Pangandaran,berita
Berita
Keberadaan Burung semakin langka di Pangandaran
Oleh Saji FathurrohmanSelasa, 11 September 2012 07:07 WIB | Dibaca 3.897 kali
Keberadaan Burung semakin langka di Pangandaran
Pangandaran, mypangandaran.com - Isu flu burung mulai mereda, animo masyarakat baik di berbagai daerah termasuk Pangandaran mulai tumbuh kembali, kios-kios yang menjual berbagai burung ocehan muali ramai dikunjungi penghobi burung baik yang sekedar ingin melihat atau membandingkan harga dari kios satu ke kios lainnya.

Namun jika kita melihat berbagai jenis burung ocehan yang ada di pasaran termasuk burung yang keberadaanya sudah susah untuk kita jumpai di alam bebas seperti, burung Kacer, Pentet, Tledekan, Kepodang, Perkutut, Jalak dll.

Peran burung tersebut sesungguhnya selain mengurangi hama juga bisa menjadi mascot sebuah wilayah seperti, Jalak Bali yang hingga kini keberadaannya sangat di lindungi dan jika seseorang ingin memelihara tentu harus memiliki sertifikat yang sah yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah terkait.

Demam burung bukan hanya di Pangandaran saja tetapi sudah menyeluruh di berbagai pelosok dan kota seperti pasar Pramuka Jakarta, hampir setiap hari dipenuhi oleh pengunjung yang ingin belanja burung untuk dirawatnya, namun burung-burung tersebut kadang tak luput mati sia-sia lantaran stress dan tak bisa menyesuaikan kondisi lingkungan aslinya.

Saat akhir bulan Agustus kemarin kami menyusuri di seputar kampung Drawolong, ingin melihat keberadaan burung liar disana namun, hanya beberapa jenis saja yang dapat kami jumpai diantaranya burung Prenjak, Ciblek, Crocokan, Platuk, Gelatik Batu, Sipu, dan jenis burung pemakan Madu.

Beberapa warga saat ditannya keberadaan burung disana sudah mulai jarang (langka) seperti burung kholibry sejenis burung Madu, ini juga menjadi referensi penghobi burung, selain gesit gerakannya juga mudah dirawatnya serta gacor sering beunyi nyaring.

Cecep nama panggilannya saat ditemui waktu itu menuturkan "burung itumah sekarang susah mas dicari dulu banyak sejak banyak orang yang mikat burung jadi langka boro-boro burung bagus burung Kutilang aja cuma ada 5 (lima) ekor disekitar rumah saya.’ Pungkasnya .

Cara menghindari kepunahan

Jika semua menyadari dengan semakin langkanya burung-burung tersebut tak ada salahnya bila semua penghobi burung lalu mencoba untuk melakukan penangkaran baik burung yang harganya relatif murah atau yang harganya sangat mahal, karena dengan adanya penangkaran tentu penangkapan d ialam bebas semakin berkurang.

Berita kiriman dari Saji Faturrohman, Warga Sidamulih Pangandaran, Pemerhati Lingkungan



Print PDF Versi PDF Arsip Lihat Arsip Berita RSS Sindikasi RSS

Anda ingin mengirimkan berita ataupun menjadi Citizen Journalism untuk Daerah Pangandaran dan sekitarnya? anda bisa mengirimkan berita kepada kami melalui fasilitas Kontribusi Berita




Anda dapat memberikan komentar tentang Keberadaan Burung semakin langka di Pangandaran dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar



comments powered by Disqus
Akomodasi,Pangandaran
Krisna Beach Hotel
Rp. 600.000
Krisna Beach Hotel
Krisna Beach Hotel hadir untuk memanjakan para tamu.Fasilitas yang dimiliki oleh Krisna Beach Hotel adalah arena bermain pinggir pantai dan
Grand Mutiara
Rp. 250.000
Grand Mutiara
Grand Mutiara Hotel melati di sekitaran ujung tol pangandaran menawarkan kemudahan akses bagi para wisatawan yang datang berlibur ke objek
Aneka,Pangandaran
Angkringan Pak Dhe, Tempat Nongkrong Anak Muda Pangandaran

Angkringan Pak Dhe, Tempat Nongkrong Anak Muda Pangandaran
Angkringan (berasal dari bahasa Jawa Angkring yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yog


myPangandaran di Social Media close button abatasa minimize button abatasa maximize button abatasa
Join us on Facebook
Follow us on Twitter