<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss"
	>
<channel>
<title>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran | Artikel</title>
<atom:link href="http://www.mypangandaran.com/artikel/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://www.mypangandaran.com/artikel/rss</link>
<description>[25 Artikel terbaru myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran]</description>
<copyright>Copyright by ! - All rights reserved.</copyright>
<language>id</language>
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Surga Dunia Banget Di Green Canyon</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//124/surga-dunia-banget-di-green-canyon</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//124/surga-dunia-banget-di-green-canyon</comments>
   			  <pubDate>Wed, 01 Feb 2012 08:36:01 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//124/surga-dunia-banget-di-green-canyon</guid>
			  <description>Green Canyon. Meski namanya berbau bule, warga Ciamis, Jawa Barat menyebutnya Cukang Taneuh alias Jembatan Tanah. Susuri kawasan ini dengan perahu dan kagumi pesona hijaunya. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Green Canyon. Meski namanya berbau `bule`, warga Ciamis, Jawa Barat menyebutnya Cukang Taneuh alias Jembatan Tanah. Susuri kawasan ini dengan perahu dan kagumi pesona hijaunya.
<div>
<br />
Green Canyon terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Dari Pangandaran, jaraknya sekitar 31 km. Ada apa di Green Canyon? Di sana Anda dapat berperahu menyusuri sungai yang berwarna hijau toska. Bahkan di lokasi yang telah ditentukan, Anda bisa berenang melawan arus sungai berbatu-batu itu. Seru dan asyik.
<p>
Begitu tiba di pintu masuk obyek wisata ini, Anda bisa langsung membeli tiket perahu. Rp 75 ribu untuk satu perahu yang mampu menampung 5 penumpang. Jika Anda kebetulan datang berlima, tentu harga sewa perahunya menjadi lebih murah, karena biayanya ditanggung berlima.
</p>
<p>
Penumpang naik perahu dari dermaga, tak jauh dari loket tiket. Lalu pengemudi perahu dan asistennya akan memandu penumpang menyusuri sungai yang merupakan bagian dari Sungai Cijulang ini. Di kanan dan kiri sungai terdapat pepohonan yang rindang menghijau. Pemandangan ini membuat adem mata yang lelah dengan suasana kota.
</p>
<p>
Disarankan untuk datang ke lokasi ini pada saat musim kemarau. Sebab di musim hujan biasanya arus cukup besar dan terkadang warna air sungai menjadi keruh kecokelatan.
</p>
<p>
Tak hanya itu, dalam perjalanan yang memakan waktu 30-45 menit itu, pengunjung dapat melihat air terjun kecil. Juga dinding batu terjal, stalaktit dan stalakmit, serta batu-batu besar mirip gua yang telah runtuh di sepanjang sungai. Menakjubkan. Jika beruntung, Anda juga bisa melihat biawak di pinggir sungai yang sedang berjemur.
</p>
<p>
Setelah perahu menempuh jarak sekitar 3 km dan sampai di `terminal`, penumpang ditawari oleh pemandu untuk berenang melawan arus sungai atau langsung kembali ke dermaga. Meski berenang melawan arus, namun kegiatan ini dipastikan aman. Bahkan bagi yang tidak bisa berenang sekalipun.<em> Dari GriyaWisata</em>
</p>
<p>
Jika ingin berenang, maka penumpang dipersilakan memakai pelampung yang sudah tersedia di perahu. Perahu akan menunggu penumpang hingga selesai berenang. Bila ada barang-barang yang akan ditinggal di perahu, asisten pengemudi akan menjaganya. Sementara pengemudi perahu akan memandu pengunjung untuk berenang. Eit, kegiatan ini tidak cuma-cuma. Pengunjung harus merogoh kocek untuk membayar jasa pemandu ini, dan besarnya tergantung kesepakatan.
</p>
<p>
Setelah itu, byur!! Pengunjung dapat langsung berenang mengikuti si pemandu. Brr! Air sungai rupanya cukup dingin. Pemandu akan mengajak pengunjung untuk berenang dari batu besar ke batu besar lainnya. Bahkan di beberapa titik, pengunjung harus memanjat batu besar yang ada di tengah sungai. Ada beberapa ceruk dinding di sungai itu yang sangat sayang untuk dilewatkan.
</p>
<p>
Di beberapa bagian pengunjung dapat menikmati `hujan abadi`. Air dari atap gua yang merupakan hasil rembesan air. Tantangan selanjutnya adalah melompat dari batu besar dengan ketinggian sekitar 5-6 meter ke lubuk yang dalam.
</p>
<p>
"Kalau sudah lompat dari batu itu, baru bisa dibilang benar-benar datang ke Green Canyon," canda seorang pemandu.
</p>
<p>
Selain wisata perahu dan berenang, di Green Canyon pengunjung juga bisa melakukan body rafting dengan menghanyutkan diri di air. Pengunjung akan dilengkapi dengan rompi pelampung, helm dan pelindung lainnya untuk menghindari terluka akibat badan terbentur batu-batu sungai.
</p>
<p>
Menuju Green Canyon
</p>
<p>
Jika Anda tinggal di Jakarta dan ingin ke Green Canyon, Anda dapat menggunakan bus malam dari Kampung Rambutan menuju Pangandaran. Bus menuju Pangandaran ada yang ber-AC sekitar Rp 60.000 dan non-AC sekitar Rp 55.000. Dari Pangandaran, perjalanan dapat dilanjutkan dengan bus sedang atau angkutan kota jurusan Pangandaran-Cijulang.
</p>
<p>
Kemudian dari Terminal Cijulang, perjalanan ke Green Canyon dilakukan dengan menaiki ojek. Beberapa orang memilih meminta sopir angkot mengantarkannya hingga ke Green Canyon. Biasanya ongkos dari Terminal Pangandaran hingga Green Canyon sekitar 10.000.
</p>
<p>
Tempat wisata ini mulai buka pada pukul 7.30 WIB dan umumnya tutup pada pukul 16.00. Karena tidak ada ATM di sekitar Green Canyon, maka bawalah uang tunai yang cukup.
</p>
<p>
Anda tertarik `menantang` arus Green Canyon?
