<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss"
	>
<channel>
<title>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran | Berita Pangandaran</title>
<atom:link href="http://www.mypangandaran.com/berita/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://www.mypangandaran.com/berita/rss</link>
<description>[25 Berita Pangandaran terbaru myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran]</description>
<copyright>Copyright by ! - All rights reserved.</copyright>
<language>id</language>

			<item>
			  <title>Empat Motor Hanyut di Mangunjaya</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/749/empat-motor-hanyut-di-mangunjaya</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/749/empat-motor-hanyut-di-mangunjaya</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:32 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Nay Surya</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/749/empat-motor-hanyut-di-mangunjaya</guid>
			  <description>Diduga kelebihan beban, rakit penyeberangan karam saat mengarungi Sungai Citanduy, tepatnya di Dusun Cogekan RT 10/03 Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya, Senin (25/10) sekitar pukul 18.15. Tujuh penumpang beserta pemilik  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Mangunjaya, myPangandaran.com - </b>Diduga kelebihan beban, rakit penyeberangan karam saat mengarungi Sungai
Citanduy, tepatnya di Dusun Cogekan RT 10/03 Desa Kertajaya Kecamatan 
Mangunjaya, Senin (25/10) sekitar pukul 18.15. Tujuh penumpang 
beserta pemilik rakit berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang. 
Sementara rakit beserta empat sepeda motor milik penumpang hingga berita
ini ditulis belum juga ditemukan.<br />
<br />
Aparat kepolisian dibantu 
masyarakat dan SAR masih melakukan pencarian. &ldquo;Pencarian rakit sama 
sepeda motor sampai sore ini (kemarin, red) terus dilakukan tapi belum 
juga ditemukan,&rdquo; tutur Jeri salah seorang warga setempat kepada kami, 
kemarin. Informasi yang berhasil dihimpun, rakit tersebut digunakan untuk 
menyeberangi Sungai Citanduy. Rakit ditumpangi tujuh orang dan empat 
sepeda motor. Sesampainya di tengah sungai, rakit oleng dan perlahan 
karam. &ldquo;Rakit itu kelebihan muatan, terus arus sungainya juga lagi 
besar,&rdquo; tutur Jeri.<br />
<br />
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Irfan Nugraha 
saat dihubungi melalui telepon membenarkan ada kejadian tersebut. 
Menurutnya, perahu tersebut kerap digunakan masyarakat sebagai alat 
penyeberangan dengan kapasitas terbatas. Saat kecelakaan terjadi, 
kata dia, rakit tersebut melebihi kapasitas muatan. &ldquo;Bebannya terlalu 
banyak sehingga perahu dengan mudah kemasukan air dan akhirnya 
tenggelam,&rdquo; tuturnya (RadarTasikmalaya, Photo Ilustrasi )
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/749/empat-motor-hanyut-di-mangunjaya"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Desa Tertinggal Butuh Perhatian Lebih</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/433/desa-tertinggal-butuh-perhatian-lebih</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/433/desa-tertinggal-butuh-perhatian-lebih</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:21 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/433/desa-tertinggal-butuh-perhatian-lebih</guid>
			  <description>Berbeda dengan desa peradaban atau desa madani yang mendapatkan kucuran bantuan sebesar Rp 1 miliar, desa tertinggal di Kabupaten Ciamis hanya menerima bantuan dari Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 100 juta [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Langkaplancar, myPangandaran.com - </b>Berbeda dengan desa peradaban atau desa madani yang mendapatkan
kucuran bantuan sebesar Rp 1 miliar, desa tertinggal di Kabupaten
Ciamis hanya menerima bantuan dari Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 100
juta. Dari 61 desa tertinggal yang ada di beberapa kecamatan di wilayah
Kab. Ciamis, belum seluruhnya mendapatkan bantuan tersebut.
<p>
Dengan minimnya bantuan atau perhatian tersebut, maka upaya untuk
menuntaskan desa tersebut menjadi tidak lagi tertinggal, juga
membutuhkan waktu yang semakin lama. Padahal, kondisi desa tertinggal,
yang sebagian berada di tepi kawasan hutan kondisinya jauh lebih
memprihatinkan apabila dibandingkan dengan desa lain, seperti desa
peradaban.
</p>
<p>
&quot;Desa tertinggal mungkin jauh lebih membutuhkan bantuan untuk
pembangunan infrastruktur, terutama jalan. Bukan mengesampingkan desa
peradaban yang mendapat kucuran sangat besar, mungkin desa tertinggal
juga harus mendapat perhatian yang lebih dari yang ada sekarang,&quot; ujar
Ketua Komisi II DPRD Ciamis Ahmad Irfan Alawi, Senin (10/5).
</p>
<p>
Diakui untuk mengentaskan desa tertinggal menjadi sejajar dengan
desa di sekitarnya membutuhkan waktu yang lama. Namun demikian, dengan
memberi perhatian yang lebih, akan dapat mempercepat proses pengentasan
kemiskinan yang biasanya melingkupi desa tertinggal.
</p>
<p>
&quot;Dengan infrastruktur yang baik, maka langsung atau tidak langsung
akan dapat membuka dan mempercepat perkembangan perekonomian rakyat.
Selama ini salah satu faktor penghambat desa tertinggal menjadi
setidaknya setara dengan wilayah sekelilingnya adalah infrastruktur
jalan,&quot; ujarnya seraya menambahkan dari 61 desa tertinggal, yang
mendapatkan bantuan Rp 100 juta, baru 36 desa.
</p>
<p>
Sebelumnya Kepala Bappeda Ciamis Tiwa Sukrianto mengungkapkan
bantuan untuk desa tertinggal, selain untuk infrastruktur jalan juga
dialokasikan untuk drainase serta berbagai kebutuhan lainnya.
Disebutkan untuk menghentaskan desa tertinggal, harus ditangani secara
lintas sektoral.
</p>
Lokasi 61 desa tertinggal di Kabupaten Ciamis, tersebar di 36
kecamatan. Desa tertinggal paling banyak terdapat di Kecamatan
Langkaplancar dan Padaherang, masing-masing memiliki tujuh desa
tertinggal. Kemudian Kecamatan Cisaga, enam desa tertinggal. Kecamatan
Cigugur dan Kalipucang masing-masing lima desa tertinggal, selebihnya
antara satu sampai empat desa tertinggal<br />
<br />
Sumber PR
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/433/desa-tertinggal-butuh-perhatian-lebih"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Gula Semut Belum Mampu Penuhi Permintaan Pasar</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/463/gula-semut-belum-mampu-penuhi-permintaan-pasar</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/463/gula-semut-belum-mampu-penuhi-permintaan-pasar</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:21 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/463/gula-semut-belum-mampu-penuhi-permintaan-pasar</guid>
			  <description>Sejak dua tahun terakhir, para pengrajin gula kawung atau gula aren di Kecamatan Langkaplancar Ciamis tidak hanya membuat gula kawung berbentuk gandu (roda kecil) yang dibungkus daun kelapa kering (karari) [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Langkaplancar, myPangandaran.com - </b>Sejak dua tahun terakhir, para pengrajin gula kawung atau gula aren
di Kecamatan Langkaplancar Ciamis tidak hanya membuat gula kawung
berbentuk gandu (roda kecil) yang dibungkus daun kelapa kering
(karari). Tetapi juga sudah mengembangkan gula kawung dengan bentuk
lain, yakni berbentuk butiran (granula) yang disebut gula aren semut
atau gula semut.
<p>
&ldquo;Tapi gula semut ini baru berkembang di Desa Bangunjaya saja. Desa lain
belum. Kami sudah memperkenalkan teknologi gula semut ini di Desa
Bangunjaya sejak tahun 2005, tapi baru berkembang dua tahun terakhir.
Tahun ini kami mengembangkannya di Desa Pangkalan,&rdquo; ujar Nur Aedah (30)
kepada Tribun Senin (31/5). Nur Aedah, warga Desa Pangkalan
Langkaplancar ini bersama rekannya Ujang Syaefudin telah berhasil
mengembangkan teknologi pembuatan gula semut di kalangan penderes
(penyadap) nira kawung di Desa Bangunjaya.
</p>
<p>
<br />
Di seluruh desa di Kecamatan Langkaplancar banyak dijumpai pengrajin
gula kawung. Namun yang menjadi sentra produksinya adalah Desa
Bangunjaya dan Desa Pangkalan.Di Desa Bangunjaya terdapat 219 KK pengrajin gula kawung dengan
produksi 2 ton gula kawung per minggu. Gula kawung dari Desa Bangunjaya
ini dijual ke pasar-pasar tradisional di Ciamis, banjar, Tasikmalaya
bahkan sampai ke Bandung. Gula kawung tersebut dipasarkan dengan system
bonjor (bungkus karari). Setiap bonjor, gula kawung ini harganya
sekitar Rp 18.000 dengan berat rata-rata 1,5 kg/bonjor.
</p>
<p>
Dari 219 KK pengrajin gula kawung secara tradisional di Desa Bangunjaya
tersebut kini menurut Nur Aedah sudah ada 4 kelompok yang menerapkan
teknologi baru dengan membuat gula semut. Setiap kelompok memiliki 8
orang pengrajin. &ldquo;Para pengrajin gula semut ini masih tetap memproduksi
gula kawung. Jadi disamping memproduksi gula kawung mereka juga
menghasilkan gula semut,&rdquo; ujar Nur yang mengaku tidak tahu persis
kenapa gula kawung berbentuk butiran (granular) tersebut dinami gula
semut.
</p>
<p>
Sebenarnya proses produksi gula semut ini tidak jauh berbeda dengan
proses pembuatan gula kawung biasa. Bahan baku asalnya sama, yakni nira
dari pohon kawung (aren) yang kemudian dijerang diatas katel besar.
</p>
<p>
<br />
Setelah nira menjadi adonan, disitulah baru dimulai perbedaan
prosesnya. Untuk membuat gula kawung, adonan nira yang sudah mulai
mengental kemudian dicetak dengan menggunakan potongan-potongan lodong
bamboo berbentuk gandu.Sedangkan untuk membuat gula semut, olahan nira yang mulai mengental
tersebut dibiarkan mengeras di katel dan kemudian dipukul-pukul
sehingga pecah menjadi butiran. Dan butiran halus tersebut gula semut,
gula semut aren.
</p>
<p>
Dibandingkan dengan gula kawung biasa, menurut Nur, gula semut ini
lebih tahan lama dan cukup praktis digunakan. Bila digunakan untuk
masak, bikin pecal atau rujak tinggal disendok seperti gula pasir
biasa. &ldquo;Kegunaannya kebih praktis. Bagi yang pantang gula putih,
seperti bagi yang berpotensi punya penyakit gula, mungkin gula semut
ini jadi pilihan yang aman untuk menambah nikmat suguhan teh panas,&rdquo;
imbuhnya.
</p>
<p>
Dibandingkan dengan gula kawung biasa, harga gula semut menurut Nur
jauh lebih mahal. Dan kemasannya juga lebih menarik, karena menggunakan
bahan plasti serta lebih tahan lama.
