
"Saat ini para nelayan sama sekali tidak bisa melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi di perairan selatan Garut. Banyak nelayan akhirnya mengungsi ke Pangandaran untuk mencari ikan," ungkap Sekjen Himpunan Nelayan Se-Indonesia (HNSI) Kabupaten Garut, Lukman Nurhakim, Jumat (27/1/12).
Kondisi cuaca ekstrem berlangsung sejak sebulan lalu. Puncaknya, dalam beberapa hari terakhir, angin kencang dengan kecepatan 50 knots per jam disusul gelombang setinggi lebih dari tiga meter menghantam dan memorakporandakan bangunan penginapan di sepanjang pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, selatan Garut. Bahkan kondisi kian parah karena air laut kembali naik pada Jumat (27/1).
Lukman mengungkapkan, akibat cuaca ekstrem itu, banyak nelayan tidak melaut. Sejumlah nelayan asal Kabupaten Garut yang memaksakan diri melaut akhirnya pindah mencari ikan ke Pangandaran karena di laut Pangandaran yang berbatasan dengan Jawa Tengah terdapat kawasan aman untuk melaut.
Menurut dia, kawasan laut Pangandaran terdapat daerah yang menghalangi kencangnya angin dari lautan sehingga para nelayan merasa aman saat beraktivitas melaut. "Di perairan Pangandaran terdapat tempat perlindungan dari angin, sehingga angin tidak terlalu besar mengancam keselamatan nelayan," tuturnya. Sumber PikiranRakyat
Sabtu, 28 Januari 2012 17:56 WIB
Ngeri uy .
Sudah pernah mencoba Masakan Khas Pangandaran Pindang Gunung? yups, masakan sejenis sup ikan yang suegere poll di lidah, sekali icip-icip pasti ketagihan.Apa rahasianya yah..? ini dia yang membedakan pindang gunung dengan
SMK Negeri 1 Pangandaran
Sekolah ini berbasis pada pelayaran dan kelautan sehingga sering disebut SMK Pelayaran dan merupakan satu-satunya yang ada di Kabupaten Ciamis.

Komentar via Facebook



