Sekilas,Pangandaran
Babad Cijulang
Oleh myPangandaranJum'at, 25 Januari 2013 10:14 WIB
Babad Cijulang
Cijulang, myPangandaran- Cijulang , mendengar nama desa ini saya teringat akan sebuah cerita lama yang menjadi urban legenda penduduk sekitar. Sebuah cerita yang akan  menjadi jati diri desa ini, sebuah cerita yang akan terus bergaung dari masa ke masa , Alkisah Babad karuhun orang Cijulang berasal dari Kedungrandu daerah Banyumas yang bernama Nini Gede Aki Gede dengan empat bersaudara. Pertama, Sembah Jangpati (berkuasa di Ciamis), kedua, Sembah Jangraga (berkuasa di Karang Simpang), ketiga, Sembah Jangsinga (berkuasa di Panjalu), dan keempat Sembah Janglangas (berkuasa di Cijulang).

Nini Gede Aki Gede memiliki seorang putri yang cantik rupawan dan jadi harapan hati Kanjeng Sinuhun penguasa (raja) di Banyumas. Namun oleh Nini Gede Aki Gede anaknya itu tidak diijinkan untuk dipinang oleh Kanjen Sinuhun tersebut, sehingga dampaknya Nini Gede Aki Gede beserta keluarganya diusir dari Banyumas. Lalu ia berkelana ke arah barat beserta keluarga dan sanak saudaranya, ia menyeberangi sungai (disebutlah hanjatan Cimanganti). Lalu tinggal di suatu tempat dengan membuat satu rumah-satu bale-satu surau/masjid (disebutlah Padepokan Karasanbaya). Lama kelamaan Nini Gede Aki Gede berpikir merasa khawatir padepokannya akan diketahui oleh Kangjen Sinuhun. Lalu ia menyuruh anak pertamanya Sang Prabu Lawangjagang untuk tinggal di padepokan tersebut yang terkenal dengan sebutan Kawasan. Sementara ia sendiri beserta rombongan keluarga lainnya terus melanjutkan pengembaraan ke arah barat, lalu ke selatan. Ngaso (istirahat) di suatu daerah (disebutlah Cikaso). Di situ ia membuat satu rumah-satu bale (terkenal dengan Sukalembah). Di Sukalembah ditinggalkan seorang anak bernama Mangun Naha Mana Manggala. Lalu Nini Gede Aki Gede berkelana lagi.

Di Bojonglekor ia menyimpan satu putra bernama Sang Prabu Mangun Ciker dengan dibuatkan satu rumah-satu bale. Kemudian ke Bubulak Karangsimpang dengan satu rumah-satu bale. Lalu pergi lagi, buatannya kini di tempat baru adalah satu rumah-satu bale ditambah satu sumur yang disebut Daerah Binangun.

Nini Gede Aki Gede pergi lagi meninggalkan Binangun untuk mencari daerah baru sebagai tempat untuk bermukim di Nagarawati, karena tidak ada yang kosong lalu kembali ke Binangun. Kemudian berturut-turut ke Bojongmalang, Sarakan, Cikadu, Cikadu, Cikawao, Cikagenah, Cipatahunan dan Gurago. Di Gurago Nini Gede Aki Gede menetapkan penghulu, kholifah dan perangkat-perangkatnya. Lalu pergi ke Cigugur.

Beberapa taun kemudian Nini Gede Aki Gede dipanggil Raja Sukapura Dalem Tamela untuk dimintai anaknya yang sudah dinikahkan sebelumnya. Alkisah permintaan tersebut sampai tujuh kali datangnya. Dan pada akhirnya permintaan tersebut dikabulkan dengan memberikan suatu wilayah kekuasaan kepada mantan menantunya dengan pemberian gelar Sembah Ragasang dan diperbolehkan membawa sembilan kuren keluarga.

Pergilah Sembah Ragasang beserta sembilan kuren rombongannya ke arah barat mengikuti jejak air mengalir, dan tiba di Panjalu kemudian ke Ciamis menemui saudara ibunya yang bernama Jang Pati, lalu terus ke arah barat menuju belantara hutan. Di sana lahirlah Sembah Ragadimulya. Lalu ke selatan, tiba di Mandala, Karangnini dan Jajawai.

Demikianlah kisah (cukcrukan galur sasakala) Cijulang yang kalau disimpulkan karena Nini Gede Aki Gede bolak-balik bagaikan air balikan di muara sungai. Tanda (ciri)-nya kalau sekarang adalah cai mulang (di Cijulang) yang terbendung air laut di sekitar Sungai Haurseah sebelah selatan.

Pada akhirnya sungai inilah yang akan menjadi tulang punggung dan sumber kehidupan masyarakat setempat seperti peradaban sungai nil , tigris dan sungai eufrat di timur tengah. Sungai Cijulang melindungi sendi sendi kehidupan masyarakat . Pertanian, perkebunan, perikanan, transportasi, peternakan  dan satu yang tekankan disini adalah pariwisata. Semua aspek bermuara pada satu sentral penunjang yaitu sungai Cijulang.

