
Empat lokasi ekplorasi penambangan yang izinnya telah dikeluarkan Pemda Ciamis, terdapat di dua kecamatan yaitu Kecamatan Kalipucang dan Cimerak, dengan total areal penambangan seluas 22.528 hektare. Sebagian besar ada di Kecamatan Cemerak seluas 22.328 hektare, sedangkan Kalipucang hanya 200 hektare.
Pemberian izin eksplorasi tersebut, menurut Bupati Ciamis Engkon Komara erat kaitannya dengan kesediaan dari perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan tersebut telah menyanggupi membantu memerbaiki jalan yang rusak akibat kegiatan tersebut. Selain itu juga kesediaan perusahaan yang bakal memprioritaskan pengangkutan pasir besi melalui jalur laut.
’’Ada empat perusahaan yang telah mengajukan izin eksplorasi. Jadi baru pada tahap untuk ekplorasi, belum sampai pada eksploitasi atau penambangan. Apabila sudah menyangkut penambangan pengambilan besar-besaran, tentunya juga tetap harus menempuh perizinan baru,’’ ujar Bupati Ciamis Engkon Komara, di DPRD Ciamis, Jumat (11/11). Sumber Pikiran Rakyat
Jum'at, 25 November 2011 00:13 WIB
Tambang hanya biang masalah jangan pernah percaya iming-iming daari Perusahaan, yang nyata mereka hanya ingin mengeruk Keuntungan dari Tanah warga, justru wargalah yang dirugikan selain kesulitan air dampak dari Pertambangan Pasir besi akan dirasa pada warga , selain jalan rusak kekeringan dan kesulitan air.
Jum'at, 25 November 2011 05:58 WIB
jalan bsa saja di perbaiki, tpi klau pasir besi msih berjlan, jlan yg sudah di perbaiki akan rusak kmbali, dan bukan jlan yg harus di prhatikan oleh pemkab ciamis, melainkan kekeringan dan kesulitan air juga harus diperhatikan.
Jum'at, 25 November 2011 14:18 WIB
Wah ini bupati ciamis mau mencari keuntungan diatas perusakan lingkungan,mentang"ciamis selatan mau pisah,terus mengeruk keuntungan sebanyak"nya tanpa melihat dampak lingkungan yng akan timbul.Masarakat ciamis selatan harus menolak tegas"bila perlu kita demo.
Jum'at, 25 November 2011 16:15 WIB
miris... Tolong ekplorasi di ciamis kota saja...
Sabtu, 26 November 2011 07:46 WIB
lumayanlah buat ganti uang waktu kampanye pemilu kemarin.... buat calon bupati pangandaran yang baru harus berani menghentikan eksploitasi pasir besi tersebut yang mengakibatkan kerusakan lingkungan...
Minggu, 27 November 2011 06:05 WIB
Kami berharap Para Warga Pangandaran Menolak kehadiran Perusahaan ini, selain merugikan Masyarakat ,Bencana akan terus mengancam, Seperti Tanah Longsor, dan Jika pasir terus dikeruk tanpa mempedulikan Lingkungan , Pajak dan Penghasilan dari Tambang Pasir besi hanya sekian persen,
Apakah warga Pangandaran mau Sengsara.?
Jangan mau di manfaatkan karena pangandaran sebentar lagi ada pemekaran lantas apakah ini yang akan dihasilkan.?
Jangan sampai adanya Pemekaran Daerah lantas Lingkungan diabaikan
Pengelolaan Lingkungan butuh Arif dan bijaksana
tidak secara serampangan.
Sudah terjadi contoh-contoh kerusakan Lingkungan akibat penambangan pasir besi, seperti di Bengkulu ,mereka dulunya hanyalah Transmigrasi dari jawa, lalu sekarang mereka di usir dari tempat mereka karena wilayah mereka sudah di jual ke Perusahaan.
Apakah Pangandaran mau seperti ini.?