</p>
</div>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Asyiknya Snorkeling di Pasir Putih Pangandaran</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//122/asyiknya-snorkeling-di-pasir-putih-pangandaran</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//122/asyiknya-snorkeling-di-pasir-putih-pangandaran</comments>
   			  <pubDate>Sat, 21 Jan 2012 21:13:57 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//122/asyiknya-snorkeling-di-pasir-putih-pangandaran</guid>
			  <description>PANGANDARAN memang menyimpan banyak objek wisata yang menawan, mulai dari pantainya yang begitu indah, Cagar Alam Pananjung, Batu Karas dan Batu Hiu, Cukang Taneuh (Grand Canyon), Pasar Wisata dan tempat makan sea food, panorama alam bawah laut, hingga keberadaan Pantai Pasir Putihnya yang bersebelahan dengan Cagar Alam Pananjung. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ PANGANDARAN memang menyimpan banyak objek wisata yang menawan, mulai dari pantainya yang begitu indah, Cagar Alam Pananjung, Batu Karas dan Batu Hiu, Cukang Taneuh (Grand Canyon), Pasar Wisata dan tempat makan sea food, panorama alam bawah laut, hingga keberadaan Pantai Pasir Putihnya yang bersebelahan dengan Cagar Alam Pananjung.
<p>
Bila ke Pangandaran, cobalah untuk menyempatkan diri berkunjung ke Pasir Putih. Dari Pantai Barat Pangandaran, akan terlihat di sebelah kiri hamparan Pantai Pasir Putih dengan berlatar belakang Cagar Alam Pananjung sebagai kawa-san konservasi flora dan fauna. Pemandangan elok yang ditawarkan Pantai Pasir Putih, sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja.
</p>
<p>
Dari Pantai Barat, para pengunjung bisa menggunakan perahu ke Pasir Putih. Sebelum ke Pasir Putih, dari atas perahu kita dapat menikmati panorama alam bawah laut yang begitu indah. Selain menggunakan perahu, untuk sampai ke Pasir Putih bisa pula dengan berjalan kaki menyusuri kawasan wisata Cagar Alam Pananjung.
</p>
<p>
Di Pasir Putih, kita dapat menikmati snorkeling (menyelam sambil menikmati biota bawah laut, red). Namun jangan membayangkan snorkeling di sini lengkap dengan tangki oksigennya. Sebab peralatan yang ditawarkan sangat sederhana, cukup dengan menggunakan pelampung, kacamata selam, sepatu selam, dan alat pernapasan biasa.
</p>
<p>
Namun sensasi yang dirasakan sangat luar biasa. Apalagi sewa peralatan tersebut tidak mahal, dalam artian masih terjangkau oleh kocek wisatawan. Tak hanya orang dewasa, bocak-bocah usia SD juga tampak asyik menyelam di Pasir Putih yang tidak terlalu dalam tersebut. 
</p>
<p>
Orang tua mereka bisa mengawasi sambil ikut berenang, karena rata-rata kedalamannya hanya semeter. Hanya terkadang gelombang keras menghantam, sehingga &quot;penyelam&quot; terombang-ambing dan harus melihat daratan agar tidak terseret ke tengah laut.
</p>
<p>
Memang kehidupan bawah laut yang terlihat, hampir kebanyakan merupakan ikan-ikan kecil serta terumbu karang dan bebatuan. Namun semua itu tak membuat pengunjung berpaling, mereka terus terbuai oleh kenyamanan snorkeling di Pantai Pasir Putih Pangandaran.
</p>
<p>
Sayangnya aktivitas menyelam di kawasan itu kerap terganggu oleh kedatangan perahu tempel, yang berlabuh mengangkut para wisatawan dari Pantai Barat. Terkadang cukup membahayakan bagi perenang atau penyelam yang tengah menikmati indahnya Pasir Putih.
</p>
<p>
Salah satu keistimewaan dari Pasir Putih ini, meski tujuh tahun lalu Pangandaran diterjang Tsunami, namun tidak terlalu merusak kawasan ini. Karang-karang yang ada di dalamnya masih tetap kokoh dan menjadi tempat berenang ikan-ikan kecil yang menghibur wisatawan.
</p>
<p>
Bisa dikatakan, panorama yang ditawarkan Pasir Putih menjadi salah satu daya tarik untuk mengembalikan tingkat kunjungan wisatawan ke sana. Pasir Putih dengan snorkelingnya memang bisa menjadi objek wisata unggulan bagi kawasan Pangandaran. Pasir Putih memang beda dan selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan. <em>Sumber Galamedia</em>
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Pangandaran Surga di Selatan Pulau Jawa</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//121/pangandaran-surga-di-selatan-pulau-jawa</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//121/pangandaran-surga-di-selatan-pulau-jawa</comments>
   			  <pubDate>Fri, 13 Jan 2012 14:25:18 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//121/pangandaran-surga-di-selatan-pulau-jawa</guid>
			  <description>AWAL 2012, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merilis 15 tujuan wisata yang akan menjadi kuda hitam di tahun ini. Okezone akan mengulas masing-masing destinasi untuk menjadi panduan Anda bila ingin mengunjungi ke-15 tempat indah tersebut. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ AWAL 2012, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merilis 15 tujuan wisata yang akan menjadi kuda hitam di tahun ini. Sekarang kita akan mengulas masing-masing destinasi untuk menjadi panduan Anda bila ingin mengunjungi ke-15 tempat indah tersebut.
<p>
Salah satu destinasi yang disasar adalah Pangandaran. Pangandaran adalah sebuah kota kecil di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pangandaran terletak di garis pantai selatan Pulau Jawa. Keunggulan utama Pangandaran adalah pantainya yang indah, sebut saja Pantai Pasir Putih Pangandaran, Pantai Batu Hiu, dan Batu Karas.
</p>
<p>
&quot;Pantai Pasir Putih cocok untuk wisata keluarga dan anak-anak, tapi untuk anak muda dan remaja, lebih pas kalau ke Batu Karas,&quot; tutur Dini (25), wisatawan yang sempat berkunjung ke Pangandaran , Kamis (12/1/2011).
</p>
<p>
Menurut Dini, Batu Karas adalah pantai di Pangandaran yang masih sepi wisatawan. &quot;Batu Karas belum banyak didatangi wisatawan, mungkin karena lokasinya yang cukup jauh dari Pantai Pasir Putih Pangandaran,&quot; tambahnya.
