
Pembentukan Kabupaten Pangandaran terancam tertunda. Hal tersebut menyusul berkembangnya informasi yang diterima Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran bahwa pada sidang pleno Komisi II DPR RI muncul wacana usulan Kabupaten Pangandaran tidak masuk dalam daerah otonom sendiri.
Ketua Presidium Supratman memaparkan pada sidang pleno tersebut mencuat enam wilayah pemekaran. Namun, seluruhnya tidak membahas mengenai pembentukan Kabupaten Pangandaran. Keenam wilayah tersebut justru berada di luar Pulau Jawa, yakni tiga usulan kabupaten baru di wilayah Sulawesi dan Papua, serta tiga usulan provinsi baru di wilayah Kalimantan.
Hal tersebut diakui Supratman mengundang pertanyaan besar. Apalagi dari sisi administrasi, aspek teknis, dan kewilayahan, pemekaran Pangandaran telah memenuhi persyaratan.
"Yang jelas pada sidang pleno tersebut, Pangandaran tidak termasuk. Hal ini tentu saja menjadi pertanyaan besar bagi kami. Padahal pembentukan Kabupaten Pangandaran telah memenuhi persyaratan ," ujarnya, Senin (10/10).
Oleh karena itu, Supratman berharap, komisi II DPR RI bisa memenuhi keinginan masyarakat untuk dapat segera membentuk Kabupaten Pangandaran. Selain itu, ia juga mengungkapkan, akan membuat pernyataan sikap percepatan pembentukan Kabupaten Pangandaran sebagai pernyataan lisan dari partai politik melalui wakilnya di presidium. Sumber PikiranRakyat
Selasa, 11 Oktober 2011 16:42 WIB
kurang gede nyogokna meureun...
Selasa, 11 Oktober 2011 17:58 WIB
susahnya negeri ini..segala pendekatan semuanya hampir dari kacamata politik dan mata pencaharian......., kalo tdk ada keuntungan politik mah punten dan tidak menjadi tambahan mata pencaharian mah mangga we.....Sabarlah Presidium Pemekaran Pangandaran..terus berjuang...
Rabu, 12 Oktober 2011 16:07 WIB
Ayeunamah urang daremo be ka gedung DPR pusat ,kerahkeun warga ciamis selatan tong kagok sakalian,tunjukeun yen warga ciamis selatan teh geus hayangeun misah ti ciamis.Selamat berjuang...
Kamis, 13 Oktober 2011 05:26 WIB
Lah abdi mah teu ngalalarti maeunya Pangandaran teh tina Rangking Hiji ko jadi teu masuk Kurang naon deuih sok Berjuang terus Tos Hoyong misah Pangandaran janteun Kabupaten Aya naon deih Ieu?
Kamis, 13 Oktober 2011 13:49 WIB
Ada surat terbuka mengenai pangandaran pada situs komisaris pertamina mengenai pangandaran yang kurang enak. Mungin perlu disampaikan kepada yang berwenang.
/> http://www.triharyo.com/index.php?pilih=news&aksi=lihat&id=326
/> trims
Senin, 17 Oktober 2011 15:26 WIB
Tidak segampang seperti membalikan telapak tangan untuk membentuk DOB seperti Pangandaran,saya perhatikan beberapa tahun kebelakang apabila dalam perjalanannya masih ada elemen/kelompok/para tokoh/para pakar/para para ahli lainnya Orang pakidulan yang ada di dayeuh tidak/belum terakomodir kayanya agak pesimis......sakieu bae heula supados janten perhatosan
Senin, 17 Oktober 2011 15:28 WIB
Maenya kudu di tunda mah da masyarakat pangandaran mh ts hoyong misah ti ciamis, maju terus presidium perjuangkeun sampai gul !
Senin, 17 Oktober 2011 16:00 WIB
Sanes keudah di tunda saupamina presidium tiasa lebih mengakomodir semua elemen barangkali bisa membantu untuk lebih cepat terwujudnya DOB anu ku urang Ciamis Selatan dipikahoyong kitu maksad teh punten sanes mamatahan hayam ka heulang ieu mah emutan jalmi buta hurup manawi kan paribahasa mengatakan BERSATU KITA TEGUH BERCERAI ACAK-ACAKAN
Sabtu, 22 Oktober 2011 09:24 WIB
saya mahasiswa UIN BANDUNG siap membantu pembentukan KABUPATEN PANGANDARAN
Sabtu, 22 Oktober 2011 09:30 WIB
apa perlu masyarakat pangandaran menyerukan banding dengan cara demonstrasi,,,,,,wacana hanya sebuah wacana,,,tanpa gebrakan semuanya tanpa hasil,,,,masyarakat pangandaran pantang menyerah,,,jika memang itu perlu saya siap membantu,,,!!!!!!!!!
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Dede Bagong Souvenir
Sedia Souvenir dan Kerajinan tangan Berasal dari hasil laut,juga terima Gravier




Komentar via Facebook


