keputusan tersebut dinilai memberatkan pedagang karena ada jatuh tempo pembayaran sementara pembangunan pasar baru akan dimulai.
Permasalahan kembali muncul mengenai kesepakatan harga kios yang dinilai pedagang terlalu tinggi. Para pedagang juga mengeluhkan site plan dan bahan bangunan yang dinilai memiliki kualitas kurang baik.
Pihak desa beberapa kali memprakarsai pertemuan antara pedagang dengan pemborong yang saat itu dikerjakan CV Selayu Diah Isama guna membicarakan semua permasalahan yang dihadapi. Namun belum juga mendapatkan titik terang.
Radar sempat mendapatkan informasi adanya titik terang pembangunan pasar Cijulang segera dilanjutkan. Seperti diungkapkan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Cijulang (HP2C) H Samsu awal Juli lalu.
Dikatakan, pembangunan pasar akan dilanjutkan kembali karena sudah ada kesepakatan dengan pengembang. Selain itu ada pihak bank yang akan membantu kelancaran cicilan. Namun hingga saat ini belum juga terwujud dan membuat warga pasar kembali kecewa
Baca Juga Berita Lainnya:
Anda ingin mengirimkan berita ataupun menjadi Citizen Journalism untuk Daerah Pangandaran dan sekitarnya? anda bisa mengirimkan berita kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita
1
Turmono AstadiwangsaJum'at, 03 September 2010 08:54 WIB
Seyogyanya pembangunan pasar di Cijulang diawali dengan rencana yang matang serta melibatkan pihak perbankan. Keinginan yang terburu-buru serta terpesonanya masyarakat akan hal2 yang baru yang dijanjikan oleh pihak2 yang tidak bertanggungjawab mengakibatkan masyarakat yang akan jadi korban. Pembangunan pasar yang menelan biaya diatas Rp 1M idealnya dilakukan oleh Pengembang yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) bukan CV, karen scoopnya terbatas.
Selanjutnya mau atau tidak mau pembangunan model pasar tredisional seperti pasar di Cijulang ini harus menggandeng pihak Bank. Keuntungan yang diperoleh oleh masyarakat tentunya adanya kepastian baik dalam harga, pembangunan serta legalitas. Seandainya masyarakat awalnya berhubungan dengan pihak Bank tentunya point2 tersebut telah dimitigasi diawal karena biasanya terdapat studi kelayakan akan pembangunan atas pasar tersebut. Selanjutnya dengan pihak Bank masyarakat dapat difasilitasi dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam hal kepemilikan kios atau tempat usahanya. Hal ini tentunya tidak akan memberatkan masyarakat serta aman. Apalagi sudah ada paguyuban atau organisasi sesama pedagang pasar di Cijulang yang merupakan wadah untuk mendorong anggotanya memiliki akses ke Perbankan. Bank yang bergerak di sektor ini banyak diantaranya Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, Bank Jabar Banten. Dengan demikian bahwa masyarakat akan mendapatkan kejelasan dalam memiliki tempat usaha.
Dengan pembangunan yang terbengkalai seperti sekarang ini seharusnya wadah paguyuban pasar mendesak dan mengultimatum kepada pengembang agar segera menyelesaikan atau peninjauan ulang MoU yang telah ada sehingga tercipta solusi yang tidak memberatkan semua pihak. Peran pemerintah daerah agar juga dapat memberikan solusi melalui aturan dan memberikan peluang kepada investor baru apabila ada untuk dapat menggarap pembangunan pasar tersebut.