</p>
<p>
Jarak dari Pangandaran ke Batu Karas mencapai 1 jam perjalanan menggunakan alat transportasi ojek. Meskipun jauh, pemandangan indah Pantai Batu Karas membuat lelah segala hilang. Pantainya landai, dengan air laut biru yang tenang dan cukup sepi dari wisatawan. Di sekitar pantai terdapat warung-warung kecil yang menjual makanan dan minuman ringan. Di sekitar Batu Karas juga terdapat banyak pondok penginapan dengan harga yang terjangkau.
</p>
<p>
&quot;Kalau mau lebih sepi lagi, tinggal jalan sedikit menuju Pantai Batu Hiu, di situ benar-benar nyaris tidak ada orang,&quot; ujarnya. &quot;Dari Batu Karas menuju Pantai Batu Hiu harus trekking lagi kira-kira selama 20 menit,&quot; lanjutnya.
</p>
<p>
Jalur trekking menuju Pantai Batu Hiu cukup menantang karena meliputi jalur menaiki bukit dan menuruni lembah. Pantai ini dinamakan Batu Hiu karena ada batu yang terlihat di laut pantai ini menyerupai sirip ikan hiu. Untuk dapat melihatnya, Anda bisa naik bukit kecil sambil merasakan hembusan angin laut dan menikmati pemandangan samudra yang luas.
</p>
<p>
Selain wisata pantai, ada juga atraksi tak kalah menarik di Pangandaran, yaitu Green Canyon. &quot;Untuk menuju Green Canyon, kita harus naik perahu dari muara Sungai Cijulang, dilanjutkan body rafting menuju dermaga obyek wisata Green Canyon tersebut,&quot; tuturnya. &quot;Nanti saat sampai di Green Canyon, ada batu setinggi 7 meter bernama batu payung, di mana kita dapat meloncat dari atasnya menuju Sungai Cijulang,&quot; tambahnya.
</p>
<p>
Wisata Green Canyon cocok untuk wisatawan yang suka aktivitas pemacu adrenalin. Namun sebaiknya, mengunjungi Green Canyon tidak pada musim hujan karena debit air Sungai Cijulang akan tinggi dan airnya cenderung menjadi kecoklatan.
</p>
<p>
Begitu banyak wisata menarik di Pangandaran. Namun sayang, hal ini tidak didukung dengan transportasi yang memadai menuju kawasan wisata ini. &quot;Pantai-pantai di Pangandaran memang indah, namun saya masih akan pikir-pikir dahulu untuk mengunjungi tempat wisata ini lagi karena perjalanan yang ditempuh cukup melelahkan,&quot; sahut Putry (22), salah seorang wisatawan Pangandaran lainnya.
</p>
<p>
&quot;Dari terminal Kampung Rambutan, saya harus ganti bis lagi di Sukabumi atau Banjar menuju Pangandaran. Perjalanannya sekira 9-12 jam,&quot; keluhnya.
</p>
<p>
Ia menyarankan, transportasi menuju Pangandaran sebaiknya diperbanyak, juga dibuka jalur-jalur jalan yang baru agar waktu perjalanan yang ditempuh tidak terlalu melelahkan.
</p>
<p>
&quot;Namun memang, keindahan pasir putih di pantai-pantai Pangandaran serta akomodasinya yang murah menjadi nilai tambah, disamping kekurangan transportasinya tersebut,&quot; tambah Putry.
</p>
<p>
Ia menukaskan, di sekitar Pangandaran terdapat banyak penginapan dengan harga murah dan fasilitas yang lengkap. &quot;Dengan harga Rp100 ribu per malam saja sudah dapat kamar yang nyaman,&quot; jelasnya.
</p>
<p>
Selain Pangandaran, 14 destinasi yang menjadi unggulan di 2012 antara lain Sabang, Toba, Kota Tua-Jakarta, Tanjung Puting, Bromo-Tengger-Semeru, Batur-Bali, Rinjani, Toraja, Derawan, Raja Ampat, Bunaken, Komodo-Kelimutu-Flores, Wakatobi, dan Borobudur.
</p>
<p>
<em>Sumber OkeZone</em>
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Berencana Rayakan Tahun Baru di Pantai Pangandaran? Simak Tipsnya </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//120/berencana-rayakan-tahun-baru-di-pantai-pangandaran-simak-tipsnya</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//120/berencana-rayakan-tahun-baru-di-pantai-pangandaran-simak-tipsnya</comments>
   			  <pubDate>Mon, 26 Dec 2011 05:12:26 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Adi Sumaryadi</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//120/berencana-rayakan-tahun-baru-di-pantai-pangandaran-simak-tipsnya</guid>
			  <description>Punya rencana merayakan tahun baru di Pangandaran, bagi yang belum sama sekali merayakan tahun baru di Pantai Pangandaran atau wisata-wisata disekitarnya silahkan simak beberapa tips yang akan kami sajikan untuk anda dibawah ini. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <span style="line-height: 22px; text-align: left">Punya rencana merayakan tahun baru di Pangandaran, bagi yang belum sama sekali merayakan tahun baru di Pantai Pangandaran atau wisata-wisata disekitarnya silahkan simak beberapa tips yang akan kami sajikan untuk anda dibawah ini.</span><br />
<br />
<ul style="line-height: 22px; text-align: left; padding: 0px; margin: 0px">
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Setiap tahun baru, Pangandaran selalu padat oleh wisatawan, bahkan jauh hari dari tanggal 25 desember dan puncaknya pada tanggal 1 Januari. Jadi sebaiknya anda memesan penginapan berupa hotel, bungalow atupun rumah warga jauh-jauh hari, minimal sebulan sebelum tanggal 1 Januari, kecuali anda di Pangandaran pulang pergi.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Pangandaran tidak banyak mempunyai jalan untuk mengakses ke pantai, biasanya jelang magrib atau pukul 18.00 jalan menuju pantai sudah penuh bahkan macet. Jika anda dari luar kota, silahkan hitung jangan sampai tiba di Pangandaran anda tengah malam, bisa-bisa tahun baruan dijalan. Lebih baik sehari sebelumnya anda sudah berada di pantai Pangandaran.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Jika penginapan yang anda pilih lokasinya dekat dengan pantai timur, bagusnya masuk dari gerbang timur dan jika berada disebelah barat masuknya melalui gerbang barat, hal ini untuk menghindari macet ditengah pangandaran dan cukup jauh ke pantai.