Twitter @mypangandaran Follow @mypangandaran Facebook myPangandaran Komunitas Orang Pangandaran
Berita Kecamatan Kalipucang
Pemkab Ciamis Terbitkan Izin Tambang Pasir Besi di Kalipucang dan Cimerak
Kamis, 24 November 2011 21:00 WIB | Dibaca 1.125 kali
Pemkab Ciamis Terbitkan Izin Tambang Pasir Besi di Kalipucang dan Cimerak
Kalipucang, myPangandaran.com - Di tengah munculnya penolakan masyarakat mengenai penambangan pasir besi di beberapa wilayah, Pemerintah Kabupaten Ciamis menerbitkan empat izin ekplorasi untuk bahan tambang galian C tersebut. Lokasi yang bakal dijadikan sebagai tempat ekplorasi, seluruhnya berada di wilayah Ciamis selatan di sekitar pantai.

Empat lokasi ekplorasi penambangan yang izinnya telah dikeluarkan Pemda Ciamis, terdapat di dua kecamatan yaitu Kecamatan Kalipucang dan Cimerak, dengan total areal penambangan seluas 22.528 hektare. Sebagian besar ada di Kecamatan Cemerak seluas 22.328 hektare, sedangkan Kalipucang hanya 200 hektare.

Pemberian izin eksplorasi tersebut, menurut Bupati Ciamis Engkon Komara erat kaitannya dengan kesediaan dari perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan tersebut telah menyanggupi membantu memerbaiki jalan yang rusak akibat kegiatan tersebut. Selain itu juga kesediaan perusahaan yang bakal memprioritaskan pengangkutan pasir besi melalui jalur laut.

’’Ada empat perusahaan yang telah mengajukan izin eksplorasi. Jadi baru pada tahap untuk ekplorasi, belum sampai pada eksploitasi atau penambangan. Apabila sudah menyangkut penambangan pengambilan besar-besaran, tentunya juga tetap harus menempuh perizinan baru,’’ ujar Bupati Ciamis Engkon Komara, di DPRD Ciamis, Jumat (11/11). Sumber Pikiran Rakyat


Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS

Anda ingin mengirimkan berita ataupun menjadi Citizen Journalism untuk Daerah Pangandaran dan sekitarnya? anda bisa mengirimkan berita kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita


saji Fathurohman
1
saji Fathurohman
Jum'at, 25 November 2011 00:13 WIB
Tambang hanya biang masalah jangan pernah percaya iming-iming daari Perusahaan, yang nyata mereka hanya ingin mengeruk Keuntungan dari Tanah warga, justru wargalah yang dirugikan selain kesulitan air dampak dari Pertambangan Pasir besi akan dirasa pada warga , selain jalan rusak kekeringan dan kesulitan air.
indra permana
2
indra permana
Jum'at, 25 November 2011 05:58 WIB
jalan bsa saja di perbaiki, tpi klau pasir besi msih berjlan, jlan yg sudah di perbaiki akan rusak kmbali, dan bukan jlan yg harus di prhatikan oleh pemkab ciamis, melainkan kekeringan dan kesulitan air juga harus diperhatikan.
Tatang ZA
3
Tatang ZA
Jum'at, 25 November 2011 14:18 WIB
Wah ini bupati ciamis mau mencari keuntungan diatas perusakan lingkungan,mentang"ciamis selatan mau pisah,terus mengeruk keuntungan sebanyak"nya tanpa melihat dampak lingkungan yng akan timbul.Masarakat ciamis selatan harus menolak tegas"bila perlu kita demo.
warga
4
warga
Jum'at, 25 November 2011 16:15 WIB
miris... Tolong ekplorasi di ciamis kota saja...
Teddy
5
Teddy
Sabtu, 26 November 2011 07:46 WIB
lumayanlah buat ganti uang waktu kampanye pemilu kemarin.... buat calon bupati pangandaran yang baru harus berani menghentikan eksploitasi pasir besi tersebut yang mengakibatkan kerusakan lingkungan...
saji Fathurohman
6
saji Fathurohman
Minggu, 27 November 2011 06:05 WIB
Kami berharap Para Warga Pangandaran Menolak kehadiran Perusahaan ini, selain merugikan Masyarakat ,Bencana akan terus mengancam, Seperti Tanah Longsor, dan Jika pasir terus dikeruk tanpa mempedulikan Lingkungan , Pajak dan Penghasilan dari Tambang Pasir besi hanya sekian persen,
Apakah warga Pangandaran mau Sengsara.?
Jangan mau di manfaatkan karena pangandaran sebentar lagi ada pemekaran lantas apakah ini yang akan dihasilkan.?
Jangan sampai adanya Pemekaran Daerah lantas Lingkungan diabaikan
Pengelolaan Lingkungan butuh Arif dan bijaksana
tidak secara serampangan.
Sudah terjadi contoh-contoh kerusakan Lingkungan akibat penambangan pasir besi, seperti di Bengkulu ,mereka dulunya hanyalah Transmigrasi dari jawa, lalu sekarang mereka di usir dari tempat mereka karena wilayah mereka sudah di jual ke Perusahaan.
Apakah Pangandaran mau seperti ini.?
TAMUSU
7
TAMUSU
Minggu, 04 Desember 2011 09:17 WIB
UJUNG-UJUNGNYA UNTUK MENAMBAH PERSENTASE PENDAPATAN DARI PENAMBANGAN PASIR ITU.. TAPI PAK ENGKON YTH, MOHON DIAWASI PERGERAKAN PENAMBANGANNYA JGN SAMPAI JALUR DARAT DIGUNAKAN JUGA PENGANGKUTANNYA.. NGASIH IJIN GAMPANG TAPI PENGAWASAN YANG SUSAH... GRATIFIKASI JGN PERNAH BERLAKU DIPENGAWASANNYA...
saji Fathurohman
8
saji Fathurohman
Senin, 05 Desember 2011 07:26 WIB
Wah ternyata jalan raya Pasar Cikembulan ke arah Cijulang sudah bergelombang, dan sebentar lagi akan bolong-bolong
karena yang meliktas Kendaraan Truk pengangkut Pasir, Kayu, Batu dan lain-lain.
agung
9
agung
Senin, 12 Desember 2011 14:44 WIB
Jangan biarkan alam Pangandaran menjadi rusak karena ulah segelintir orang yang hanya mengutamakan kepentingannya sendiri demi mendapatkan keuntungan dari pihak yang lemah. Ada beberapa alasan penolakan :
1. Daerah tambang di terletak daerah Cimerak dan Kalipucang, Cimerak dekat dengan Cijulang, dimana lokasi green canyon dan pantai batu hiu terletak, dikhawatirkan nantinya sisa-sisa penambangan tersebut akan mencemari lokasi wisata tersebut dan sekitarnya ke depannya melalui aliran sungai yang menuju ke hulu green canyon dan batu hiu.
2. Sudah pasti biaya pengangkutan melalui laut akan lebih mahal dan memakan waktu, sehingga tidaklah mungkin perusahaan tersebut selamanya akan menggunakan jalur laut untuk mengangkut hasil tambangnya, mau tidak mau mereka akan mengambil jalur darat yang notabennya merupakan jalur akses utama ke lokasi wisata-wisata di pangandaran dan sekitarnya, jadi sangatlah tidak mungkin karena semakin menggangu kenyamanan para wisatawan yang hendak berkunjung ke pangandaran dan sekitarnya.
3. Konstruksi jalanan di sepanjang jalur tersebut bukanlah tipe jalan untuk dilalui kendaraan berat.
4. Penambangan pasir biasanya dilakukan di sekitar daerah sungai, jadi mau tidak mau daerah sekitarnya yang kebetulan dilewati oleh sungai tersebut akan terkena dampaknya juga.
Harap dikaji kembali soal izin tersebut demi masa depan anak cucu Pangandaran nantinya.
carlos de melo
10
carlos de melo
Rabu, 15 Februari 2012 16:40 WIB
Dampak penambangan pasir besi lebih banyak merugikan masyarakat.
Selain Kalipucang dan Cimerak, berdedar isu akan adanya explorasi dan akan berujung pada exploitasi Pasir besi di wilayah Kecamatan Parigi, tepat di Desa Cibenda, dan tidak menutup kemungkinan wilayah-wilayah lain juga akan diexploitir oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Hanya segelintir orang-orang yang tidak bertanggung jawablah yang menikmati kenikmatan sesaat, yang ada dalam fikiran mereka hanya keuntungan pribadi saja.
Buat sedulur-sedulur yang sedang dibutakan dengan kentungan sesaat, SADARLAH!!! Pikirkanlah anak cucu kita.
Buat Kawan-kawan yang peduli terhadap keutuhan lingkungan calon kabupaten Pangandaran Bangkitlah Jangan biarkan mereka merenggut kenyaman dan ketentraman kita!!
Saji Fathurohman
11
Saji Fathurohman
Jum'at, 04 Mei 2012 22:12 WIB
Terimakasih atas Updatenya kawan, semogga hal ini dapat dicegah agar Eksploitasi Pasir besi di sekitar Pangandaran ditutup.

Anda dapat memberikan komentar tentang Pemkab Ciamis Terbitkan Izin Tambang Pasir Besi di Kalipucang dan Cimerak dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar


Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
daunhijau
Warnet dan Telekomunikasi
daunhijau
daunhijau merupakan warung internet pertama yang paling besar di Pangandaran yang menyajikan internet dengan konsep yang nyaman dan menyenangkan