Minggu, 04 Desember 2011 09:17 WIB
UJUNG-UJUNGNYA UNTUK MENAMBAH PERSENTASE PENDAPATAN DARI PENAMBANGAN PASIR ITU.. TAPI PAK ENGKON YTH, MOHON DIAWASI PERGERAKAN PENAMBANGANNYA JGN SAMPAI JALUR DARAT DIGUNAKAN JUGA PENGANGKUTANNYA.. NGASIH IJIN GAMPANG TAPI PENGAWASAN YANG SUSAH... GRATIFIKASI JGN PERNAH BERLAKU DIPENGAWASANNYA...
Senin, 05 Desember 2011 07:26 WIB
Wah ternyata jalan raya Pasar Cikembulan ke arah Cijulang sudah bergelombang, dan sebentar lagi akan bolong-bolong
karena yang meliktas Kendaraan Truk pengangkut Pasir, Kayu, Batu dan lain-lain.
Senin, 12 Desember 2011 14:44 WIB
Jangan biarkan alam Pangandaran menjadi rusak karena ulah segelintir orang yang hanya mengutamakan kepentingannya sendiri demi mendapatkan keuntungan dari pihak yang lemah. Ada beberapa alasan penolakan :
1. Daerah tambang di terletak daerah Cimerak dan Kalipucang, Cimerak dekat dengan Cijulang, dimana lokasi green canyon dan pantai batu hiu terletak, dikhawatirkan nantinya sisa-sisa penambangan tersebut akan mencemari lokasi wisata tersebut dan sekitarnya ke depannya melalui aliran sungai yang menuju ke hulu green canyon dan batu hiu.
2. Sudah pasti biaya pengangkutan melalui laut akan lebih mahal dan memakan waktu, sehingga tidaklah mungkin perusahaan tersebut selamanya akan menggunakan jalur laut untuk mengangkut hasil tambangnya, mau tidak mau mereka akan mengambil jalur darat yang notabennya merupakan jalur akses utama ke lokasi wisata-wisata di pangandaran dan sekitarnya, jadi sangatlah tidak mungkin karena semakin menggangu kenyamanan para wisatawan yang hendak berkunjung ke pangandaran dan sekitarnya.
3. Konstruksi jalanan di sepanjang jalur tersebut bukanlah tipe jalan untuk dilalui kendaraan berat.
4. Penambangan pasir biasanya dilakukan di sekitar daerah sungai, jadi mau tidak mau daerah sekitarnya yang kebetulan dilewati oleh sungai tersebut akan terkena dampaknya juga.
Harap dikaji kembali soal izin tersebut demi masa depan anak cucu Pangandaran nantinya.
Rabu, 15 Februari 2012 16:40 WIB
Dampak penambangan pasir besi lebih banyak merugikan masyarakat.
Selain Kalipucang dan Cimerak, berdedar isu akan adanya explorasi dan akan berujung pada exploitasi Pasir besi di wilayah Kecamatan Parigi, tepat di Desa Cibenda, dan tidak menutup kemungkinan wilayah-wilayah lain juga akan diexploitir oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Hanya segelintir orang-orang yang tidak bertanggung jawablah yang menikmati kenikmatan sesaat, yang ada dalam fikiran mereka hanya keuntungan pribadi saja.
Buat sedulur-sedulur yang sedang dibutakan dengan kentungan sesaat, SADARLAH!!! Pikirkanlah anak cucu kita.
Buat Kawan-kawan yang peduli terhadap keutuhan lingkungan calon kabupaten Pangandaran Bangkitlah Jangan biarkan mereka merenggut kenyaman dan ketentraman kita!!
Jum'at, 04 Mei 2012 22:12 WIB
Terimakasih atas Updatenya kawan, semogga hal ini dapat dicegah agar Eksploitasi Pasir besi di sekitar Pangandaran ditutup.
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
daunhijau
daunhijau merupakan warung internet pertama yang paling besar di Pangandaran yang menyajikan internet dengan konsep yang nyaman dan menyenangkan




Komentar via Facebook