</p>
<p>
Dari 4 kelompok pengrajin gula semut di Desa Bangunjaya tersebut tiap
bulannya baru mampu memproduksi 1,05 ton gula semut perbulan. &ldquo;Padahal
permintaan yang harus kami penuhi tiap bulannya sebanyak 3 ton. Itu
permintaan riil dari PT Kino &ndash; perusahaan permen. Jadi permintaan pasar
belum dipenuhi secara baik, karena produksi gula semut masih terbatas,&rdquo;
terang Ujang Syaefudin.
</p>
<p>
Salah satu kendala terbatasnya produksi gula semut menurut Ujang
lantaran para pengrajin gula kawung belum banyak yang mau melakukan
diversivikasi produksi. &ldquo;Karena sejak dari dulunya sudah terlanjur enak
memproduksi gula kawung sehingga tidak gampang menyerap teknologi baru,
seperti pembuatan gula semut tersebut. Padahal gula semut ini jauh
lebih menguntungkan dan peluang pasarnya sangat terbuka,&rdquo; ungkap Ujan.
</p>
<p>
Sumber TribunJabar
</p>
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/463/gula-semut-belum-mampu-penuhi-permintaan-pasar"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Petani Langkaplancar Kesulitan Pupuk</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/555/petani-langkaplancar-kesulitan-pupuk</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/555/petani-langkaplancar-kesulitan-pupuk</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:21 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Nay Surya</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/555/petani-langkaplancar-kesulitan-pupuk</guid>
			  <description>Sejumlah petani di Desa Karang Kamiri Kecamatan Langkaplancar mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk. Hal ini dialami sejak musim tanam beberapa waktu lalu hingga saat ini. Menurut sebagian petani, kurangnya stok menyebabkan [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Langkaplancar, myPangandaran.com - </b>Sejumlah petani di Desa Karang Kamiri Kecamatan Langkaplancar 
mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk. Hal ini dialami sejak musim tanam
beberapa waktu lalu hingga saat ini. Menurut sebagian petani, kurangnya
stok menyebabkan harga pupuk melonjak naik.<br />
<br />
Seperti diungkapkan Mumu
Ariansah Majid, petani dari Kelompok Tani Cinta Laksana Desa Karang 
Kamiri, kemarin. Kata dia, petani sangat kesulitan untuk mendapatkan 
pupuk, terutama Ponska, pengganti pupuk TSP. &ldquo;Jika ada pun harganya 
mahal,&rdquo; kata dia.Kini, lanjut dia, kesulitan pupuk dirasakan hampir 
merata di Kecamatan Langkaplancar. &ldquo;Sepertinya di sini (Langkaplancar, 
red) tidak ada yang namanya pupuk bersubsidi, semua mahal,&rdquo; jelasnya.<br />
<br />
Diceritakan,
petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pupuk agar 
hasil panen tidak hancur. &ldquo;Bayangkan saja harga pupuk bersubsidi 
mencapai 150 ribu rupiah untuk satu karung berisi 50 kilogram,&rdquo; 
paparnya.Para petani menduga kurangnya pupuk di Langkaplancar akibat
ada pihak yang melakukan monopoli pemasaran. Sehingga, harga jual 
seenaknya bisa dinaikan dan tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi 
yang ditetapkan pemerintah.<br />
<br />
Petani berharap pemerintah turun tangan 
untuk mengatasi masalah tersebut. &ldquo;Kami berharap suplai pupuk ke 
Langkaplancar banyak. Kemudian dilakukan pengawasan terhadap penjualan 
harga pupuk terutama yang bersubsidi. Jangan seperti sekarang nama pupuk
bersubsidi betul-betul tidak berlaku di Langkaplancar mah,&rdquo; pungkasnya.<br />
<br />
Sumber RadarTasikmalaya
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/555/petani-langkaplancar-kesulitan-pupuk"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Puluhan Warga Asal Langkap Lancar Ikuti Pelatihan Online Jurnalistik</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1211/puluhan-warga-asal-langkap-lancar-ikuti-pelatihan-online-jurnalistik</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1211/puluhan-warga-asal-langkap-lancar-ikuti-pelatihan-online-jurnalistik</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:21 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Adi Sumaryadi</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1211/puluhan-warga-asal-langkap-lancar-ikuti-pelatihan-online-jurnalistik</guid>
			  <description>Puluhan warga yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu asal Kecamatan Langkaplancar mengikuti workshop Jurnalisme Online di Pangandaran. Peserta ini merupakan perwakilan dari 14 desa di Kecamatan Langkap Lancar. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Langkaplancar, myPangandaran.com - </b>Puluhan warga yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu asal Kecamatan Langkaplancar mengikuti workshop Jurnalisme Online di Pangandaran. Peserta ini merupakan perwakilan dari 14 desa di Kecamatan Langkap Lancar. Acara yang berlangsung di Penginapan Bahagia Pangandaran ini tampak ramai dan pesertapun sangat antusias memperhatikan pemaparan yang disampaikan oleh narasumber.<br />
<br />
Pelatihan Jurnalisme Online ini merupakan persembahan dari MMI Institute, salah seorang narasumber yang berbagi pada acara ini antara lain adalah Yudha P. Sunandar, penulis muda yang biasa menulis tulisan-tulisan untuk Harian umum Pikiran Rakyat, aktif di Masjid Salman ITB Bandung dan bagian dari Tim Cerkas Comm Bandung.<br />
<br />
Materi yang disampaikan oleh narasumber adalah bagaimana memanfaatkan fasilitas online yang sudah tersedia untuk berbagi informasi, membangun kemandirian informasi melalui Online Citizen Journalism. <em>Photo by Yudha P Sunandar.<br />
</em><br />
<br />
<br />
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1211/puluhan-warga-asal-langkap-lancar-ikuti-pelatihan-online-jurnalistik"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Tebing Longsor di Cimerak, Petani Tewas</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/153/tebing-longsor-di-cimerak-petani-tewas</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/153/tebing-longsor-di-cimerak-petani-tewas</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Adi Sumaryadi</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/153/tebing-longsor-di-cimerak-petani-tewas</guid>
			  <description>Dua buruh tani asal Kp. Rantobatang RT 03/RW 04 Desa Mekarsari, Kec. Cimerak, Kab. Ciamis terkubur tanah dari tebing longsor, ketika sedang membetulkan saluran air di kampung tersebut, Rabu (4/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat peristiwa itu, seorang tewas dan  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cimerak, myPangandaran.com - </b><span class="konten">Dua buruh tani asal Kp. Rantobatang RT 03/RW 04 Desa Mekarsari, Kec. Cimerak, Kab. Ciamis terkubur tanah dari tebing longsor, ketika sedang membetulkan saluran air di kampung tersebut, Rabu (4/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat peristiwa itu, seorang tewas dan satu lainnya luka berat.<br />
<br />
Berdasarkan keterangan yang dihimpun &quot;GM&quot;, Kamis (5/3), korban yang tewas adalah Miswandi (40). Ketika warga berhasil mengevakuasinya sekitar satu jam kemudian, korban diketahui telah tewas. Sedangkan korban luka berat, Islamil (40) mengalami patah tulang kaki kanan.<!--more--><br />
<br />
Pagi itu, kedua korban bersama penduduk lainnya sedang memperbaiki saluran air tepat di pinggir tebing yang berjarak 500 meter dari Kp. Rantobatang. Mereka tidak menduga tebing setinggi 15 meter itu akan ambrol dan menimpa kedua korban yang sedang mengambil tanah di pinggirnya.<br />
<br />
&quot;Kemungkinan tebing itu longsor karena malam sebelumnya daerah kami diguyur hujan terus-menerus. Bahkan beberapa hari ini curah hujan cukup tinggi, sehingga tanah di tebing itu pun ambrol,&quot; ujar Wawan (30), salah seorang penduduk setempat, saat dimintai keterangan di Polres Ciamis, Kamis (5/3).<br />
<br />
Menurut Wawan, warga waktu itu tengah bergotong royong memperbaiki saluran air. &quot;Kebetulan kedua korban yang tertimbun tanah berada tepat di pinggir tebing saat mengambil tanah. Saat tertimbun, seorang berhasil diselamatkan, sedangkan seorang lagi diketahui tewas,&quot; kata Wawan.<br />
<br />
Kapolres Ciamis, AKBP Drs. Wibowo didampingi Kabag Operasi, Oo Rusdita, S.H. membenarkan adanya kejadian tersebut. &quot;Kita telah perintahkan anggota di polsek-polsek untuk memberi peringatan kepada masyarakat agar mewaspadai bahaya tanah longsor agar kejadian serupa tak terulang lagi,&quot; ujar Wibowo. </span><br />
<br />
<span class="konten">Sumber: Galamedia<br />
</span>
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/153/tebing-longsor-di-cimerak-petani-tewas"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Motor Milik Pencuri dibakar di Cimerak</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/353/motor-milik-pencuri-dibakar-di-cimerak</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/353/motor-milik-pencuri-dibakar-di-cimerak</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Adi Sumaryadi</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/353/motor-milik-pencuri-dibakar-di-cimerak</guid>
			  <description>Sepeda motor Yamaha Vega nopol Z 6918 TF milik Nan alias Endang warga Tasikmalaya dibakar massa kemarin malam. Motor tersebut digunakan untuk mencuri gula merah di saung milik Koko [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cimerak, myPangandaran.com - </b>Sepeda motor Yamaha Vega nopol Z 6918 TF milik Nan alias Endang warga
Tasikmalaya dibakar massa kemarin malam. Motor tersebut digunakan untuk
mencuri gula merah di saung milik Koko, warga Citilu RT 03/01 Kecamatan
Cimerak Kabupaten Ciamis.&nbsp;Narkim (60), tetangga korban menjelaskan
peristiwa pencurian gula merah terjadi sekitar pukul 22.30, saat
sebagian warga lelap tidur. &ldquo;Waktu itu saya baru pulang berkunjung dari
saudara. Ketika lewat saung Kang Koko, saya lihat ada orang lagi naikin
karung ke atas motor,&rdquo; beber dia.&nbsp;Narkim mengintainya. &ldquo;Saya deketin.
