
“Kalau terjadi banjir, bangunan kami yang terdiri dari enam lokal juga kebanjiran. Ketinggian air sampai 30 cm dan sempat merendam buku pelajaran dan alat pelajaran sekolah,” kata seorang guru SDN 2 Pamotan, Ruhyana Senin (8/11) sore.
Dikatakan, ketika banjir melanda pada hari pertama, Jumat malam (5/11) sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu, karena kejadiannya mendadak, ia dan guru lainnya tidak sempat menyelamatkan buku dan alat pelajaran yang disimpan di lemari. Padahal, rumahnya dekat sekolah.
Hodijah, Guru SDN 2 Pamotan lainnya menambahkan, banjir rob-roban yang merendam sekolahnya bukan kali ini saja. Tiap tahun, terutama pada masa “panca roba” yang berlangsung setiap akhir bulan pada penanggalan Jawa, sekolahnya pasti disergap banjir.
Jika banjir, semua yang ada di sekolah kebagian sibuk, harus membersihkan air dari lantai atau halaman sekolah. “Itu merepotkan. Sekolah juga kadang harus diliburkan jika ketinggian airnya tinggi,” kata dia.
Menurut pantauan , banjir dikarenakan lokasinya dekat dengan sungai kecil yang mengarah ke laut. Sungai kecil itu, telah mengalirkan air ke lingkungan sekolah jika terjadi banjir rob.
Menurut Ruhyana, dulu sekolahnya jarang terkena banjir karena bangunanna berada 300 meter dari lokasi sekarang. Namun sekarang, lain. “Itulah sebabnya, kami ingin sekolah dipindahkan lagi ke lokasi semula,” kata dia.
Berdasarkan keterangan diperoleh, sekira tahun 1990, pemerintahan desa atas dana Pemerintah Pusat membangun SDN 2 Pamotan dengan cara memindahkan bangunan sekolah lama ke lokasi sekarang. Pihak sekolah ketika itu, tidak tahu-menahu urusan pemindahan lokasi bangunan, karena pembangunannya dilakukan oleh pihak LKMD Ds. Pamotan. (PR)
“Sekarang, selain sering diserang banjir, anak-anak tidak memiliki lahan untuk bermain dan aktivitas belajar di luar ruangan,” kata Ruhyana. (A-112/A-26)Kamis, 23 Desember 2010 09:47 WIB
Mohon judul diubah, karena SDN 2 Kalipucang tidak sama dengan SDN 2 Pamotan.
Terima kasih
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Cin-net - Dunia Di Depan Mata
Cin-net merupakan warung internet terlama di daerah Pangandaran mulai didirikan pada tahun 2002 dari mulai menggunakan jaringan telkomnet instan hingga sekarang dengan menggunakan jaringan speedy.




Komentar via Facebook


