MyPangandaran | Informasi Online PangandaranBloom

Penderita Diare Ciamis Selatan 794 Orang

Published on Friday, February 5, 2010 by admin

Kasus serangan diare di Ciamis selatan terutama di Kecamatan Cimerak, Parigi, dan sekitarnya yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholera serotype ogawa, terus bertambah. Data yang dilansir Dinas Kesehatan (Dinkes) Ciamis menyebutkan, jumlah penderita diare mencapai di Ciamis selatan mencapai  794 orang.

Sebagian besar warga yang terserang diare adalah warga Cimerak 372 orang, Legokjawa 178 orang, Selasari 178 orang lainnya di Cijulang, dan Cigugur.

Sementara itu, dari 794 penderita yang tercatat sejak kali pertama muncul serangan diare pada akhir Januari lalu, penderita yang telah sembuh mencapai 763 orang, sedangkan lainnya masih mendapat perawatan di puskesmas dan RSUD Ciamis dan Banjar.

Sekretaris Dinkes Ciamis Eman Suratman didampingi Kepala Bidang Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Lingkungan (P2PL) Pupung Oprianti, Kamis (4/2) menyebutkan, dengan penanganan yang cepat, jumlah warga yang terkena diare terus berkurang.

“Jumlah penderitanya semakin berkurang. Kami harapkan yang lainnya juga segera sembuh. Untuk mengantisipasi penyebaran, kami juga terus melakukan penyuluhan, terutama menyangkut kesehatan sanitasi lingkungan, pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Dengan semakin tingginya kesadaran kebersihan lingkungan, tambahnya, akan dapat menekan atau mengurangi penyebaran diare. Selain itu, juga akan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Selain menjaga kesehatan lingkungan, makanan dan air minum juga harus bersih,” katanya menambahkan.

Serangan diare tersebut menyerang hampir semua lapisan usia. Dari data yang ada menurut Pupung, sebagian besar yang terserang diare berusia antara 26-55 tahun yakni 33 persen, usia 5-14 tahun 29,9 persen, usia antara 15- 25 16,5 persen. Puncak serangan terjadi pada tanggal 23/1 mencapai 122 penderita.

Seperti diberitakan ”PR” sebelumnya, tiga kecamatan di Ciamis selatan yakni Kecamatan Cimerak, Parigi, dan Cijulang terjangkit diare sejak Rabu (20/1). Dua orang meninggal dunia akibat diare yakni Farid (9) Warga Dusun Pareyang, Desa Sukajaya dan Mislan (60) warga Dusun Cidadap, keduanya masuk Desa Cimerak.

Banyaknya pasien menjadikan Puskesmas Cimerak, Selasari dan Legokjawa sempat kewalahan menangani pasien. Sebagian pasien dirujuk ke RSUD Ciamis dan Banjar.

Banyaknya kasus diare menjadikan Dinas Kesehatan Ciamis untuk menetapkan hal itu sebagai kejadian luar biasa (KLB). Penularan diare yang sangat cepat itu diperkirakan dari makanan dan air. Hal itu didukung dengan sanitasi lingkungan yang kurang bersih.(A-101)

Join the forum discussion on this post - (1) Posts
Have Your Say
Your Name ↓
Your Email ↓
Your Website ↓
Tell us what you think of this story ↓
You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Kontribusi Berita
Jika anda merupakan warga pangandaran atau mempunyai keinginan untuk meramaikan website ini, anda bisa bergabung menjadi publisher ataupun contributor pengelolaan content supaya lebih ramai dan bermutu. Teknisnya, jika anda sudah menguasai atau terbiasa menggunakan blog alangkah lebih baiknya anda bergabung langsung menjadi admin dari situs ini setelah mendapat persetujuan dari Administrator utama, anda dapat mengirimkan informasi anda melaui menu contact yang ada dibagian atas
Featured Video
Categories Pages Recent Comments Tag Cloud