Aski Tanam Pohon, Rehabilitasi dan Edukasi Wisata
Oleh SatiminSelasa, 19 Juni 2012 13:11 WIB | Dibaca 1.178 kali
Pangandaran,myPangandaran.com- Aksi penanaman seribu pohon mangrove di pantai bulak setra dalam rangka rehabilitasi dan menjadikan kawasan pantai bulak setra Desa Babakan Kecamatan Pangandaran sebagai kawasan lindung hijau dan mengembangkan pariwisata pendidikan (19/06). Aksi tanam pohon Mangrove yang difasilitator oleh penggerak wisata yaitu Indecon, LWG dan dihadiri oleh Camat Pangandaran Dedi Mudyana ,Ketua Komite DMO H. Supratman, Kepala Desa Babakan Endang suherdi, dan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan murid murid sekolah mulai dari tingakt SD sampai SMA yang berada di Desa Bakakan.
Disampaikan dalam sambutannya Dedi Mudyana selaku Camat Pangandaran aksi penanaman seribu pohon mangrove ini merupakan sejarah baru yang tercatat di Kecamatan Pangandaran sebagai rasa mencintai terhadap lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masayarakat Desa Babakan sebagai penahan abrasi air laut.
Dalam aksi tanaman seribu pohon mangrove juga disepakati penandatanganan "Komitmen Bersama" antara fasilitator yaitu dari pihak Yayasan Indecon dengan Pemerintahan Desa Babakan dan Local Working Group (LWG) Pangandaran sebagai langkah membagi tugas dalam pemeliharaan dan pengawasan terhadap kegiatan penanaman pohon di pantai bulaksetra Desa Babakan.
Baca Juga Berita Kecamatan Pangandaran Lainnya:
Versi PDF
Lihat Arsip Berita Kecamatan Pangandaran
Anda ingin mengirimkan berita ataupun menjadi Citizen Journalism untuk Daerah Pangandaran dan sekitarnya? anda bisa mengirimkan berita kepada kami melalui fasilitas
Kontribusi Berita
1
Agus Wonoharjo
Rabu, 20 Juni 2012 00:07 WIB
Ini program sangat bagus untuk kelestarian hiidup di planet bumi dimasa yang akan datang, mengingat manusia pada khususnya untuk dapat hidup/memenuhi kebutuhan hidup sangat menggantungkan pada lingkungannya ( biotik dan abiotik) , khusus lingkungan biotik kondisi sekarang ini kwalitas dan kuantitasnya mulai menurun mengingat adanya penjarahan hutan dan alih fungsi lahan. Didunia pendidikan khususnya setingkat SMA ada materi pelajaran tentang “etika lingkungan” yaitu mengupas bagaimana peran manusia dalam “lingkungannya”. Sepuluh tahun terakhir dikota-kota besar untuk sekolah setingkat TK dan SD mengadakan program edukasi wisata pertanian, siswa diajak ke suatu tempat untuk belajar menanam padi, membajak sawah dengan kerbau (komentar dari anak-anak adalah “asik nanam padi, asik naik kerbau) namun saya pernah bertanya pada siswa kelas X (kelas 1 SMA) adakah yang punya cita cita jadi “PETANI”, dari 340 siswa tidak ada satupun, dengan alasan jadi petani itu susah, berpanas panasan dsb. Untuk Program Edukasi Wisata di Pangandaran sebetulnya sudah berlangsung dari jaman dahulu, kalaitu saya jadi anggota Pramuka Gudep “Sakawana Bakti” PPA Pangandaran mengadakan rehabilitasi wilayah Karang Nini sebelum jadi obyek wisata seperti sekarang ini.