Sebelum saya sampai, dia melihat saya duluan. Mereka lari pontang
panting. Motor sama karungnya ditinggal,&rdquo; ungkapnya. Sebelumnya, pelaku
sempat mencoba menghidupkan motor tapi kesulitan dan langsung melarikan
diri.&nbsp;Narkim berteriak maling. Serentak warga berkumpul dan mencari
pelaku dengan cara menelusuri perkampungan.<br />
<br />
 Setelah dua jam tidak
menemukan pelaku, warga beramai-ramai membawa sepeda motor tersangka ke
Bale Desa Mekarsari. Lantas, mereka membakarnya.&nbsp;&ldquo;Kami sudah kesal,
akhir-akhir ini banyak sekali pencurian, mulai dari gabah, ternak,
sampai yang sekarang gula kelapa. Kami tahu motor ini milik Nan,
pendatang asal Tasik. Pelakunya siapa lagi kalau bukan dia,&rdquo; timpal
Wawan (21), warga setempat.&nbsp;Kabag Binamitra Kompol H Yudi Saprudin SH
melalui Kasat Reskrim AKP Agus Gustiaman SH membenarkan adanya kejadian
tersebut. Pelaku belum sempat membawa kabur satu karung gula seberat 50
Kg atau senilai Rp 300 ribu. &nbsp;&ldquo;Sampai saat ini pelaku masih belum
tertangkap dan dalam proses pengejaran. Sementara motor yang dibakar
diamankan petugas untuk dijadikan barang bukti,&rdquo; terangnya.&nbsp;Dia
berharap masyarakat bisa koordinasi dengan aparat keamanan sehingga
tidak melakukan aksi main hakim sendiri. <br />
<br />
Sumber RadarTasikmalaya, Ilusrasi gambar blogspot.cm
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/353/motor-milik-pencuri-dibakar-di-cimerak"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>SMP Satu Atap Diprioritaskan </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/456/smp-satu-atap-diprioritaskan</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/456/smp-satu-atap-diprioritaskan</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/456/smp-satu-atap-diprioritaskan</guid>
			  <description>Sebanyak 11 SMP Satu Atap di Kabupaten Ciamis diprioritaskan untuk mendapatkan batuan ruang kelas baru (RKB) tahun 2010. Salah satu sumber bantuan RKB untuk SMP Satu Atap adalah rencana Pemprov Jabar membantu sekitar 8.000  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cimerak, myPangandaran.com - </b>Sebanyak 11 SMP Satu Atap di Kabupaten Ciamis diprioritaskan untuk
mendapatkan batuan ruang kelas baru (RKB) tahun 2010. Salah satu sumber
bantuan RKB untuk SMP Satu Atap adalah rencana Pemprov Jabar membantu
sekitar 8.000 ruang kelas baru.<br />
<br />
&quot;Selama ini kegiatan belajar mengajar SMP Satu Atap masih menumpang di
ruang kelas gedung SD yang menjadi SMP Satu Atap. Bila nanti sudah
mendapat batuan RKB, dengan sendirinya SMP Satu Atap tersebut akan
ditingkatkan menjadi SMP regular,&quot; ujar Sekretaris Disdik Ciamis, Drs H
Asep Sudarman MPd&nbsp;<em> </em>Senin (24/5).<br />
<br />
Untuk mempercepat tuntasnya program wajar dikdas 9 tahun, Ciamis tak
hanya mengandalkan SMP/MTs regular berikut SMP Terbuka dan PKBM. Tetapi
tahun 2005, Ciamis membuka program SMP Satu Atap (Satap) di 11
kecamatan.<br />
<br />
&quot;Ini program jemput bola. Untuk desa-desa yang jaraknya ke SMP terdekat
lebih dari 7 km dibuka SMP Satu Atap. Sehingga anak-anak tamatan SD
atau MI di desa-desa yang kebanyakan di pelosok yang selama ini DO atau
tidak melanjutkan sekolahnya karena SMP atau MTs jauh, jadi bisa
melanjutkan pendidikannya ke SMP. Yakni ke SMP Satu Atap tadi. Ini
salah satu solusi,&quot; jelas Asep.<br />
<br />
Lima tahun berdiri, peminat 11 SMP Satu Atap di Ciamis ternyata cukup
tinggi. Seperti SMP Satap Cigugur di Desa Cempaka, SMP Satap Jatinegara
di Desa Gunasari,&nbsp; SMP Satap Cipaku di Desa Sukawening hingga SMP Satap
Cimerak di Desa Kertajaya.<br />
<br />
&quot;Semuanya ada 11 SMP Satu Atap, tiap tahun tidak pernah kekurangan
siswa. Bahkan SMP Satu Atap Cipaku di Desa Sukawening di kaki Gunung
Syawal jumlah siswanya mencapai 300 orang mengalahkan SMP regular,&quot;
ujar Asep
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/456/smp-satu-atap-diprioritaskan"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Pencarian Korban Tenggelam Pantai Madasari Sempat Distop </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/535/pencarian-korban-tenggelam-pantai-madasari-sempat-distop</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/535/pencarian-korban-tenggelam-pantai-madasari-sempat-distop</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Nay Surya</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/535/pencarian-korban-tenggelam-pantai-madasari-sempat-distop</guid>
			  <description>Pencarian Farouq Elhakim, warga Kelurahan/Kabupaten Kuningan RT 05/02 yang hilang terseret ombak laut Madasari Sabtu (10/07) lalu, sempat dihentikan. Tim pencarian yang terdiri dari SAR, Pol Air, warga dan keluarga merasa [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cimerak, myPangandaran.com - </b>Pencarian Farouq Elhakim, warga Kelurahan/Kabupaten Kuningan RT 05/02
yang hilang terseret ombak laut Madasari Sabtu (10/07) lalu, sempat
dihentikan. Tim pencarian yang terdiri dari SAR, Pol Air, warga dan
keluarga merasa kelelahan setelah lima hari berturut&ndash;turut menyisir
pantai.<br />
Farouq terseret ombak bersama Azam (12) ketika berenang
bersama sembilan teman yang sedang pesantren kilat di Desa Masawah.
Azam ditemukan keesokan harinya (Minggu, 11/07) dalam kondisi tak
bernyawa sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Sementara Farauq
hingga saat ini belum juga ditemukan.<br />
<br />
Saat dihubungi, Siti
Wasiah, ibunda Farouq, mengaku sudah pasrah dan ikhlas. &ldquo;Saya
kembalikan semuanya sama Allah, jika memang Kaka (panggilan sehari-hari
Farouq) nggak bisa ditemukan jasadnya. Walaupun berat hati saya tapi
saya harus ikhlas. Kasihan juga sama bapak-bapak di sini (Madasari)
yang setiap hari mencari Kaka,&rdquo; tuturnya.<br />
<br />
Setelah berembug, kata
dia, pihak keluarga memutuskan kembali ke Kuningan. &ldquo;Kami memutuskan
untuk menghentikan pencarian secara khusus dan kami sekeluarga pamit
pulang. Namun bila ada yang menemukan jasad Kaka, mohon secepatnya kami
dihubungi,&rdquo; tuturnya sambil terisak.Tidak lupa, atas nama keluarga,
dia menyatakan sangat berterima kasih kepada tim yang ikut dalam
pencarian. &ldquo;Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak di sini
(Madasari) yang tidak henti-hentinya selama lima hari melakukan
pencarian. Kami menyadari bapak-bapak di sini juga harus bekerja,&rdquo;
tuturnya. <br />
<br />
Sebelum musibah menimpa anaknya, Siti sempat mempunyai
firasat buruk. Sehari seblum keberangkatan Farouq ke Pangandaran, ia
sempat bermimpi rambutnya ada yang memotong sampai gundul. Mimpi
tersebut terus membayangi Siti hingga sempat menanyakan arti mimpi
tersebut kepada teman-temannya. Bahkan Siti langsung pergi ke salon
untuk merapikan rambut.<br />
<br />
&ldquo;Kata teman saya katanya ada kabar buruk,
anehnya waktu saya ke salon, nggak ada yang mau motong rambut saya.
Katanya sayang sudah bagus. Apalagi waktu saya cerita mimpi itu,
katanya jangan pamali,&rdquo; tutur Siti. Siti tak menyangka mimpi buruk itu jadi kenyataan. Lima hari kemudian ia mendapat kabar anak pertamanya hilang terseret ombak.<br />
<br />
Ketua
Rukun Nelayan (RN) Madasari Alif membenarnya pihaknya kemarin sempat
menghentikan pencarian akibat kelelahan dan permintaan keluarga korban,
namun pencarian akan terus dilakukan sampai Farouq ditemukan.&ldquo;Pencarian
sampai tadi siang sempat dihentikan dulu, atas permintaan pihak
keluarga korban karena memang kami semua juga sudah capek,&rdquo; tuturnya.<br />
<br />
Sumber RadarTasikmalaya<br />
<br />
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/535/pencarian-korban-tenggelam-pantai-madasari-sempat-distop"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Korban Banjir Cimerak Masih Mengungsi</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/671/korban-banjir-cimerak-masih-mengungsi</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/671/korban-banjir-cimerak-masih-mengungsi</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/671/korban-banjir-cimerak-masih-mengungsi</guid>
			  <description>Sebanyak empat puluh kepala keluarga (KK) di Dusun Cempaka dan Cireuma Desa Kertamukti, Kec. Cimerak, Kabupaten Ciamis, hingga Rabu (22/9) masih bertahan di pengungsian meski banjir dari Sungai Cibening sudah mulai surut.  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cimerak, myPangandaran.com - </b>Sebanyak empat puluh kepala keluarga 
(KK) di Dusun Cempaka dan Cireuma Desa Kertamukti, Kec. Cimerak, 
Kabupaten Ciamis, hingga Rabu (22/9) masih bertahan di pengungsian meski
banjir dari Sungai Cibening sudah mulai surut. Mereka takut ada hujan 
besar lagi yang menyebabkan sungai tersebut kembali meluap.
<p align="justify">
&quot;Kami takut hujan turun lagi, kemudian
menyebabkan banjir bandang dan airnya masuk ke perkampungan. Oleh 
karena itu, kami akan bertahan di pengungsian sampai kondisi benar-benar
aman,&quot; kata Dade (45), warga Dusun Cempaka kepada kami, kemarin.
</p>
<p align="justify">
Berdasarkan catatan kami, korban 
banjir Cimerak yang bertahan di pengungsian hingga kemarin tidak kurang 
dari empat puluh KK. Mereka tetap berada di rumah sejumlah warga yang 
berada di daerah ketinggian bebas banjir. 
</p>
<p align="justify">
Sisanya, langsung kembali ke rumah mereka begitu mengetahui air sudah surut. Mereka membersihkan rumahnya dari sisa lumpur.
</p>
<p align="justify">
Walaupun banyak yang kembali ke 
rumahnya masing-masing, warga belum bisa beraktivitas seperti biasa. 
&quot;Kami masih bingung harus melakukan apa. Kami masih takut terjadi banjir
bandang lagi. Apalagi hujan masih terus turun sejak pagi tadi,&quot; kata 
Soma (56), warga Cireuma.
</p>
<p align="justify">
Kusmanto (47), warga Cireuma lainnya 
mengatakan, dia dan keluarganya memang kembali ke rumahnya untuk 
membersihkan lumpur yang masuk ke rumah. Akan tetapi, dia dan 
keluarganya dalam keadaan siaga untuk kembali mengungsi jika tiba-tiba 
terjadi banjir susulan. Kebetulan, kata dia, harta bendanya pun masih 
berada di pengungsian.
</p>
<p align="justify">
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 
dua dusun di Desa Kertamukti, yakni Dusun Cempaka dan Cireuma diserang 
banjir akibat meluapnya Sungai Cibening, Selasa (21/9) lalu. Sungai 
Cibening meluap karena sepanjang Senin malam (20/9) hingga Selasa dini 
hari, wilayah Ciamis selatan Kabupaten Ciamis, diguyur hujan tiada 
henti.
