
Koordinator Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran Yulius SP, Senin di Ciamis mengungkapkan, masyarakat kini terbagi dua. Sebagian sepakat mendirikan Kabupaten Pangandaran, sedangkan sisanya menolak.
Menurut Yulius, langkah yang diambil harus dilakukan secara cermat dan hat-hati, karena perjuangan pembentukan Kabupaten Pangandaran tidak bisa dilaksanakan oleh satu kelompk atau satu kepentingan, tetapi harus dilakukan bersama.
Dalam kesempatan itu Yulius juga menyatakan bahwa perjuangan presidum tidak hanya ditempuh melalui jalur non formal, tetapi juga formal.
SEdangkan tokoh masyarakat Ciamis Selatan Jeje Wiradinata mengatakan bahwa dengan keterlibatan DPRD Ciamis secara kelembagaan, maka secara institusi wajib mengawal pembentukan Kabupaten Pangandaran. Dia juga menyatakan bahwa proses tersebut sudah berada di DPRRI, tetapi tidak ada yang berani memberikan jaminan soal pemekaran.
"Oleh karenanya harus terus dikawal. Dengan keterlibatan DPRD secara kelembagaan, punya kewajiban untuk terus mengawal proses tersebut. Sudah waktunya untuk melupakan perbedaan dan saatnya bersatu, sebab ujungnya juga sama untuk kesejahteraan rakyat," tuturnya.
Dalam kesempatyan itu Ahmad Irfan Alawi menyatakan bahwa proses penanganan secara formal pembentukan Kabupaten Pangandaran, berada di tangan DPRD Ciamis. Namun demikian, lanjutnya, tidak berarti meninggalkan komponen masyarakat termasuk Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran.
"Selama ini proses yang berjalan hanya informal, sudah waktunya dilakukan secara formal lewat jalur resmi. Untuk itu harus ada sinkronisasi semua pihak, dengan demikian masyarakat tidak dibuat bingung. Semua harus bersatu," ujarnya.
Ditemui usai pertemuan, Yulius dalam perjuangan tersebut tidak perlu ada istilah siapa yang lebih dahulu dalam memperjuangan pembentukan Kabupaten Pangandaran. Dia juga mendukung adanya persepsi yang sama mengenai pemekaran tersebut.
"Saya kira tidak perlu ada yang merasa lebih dahulu berjuang, jangan menjadi pahlawan kesiangan," tuturnyaSumber PikiranRakyat
Selasa, 27 Juli 2010 15:34 WIB
JW.....si muka tebal.....si pencari muka......isin atuh euy......
Rabu, 23 Maret 2011 22:59 WIB
Kenapa sih harus kabupaten?
dan kenapa tidak dipilih jadi kota Pangandaran.
Jangan-jangan Pangandaran jadi Bancakan. Karunya teuing.
Sudah pernah mencoba Masakan Khas Pangandaran Pindang Gunung? yups, masakan sejenis sup ikan yang suegere poll di lidah, sekali icip-icip pasti ketagihan.Apa rahasianya yah..? ini dia yang membedakan pindang gunung dengan
SMAN 1 Pangandaran
SMAN 1 Pangandaran berdiri sejak tahun 1982 dan memiliki bangunan yang cukup luas sehingga dapat menampung seribu lebih siswanya di tahun ini

Komentar via Facebook