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Pusat keramaian berada di pantai Barat, jika penginapan anda di Pantai Timur, tidak ada salahnya menikmati malam pergantian tahun di Pantai Barat.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Lokasi kembang api biasanya disekitar Panggung Terbuka Pangandaran sekitar 1,5 KM sebelum cagar alam. Tidak ada salahnya anda mendekat ke daerah itu sebelum tengah malam supaya menyaksikan pesta kembang api secara maksimal.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Anda juga bisa melihat kembang api dari bibir pantai, bawa tikar dan makanan untuk menunggu datangnya detik-detik tahun baru.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Jika anda hotel anda berjarak dari pantai, sebaiknya anda berjalan kaki menuju pantai, ya bersama-sama dengan keluarga karena takut setelah selesai pesta kembang api justru anda terjebak macet dan sulit kembali ke hotel.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Jika anda ingin ikut berpesta kembang api, anda bisa membeli disepanjang pantai Pangandaran ataupun di Pasar Pangandaran. Terompet juga bisa anda jumpai disana.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Bila anda menggunakan kendaraan roda dua, masuklah ke Pangandaran sebelum malam karena takut terjenak oleh kemacetan, sebelum pukul 15.00 WIB akan lebih baik.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Untuk menunggu waktu datangnya tahun baru, anda bisa mengisi waktu dengan mengunjungi beberapa pertunjukan live music, biasa ada di ujung tol pangandaran dan panggung terbuka Pangandaran, anda juga bisa menyewa elektone di hotel-hotel yang anda singgahi.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Usahakan anda tidak terlalu lelah dimalam hari supaya anda tetap bisa menikmati liburan anda esok harinya dengan berenang, watersport ataupun ke cagar alam.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Catat nomor contact penginapan anda barangkali tahun depan atau lain waktu anda akan menginap kembali di Pangandaran.</li>
	<li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 20px; padding: 0px">Dan yang terakhir...selalu kunjungi www.mypangandaran.com dari gadget anda ataupun http://m.mypangandaran.com untuk versi mobilenya untuk mendapatkan informasi terupdate tentang tahun baruan di Pangandaran.</li>
</ul>
<span style="line-height: 22px; text-align: left">Semoga liburan tahun baru anda menyenangkan dan mengesankan, selalu berhati-hatilah dengan diri dan barang bawaan kita. karena keluarga kita menunggu dirumah untuk kembali berkumpul bersama mengarungi tahun yang baru.</span>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Kisah Mas Kelik Setahun di Langkaplancar</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//119/kisah-mas-kelik-setahun-di-langkaplancar</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//119/kisah-mas-kelik-setahun-di-langkaplancar</comments>
   			  <pubDate>Wed, 21 Dec 2011 10:22:16 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Kelik Nursetiyo Widiyanto</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//119/kisah-mas-kelik-setahun-di-langkaplancar</guid>
			  <description>Hari ini, setahun yang lalu, pertama kali saya menginjakkan kaki di tatar galuh. Maksud saya, benar-benar mengnjakkan kaki. Bukan sekedar melintas seperti biasanya kalau saya mudik ke Jogja. Hawa panas musim kemarau menyambut saya yang datang dari Bandung dengan berkendara roda dua [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Hari ini, setahun yang lalu, pertama kali saya menginjakkan kaki di  
tatar galuh. Maksud saya, benar-benar mengnjakkan kaki. Bukan sekedar  
melintas seperti biasanya kalau saya mudik ke Jogja. Hawa panas musim  
kemarau menyambut saya yang datang dari Bandung dengan berkendara roda  
dua. Butuh waktu empat jam perjalanan menunggangi Supra X. Bagi Asep  
Wijayanto, kawan seperjalanan, empat jam adalah waktu yang lama.  
Biasanya ia hanya membutuhkan waktu tiga jam! Ia memang berasal dari  
Purbalingga, Jawa Tengah, jadi sudah terbiasa menempuh perjalanan jauh  
dengan motor.
<p>
Gedung Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan  Masyarakat Kabupaten 
Ciamis tujuan awal saya ke Ciamis. Terlambat  memang, sudah lama 
berkumpul kawan-kawan Fasilitator Kecamatan (FK)  lainnya di sana. Tapi,
tak mengapa, perjalanan jauh menjadi alasan kuat.  Terlebih sehari 
sebelumnya, saya harus mengurus berbagai dokumen yang  diperlukan. Saat 
itu, kami diberi pengarahan oleh Pak Salim Mughni dari  Fasilitator 
Kabupaten, Pak Krisna dan Pak Hamim dari Badan KBPM.
</p>
<p>
Di  absennyalah satu persatu kami. Mulai dari nama, alamat, status 
hingga  penempatan. Pak Krisna terlihat menguasai sekali wilayah Kab. 
CIamis.  Tentu saja, karena dia Pamong Kab. Ciamis. Kalau dia ditanya 
kondisi  wilayah Kab. Sukabumi belum tentu dia menguasai. Giliran saya 
ditanya,  saya jawab, saya Kelik Nursetiyo Widiyanto, asal dari Bandung,
ditugaskan di Kec. Langkaplancar. Dia tersenyum penuh makna.
</p>
<p>
Sehari  sebelumnya, saya mendapat surat tugas dari Provinsi. Di sana 
tertera,  Nama: Kelik Nursetiyo Widiyanto, Lokasi Tugas: Kec. 
Langkaplancar Kab  Ciamis. Percaya atau tidak, beberapa waktu 
sebelumnya, saya berharap,  kalau saya ditugaskan di Ciamis, tidak di 
Kec. Langkaplancar. Saya baca  di media lokal mengenai kondisi yang 
berat saat wakil Gubernur  berkunjung ke sana. Di kecamatan ini pula ada
Caleg perempuan yang bunuh  diri karena gagal menjadi anggota dewan. 
Hingga kini jalan yang dilalui  Wakil Gubernur itu tetap sama, berubah 
malah menjadi lebih ancur. Saya  rasa Gubernur pun mengetahu itu dari 
kunjungan terakhirnya. Dan saya  kost di sebrang lokasi bunuh diri Caleg
perempuan itu. Sebuah  ketidaksengajaan yang menakjubkan.