</p>
<p align="justify">
Banjir yang melanda dua tersebut, 
mula-mula kecil, hanya sampai ketinggian 10-15 cm. Akan tetapi, semakin 
siang, air semakin besar, hingga ketinggian air yang masuk ke pemukiman 
warga sampai 1,5 meter. Warga pun kemudian menyelamatkan diri ke daerah 
aman yang berada di ketinggian. 
</p>
<p align="justify">
Jembatan terseret arus
</p>
<p align="justify">
Hingga berita ini diturunkan, berapa 
kerugian yang dialami akibat banjir tersebut masih didata pihak desa 
bersama petugas dari Kecamatan Cimerak.Akibat serangan air bah tersebut, 
jembatan gantung di Dusun Cempaka dengan panjang 8 meter dan lebar 3 
meter, ambrol dan terseret arus. Ambrolnya jembatan gantung yang 
melintang di Sungai Cibening tersebut menyebabkan warga Cempaka, 
khususnya anak-anak sekolah tidak bisa ke sekolah yang berada di Dusun 
Cireuma. Jembatan tersebut merupakan jembatang penyambung ke dua dusun 
tersebut.
</p>
<p align="justify">
Kepala Badan Penanggulangan Bencana 
Alam Ciamis Drs. H. Odang R. datang ke Cimerak untuk memberikan bantuan 
kepada warga. Bantuan sementara diterima Camat Cimerak Drs. Sobar, 
sebelum didistribusikan ke 149 KK yang terkena musibah
</p>
<p align="justify">
Sumber PikiranRakyat
</p>
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/671/korban-banjir-cimerak-masih-mengungsi"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Warga Masih Mengungsi </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/676/warga-masih-mengungsi</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/676/warga-masih-mengungsi</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Nay Surya</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/676/warga-masih-mengungsi</guid>
			  <description>Rumah warga di Dusun Cempaka dan Dusun Cireuma Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak tak lagi terendam air Sungai Cibening yang meluap. Namun hingga kemarin sebagian penduduk dua dusun itu masih memilih tidur di pengungsian.  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cimerak, myPangandaran.com - </b>Rumah warga di Dusun Cempaka dan Dusun Cireuma Desa Kertamukti Kecamatan
Cimerak tak lagi terendam air Sungai Cibening yang meluap. Namun hingga
kemarin sebagian penduduk dua dusun itu masih memilih tidur di 
pengungsian. Mereka khawatir ada banjir bandang susulan.<br />
<br />
Kekhawatiran
warga cukup beralasan. Sejak pagi hingga tadi malam hujan masih 
mengguyur wilayah Ciamis Selatan. &ldquo;Habis beres-beres rumah, saya sama 
keluarga ke atas (tempat pengungsian) lagi, enggak berani tidur di rumah
takut ada banjir susulan,&rdquo; tutur Sutiah (41), warga Dusun Cireuma 
kepada Radar, kemarin.<br />
<br />
Menurutnya, aliran Sungai Cibening sendiri 
--berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya-- masih belum normal. Arus 
sungai masih deras. Sungai mengalirkan air bercampu lumpur dengan 
ketinggian berkisar satu meter dari batas normal.<br />
Pantauan Radar, 
menjelang siang kemarin, warga yang semula mengungsi ke rumah kerabat 
atau ke tempat pengungsian mulai kembali ke rumah masing-masing.<br />
<br />
&nbsp;Mereka 
terlihat sibuk membersihkan rumah serta perabotan rumah tangga yang&nbsp; 
terendam banjir bandang Selasa (21/9) siang. Warga juga bergotong royong
membersihkan jalan dari sisa puing-puing bangunan dan pohon yang 
terhempas arus banjir bandang.<br />
Bantuan berupa sembako datang dari 
Dinas Sosial, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta relawan. 
Sedikitnya 100 dus mi instan, enam kuintal beras, 100 paket sembako dan 
bahan makanan lainnya telah disiapkan untuk kebutuhan warga di daerah 
terparah terkena banjir, yaitu Dusun Cireuma yang dihuni sebanyak 41 KK 
dan 137 jiwa.<br />
&ldquo;<br />
Alhamdulillah bantuan sudah ada, warga juga mulai 
membuat dapur umum. Saya kira stok makanan bisa mencukupi sampai lima 
hari ke depan. Warga benar-benar membutuhkan bahan makanan. Hampir 
sebagian besar perabotan warga rusak,&rdquo; tutur Camat Cimerak Sobar Sugena 
kepada Radar, kemarin.<br />
<br />
Kata camat, tidak ada lagi rumah yang 
tergenang banjir namun sebagian warga masih ketakutan. Mereka khawatir 
sewaktu-waktu banjir bandang kembali datang. Karena itu, pemerintah 
telah menyiapkan tempat evakuasi di perbukitan Blok Panoekan Dusun 
Cireuma dilengkapi dapur umum.<br />
Mengingat secara georafis letak rumah 
warga sejajar dengan sungai yang tidak memiliki tanggul, camat mengimbau
agar warga tetap waspada. Dan, guna mengantisipasi terulangnya musibah 
akibat banjir bandang, pihak kecamatan akan membuat kajian teknis.<br />
Data
yang dihimpun Radar, rumah yang sempat terendam luapan Sungai Cibening 
mencapai 154 unit. Selain merendam rumah, banjir merusak puluhan saung 
tempat pembuatan gula dan menghancurkan puluhan tempat pembuatan batu 
bata. Tapi jumlahnya hingga kini belum bisa dipastikan.<br />
<br />
Pemerintah 
Kecamatan Cimerak memperkirakan kerugian akibat banjir bandang tersebut 
mencapai Rp 180 juta. Pasca-musibah banjir bandang tidak ditemukan 
korban jiwa. Berbeda dengan banjir bandang tahun 2000. Saat itu satu 
orang warga Dusun Cempaka tewas.<br />
<br />
<br />
Sumber RadarTasikmalaya
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/676/warga-masih-mengungsi"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Kelapa Bercabang Lima Dipercaya Bawa berkah </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/705/kelapa-bercabang-lima-dipercaya-bawa-berkah</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/705/kelapa-bercabang-lima-dipercaya-bawa-berkah</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Nay Surya</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/705/kelapa-bercabang-lima-dipercaya-bawa-berkah</guid>
			  <description>Hopid (42) warga Dusun Citotok Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak tidak ada niatan untuk menebang pohon kelapa warisan orang tuanya yang memiliki keanehan. Salah satu keanehannya pohon kelapa yang tumbuh di halaman rumahnya itu [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cimerak, myPangandaran.com - </b>Hopid (42) warga Dusun Citotok Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak tidak 
ada niatan untuk menebang pohon kelapa warisan orang tuanya yang 
memiliki keanehan. Salah satu keanehannya pohon kelapa yang tumbuh di 
halaman rumahnya itu bercabang lima. Kelima cabang tersebut berbuah 
normal seperti pohon kelapa pada umumnya.<br />
<br />
Hopid menjelaskan awalnya 
pohon kelapa tersebut tumbuh normal. Saat tumbuh dengan tinggi sekitar 
14 meter sempat hampir mati akibat serangan hama. &ldquo;Kami kira kelapa itu 
akan mati, eh malah tumbuh lagi bahkan tumbuh lima tunas sampai 
membesar,&rdquo; ungkapnya kemarin.<br />
<br />
Menurut cerita orang tua,
kata dia, pohon tersebut ditanam tahun 1962. Saat ini tinggi pohon 
tersebut diperkirakan sekitar 25 meter dengan tinggi cabang 
masing-masing sekitar 2,5 meter. Buah dari pohon kelapa aneh tersebut 
mirip dengan buah kelapa pada umumnya.&ldquo;Nggak ada yang beda, bentuk 
sama rasanya juga sama saja. Kami sekeluarga mencoba mempertahankan 
pohon ini karena membawa berkah, buahnya banyak. Bayangkan saja satu 
pohon tapi seperti punya lima pohon kelapa,&rdquo; tuturnya.<br />
<br />
Rohimat (37), 
tetangga Hopid menambahkan, tinggi dari kelima cabang pohon kelapa 
tersebut hampir sama. Ia sempat menyadapnya. &ldquo;Dulu pernah disadap 
(diambil air niranya), ternyata hasil sadapannya banyak, malahan gula 
merah yang dihasilkan kualitasnya bagus,&rdquo; tuturnya.Namun, kata dia, 
karena banyak warga yang penasaran sama buah kelapa tersebut akhirnya 
pohon bercabang lima itu dibiarkan lagi berbuah. Hanya saja, sekitar 
setahun yang lalu cabang pohon yang kelima patah akibat terpaaan angin 
kencang. <br />
<br />
Rohimat menjelaskan sepekan terakhir sempat ada warga 
Pangandaran datang melihat pohon kelapa tersebut bahkan berminat 
membelinya. &ldquo;Ada orang tanya sama saya, pohon ini mau dijual nggak? 
Tapi, Kang Hopid kebetulan lagi nggak ada, katanya dia kolektor 
benda-benda unik dan mau datang lagi ke sini (Cimerak),&rdquo; terang dia.<br />
<br />
Sumber RadarTasikmalaya
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/705/kelapa-bercabang-lima-dipercaya-bawa-berkah"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Paceklik, Nelayan Ciamis Dapat Bantuan Beras</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/796/paceklik-nelayan-ciamis-dapat-bantuan-beras</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/796/paceklik-nelayan-ciamis-dapat-bantuan-beras</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/796/paceklik-nelayan-ciamis-dapat-bantuan-beras</guid>
			  <description>Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama dengan koperasi nelayan menyalurkan bantuan beras sebanyak 70 ton. Bantuan beras tersebut diberikan kepada nelayan di Cimerak, Parigi, Pangandaran dan sekitarnya, yang sudah sembilan bulan  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cimerak, myPangandaran.com - </b>Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama dengan koperasi nelayan
menyalurkan bantuan beras sebanyak 70 ton. Bantuan beras tersebut
diberikan kepada nelayan di Cimerak, Parigi, Pangandaran dan
sekitarnya, yang sudah sembilan bulan terakhir ini mengalami paceklik
ikan.
<p>
&quot;Rata-rata mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram. Jumlahnya memang
sangat sedikit, akan tetapi sedikit banyak dapat membantu meringankan
beban nelayan sudah hampir sembilan bulan mengalami paceklik,&quot; ungkap
Ahmad Irfan Alawi anggota DPRD Ciamis, asal Cimerak, Minggu (14/11).
</p>
<p>
Didampingi Ketua Rukun Nelayan Mina Cimerak, Agus, lebih lanjut dia
mengayakan bantuan beras untuk nelayan tersebut berasal dari APBD untuk
dana bantuan nelayan. Bantuan dari pemerintah tersebut terbatas
jumlahnya. &quot;Beruntung masih ada tambahan dari koperasi nelayan, yang
menyumbang sekitar dua setengah sampai tiga kilogram beras, sehingga
yang sampai ke nelayan sebanyak sepuluh kilogram,&quot; tuturnya.
