Berita Kecamatan Sidamulih
Wilayang Ciokong Sentra Sabut Kelapa
Oleh Nay SuryaSabtu, 09 Oktober 2010 19:48 WIB | Dibaca 2.460 kali

Wasi (94), salah satunya. Nenek yang kini tinggal seorang diri sudah menjalani profesi sebagai pengupas kelapa lebih dari 20 tahun. “Satungtung aya pamesekan kalapa didieu nenek mah pangheulana (seumur ada pengupasan kelapa di Ciokong, nenek yang pertama kali mengupas kelapa),” ungkapnya kepada kami, kemarin.
Meskipun tubuhnya mulai renta dimakan usia, kelincahan tangannya mengupas kelapa tak diragukan lagi. Ia mengaku setiap harinya mampu mengupas hingga 300 butir kelapa dengan penghasilan Rp 12.000.Dia menceritakan sejak suaminya meninggal dunia dan ditinggal tiga anaknya merantau ke luar kota, Wasi hampir setiap hari menjalani profesi sebagai pengupas kelapa. Ia terpaksa menjalani profesi tersebut karena tidak punya pekerjaan lain.
“Mun dipikiran mah sok nalangsa, hirup nenek teh sangsara timimiti zaman perang nepi ka ayeuna (kalau dipikirkan suka sedih, hidup nenek sengsara dari zaman penjajahan sampai sekarang),” tuturnya nenek yang tinggal di rumah berukuran 5x4 meter itu. Upah dari mengupas kelapa, ia gunakan untuk menyambung hidup setiap hari. Jika ia sakit dan tak mampu bekerja, ia hanya mengandalkan belas kasihan tetangganya. Namun, di usianya yang makin senja Wasi masih semangat bekerja. Baginya selagi mampu bekerja tidak ingin menyusahkan orang lain.
Untuk mengupas kelapa, awalnya dia kesulitan. Bahkan tangan sering terkena pisau yang tajam. Lama-kelamaan makin terbiasa dan mengupas kelapa menjadi mudah dikerjakan. Yadi (46), warga Ciokong, mengatakan sistem kerja pengupasan kelapa saling menguntungkan. “Nggak ada keterikatan kerja, siapa saja yang mau boleh mengupas. Si pemilik menyerahkan kelapa untuk dikupas kepada warga di sini (Ciokong), sementara upahnya sabut kelapa,” ungkapnya.
Saat ini ada sekitar sembilan tempat pengupasan kelapa di Ciokong dengan rata-rata jumlah pekerja antara 10 hingga 15 orang setiap hari. “Biasanya ada yang bekerja siang saja, tapi banyak juga yang ngupas kelapa siang sampai malam,” tutur dia. Banyaknya tempat pengupasan kelapa di Dusun Ciokong membuat daerah ini menjadi sentra pengupasan kelapa terbesar di Ciamis Selatan. Bahkan, kerap dikunjungi wisatawan mancanegara. “Turis asing sering datang ke sini, biasanya dibawa sama pemandu melihat warga mengupas kelapa,” terang dia.
RadarTasiklamaya
Baca Juga Berita Kecamatan Sidamulih Lainnya:
Anda ingin mengirimkan berita ataupun menjadi Citizen Journalism untuk Daerah Pangandaran dan sekitarnya? anda bisa mengirimkan berita kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita
1
Wardoyo ArroyoSelasa, 01 Februari 2011 16:45 WIB
Saya sedang mencari pabrik sabut kelapa di daerah pangandaran dan sekitarnya. Berharap bisa bekerjasama karena buyer saya di China tertarik dengan sabut kelapa untuk di wilayah pangandaran.
2
sajiSabtu, 06 Agustus 2011 02:10 WIB
Lam kenal temen-temen di Pangandaran,
semoga media Informasi Online ini dapat berkembang sesuai mengikuti perkembangan Era Digital
saji.Drawolong
3
agungSenin, 12 Desember 2011 15:01 WIB
Kebnyakan orang selatan ciamis memang menggunaka sabut kelapa sebagai bahan bakar untuk memasak gula dan sebagainya karena selain murah, bahannya juga mudah didapat. So, tidak heran kalau di sekitar rumah penduduk di ciamis selatan banyak bertebaran sabut kelapa baik yang sudah kering maupun yang masih agak basah. Tapi sungguh disayangkan sekali, potensi seperti itu tidak diberdayakan oleh pemda sebagai aset ekonomi masyarakat.
4
andre koentKamis, 09 Februari 2012 20:07 WIB
saya membutuhkan info utk sabut kelapa utk export bisa minta no tlp yg bisa d hubungi?
Anda dapat memberikan komentar tentang Wilayang Ciokong Sentra Sabut Kelapa dengan menggunakan form dibawah ini .
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Restaurant dan Cafe
Desy Catering Pangandaran
Umumnya wisatawan tidak mau dipusingkan dengan yang namanya urusan makan, menikmati Pantai Pangandaran dan keindahannya akan semakin menarik jika semua yang berhubungan dengan makanan menggunakan jasa layanan Catering atau anda Warga Pangandaran
Desy Catering Pangandaran
Umumnya wisatawan tidak mau dipusingkan dengan yang namanya urusan makan, menikmati Pantai Pangandaran dan keindahannya akan semakin menarik jika semua yang berhubungan dengan makanan menggunakan jasa layanan Catering atau anda Warga Pangandaran




Komentar via Facebook