</p>
<p>
Dari pusat kabupaten Ciamis,  Langkaplancar bisa ditempuh dalam waktu 
satu jam setengah. Kalo Pak Ade  M. Rochdiat, kawan fasilitator teknik, 
bisa satu jam. Waktu pertama kali  ke Langkaplancar, kami mengambil rute
Kantor  Faskab-Cijeungjing-Bojong-Cimaragas-Cidolog-Langkaplancar. 
Sebetulnya  ada rute lain melalui Jalan Nasional menuju Kota  
Banjar-Pamarican-Cikupa-Karangkamiri-Langkaplancar. Tapi itu lebih jauh.
Bisa juga melalui Kota  
Tasikmalaya-Manonjaya-Cineam-Bangbayang-Langkaplancar. Tapi medannya  
luar biasa!
</p>
<p>
Kecamatan Langkaplancar berbatasan di sebelah barat  dengan Kecamatan 
Cigugur, sebelah Utara Kecamatan Cineam dan Karangjaya  (Kab 
Tasikmalaya), Sebelah timur dengan Banjarsari, Sebelah selatan  dengan 
Parigi. Bila kondisi jalan lebih baik, akses ke Pangandaran lebih  
dengan melalui Langkaplancar-Cigugur-Parigi-Pangandaran.
</p>
<p>
Dari  situs resmi Kab. Ciamis, luas Kec. Langkaplancar 157.370 KM2. 
Bandingkan  dengan luas Kota Banjar (113,49 KM2), Kota Cimahi 
(40,3645KM2), melihat  perbandingan itu saja, dapat dibayangkan betapa 
luas Kecamatan ini.  Jika Anda berlayar di pantai Pangandaran, bila 
melihat gunung dari sana,  itu adalah gunung yang ada di Kecamatan ini! 
Bentangan dari desa  terbarat dengan tertimur mencapai 52 KM! Butuh 
waktu dua jam perjalanan  dari Desa Jayasari ke Desa Bangunkarya atau 
Desa Sukamulya.
</p>
<p>
Kecamatan  Langkaplancar terdiri dari 13 desa. Desa Jayasari, Pangkalan,
Langkaplancar, Bojongkondang, Mekarwangi, Bangunjaya, Cimanggu,  
Karangkamiri, Bojong, Jadimulya, Jadikarya, Bangunkarya, dan Sukamulya. 
Tahun ini, Desa Cimanggu mengalami pemekaran menjadi dua desa. Hingga  
dipastikan tahun depan menjadi 14 Desa.<img src="../medias/langkaplancar-maskelik.jpg" alt="Langkap Lancar" width="540" height="405" />
</p>
<p>
Selama menjadi bagian dari  wilayah Republik Indonesia, Langkaplancar 
baru dua kali dikunjungi  Gubernur Jawa Barat. Aang Kunaefi di dekade 
1970-an dan Ahmad Heryawan,  Mei lalu. Aang Kunaefi menginjakkan kakinya
ke Langkaplancar dengan  mengendarai Helikopter. Sebab, bila melewati 
darat, saat itu mungkin  mesti ditandu. Medannya belum sebagus sekarang.
Sekarang pun, rombongan  Gubernur Ahmad Heryawan mengeluhkan kondis 
jalan yang tidak seperti di  Bandung. Padahal, kondisi jalan di Bandung,
menurut saya, tak beda jauh  dengan Langkaplancar.
</p>
<p>
Setelah setahun di Langkaplancar, tak ada  perbaikan kondisi jalan. 
Menurut masyarakat setempat, jalan seperti  sekarang ini sudah lumayan. 
Menurut saya, luar biasa. Supra X 125 saya  sudah harus diganti 
tebengnya, roda telah dua kali ganti, rantai satu  kali. Itu hasil jatuh
berkali-kali. Tapi saya bersyukur dengan kondisi  ini. Saya bisa lebih 
melihat dengan mata kepala saya sendiri betapa  kayanya negeri ini dan 
betapa miskinnya penduduknya.
</p>
<p>
Kelik Nursetiyo Widiyanto, Penulis adalah Blogger Kompasiana yang bisa menuangkan tulisannya di <strong>kompasiana.com/maskelik</strong> dan mempersilahkan untuk mengisahkan ulangnya kisahnya di mypangandaran.com
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Let get lost - Kisah Perjalanan ke Batu Karas</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//118/let-get-lost-kisah-perjalanan-ke-batu-karas</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//118/let-get-lost-kisah-perjalanan-ke-batu-karas</comments>
   			  <pubDate>Tue, 13 Dec 2011 15:26:05 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Justanto Ricky</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//118/let-get-lost-kisah-perjalanan-ke-batu-karas</guid>
			  <description>Suatu pagi gw dapet BBM dr temen Outlander gw bernama Stevie. Yang isinya dia bercerita ada tempat bagus untuk dikunjungi bernama Batu Karas. Maklum dia dan gw juga sama2 penggemar lumpur dan adventure, kita juga kebetulan sama-sama member di klub mobil Land Rover Club Indonesia (LRCI) [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p>
Suatu pagi gw dapet BBM dr temen Outlander gw bernama Stevie. Yang isinya dia bercerita ada tempat bagus untuk dikunjungi bernama Batu Karas. Maklum dia dan gw juga sama2 penggemar lumpur dan adventure, kita juga kebetulan sama-sama member di klub mobil Land Rover Club Indonesia (LRCI). Saat itu juga gw keinget sepertinya itu tempat sempet disebut di National Geographic Traveler Indonesia. Tempat tersebut berada di daerah Pangandaran, kecamatan Cijulang di propinsi Jawa Barat.