</p>
<p>
Dia mengatakan sedang berupaya untuk mencari tambahan bantuan untuk
nelayan. Ahamd Irfan juga berharap adanya kepedulian sosial dari pihak
ketika atau swasta ikut meringankan beban hidup nelayan. &quot;Saat musim
peceklik banyak nelayan yang mengurangi aktivitasnya di laut. Hal itu
juga berkenaan dengan biaya operasional melaut, kadang lebih besar
dibandingkan dengan hasil tangkapan,&quot; ujarnya.
</p>
<p>
Pada bagian lain ia mengatakan dengan terbatasnya perahu dan
peralatan tangkap, menjadikan nelayan di Ciamis tidak berani jauh dari
pantai. Kondisi tersebut berbeda dengan nelayan di Indramayu atau
Cilacap yang sudah memakai perahu ukuran yang lebih besar atau kapal.
Dengan ukuran kapal yang besar, nelayan mampu melaut hingga ke tengah.
</p>
<p>
&quot;Ibaratnya nelayan Ciamis hanya mencari ikan di lokasi yang sangat
terbatas. Selain temopatnya yang terbatas, ditambah dengan semakin
banyaknya nelayan yang mencari ikan di tempat yang sama. Otomatis hasil
tangkapannya juga semakin sedikit,&quot; katanya.
</p>
<p>
Akibat semakin langkanya ikan terutama pada saat musim paceklik, dia
sampai menyebut saat ini nelayan Ciamis bukan lagi sebagai penangkap
ikan, tetapi menjadi pencari ikan. Kondisi tersebut sangat berbeda
dengan keadaan beberapa tahun sebelumnya.
</p>
<p>
&quot;Beberapa tahun yang lalu, setiap melaut nelayan pasti mendapat ikan
dalam jumlah banyak. Tetapi yang terjadi sekarang ini sebagian besar
justru tidak mendapatkan hasil. Biaya operasional tidak tertutupi dari
hasil menjual ikan tangkapan&quot; katanya.
</p>
Sementara itu Agus mengaku saat ini kondisi nelayan sudah sangat
memprihatinkan. Hal itu disebabkan karena semakin minimnya ikan
tangkapan. &quot;Hanya saja karena sudah menjadi bagian dari hidup, nelayan
tetap saja melaut. Harapannya tentu dapat ikan ikan yang banyak,&quot;
tuturnya. (PikiranRakyat)
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/796/paceklik-nelayan-ciamis-dapat-bantuan-beras"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Kwarran Cimerak Lantik Pengurus Baru Masa Bakti 2010-2013 </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/958/kwarran-cimerak-lantik-pengurus-baru-masa-bakti-2010-2013</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/958/kwarran-cimerak-lantik-pengurus-baru-masa-bakti-2010-2013</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:43:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Adi Sumaryadi</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/958/kwarran-cimerak-lantik-pengurus-baru-masa-bakti-2010-2013</guid>
			  <description>Kwaran Ranting Kecamatan Cimerak hari ini melakukan pelantikan pengurus baru untuk masa bakti 2010-2011 yang bertempat di Cimerak. Pengurus tersebut menggantikan kepengurusan yang sebelumnya yang diganti setiap setahun. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cimerak, myPangandaran.com - </b>Kwaran Ranting Kecamatan Cimerak hari ini melakukan pelantikan pengurus baru untuk masa bakti 2010-2011 yang bertempat di Cimerak. Pengurus tersebut menggantikan kepengurusan yang sebelumnya yang diganti setiap setahun. Kontributor myPangandaran di Cimerak Dadan Ramdani menginformasikan bahwa dalam kegiatan tersebut juga hadir Ketua Kwarcab Ciamis.<br />
<br />
Pramuka khususnya di Cimerak dan di Kabupaten Ciamis sudah seharusnya mempunyai dana abadi (uang kas, red) ujar ketua Kwarcab dalam sambutannya. Dana ini nantinya digunakan untuk kebutuhan kegiatan dan juga kebutuhan lain yang berhubungan dengan kepramukaan di kwaran masing-masing. Ciamis sendiri saat ini aset lebih dari Rp 100 juta yang dikumpulkan dari semua anggota gerakan pramuka.<br />
<br />
Seperti diketahui, Pramuka diwilayah Ciamis khususnya Kecamatan Cimerak menjadi alternatif utama untuk siswa-siswi yang ada dalam menyalurkan bakat dan minat. Berbagai kegiatan diadakan mulai dari latihan rutin yang biasanya digelar jumat siang setiap minggunya, perkemahan sabtu dan minggu (persami) hingga kegiatan lomba tingkat dan jambore.
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/958/kwarran-cimerak-lantik-pengurus-baru-masa-bakti-2010-2013"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Tanaman Reboisasi Dirusak</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/366/tanaman-reboisasi-dirusak</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/366/tanaman-reboisasi-dirusak</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:59 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/366/tanaman-reboisasi-dirusak</guid>
			  <description>Aksi perambahan dan perusakan hutan terus berlangsung di kawasan hutan Petak 89 di Blok Pasir Pilar, Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kab. Ciami [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cigugur, myPangandaran.com - </b>Aksi perambahan dan perusakan hutan terus berlangsung di kawasan
hutan Petak 89 di Blok Pasir Pilar, Desa Harumandala, Kecamatan
Cigugur, Kab. Ciamis. Bahkan pohon mahoni dan pohon rimba untuk
reboisasi yang baru ditanam juga dicabuti, bahkan diganti dengan pohon
pisang dan kelapa. 
<p>
Di antara tanaman yang dirusak tersebut adalah bibit pohon mahoni
yang ditanam oleh Komandan Korem 062/Tarumanegara Kol. Inf. Muhamad
Rahmat serta sejumlah pejabat teras Ciamis lainnya, yang ditanam saat
reboisasi pada hari Kamis (25/2). Hancurnya tanaman reboisasi tersebut
diketahui ketika petugas Perhutani RPH Cigugur, BKPH Cijulang saat
melakukan pemeriksaan pada hari Sabtu (27/3). 
</p>
<p>
Bibit pohon mahoni sudah tidak ada, digantikan dengan pohon kelapa
dan pisang yang masih kecil. Sementara itu papan yang menunjukkan
pejabat yang menanam pohon juga masih tertera di tempatnya, sedangkan
sebagian lainnya sudah dibuang. 
</p>
<p>
&quot;Terus terang kami kaget begitu mengtetahui bibit pohon yang baru
ditanam, termasuk yang ditanam oleh Danrem 062/Tarumanegara juga ikut
dicabut. Kami mensinyalir pelakunya sejumlah massa tidak dikenal yang
dipimpin oleh provokator dengan menggerakkan massa,&quot; ungkap Asper BKPH
Cijulang Tatang Koswara, Rabu (31/3). 
</p>
Dia mengaku tidak mengetahui pelaku perusakan tanaman reboisasi.
Hanya saja Tatang menegaskan bahwa hal itu dilakukan oleh provokator
yang tidak menginginkan situasi aman. Karena jumlahnya sedikit, mereka
kemudian menprovokasi massa agar mengikuti kegiatan yang dilakukannya<br />
<br />
Sumber PR
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/366/tanaman-reboisasi-dirusak"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Iyus Tewas Tersengat Listrik </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/450/iyus-tewas-tersengat-listrik</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/450/iyus-tewas-tersengat-listrik</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:59 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Nay Surya</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/450/iyus-tewas-tersengat-listrik</guid>
			  <description>yus (39), warga RT 01 RW 09 Dusun Mekarjaya Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Ciamis, ditemukan tidak sadarkan diri di belakang rumahnya, Rabu (19/5) pukul 18.00. Yang pertama kali menemukan Iyus adalah istrinya, Yuyun [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cigugur, myPangandaran.com - </b>yus (39), warga RT 01 RW 09 Dusun Mekarjaya Desa Cimindi Kecamatan
Cigugur Kabupaten Ciamis, ditemukan tidak sadarkan diri di belakang
rumahnya, Rabu (19/5) pukul 18.00. Yang pertama kali menemukan Iyus
adalah istrinya, Yuyun (35).
<p>
Korban sempat dibawa keluarganya ke dalam rumah. Namun selang
beberapa menit, Iyus meregangkan nyawa. Diduga, Iyus tersengat listrik
ketika akan memperbaiki pompa air yang macet.Adis (50), tetangga korban mengatakan, sebelumnya Iyus berencana
memperbaiki pompa air yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.
&ldquo;Kata istrinya sih, pompa air di rumahnya macet. Kemudian Iyus
berangkat membetulkan sendiri,&rdquo; ungkapnya.
</p>
<p>
Saat itu hampir magrib. &ldquo;Kata istrinya, Iyus sudah lama pergi tapi
kok nggak pulang-pulang. Yuyun pun berinisiatif menyusul suaminya. Baru
berjalan 10 meter dari rumah, Yuyun menemukan Iyus tergelatak,&rdquo; ungkap
Adis.Kemudian, lanjut dia, Yuyun teriak minta tolong. &ldquo;Kebetulan rumah
saya berdampingan. Waktu saya angkat badan Iyus masih hangat. Kayaknya
(nyawanya, red) masih ada. Tapi begitu sampai di rumah, Iyus nggak
bernafas lagi,&rdquo; tuturnya.
</p>
<p>
Seketika, kesedihan pun menyelimuti keluarga Iyus. Istrinya, Yuyun
(35) dan anaknya, Fitriadi (16) menangis histeris. Yuyun sempat tak
sadarkan diri. Dia sangat terpukul dengan peristiwa terebut.Petugas Polsek Cigugur langsung melakukan olah tempat kejadia
perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan, diketahui Iyus
mengalami luka bakar sekitar lima centimeter di bagain atas alis
sebelah kanan.
</p>
<p>
&ldquo;Korban memang meninggal akibat tersengat listrik. Hasil pemeriksaan
dan penyelidikan kami, di tempat kejadian --tepat di atas korban
pertama kali ditemukan-- melintas kabel listrik pompa air setinggi 165
cm yang sudah terkelupas. Diduga korban menabrak kabel tersebut,&rdquo;
ungkap Kapolsek Cigugur AKP Shohet.
</p>
<p>
Dikatakannya, kejadian ini merupakan kali kedua di Kecamatan Cigugur
di tahun 2010. Sebelumnya, Wahid (45), warga Dusun Cikuya Desa
Kertajaya mengalami hal serupa. Dia tewas tersengat listrik saat
membetulkan pompa air.
</p>
<p>
&ldquo;Sebetulnya, dari kejadian waktu itu saya langsung menginstruksikan
kepada kepala desa untuk mendata kembali warganya yang menggunakan
jalur listrik satu kabel tersebut. Kemudian diimbau agar menggunakan
kabel standar PLN. Tapi belum ada tembusan. Malah sekarang (kemarin,
red) terjadi lagi,&rdquo; ungkapnya.
</p>
<p>
Dia mengatakan letak geografis wilayah Cigugur yang berada di
dataran tinggi kerap menyulitkan warganya untuk mencari sumber air
bersih. Sehingga, banyak warga yang mencari sumber air diluar rumah
mereka.
