MyPangandaran | Informasi Online PangandaranBloom

Ciamis Selatan Dilanda Wabah Chikungunya

Published on Wednesday, December 30, 2009 by admin

Warga di kawasan Ciamis selatan Kabupaten Ciamis yang diserang chikungunya terus meningkat. Bila sebelumnya yang terserang sebanyak 1.104 warga, sekarang, setidaknya sampai Selasa (29/12), warga di Ciamis selatan yang terserang virus tersebut telah mencapai 2.129 orang.

Hal itu sesuai dengan catatan yang disampaikan Osep Hernandi, Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit serta Penanggulangan Bencana (P4B) Dinas Kesehatan Ciamis kepada “PR”, Selasa kemarin. “Kami saat ini sedang terus melakukan investigasi di lapangan untuk memantau jenis nyamuk penular. Kami juga melakukan fogging (pengasapan),” tuturnya.

Menurut catatan Osep, virus yang disebabkan oleh jenis nyamuk tertentu itu sekarang sudah menyerang hampir seluruh kecamatan yang ada di kawasan Ciamis selatan. Selengkapnya kecamatan yang sudah diserang itu adalah Pangandaran (68 kasus), Cijulang (276), Legokjawa (347), Parigi (618), Cimerak (95), Kalipucang (63), Selasari (250), Cigugur (114), Cikembulan (182), Sidamulih (93), dan Langkaplancar (23).

Keterangan diperoleh “PR”, beberapa kecamatan di Ciamis selatan, seperti Padaherang, hingga saat ini memang belum membuat laporan soal warga yang terserang Chikungunya. Namun, hal itu bukan berarti tidak ada ada kasus.

“Kasus warga yang diserang chikungunya di Padaherang sebenarnya ada juga. Namun, warga umumnya tidak berobat ke puskesmas setempat sehingga tidak terdata,” kata sumber “PR” di Dinas Kesehatan Ciamis.

Menurut Osep, sejak kasus chikungunya mencuat 30 November 2009, Dinas Kesehatan sebenarnya sudah mengambil langkah, seperti pengecekan ke lokasi dan pemeriksaan warga, penyelidikan keberadaan jentik nyamuk, dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Selain itu, Dinas Kesehatan juga sudah melakukan pengasapan di lima kecamatan yang sebelumnya bukan endemik chikungunya itu, serta menyosialisikan upaya menghindari gigitan nyamuk dengan kelambu, penggunaan kawat kasa, dan menggunakan obat gosok antinyamuk.

Sementara itu, sejumlah warga di Ciamis selatan kepada “PR” mengaku aneh dengan nyamuk yang menyebabkan penyakit chikungunya tersebut. Mereka aneh karena meskipun pemerintah melakukan pengasapan, korban ternyata terus berjatuhan. Artinya, nyamuk penyebar wabah itu sekarang sudah semakin bandel.

Sumber: PikiranRakyat

Have Your Say
Your Name ↓
Your Email ↓
Your Website ↓
Tell us what you think of this story ↓
You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Kontribusi Berita
Jika anda merupakan warga pangandaran atau mempunyai keinginan untuk meramaikan website ini, anda bisa bergabung menjadi publisher ataupun contributor pengelolaan content supaya lebih ramai dan bermutu. Teknisnya, jika anda sudah menguasai atau terbiasa menggunakan blog alangkah lebih baiknya anda bergabung langsung menjadi admin dari situs ini setelah mendapat persetujuan dari Administrator utama, anda dapat mengirimkan informasi anda melaui menu contact yang ada dibagian atas
Featured Video
Categories Pages Recent Comments Tag Cloud