Satu hal mengenai pariwsata di daerah Cijulang dan sekitarnya yaitu potensi. Begitu banyak potensi wisata yang masih belum optimal. Namun pada hakikatnya , optimalisasi potensi wisata diCijulang masih berupa wacana yang belum terrealisasi. Ironis memang, mengingat masyarakat yang tinggal di salah satu dusun yang kaya akan potensi wisata tidak dapat mengoptimalkan potensi wisata yang berlimpah. Tetapi ada sisi positif yang perlu diperhitungkan yaitu, kelestarian alam akan lebih baik terjaga tanpa pembangunan -  pembangunan  yang eksploitatif, pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan meskipun bertujuan baik akan merusak ekosistem lingkungan itu sendiri. Jadi jawabanya (biarkan tetap alami seperti sedia kala).

Baiklah,, sudah cukup saya berbicara mengenai sejarah , potensi wisata, dan sebuah ironi.   Sekarang mari kita lihat potensi wisata yang sudah pada puncak kejayaannya. Berbicara  sungai ,ada sebuah spot wisata yang sudah terkenal ke mancanegara yaitu Green Canyon. Sejarahnya, spot wisata tersebut bukan bernama Green Canyon melainkan cukang taneuh (jembatan tanah : red), mengapa ? Karena pada jaman dahulu terdapat sebuah jembatan yang terbuat dari tanah  yang melintasi sungai Cijulang, namun seiring perkembangan jaman, berdatanganlah turis-turis asing dan melihat keindahan sungai Cijulang yang berwarna hijau, para turis tersbut menyebutnya dengan Grand Canyon seperti yang mereka lihat di Negara asal mereka, namun karena terjadi kesalahan pengejaan oleh penduduk sekitar dan melihat karakteristik air  sungai Cijulang yang berwarna hijau maka disebutlah “Green Canyon “ .

Green Canyon, sesuai dengan namanya, wisata ini menawarkan sebuah anomali, eksotis , dan nuansa petualangan yang sungguh akan melekat dalam memori alam bawah sadar kita. Mengapa saya katakan anomali ? karena air yang mengalir di sepanjang sungai Cijulang ini berwarna hijau, mangapa tidak berwarna biru , coklat atau bening mungkin ? tetapi “anomali” hijau merupakan ciri khas tersendiri yang ditawarkan Green Canyon, “anomali” inilah yang membuat banyak wisatawan datang dengan ribuan pertanyaan dalam benaknya .

Baiklah, sudah cukup dengan “anomali”-nya, sekarang mengapa saya katakan eksotis ? Green Canyon menawarkan pesona eksotis yang memikat mata dengan barisan batuan, akar pohon, nypa, dan dedaunan yang saling terhubung melintasi sungai  membentuk sebuah jembatan floral.  Sungai ini seperti surga untuk para pecinta fotografi. selain itu, untuk para pecinta kuliner dengan nuansa alam terbuka, sudah tersedia restoran dengan background pinggiran sungai yang alami, hijau, sejuk dan tradisional.

Dan,,, mengapa pula saya katakan nuansa adventure (petualangan :red) ? sungai ini menawarkan wisata berperahu mengarungi sepanjang sungai Cijulang,  banyak yang bisa anda jelajahi, mulai dari hulu sungai sampai ke muara sungai .di hulu sungai terdapat sebuah gua yang dinamakan gua bau. Sesuai namanya pula , gua bau ini memang berbau tidak sedap, bau ini berasal dari kotoran kelelawar (guano :red) yang menumpuk dan terbawa oleh aliran air. Namun bagi anda yang tahan terhadap baunya , menjelajahi gua bau ini akan membawa kita sampai pada aliran sungai utama Cijulang . Tidak sampai disitu, menjelajahi hulu sungai dengan body rafting akan membuat anda basah tentunya,,, tidak tidak ,, body rafting adalah satu kata yaitu seru. Menghanyutkan diri anda seiring aliran sungai adalah penjelajahan yang menegangkan, extream , dan seru. Berbahaya ? tidak . anda akan dilengkapi dengan life jacket, helm, dan seorang guide yang bertugas melindungi anda sepanjang sungai. Melihat sisi lain eksotisme Green Canyon merupakan pengalaman yang tidak akan bisa anda temukan di tempat lain.

Sumber : blog.unpad.ac.id
Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS


Akomodasi,Pangandaran
Pondok Wisata Abad Baru 1
Rp. 300.000
Pondok Wisata Abad Baru 1
Pondok Wisata Abad Baru 2 adalah penginapan murah, nyaman dan bersih dengan kualitas harga yang sangat terjangkau, sangat cocok
Suligar Wangi
Rp. 150.000
Suligar Wangi
Hotel yang berkesan mewah ini,ternyata memiliki tarif yang ekonomis.jadi anda jangan tertipu dengan arsitektur bangunan Hotel berbintang ini.Hotel suligar Wangi
Aneka,Pangandaran
7  Destinasi Buruan Wisatawan Ketika Ke Pangandaran

7 Destinasi Buruan Wisatawan Ketika Ke Pangandaran
Pangandaran sebagai Kabupaten Pariwisata terus berkembang dan banyak destinasi wisata baru terus bermunculan, dan sontak membuat para wisatawan penasaran dan ingin mengunjungi dan mencobanya, dan destinasi wisata yang telah