</p>
&ldquo;Masalah utamanya memang air bersih. Warga terpaksa membuat saluran
air beratus-ratus meter dari rumahnya. Makanya, selain mengimbau, saya
juga mengharapkan bantuan dan peran serta instansi terkait untuk
mencari solusi masalah air,&rdquo; ungkapnya.<br />
<br />
Sumber RadarTasikmalaya
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/450/iyus-tewas-tersengat-listrik"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Puluhan Warga Datangi Kantor Desa Kertajaya </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/453/puluhan-warga-datangi-kantor-desa-kertajaya</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/453/puluhan-warga-datangi-kantor-desa-kertajaya</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:59 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Nay Surya</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/453/puluhan-warga-datangi-kantor-desa-kertajaya</guid>
			  <description>Puluhan warga penggarap Blok Pasir Peuti Dusun Sempur Jajar Desa Kertajaya Kecamatan Cigugur mendatangai kantor Kepala Desa Kertajaya, Kamis (2/5) siang. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cigugur, myPangandaran.com - </b>Puluhan warga penggarap Blok Pasir Peuti Dusun Sempur Jajar Desa
Kertajaya Kecamatan Cigugur mendatangai kantor Kepala Desa Kertajaya,
Kamis (2/5) siang.Mereka menuntut Kepala Desa Kertajaya Saefulloh tidak menakut-nakuti
warga dan bertanggung jawab atas uang jutaan rupiah milik dua penggarap
untuk membeli tanah sisa rincikan seluas satu hektar.
<p>
Namun mereka kecewa karena kepala Desa Kertajaya tak berada di
tempat. Menurut informasi kades sedang rapat di kantor Kecamatan
Cigugur.&ldquo;Itu cuma alasan untuk menghindari warga. Kalau kepala desa nggak
punya salah, nggak mungkin menghindar. Buktinya menghindar, kesannya
kok malah kucing-kucingan,&rdquo; kata salah seorang warga yang terlihat
kesal.
</p>
<p>
Warga juga menilai Kades Kertajaya Saefulloh telah membuat surat
pernyataan sepihak. Sebelum menandatangani surat pernyataan tersebut
warga dipaksa dan ditakut-takuti.&ldquo;Kalau kami (penggarap, red) tidak mau tanda tangan, katanya kami
nanti akan berhadapan dengan hukum dan bisa dipenjara,&rdquo; ungkap Abdul
Holik, salah satu penggarap.
</p>
<p>
Sebagai orang kampung, Abdul mengaku takut dibilang seperti itu.
&ldquo;Akhirnya sebagian penggarap terpaksa tanda tangan. Itu pun didatangi
ke rumah-rumah warga,&rdquo; tuturnya.Dalam surat pernyataan disebutkan bahwa penggarap harus mengakui
tanah yang tak disebutkan dimana tempatnya, luasnya berapa. Tanah itu,
milik Suryananta warga RT 16 RW 09 Semper Barat Cilincing Jakarta Utara.
</p>
<p>
Kemudian penggarap wajib menyerahkan satu bagian hasilnya untuk
pemilik tanah. Dan, lima bagian untuk penggarap. &ldquo;Kuwu (kepala desa)
selalu bilang tanah itu milik Suryananta, namun hingga saat ini kami
tidak pernah melihat seperti apa sertifikat itu,&rdquo; tutur dia.&ldquo;Kalau memang ada tolong tunjukan kepada kami bukti kepemilikannya
seperti apa. Kami heran seharusnya kepala desa itu membantu kami
sebagai warganya, bukanya malah kami ditakut-takuti terus,&rdquo; sambung dia.
</p>
<p>
Selain itu, sambung dia, saat dilakukan rincikan terhadap tanah di
Blok Pasir Peuti, dari tanah yang dirincik 11 hektar ada kelebihan satu
hektar. Kemudian tanah sisa tersebut harus dibayar oleh dua orang.&ldquo;Kami disuruh beli tanah itu seharga lima belas juta (rupiah). Kalau
tidak mau, katanya sudah ada orang lain yang mau, harganya lebih
tinggi. Akhirnya, saya sama Kang Ajun mencicil. Saya 10 juta, Kang Ajun
5 juta,&rdquo; beber dia.
</p>
<p>
&ldquo;Saya sudah menyerahkan uang sampai saat ini Rp 8,95 juta. Kang Ajun
(penggarap lainnya) Rp 2 juta kepada Pak Nardi utusan kepala desa. Saya
dijanjikan kalau sudah dibayar lunas, saya akan mendapat akta jual beli
tanah. Kalau memang saya bisa mendapat surat tanah resmi saya mau
lunasi,&rdquo; tegasnya.
</p>
<p>
Dia sudah menggarap tanah Blok Pasir Peuti puluhan tahun. &ldquo;Sejak
tahun 1969 tidak mengakui itu tanah milik kami karena setahu kami itu
memang tanah negara. Kami sebagai warga hanya memohon untuk bisa
menggarap,&rdquo; tuturnya.
</p>
<p>
Permohonan itu disampaikan kepada Iing Sungkawa, dades Pager Bumi.
Kemudian permohonan warga disetujui. Sejak saat itu warga menggarap
tanah tersebut seluas 250 bata.Sejak tahun 1997, ada penawaran SPPT bagi tanah yang belum di SPPT.
&ldquo;Kami lakukan dan kami bayar sampai sekarang,&rdquo; ungkap Ajun, salah
seorang penggarap.
</p>
<p>
Namun, kata dia, tiba-tiba saja datang pihak luar yang mengaku
memiliki tanah tersebut. Tanpa jelas menunjukan surat-surat resmi dan
kepala desa justru tidak menyelesaikan masalah.Warga berharap permasalahan ini bisa diselesaikan secepatnya oleh
pihak-pihak terkait mengingat para penggarap merasa dirugikan. &ldquo;Kami
warga kecil, pengorbanan kami mengolah lahan tersebut puluhan tahun
tolong hargai,&rdquo; ujarnya.
</p>
<p>
Ketua Rincikan yang juga Kaur Desa Kertajaya Eded mengatakan tanah
di Blok Pasir Peuti merupakan tanah leter C, yaitu tanah negara yang
sudah diredis. Menurut pengakuan Suryananta, ia memiliki tanah seluas
11 hektar.
</p>
<p>
Setelah dirincik ternyata ada kelebihan satu hektar. Karena desa
membutuhkan uang --bulan Maret akan diadakan peresmian pasar dan
kunjungan wakil bupati-- desa memutuskan menjual tanah kelebihan
tersebut dan menawarkannya kepada penggarap.
</p>
<p>
Saat dihubungi melalui telepon, Kepala Desa Kertajaya Saefulloh
tidak memberikan komentar apa pun. Malahan beberapa menit kemudian
handpone miliknya tidak aktif. Hingga kemarin, Saefulloh belum bisa
dikonfirmasi terkait kedatangan puluhan warga tersebut.
</p>
<p>
Informasi diperoleh, para penggarap berencana akan menemui
kepala desa Senin (23/5). Saat ini para penggarap sedang melakukan
persiapan. &ldquo;Kami akan undang (kades) secara resmi, sekarang (kemarin),
kami sedang membuat surat permohonan,&rdquo; ungkap Ajun. 
</p>
<p>
Sumber RadarTasikmalaya
</p>
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/453/puluhan-warga-datangi-kantor-desa-kertajaya"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Saep Diminta Mundur dari Jabatannya sebagai Kades </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/510/saep-diminta-mundur-dari-jabatannya-sebagai-kades</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/510/saep-diminta-mundur-dari-jabatannya-sebagai-kades</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:59 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Nay Surya</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/510/saep-diminta-mundur-dari-jabatannya-sebagai-kades</guid>
			  <description>Setelah melakukan musyawarah beberapa waktu lalu, puluhan warga Desa Kertajaya Kecamatan Cigugur sepakat membuat surat pernyataan terkait masalah kepala Desa (Kades) Kertajaya Saepulloh. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cigugur, myPangandaran.com - </b>Setelah melakukan musyawarah beberapa waktu lalu,
puluhan warga Desa Kertajaya Kecamatan Cigugur sepakat membuat surat
pernyataan terkait masalah kepala Desa (Kades) Kertajaya Saepulloh.Warga
yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Kertajaya (FPMK) menuntut
Saepulloh segera mundur dari jabatannya terkait kinerjanya yang dinilai
buruk dan merugikan warga.<br />
<br />
&ldquo;Kesepakatan kami telah kami buat dalam
bentuk surat pernyataan dan kami telah sampaikan ke kapolsek dan
kecamatan kemarin (Sabtu, red),&rdquo; ungkap Asep, ketua Forum Peduli
Masyarakat Kertajaya (FPKM) , kemarin.Dikatakannya,
dalam surat pernyataan tersebut, ada beberapa poin penting. Pertama
akan memboikot segala hal yang berurusan dengan pemerintahan. Kedua
akan mengadukan kasus pemotongan bantuan langsung tunai (BLT). Ketiga
akan mengadukan kasus pemotongan kompor gas. Keempat akan mengajukan
kasus penjualan tanah Pasir Peuti yang saat ini sedang disengtakan.<br />
<br />
&ldquo;Kalau
Kepala Desa Saepulloh tidak segera mundur secara hormat, kami kami
mengadukan kasus tersebut,&rdquo; tuturnya. Saat ini, kata dia, warga Desa
Kertajaya memberikan tenggang waktu hingga tanggal sembilan Juli.Sebelumnya,
puluhan penggarap Blok Pasir Peuti sempat mendatangi kantor kepala desa
menyangkut tanah garapan seluas 12 hektar yang sedang disengketakan. Warga
menuding Saepulloh tidak berpihak kepada warga dan berpihak kepada
pihak yang secara tiba-tiba mengaku memiliki tanah tersebut. Warga juga
menyesalkan sikap kepala desa yang menjual tanah tersebut seluas satu
hektar<br />
<br />
Sumber RadarTasikmalaya
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/510/saep-diminta-mundur-dari-jabatannya-sebagai-kades"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Pasien SKTM Jangan Ditelantarkan</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1036/pasien-sktm-jangan-ditelantarkan</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1036/pasien-sktm-jangan-ditelantarkan</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:59 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1036/pasien-sktm-jangan-ditelantarkan</guid>
			  <description>Di Ciamis diharapkan tidak terdengar lagi informasi mengenai ditelantarkannya pasien dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang disuruh pulang karena tidak ada biaya. Apalagi bila pasien yang disuruh pulang itu kemudian  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cigugur, myPangandaran.com - </b>Di Ciamis diharapkan tidak terdengar lagi informasi mengenai 
ditelantarkannya pasien dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang 
disuruh pulang karena tidak ada biaya. Apalagi bila pasien yang disuruh 
pulang itu kemudian meninggal dunia seperti yang pernah terjadi beberapa
waktu lalu.