</p>
<p>
Kebetulan minggu depan gw dapet schedule cuti, lumayanlah buat refreshing setelah fatiq terbang yg padat bulan ini &ndash; pikir gw. Langsung nyalain komputer dan browsing sana-sini, ternyata tempat tersebut memang menarik. Menyajikan pantai yg cukup bersih dan dekat dgn obyek wisata Green Canyon. Gw browsing buat tempat menginap. Ada beberapa hotel kecil disana, dan akhirnya gw menetapkan buat milih JavaCove Beach Hotel. Saat reservasi menggunakan kartu kredit, dan saat telfon kesana cukup dilayani dgn baik oleh operator dan recepsionistnya. Gak ketinggalan jg gw buka Google map buat create peta menuju kesana. Menurut perhitungan, perjalanan sejauh 330km  kesana membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam berkendara dgn mobil. Route yg gw pilih adalah the shortest route. Jakarta &ndash; Bandung &ndash; Tasikmalaya &ndash; Garut &ndash; Slawu &ndash; Cijulang. Oiya rencana gw saat di Garut &ndash; Slawu nanti akan mampir di Kampung Naga.
</p>
<p>
Pas hari H kita brangkat jam 20.00 krn ada beberapa hal yg mesti diurus. Sayangnya waktu itu kita berangkat tidak bersama si Landy. Dikarenakan ada masalah dikit. <img src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif?m=1317670528g" alt=":(" /><br />
Lepas dr Cawang menuju Bandung start jam 20.30. Sempet beberapa saat beristirahat buat makan malem dan mengisi bekal buat ransum di jalanan. Jalan menuju Bandung melalui tol Cipularang cukup lancar malam itu. Dari Bandung lanjut terus menuju Rancaekek &ndash; Cicalengka &ndash; Leles &ndash; Garut &ndash; Slawu. Di Slawu kita sempet ngliat tanda menuju Kampung Naga, tapi apa daya kita saat itu jam menunjukkan jam 1.30. &ldquo;Lusa sajalah mampir ke sini&rdquo; pikir-ku.  Jam 2.00 gw dikejutkan oleh tanda penunjuk bahwa kita berada di Tanjung Jaya. Aga ragu dalam pembacaan peta akhirnya berhasil dengan sukses kita sampai di Tasikmalaya. &ldquo;Wah nyasar niy gw&rdquo; dalam hati. Dengan tekat bulat akhirnya kita putuskan untuk tetap mengarah ke Selatan. Dalam perjalanan inilah petualangan gw paling seru seumur hidup gw baru kali ini terjadi. Semakin gw menyusuri jalan tsb, gw semakin masuk ke daerah pegunungan, perbukitan dan berhutan yg sangat amat gelap gulita. Tetep gw konsen nyetir dgn sesekali gw lirik spion. Semuaaaa yg gw liat hanya hitam!!!. Bayangin kalo lampu mati dikamar gelapnya sperti apa. Nah spt itulah gelapnya, hanya ada lampu mobil menyorot jalan gw. Tak terasa akhirnya gw nemu tempat bernama Salopa. Tempat ini sebenernya ada dalan peta navigasi gw. Karena gelapnya jalan dan ketidak pastian, berhasil-lah kita masuk ke dalam hutan untuk kedua kalinya. AGAIN!!! Suasanya nyasar pertama terulang. Gelap, Hutan, Gunung!!! Cuma tanda arah menuju Cikatomas yg ada di sisi jalan. Gw dalam hati cuma berharap jalan berliuk-liuk dalam hutan ini cepat ketemu ujungnya. Tanda kehidupan ada tapi sangat jarang. Rata-rata ada rumah di tiap 5km. Itupun cuma satu atau dua rumah. Cepatlah matahari bersinar.. salah satu harapan gw biar gw sadar bahwa gw memang masih berada di jalan yg bener. Sempet kepikir &ldquo;Jangan2 gw diputer2 dalam hutan ini oleh penunggu disini&rdquo;. Tapi nggak lah selama gw konsen dan tdk ada niat macem2. Yes! Cikatomas udah gw temuin. Gw lirik lagi jam yg menunjukkan jam 03.30. Masih tetep berkutat dalam jalan berkelok yg tiada ujung. Sebagai gambaran, sebenernya jalan ini cukup halus untuk ukuran daerah ini. Tapi penerangannya NOL BESAR! Cuma ada lampu2 dr rumah penduduk yg jarak nya berkilo-kilo meter. Tetep masih ke arah Selatan gw ketemu Margaluyu. Matahari dah mulai keliatan krn dah mulai Subuh. Sudah mulai keliatan bentuk gunung, perbukitan dan hutan2nya. Alhamdulillah, gw bisa sedikit tersenyum. Dr Margaluyu &ndash; Cimanuk &ndash; Legok jawa jalanan mulai landai dan jelas. Kiri kanan terhampar sawah2 yang luas. Pendek kata akhirnya gw nemuin Cijulang &ndash; Batu Karas. Dan gw sampai di penginapan pukul 8.00.<br />
Yang seharusnya jarak tempuh kesini 331km membengkak jadi 425km. Sisanya nyasar di gunung2 tadi.
</p>
<p>
<a href="../medias/getlos/dsc1452.jpg">
<br />
<img src="../medias/getlos/dsc1452.jpg?w=1024&amp;h=574" alt="" title="SONY DSC" /></a>
</p>
<p>
<a href="../medias/getlos/dsc1452.jpg"></a><a href="../medias/getlos/dsc1451.jpg"><img src="../medias/getlos/dsc1451.jpg?w=1024&amp;h=574" alt="" title="SONY DSC" /></a>
</p>
<p>
Tempat gw menginap di JavaCove cukup mengobati kepanikan gw semalem. Di depan hotel terhampar pantai yg cukup bersih, walau ga berpasir putih. Biasanya turis manca negara kesini di bulan January &ndash; April, karena ombaknya menurut cerita cukup asyik buat surfing. Setelah beristirahat, malem kita menikmati wine Chardonay. Hotel tempat gw nginep, menurut gw cukup mendukung perkembangan daerah sekitar. Sebagai contoh, hotel ini selalu menyarankan tamu yg nginep buat makan di warung2 penduduk, trus nyewain sepeda atau motor juga milik penduduk, termasuk untuk permainan air. Jujur, gw salut ada hotel bertaraf internasional yg mau share pendapatan dgn masyarakat sekitar.
