Berita Kecamatan Parigi
Bantuan Gempa Dipotong
Oleh Nay SuryaSabtu, 14 Agustus 2010 03:46 WIB | Dibaca 1.049 kali

Saat ditemuidi rumahnya Kampung Karangjaya, seorang penerima bantuan, Rukman (51) menceritakan Senin (9/8) menerima bantuan dana rehab dan rekonstruksi yang disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kantor Kecamatan Parigi.Saat menerima uang di kantor kecamatan, kata dia, jumlah uang masih utuh Rp 10 juta, ditambah uang lauk pauk dan family kit. Setibanya di rumah, Rukman didatangi seorang bendahara pokmas dan meminta menyerahkan uang sebesar Rp 2 juta.
“Waktu itu saya baru datang ke rumah habis ngambil uang di kecamatan, belum juga duduk sudah disamperin bendahara pokmas. Katanya mau minta uang dua juta sesuai yang dibicarakan dulu waktu pendataan, untuk mengganti biaya selama rapat dan pendataan korban gempa,” tutur dia. “Saya sempat tanya kenapa nggak tadi saja waktu di kecamatan kalau mau dipotong? Eh malah bilang lebih baik di rumah saja. Dia juga bilang kalau ada yang nanyain atau survei ke sini (rumah), jangan bilang dipotong bilang saja diterima utuh. Jelas saja dalam hati saya bertanya-tanya ada apa ini?” tuturnya. Setelah uang diserahkan, dia tidak diberi kuitansi penerimaan uang.
Sebelumnya, menurut Rukman, rencana pemotongan bantuan memang sudah disampaikan pokmas jauh-jauh hari sebelum dana cair, yaitu pada saat pendataan dan survei. “Saya juga bingung baru didata kok sudah bilang nantinya akan dipotong dua juta,” tuturnya. Kata dia, warga lain di Kampung Karangjaya Desa Karangbenda juga mengalami hal serupa. Mereka diminta uang sebesar dua juta rupiah. Beberapa orang yang ia ketahui di antaranya Suhan, Iti, Ikah, Karnan, Pena dan Rosdi.
Saat dikonfirmasi, Suhan (70) mengaku menyerahkan uang sebesar dua juta rupiah kepada pokmas. “Bapak mah teu ngarti lah da dipenta nya dibere we, da ieu ge duit ti pamarentah (bapak nggak ngerti, diminta ya dikasih, ini juga uang dari pemerintah),” ungkap kakek yang sebagian rumahnya hingga kini belum diperbaiki karena kekurangan biaya.
Suhan menambahkan sisa uang yang kini diterimanya sebesar Rp 8 juta belum tentu bisa mencukupi biaya renovasi sebagian rumahnya yang ambruk dan retak akibat gempa. Namun ia bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan kepadanya.
Sementara putrinya, Nila (40), merasa tindakan tersebut tidak tepat. “Kalau misalnya kesadaran dari si korban untuk memberi sebagai tanda terima kasih tidak jadi masalah, tapi ini lain cerita. Kalau diminta menyerahkan uang harus jelas untuk apa uang tersebut, transparansinya mana? Masyarakat juga tidak bodoh,” tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Bendahara Pokmas US mengakui menerima uang dari penerima bantuan, namun sifatnya tidak memaksa. “Memang saya menerima uang dari penerima bantuan, tapi sama sekali tidak ada paksaan, semua yang memberi seihklasnya sebagai imbalan terima kasih. Jumlahnya juga tidak dipatok harus berapa,” tuturnya.
Menurut US, hingga saat ini uang yang terkumpul sekitar Rp 9 juta dari 16 warga penerima bantuan dikampungnya. “Jujur saja uang tersebut belum digunakan masih ada di saya. Saya juga takut kalau jadi masalah, lebih baik dikembalikan saja,” ungkapnya. Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk mengganti biaya-biaya selama rapat dan pendataan. “Yang mengurus kan juga butuh buat rokok, malahan orang desa juga sering nyindir, maenya euweuh rokok-rokok acan mah (masak nggak ada buat rokok),” tandasnya.
Ketika dikonfirmasi melalui telepon tadi malam, Camat Parigi Irwansyah mengaku kaget mendengar adanya pungutun terhadap korban gempa. Padahal pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh pihak termasuk pokmas maupun desa untuk tidak melakukan pemotongan terhadap dana yang telah dibagikan.
Terkait informasi tersebut, pihaknya akan melakukan tindakan tegas. “Besok (hari ini) saya akan cek kalau memang benar ada yang melakukan tindakan seperti itu (pemotongan terhadap dana yang sudah dibagikan), kami akan minta untuk segera dikembalikan,” tegasnya.
Sumber RadarTasikmalaya
Baca Juga Berita Kecamatan Parigi Lainnya:
Anda ingin mengirimkan berita ataupun menjadi Citizen Journalism untuk Daerah Pangandaran dan sekitarnya? anda bisa mengirimkan berita kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita
1
Turmono AstadiwangsaSenin, 16 Agustus 2010 05:44 WIB
Mental aparat yang mengurus hal-hal yang terkait dengan bantuan rupanya tidak sadar bahwa "JATAH RAKYAT YANG SANGAT KECILPUN BAHKAN MENDERITA" MAU DI PERAS". Adalah bohong kalau sifatnya sukarela saya tahu sendiri masyarakat di KARANG JAYA adalah masyarakat yang tulus dan POLOS. Petugas yang mendatangi penerima bantuan langsung ke rumahnya masing-masing sudah menunjukan itikad yang BURUK dan bermental KORUPTIF. Sdr Camat di Kecamatan Parigi agar segera menertibkan aparatnya yang melakukan hal-hal seperti ini. Kalau uangnya tidak dikembalikan sebagai orang kampung saya sangat prihatin, sampai kapan mental aparat seperti ini apalagi katanya mau pamekaran wilayah......
2
elan suherlanKamis, 26 Agustus 2010 15:15 WIB
saya yg asli klahiran dari ds:KRANG BENDA mrasa malu & risih mndengar kasus tsb...!! sy mnghimbau kpd bapak2 aparat yg brwnang tolong sgr cegah dan tidak oknum2 pmrintah dan klompok2 yg mngatas namakan masyarakat.jgn di biarkan yg smcm ini brkmbang.nantinya di jdkn sbuah tradisi stli dua tali uang. usut trus..... & tindak scr tegaaaaaaaas ssuai aturan yg brlaku.
Anda dapat memberikan komentar tentang Bantuan Gempa Dipotong dengan menggunakan form dibawah ini .
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Pasar dan MiniMarket
Indomaret
Cara mudah dan Hemat, ya...belanja di Indomaret.terletak di alu-alun kota Pangandaran buka selama 24 jam
Indomaret
Cara mudah dan Hemat, ya...belanja di Indomaret.terletak di alu-alun kota Pangandaran buka selama 24 jam




Komentar via Facebook