<p>
Apa pun yang terjadi, pasien nonjaminan kesehatan nasional 
(Jamkesnas) dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) itu tetap harus 
mendapat pelayanan maksimal dari RSUD Ciamis. &ldquo;Karena itu, saya harapkan
DPRD dan Pemkab Ciamis segera mengambil langkah atau mencarikan 
solusinya,&rdquo; kata mantan Ketua DPRD Ciamis Jeje Wiradinata kepada &ldquo;PRLM&rdquo; 
usai sebuah acara di Ciamis, Selasa (3/5).
</p>
<p>
Sebelumnya diberitakan, beberapa pasien tidak mampu yang berbekal 
SKTM disuruh pulang oleh RSUD Ciamis karena ternyata sang pasien tidak 
punya uang untuk perawatan dan obat. Seorang di antara pasien tersebut, 
Abdul Rohman (53) warga Dusun Karanganyar RT 21 RW 8 Desa/Kecamatan 
Cigugur, selatan Ciamis, meninggal dunia di rumahnya, Kamis (21/4).
</p>
Menurut Jeje, hal itu jangan dibiarkan terus berlanjut. Salah satu 
cara yang paling layak dilakukan sekarang, pemerintah dan DPRD 
secepatnya mengalokasikan anggaran atau memberikan jaminan pasien SKTM 
akan dibayar oleh APBD. &ldquo;Dengan cara itu, saya kira, tidak akan ada lagi
pasien yang dipaksa pulang oleh RSUD dan meninggal dunia,&rdquo; ujar. (PikiranRakyat)
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1036/pasien-sktm-jangan-ditelantarkan"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Warga Kecamatan Cigugur Bangun Kelas Darurat </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1178/warga-kecamatan-cigugur-bangun-kelas-darurat</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1178/warga-kecamatan-cigugur-bangun-kelas-darurat</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:59 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Satimin</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1178/warga-kecamatan-cigugur-bangun-kelas-darurat</guid>
			  <description>Ratusan warga bahu-membahu membangun dua ruang belajar kelas jauh SDN 3 Cimindi Dusun Mekarjaya Desa Cimindi Kecamatan Cigugur, warga terpaksa membangun ruang kelas darurat karena satu ruang kelas jauh yang tersedia tidak [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Cigugur, myPangandaran.com - </b>Ratusan warga  bahu-membahu membangun dua ruang belajar kelas jauh SDN 3 Cimindi Dusun Mekarjaya Desa Cimindi Kecamatan Cigugur, warga terpaksa membangun ruang kelas darurat karena satu ruang kelas jauh yang tersedia tidak mampu menampung seluruh siswa, dengan rangka bangunann dari bambu, dindingnya bilik setengah terbuka dan beralaskan tanah.
<p>
Seperti dikutip dari harian Radartasikmalaya (20/09) Ketua RT 04/10 Dusun Mekarjaya Ukus (53) mengatakan &quot;Anak-anak yang berlajar di sini banyak, sementara ruang kelas hanya ada satu. Itu pun belum selesai&quot; ungkap dia saat membangun ruang kelas darurat kemarin (red).
</p>
<p>
Ukus juga menambahkan ruang kelas jauh sangat dibutuhkan warga mengingat letak sekolah dasar induk sangat jauh,&quot;Yang terdekat hanya SDN 3 Cimindi. Itu pun sekitar tujuh kilometer dari sini. Yang sekolah banyak, bukan warga dusun ini saja. Banyak juga anak-anak dari Desa Margacinta dan Desa Cibanten Kecamatan Cijulang yang jaraknya lebih jauh lagi,&quot; tuturnya.
</p>
<p>
Ukus dan warga lain berharap pemerintah memperhatikan nasib anak-anak sekolah di pedesaan. &quot;Bagaimanapun sekolah sangat penting. Walaupun serba kekurangan sarana ya minimal mereka dekat ke sekolah. Karena itulah kami rela keluar keringat, pikiran dan materi untuk membuat sarana belajar. Mudah-mudahan bermanfaat walaupun tidak bertahan lama,&quot; tuturnya.
</p>
<p>
Yayat Hidayati, salah seorang guru di SDN 3 Cimindi mengatakan, warga Mekarjaya sangat peduli terhadap pendidikan. Makanya, mereka rela meluangkan tenaga, waktu dan materi untuk membangun sarana pendidikan. &quot;Alhamdulillah warga di sini sangat kompak, bahkan tidak hanya kaum laki-laki, perempuan pun ikut berpartisipasi, demi menyekolahkan anak-anak mereka,&quot; tuturnya.
</p>
<p>
Ditambahkan Yayat bulan November 2010 satu ruang kelas jauh sudah dibangun melalui program desa mandiri. Sumber dananya dari APBD Provinsi Jabar sebesar Rp 40 juta. Hanya saja, sampai saat ini bangunannya belum tuntas karena dana tidak mencukupi. Pembangunannya sekitar 30 persen lagi.<br />
&quot;Namun sudah digunakan untuk proses KBM (kegiatan belajar mengajar) meskipun harus berdesak-desakan karena siswanya banyak,&quot; tuturnya. Dikatakan Yayat, ada sekitar 40 siswa yang belajar di ruang kelas jauh mulai dari kelas I hingga kelas IV. 
</p>
<p>
Di tempat terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Cigugur Tata Sujana mengaku telah mengusulkan pembangunan ruang kelas jauh kepada instansi di tingkat yang lebih atas namun hingga saat ini belum terealisasi.<br />
&quot;Tahun lalu (2010) tidak ada anggaran untuk RKB (ruang kelas baru) sehingga tidak terealisasi, mudah-mudahan untuk tahun anggaran selanjutnya bisa terealisasi. Kami sudah mengusulkan kembali agar bisa dibangun ruang kelas yang memadai,&quot; terang dia.
</p>
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/1178/warga-kecamatan-cigugur-bangun-kelas-darurat"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Citanduy Kembali Meluap Sawah Terancam Puso</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/100/citanduy-kembali-meluap-sawah-terancam-puso</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/100/citanduy-kembali-meluap-sawah-terancam-puso</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:45 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Adi Sumaryadi</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/100/citanduy-kembali-meluap-sawah-terancam-puso</guid>
			  <description>Sekitar 250 hektare areal persawahan di Kec. Padaherang dan Kalipucang, Kab. Ciamis, kembali digenangi banjir. Dikhawatirkan, apabila air tidak segera surut, sekitar 50 hektare tanaman padi yang sudah mulai mengeluarkan bulir padi, terancam puso.Pada pertengahan bulan Januari lalu, kawasan itu  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Padaherang, myPangandaran.com - </b><p align="justify">
Sekitar 250 hektare areal persawahan di Kec. Padaherang dan Kalipucang, Kab. Ciamis, kembali digenangi banjir. Dikhawatirkan, apabila air tidak segera surut, sekitar 50 hektare tanaman padi yang sudah mulai mengeluarkan bulir padi, terancam puso.
</p>
<br />
<p align="justify">
Pada pertengahan bulan Januari lalu, kawasan itu juga terendam banjir akibat meluapnya Sungai Citanduy yang masuk Sungai Ciseel. Apabila permukaan air terus meninggi, selain merendam areal persawahan, banjir juga akan menggenangi badan jalan raya.
</p>
<br />
<p align="justify">
&quot;Banjir sebelumnya baru beberapa hari surut, tetapi sekarang sudah kebanjiran lagi. Kita sudah tiga kali tanam, dua kali gagal akibat banjir, dan kejadian ini untuk yang ketiga kalinya. Selain tanaman berumur sebulan, ada pula tanaman sudah mulai berbuah,&quot; kata petani Babakansari, Desa Ciganjeng, Kec. Padaherang, Herman (48), Minggu (1/2).<!--more-->
</p>
<br />
<p align="justify">
Hal tersebut dibenarkan petani lainnya, Mirun (45) dan Aceng (43) ,warga Pasirpagar, Desa Tunggilis, Kec. Kalipucang. Menurut mereka, ada sekitar 50 hektare tanaman padi sudah mulai mengeluarkan bulir padi. &quot;Kalau air tidak segera surut, tanaman itu tentu akan membusuk,&quot; katanya.
</p>
<br />
<p align="justify">
Akibat tiga kali gagal tanam, para petani di daerah tersebut kini terancam paceklik. Terutama petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sawah. &quot;Kami sudah tiga kali gagal tanam. Kalau terus begini, kami akan paceklik,&quot; ujar Aceng. Menurut dia, jarak antara permukaan banjir dan jalan raya kini tinggal sekitar 50 cm.
</p>
<br />
<p align="justify">
Banjir yang melanda wilayah tersebut, katanya, merupakan kejadian rutin karena secara geografis, letak sawah mereka sejajar dengan permukaan Sungai Citanduy. Dengan demikian, setiap Sungai Citanduy banjir dan meluap ke Sungai Ciseel, maka airnya juga akan melimpah ke areal sawah.
</p>
<br />
<p align="justify">
Petani lainnya, Hasim, mengungkapkan, areal persawahan yang terendam banjir di antaranya berada di Blok Cipanas, Blok Garendel, Desa Ciganjeng, dan Karang Pawitan, keduanya berada di Kec. Padaherang, serta Desa Tunggilis, di Kec. Kalipucang.
</p>
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/100/citanduy-kembali-meluap-sawah-terancam-puso"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Tambang Fosfat Runtuh</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/144/tambang-fosfat-runtuh</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/144/tambang-fosfat-runtuh</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:45 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Adi Sumaryadi</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/144/tambang-fosfat-runtuh</guid>
			  <description>Sumur penambangan tradisional bahan galian fosfat di Dusun/Desa Karangmulya, Kec. Padaherang, Kab. Ciamis, runtuh. Longsornya pertambangan fosfat pada hari Senin (23/2) sekitar pukul 17.00 WIB itu juga menimbun salah seorang penambang yang juga warga setempat, Yoyo (55). Hingga Selasa (24/2)  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Padaherang, myPangandaran.com - </b><p align="justify">
Sumur penambangan tradisional bahan galian fosfat di Dusun/Desa Karangmulya, Kec. Padaherang, Kab. Ciamis, runtuh. Longsornya pertambangan fosfat pada hari Senin (23/2) sekitar pukul 17.00 WIB itu juga menimbun salah seorang penambang yang juga warga setempat, Yoyo (55). Hingga Selasa (24/2) pukul 16.30 WIB, tubuh korban masih belum ditemukan.
</p>
<br />
<p align="justify">
Evakuasi juga mengalami hambatan karena dinding lubang sumur yang digalinya juga rawan longsor. Kondisi itu memaksa regu pencari harus ekstra hati-hati. Setiap beberapa jengkal dinding yang berhasil disingkirkan langsung diperkuat dengan kayu. Selain itu, hanya beberapa orang yang bisa masuk ke lubang galian fosfat.<!--more-->
</p>
<br />
<p align="justify">
Menurut penuturan anak korban bernama Umar (25), posisi Yoyo berada di kedalaman sekitar 15 meter. Hal itu berkenaan dengan lubang galian yang berhasil ditambang sudah mencapai kedalaman tersebut.