</p>
<p>
<a href="../medias/getlos/dsc1462.jpg"><img src="../medias/getlos/dsc1462.jpg" alt="" title="SONY DSC" /></a>
</p>
<p>
<a href="../medias/getlos/dsc1462.jpg"></a><a href="../medias/getlos/dsc1467.jpg"><img src="../medias/getlos/dsc1467.jpg?%20alt=" alt="" title="SONY DSC" /></a><br />
Keesokan hari setelah sarapan dengan setangkup roti, kita menyewa kapal untuk berputar &ndash; putar disekitaran. Gw sengaja ga mampir ke Green Canyon, krn saat itu musim hujan. Kalau musim hujan air disana kurang indah, ga akan berwarna hijau, melainkan kecoklatan krn bercampur air hujan dan tanah. Untuk sewa boat dikenai biaya Rp.275.000,- untuk berputar-putar di sekitar situ. Disini juga ada permainan air yg lumayan lengkap seperti Banana Boat dsb.
</p>
<div id="attachment_112" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px">
<a href="../medias/getlos/dsc1494.jpg"><img src="../medias/getlos/dsc1494.jpg" alt="" title="SONY DSC" /></a>
<p>
Pesisir Pantai
</p>
</div>
<div id="attachment_111" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px">
<a href="../medias/getlos/dsc1502.jpg"><img src="../medias/getlos/dsc1502.jpg" alt="" title="SONY DSC" /></a>
<p>
Batu Payung
</p>
</div>
<div id="attachment_113" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px">
<a href="../medias/getlos/dsc1530.jpg"><img src="../medias/getlos/dsc1530.jpg" alt="" title="SONY DSC" /></a>
<p>
Batu Karas
</p>
</div>
<p>
Jam menunjukkan 13.00 akhirnya gw pulang ke Jakarta dgn rute normal yaitu lewat Pangandaran &ndash; Banjar &ndash; Ciamis. Rute ini memang rute yg pada umumnya diambil jika menggunakan jalur darat.
</p>
<div id="attachment_114" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px">
<a href="../medias/getlos/dsc1571.jpg"><img src="../medias/getlos/dsc1571.jpg" alt="" title="SONY DSC" /></a>
<p>
Java Cove Beach Hotel
</p>
</div>
<p>
Setelah pulang krn penasaran akhirnya dua gunung yg gw sempet nyasar kemarin akhirnya gw cari tu gunung. Dan akhirnya menemukan dua gunung. Yaitu Gunung Tanjung yg pertama gw masukin dan yg kedua adalah Gunung Sari.
</p>
<p>
Sebagai catatan. Mari kita kembangkan wisata alam Negeri kita Indonesia. Ga perlu yang terlalu jauh dulu, masi banyak deket tempat kita atau daerah kita tinggal yg memiliki potensi alam yg sangat bagus. Apalagi jauh2 ke luar negri. Mari kita cintai alam kita. Kalo bukan kita, siapa lagi yg akan perduli. Kita mulai dr hal2 kecil terlebih dahulu. And let&rsquo;s go green.
</p>
<p>
Kesan gw selama jalan kemarin ada beberapa poin penting yg bisa dipertimbangkan. Tempat ini cukup nyaman dan bersih, masyarakatnya sekitar juga ramah, untuk biaya perjalanan dan makan cukup terjangkau dan masuk akal-lah. Harapan gw untuk kedepan, agar tempat ini tetep menjaga kebersihan dan menjaga kelestarian alamnya.
</p>
<p>
Many thanks for my adviser and partner in LRCI Stevie Chandra (The Outlander Indonesia) (Keep exploring bro..), and Ayyi as my Navigator (Makasiy nyasarnya.. Hehehe..) <img src="http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif?m=1317670528g" alt=";)" /> .
</p>
<p>
Memang benar Kerry Lorimer dr Lonely Planet bilang..<br />
<strong>&ldquo;Getting lost is the best thing to do when you&rsquo;re travelling&rdquo; <br />
</strong>
</p>
<p>
<strong>Justanto Ricky - </strong>Penulis adalah Moody, Adventurer, Explorer, Off Road Addict, Beer Lover, Jet Pilot yang suka blogging di mericky.wordpress.com
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Tugu Welcome to Pangandaran, Kenapa Jadi Warna Emas?</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//117/tugu-welcome-to-pangandaran-kenapa-jadi-warna-emas</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//117/tugu-welcome-to-pangandaran-kenapa-jadi-warna-emas</comments>
   			  <pubDate>Fri, 02 Dec 2011 17:26:42 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//117/tugu-welcome-to-pangandaran-kenapa-jadi-warna-emas</guid>
			  <description>Kuciwa, begitu kata terlontar dari big bosku dulu untuk mengomentari sebuah hasil design terburuk yang pernah dilihat. Tiada lain alias tiada bukan, Kuciwa adalah kata plesetan dari kata KEKECEWAAN yang teramat sangat.  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Kuciwa, begitu kata terlontar dari big bosku dulu untuk mengomentari sebuah  hasil design terburuk yang pernah dilihat. Tiada lain alias tiada bukan, Kuciwa adalah kata plesetan dari kata KEKECEWAAN yang teramat sangat. Dulu kata aneh itu tidak terlalu mengganggu kreativitas saya, saya anggap kritikan biasa agar hasil design saya lebih baik lagi.
<p>
Tapi sekarang akhirnya saya sendiri terpaksa mengatakan kata aneh itu. Setiap melintasi bunderan untuk mengantar anak ke PAUD Ar Risalah (Dusun Bojongsari Babakan) di pagi hari yang cerah, atau sejenak melepas lelah sambil menunggu giliran lampu hijau saat pulang kerja, ada yang berbeda dari penampilan tugu patung selamat datang di Pangandaran itu. Awalnya, saat mengamati renovasi tugu itu setiap hari, terlintas di benak saya akan di bangun sesuatu yang keren! atau bakalan diganti patungnya, untuk pantas dibanggakan warga pangandaran. Bahkan akan menjadi sebuah simbol, atau sekedar backround foto buat bahan upload kalo seseorang pernah ke Pangandaran dengan status; <em>I`m here!.</em>
</p>
<p>
Namun apa yang terjadi, Kuciwa!, Bener-bener aneh! lucu, menggelikan, <em>&quot;aya-aya wae!&quot; </em>ceuk orang Pangandaran mah. Entah apa maksudnya, tugu patung seindah itu  yang awalnya juga `lumayan` karena gratifikasi dari pihak sponsor rokok, berubah 180 derajat jadi tugu emas!.Hebatlah..hebat! warga pangandaran punya tugu emas, tapi emas palsu!