2
andiRabu, 23 Maret 2011 07:36 WIB
inti permasalahan bukan gk mw bayar 25%, akan tetapi kebijakan kepala desa yang semua biaya dibebankan masyarakat pasar?...kesepakatan awal bayar 25% sisaya kredit pasar langsung diratakan mulai pembangunan. entah dari mana kebijakan tertulis dari pemborong bayar 500rb beli nomor kios.dan TERTULIS ada kunci bayar lunas? harus ditandatangi masyarakat pasar? itu asal gk mw bayar 25% dari kesepakatan awal.tertulis harus dibayar lunas
3
Turmono AstadiwangsaRabu, 23 Maret 2011 15:19 WIB
Itulah seharusnya, sebelum pembangunan yang melibatkan "orang lain" berlangsung seyogyanya kesepakatan-kesepakatan yang ada harus duduk, saya sangat memahami tentang kondisi pasar ini yang merupakan salah satu urat nadi perekonomian warga Cijulang dan sekitarnya. Tentang besarnya 25% kewajiban yang harus di bayarkan sisanya dengan kredit, komitment itu menjadi landasan awal yang tertuang dalam bentuk perjanjian/Mou/kesepakatan bersama yang harus dipatuhi oleh semua komponen. Karena ada hal yang dianggap baru dan memberatkan serta merugikan para pedagang terkait dengan bayar 500 rb atau hal-hal lain diluar yang semestinya yang dilakukan oleh siapapun, itulah perlunya perencanaan matang diawal..... paguyuban pasar memiliki posisi bargaining yang kuat tapi lemah, maksudnya kuat karena memiliki akses dan pengguna lokasi pasar secara langsung melalui organisasi pasar dan saya yakin dapat menentukan negosiasi harga, lemah karena legalitas sehingga dapat "dipermainkan" oleh pihak-pihak yang seolah-olah memiliki wewenang. Seperti saya sampaikan di awal bahwa kalau menggandeng pihak Perbankan hal-hal tersebut telah dimitigasi diawal pembangunan jauh sebelum fisik pasar Cijulang di ratakan dengan tanah. Karena pasti akan ada kajian resiko atau hal-hal yang mungkin timbul baik itu disparitas harga sepihak, atau kemungkinan terburuk terkait dengan mangkraknya pembangunan karena wanprestasinya pihak yang membangun. Saya memiliki pengalaman yang sama kasusnya dengan Pasar saya Cijulang yakni pasar Cicangkal di daerah bogor, ini sama kasusnya tetapi peran paguyuban pedagang pasar disana yang dominan sehingga ketika rencana A mandeg mereka menjalankan rencana B, dan berjalan lancar hingga sekarang tanpa dimainkan oleh pihak-pihak yang ingin mengeruk keuntungan semata.
Menurut saya saat ini undang semua pihak yang terlibat duduk bersama pecahkan bersama kan peruntukannya juga bersama.....
4
andiKamis, 07 April 2011 18:10 WIB
betul,pandangan ngegandeng bank dalam proyek tersebut. saya udah duga pasar ini akan bermasalah karena yang direncanakan adalah keuntungan pihak desa yg gk mw memodal buat bangunan? bukan kesepakatan awal itulah indonesia udh miskin diperas?dimonipulasi keadan? semua beban ditanggung masyarakat pasar? sekarang uang DP dan sisaya ditagih terus menerus masyarakat udah jenuh dengan musawarah dengan kepala desa dan semuaya? musawarah kesepakatan udah lebih dari 5x bukan plan A dan B lg? masih untuk gk ribut jg
Anda dapat memberikan komentar tentang Pedagang Pasar Cijulang Merana dengan menggunakan form dibawah ini .
Buah Honje,Rahasia Bumbu Pindang Gunung Khas Pangandaran
Sudah pernah mencoba Masakan Khas Pangandaran Pindang Gunung? yups, masakan sejenis sup ikan yang suegere poll di lidah, sekali icip-icip pasti ketagihan.Apa rahasianya yah..? ini dia yang membedakan pindang gunung dengan
Sudah pernah mencoba Masakan Khas Pangandaran Pindang Gunung? yups, masakan sejenis sup ikan yang suegere poll di lidah, sekali icip-icip pasti ketagihan.Apa rahasianya yah..? ini dia yang membedakan pindang gunung dengan
Hotel dan Penginapan
Samudera 2
Penginapan Samudra 2 mempunyai konsep bungalows,yang letaknya tidak jauh dari pantai kurang lebih 100 meter menuju pantai barat, merupakan Penginapan yang sederhana dan cukup dekat dengan toko-toko dan pantai.
Samudera 2
Penginapan Samudra 2 mempunyai konsep bungalows,yang letaknya tidak jauh dari pantai kurang lebih 100 meter menuju pantai barat, merupakan Penginapan yang sederhana dan cukup dekat dengan toko-toko dan pantai.

Komentar via Facebook