</p>
<br />
<p align="justify">
Seharian penuh tim pencari yang juga melibatkan anggota polisi dan TNI di Kecamatan Padaherang baru berhasil menyingkirkan timbunan fosfat sedalam empat meter. Meski demikian, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.
</p>
<br />
<p align="justify">
Ketua RT 04 RW02, Dusun Karangmulya, Hadir (50), kejadian itu bermula ketika Senin (23/2) sekitar pukul 10.00 WIB korban yang kesehariannya menambang fosfat sendirian masuk ke sumur yang biasa digalinya.
</p>
<br />
<p align="justify">
Biasanya saat menambang fosfat, korban selalu bersama dengan anaknya. Kadang korban yang bertugas membawa fosfat ke luar dari dalam lubang, sedangkan Umar bertugas mengambil dan memasukkan fosfat ke dalam wadah.
</p>
<br />
<p align="justify">
Yoyo yang biasanya pulang ke rumah pukul 14.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB belum pulang ke rumah. Umar kemudian menyusul orang tuanya ke lokasi penambangan. Umar kemudian masuk ke dalam sumur, namun baru beberapa meter masuk ternyata sudah tertutup longsoran tanah bercampur fosfat. Kejadian itu langsung diberitahukan ke tetangganya.
</p>
<br />
<p align="justify">
&quot;Sejak kemarin kita mencoba mencari, namun sampai sekarang (Selasa, 24/2) korban belum ditemukan,&quot; ungkapnya.
</p>
<br />
<p align="justify">
Dia juga mengatakan, lokasi tambang fosfat itu rawan runtuh, terlebih pada saat musim hujan. &quot;Dibandingkan musim kemarau, saat musim hujan lokasi tersebut sangat rawan runtuh. Kita berharap korban dapat segera ditemukan,&quot; ujar Hadir.
</p>
<br />
<p align="justify">
Sumber: PikiranRakyat
</p>
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/144/tambang-fosfat-runtuh"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Belajar Sambil Panas-panasan </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/352/belajar-sambil-panas-panasan</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/352/belajar-sambil-panas-panasan</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:45 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Adi Sumaryadi</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/352/belajar-sambil-panas-panasan</guid>
			  <description>Pasca-robohnya ruang kelas V, siswa kelas III dan kelas IV SDN 4 Maruyungsari terpaksa belajar di luar ruangan. Mereka belajar di teras gedung sekolah yang baru dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) 2009. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Padaherang, myPangandaran.com - </b>Pasca-robohnya ruang kelas V, siswa kelas III dan kelas IV SDN 4
Maruyungsari terpaksa belajar di luar ruangan. Mereka belajar di teras
gedung sekolah yang baru dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK)
2009.Kepala SDN 4 Maruyungsari Ayo Sunaryo menjelaskan ruangan baru
tak mampu menampung seluruh siswa yang sampai saat ini berjumlah 215
orang. &ldquo;Ruangan baru digunakan untuk kelas I, II, IV dan ruang kantor,&rdquo;
ungkap dia, kemarin.<br />
<br />
Sementara kelas III, IV dan V yang
sebelumnya belajar di ruangan lama, kini dievakuasi ke luar ruangan.
&rdquo;Kami tidak mau ambil risiko, kondisi ruang kelas III dan kelas IV
memang sudah parah. Kami khawatir ruang tersebut ambruk seperti ruang
kelas V,&rdquo; tuturnya. Ayo mengaku sudah mengajukan permohonan bantuan
rehab kepada Pemkab Ciamis melalui Dinas Pendidikan jauh hari sebelum
ruangan kelas V ambruk. Namun hingga kini belum mendengar ada rencana
perbaikan gedung sekolah.<br />
<br />
Para siswa mengaku tidak nyaman belajar di
luar ruangan. &ldquo;Inginnya sih belajar di dalam. Di sini harus
desak-desakan, kalau siang juga panas,&rdquo; ungkap Ade (9) siswa kelas III.Keluhan
bukan hanya dari siswa di luar ruangan. Siswa yang belajar di dalam
ruangan pun sama. Seperti disampaikan Trio (8), siswa kelas II.
&ldquo;Temen-temen di luar kadang suka berisik dan mondar-mandir di ruangan
kelas, sangat mengganggu,&rdquo; terangnya.<br />
<br />
Para siswa berharap kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal, sehingga konsentrasi belajar tidak terganggu. Komite
Sekolah Salim mengatakan setelah ada pemberitaan di Radar, Pemerintah
Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pendidikan mengunjungi SDN 4
Maruyungsari. &ldquo;Mudah-mudahan tak sekadar melihat tetapi secepatnya
merealisasikan keinginan kami selaku oang tua, guru dan murid untuk
mendapatkan ruangan baru yang layak pakai,&rdquo; harapnya.<br />
<br />
Sumber: RadarTasikmalaya
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/352/belajar-sambil-panas-panasan"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Warga di Dua Desa Khawatir Kekurangan Pasokan Air </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/395/warga-di-dua-desa-khawatir-kekurangan-pasokan-air</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/395/warga-di-dua-desa-khawatir-kekurangan-pasokan-air</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:45 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Nay Surya</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/395/warga-di-dua-desa-khawatir-kekurangan-pasokan-air</guid>
			  <description>Khawatir sawahnya kekurangan air, puluhan warga Mangunjaya dan Padaherang mengadu ke anggota dewan beberapa waktu lalu. Bertempat di Balai Desa Paledah Kecamatan Padaherang, warga menyatakan tidak setuju dengan rencana .. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Padaherang, myPangandaran.com - </b>khawatir sawahnya kekurangan air, puluhan warga Mangunjaya dan
Padaherang mengadu ke anggota dewan beberapa waktu lalu. Bertempat di
Balai Desa Paledah Kecamatan Padaherang, warga menyatakan tidak setuju
dengan rencana PDAM yang akan membuka saluran baru. Pasalnya, PDAM
berencana akan mengambil air dari Bendungan Manganti, yang saat ini
menjadi sumber pengairan sawah mereka.<br />
<br />
Hadir dalam acara tersebut,
Iwan M Ridwan dan Erma Bastaman, anggota Komisi II DPRD Kabupaten
Ciamis, H E Kusnadi, anggota DPRD Provinsi, kelompok tani dan tokoh
masyarakat setempat. Menurut warga, saat ini saja petani kesulitan
air saat musim tanam kedua. &ldquo;Debit air di Bendungan Manganti dari tahun
ke tahun terus mengalami penurunan. Saat ini saja jika tiba musim tanam
kedua, kami harus rebutan air. Apalagi saya denger ada rencana PDAM mau
ngambil dari situ (Manganti, red). Jelas saja kami khawatir, bagaimana
nasib sawah kami,&rdquo; ungkap Dahlan, warga Karangpawitan Kecamatan
Padaherang. <br />
<br />
Sementara itu, menurut H E Kusnadi, anggota DPRD
Provinsi dari Partai Golkar itu menilai, aksi protes yang dilakukan
warga sangatlah wajar. Pasalnya, warga menggantungkan hidupnya dari
lahan pertanian.Sementara Iwan M Ridwan, anggota Komisi II DPRD
Kabupaten Ciamis, mengatakan bahwa sebagai wakil rakyat dirinya akan
memperjuangkan aspirasi warga tesebut. &ldquo;Rencana PDAM membuka saluran
baru memang baik dan bisa membantu sebagian warga. Namun hal tersebut
harus dilakukan kajian terlebih dahulu, dengan melihat berbagai aspek.
Jangan sampai rencana yang baik tersebut membuat warga lainnya menjadi
korban,&rdquo; ungkapnya.<br />
<br />
Pihaknya pun akan merundingkan bersama rekan
yang lain di Komisi II. Iwan berjanji, secepatnya akan memanggil PDAM
untuk mencarikan solusi permasalahan yang dikhawatirkan warga. <br />
<br />
Sumber RadarTasikmalaya
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/395/warga-di-dua-desa-khawatir-kekurangan-pasokan-air"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item>
			<item>
			  <title>Mayat Perempuan Tanpa Busana di Curug Jogjogan Padaherang</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/402/mayat-perempuan-tanpa-busana-di-curug-jogjogan-padaherang</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/402/mayat-perempuan-tanpa-busana-di-curug-jogjogan-padaherang</comments>
   			  <pubDate>Thu, 17 May 2012 19:42:45 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/402/mayat-perempuan-tanpa-busana-di-curug-jogjogan-padaherang</guid>
			  <description>Warga Desa Bojongsari, Padaherang, Ciamis, menemukan sesosok mayat perempuan yang sudah membusuk tanpa busana dan tanpa identitas di Curug Jogjogan Dusun Cipari RT 01/07 Desa Bojongsari, Kec. Padaherang, Ciamis, Minggu (25/4) [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <b>Padaherang, myPangandaran.com - </b>Warga Desa Bojongsari, Padaherang, Ciamis, menemukan sesosok mayat
perempuan yang sudah membusuk tanpa busana dan tanpa identitas di Curug
Jogjogan Dusun Cipari RT 01/07 Desa Bojongsari, Kec. Padaherang,
Ciamis, Minggu (25/4). Mayat yang diperkirakan berusia 17 - 20 tahun
yang kini berada di RSUD Kota Banjar itu pertama kali ditemukan Totong
bin Saif (50), warga Dusun Babakansari Rt 01/03, Desa Ciganjeng,<br />
Kapolsek Padaherang, AKP Muhamad Syam Ulum didampingi Kanit Serse
Bripka Parmin menyebutkan saat ditemukan Totong yang sedang mencari
kayu itu, posisi mayat tersangkut pada bebatuan besar.
<br />
<br />
Beberapa saat setelah tersiar kabar penemuan sesosok mayat perempuan
di Curug Jogjogan, beberapa warga melaporkan kehilangan anggota
keluarganya ke Mapolsek Padaherang. Warga yang dilaporkan hilang itu,
di antaranya Minah binti Agoh (37), warga Dusun Sukarenah Rt 06/08,
Desa Padaherang. Ia dilaporkan pergi dari rumahnya sejak Rabu (14/4).<br />
<br />
AKP Muhamad Syam Ulum menambahkan, pada Minggu sore (25/4) ada juga
warga asal Cilacap, Jateng yang melaporkan kehilangan anggota
keluarganya bernama Rita (17). &quot;Berdasarkan laporan anggota keluarga
Rita, gadis itu pergi dari rumahnya sejak Rabu (21/4) dan sejauh ini
belum ditemukan. Atas laporan itu, tim identintifikasi Polres Ciamis
akan mencocokkan sidik jari Rita dengan mayat yang hingga Minggu sore
berada RSU Banjar. Untuk pembandingnya, petugas identifikasi akan
menggunakan sidik jari Rita yang terdapat pada Surat Tanda Tamat
Belajar miliknya,&rdquo; kata Ulum. (PR)
 ...  <a href="http://www.mypangandaran.com/berita/detail/sosok-dan-profil/402/mayat-perempuan-tanpa-busana-di-curug-jogjogan-padaherang"><b>Lihat Berita Selengkapnya</b></a> ]]></content:encoded>
			</item></channel></rss> 