</p>
<p>
Padahal kalo kita perhatikan lebih jeli dan teliti, tugu itu luar biasa dan memiliki makna yang dalam tentang pangandaran sebenarnya.Tugu itu di bangun kurang lebih 20 tahun silam saat saya masih duduk di bangku SDN 1 Pangandaran yang hanya berjarak 50m dari tugu itu. Pembuatannya hampir bersamaan dengan pembangunan jalan tol pangandaran sebagai jalan utama pintu akses menuju pantai Pangandaran pengganti pintu dekat puskesmas . Tugu dan jalan tol itu sejajar lurus seolah-olah menusuk pantai yang selalu menyambutnya dengan deru gelombang yang meraih pesisir. Waktu itu, setiap pulang sekolah saya bersama teman-teman menyempatkan diri untuk melihat tahap demi tahap proses pembangunan tugu itu yang awalnya kami kira bentuk jemari raksasa, karena saat baru datang dari truk hanya berupa 3 bentuk bulat panjang yang ada pangkalnya. Ternyata adalah calon sebuah tugu kebanggaan warga Pangandaran yang belum diukir. Tugu itu dibuat bertekstur seolah terbuat dari batu alam walau sebenarnya hanya terbuat dari fiber, untuk itulah warnanya juga di cat sedemikian rupa agar tampak kokoh dan kuat seperti batu. Dengan mengambil bentuk gelombang laut yang dahsyat seolah menjunjung tinggi tiga buah ikan segar yang meraih cita-cita di langit.
</p>
<p>
&nbsp;Namanya juga proyek zaman order baru, untuk memanjakan sang penguasa kala itu, jelas ikan nomor 2 berada di puncak paling tinggi (Golkar) disusul ikan nomor 1 (PPP) kemudian ikan no 3 (PDI), bener-bener Tugu yang indah!. Sedikit disayangkan di bahu lingkaran tugu tidak terdapat trotoar buat pejalan kaki untuk sekedar menyetuh dan menikmati tugu lebih dekat sekaligus foto-foto sebagai bukti otentik oleh-oleh wisatawan buat tetangga sebelah (maklum kali, saat tugu dibuat dulu blum ada hape nyang ada kodaknya...hikhikhik)
</p>
<p>
Entah idenya siapa (yang jelas bukan idenya cosmos) sekarang tugu itu berwarna emas menyala, mewah banget! seperti selera negro borjuis!, menghapus total konsep awal sebagai tugu batu alam yang sederhana.
</p>
<p>
Entah apa maksudnya, apakah pangandaran telah mengalami masa jaya keemasan?
</p>
<p>
Entah apa tujuannya, apakah gara-gara emas muda yang sedang digandrungi para PSK pangandaran?
</p>
<p>
Entah apa maunya, apakah untuk sekedar dongkrak pariwisata seperti Kubah emas di Tanggerang, Keong Emas di TMII, Segitiga Emas di Kosambi?
</p>
<p>
Entah apa inginnya, apakah karna banyak orang jawa di Pangandaran, ada Mas Maza, Mas Mus, Mas Yanto?
</p>
<p>
Entah mengapa..saya juga bingung...sekarang tugu itu namanya jadi tugu Ikan Mas, jadi lebih aneh lagi kan? baru liat ada Ikan Mas bentuknya begitu, setahu saya Ikan Mas itu seperti Gurita bisa terbang! hebat bisa terbang euy..!
</p>
<p>
Akhiranya sekarang saya dapat mengucapkan Kuciwa!!
</p>
<p>
<em>Artikel ini merupakan Kiriman dari salahsatu Warga Pangandaran dengan inisial Dolphin untuk myPangandaran.com</em>
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Catatan Kuliner Mas Hari di Pangandaran</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//116/catatan-kuliner-mas-hari-di-pangandaran</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//116/catatan-kuliner-mas-hari-di-pangandaran</comments>
   			  <pubDate>Wed, 30 Nov 2011 08:24:10 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Hari Prasetyo *)</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//116/catatan-kuliner-mas-hari-di-pangandaran</guid>
			  <description>Pangandaran merupakan daerah wisata pesisir pantai di selatan pulau Jawa, tepatnya di kabupaten Ciamis, memiliki potensi wisata yang sangat kuat dan khas. Karena letaknya dekat dengan laut, kulinernya pun sudah pasti kebanyakan makanan laut, meskipun makanan tradisional  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p align="left">
Pangandaran merupakan daerah wisata pesisir pantai di selatan pulau Jawa, tepatnya di kabupaten Ciamis, memiliki potensi wisata yang sangat kuat dan khas. Karena letaknya dekat dengan laut, kulinernya pun sudah pasti kebanyakan makanan laut, meskipun makanan tradisional Sunda disana juga mendominasi seperti sayur asam, lalapan, dsb.
</p>
<p align="left">
Sudah beberapa kali aku mengunjungi Pangandaran dan beberapa kali mencicipi makanan laut ala Pangandaran. Ini dia foto-foto wisata kuliner ku selama di Pangandaran. Kebetulan aku mencoba 2 rumah makan sea food yang menurutku makanannya cocok di lidahku. Kalau masalah harga ya relatif tak jauh beda lah. Rumah makan ini merupakan rekomendasi dari rekan yang pernah mengunjungi dan rekan yang memang tinggal di Pangandaran.
</p>
<p align="left">
Yans Sea Food di Jl.Raya Babakan Km 1 Pangandaran,
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; text-align: center" align="left">
<img src="../medias/hari/3/200578_10150095224895895_659125894_6823416_5571304_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; text-align: center" align="left">
<img src="../medias/hari/3/197483_10150095225205895_659125894_6823419_1669516_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; text-align: center" align="left">
<img src="../medias/hari/3/185846_10150095225355895_659125894_6823422_6922158_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; text-align: center" align="left">
<img src="../medias/hari/3/319229_10150095226475895_659125894_6823445_2146933730_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; text-align: center" align="left">
<img src="../medias/hari/3/320565_10150095226245895_659125894_6823443_758647339_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; text-align: center" align="left">
<img src="../medias/hari/3/314571_10150095226130895_659125894_6823441_1730556113_n.jpg" alt="" width="460" height="531" />
</p>
<p align="left">
RM Bu Surman di Jalan Cagar Alam Pantai Timur Pangandaran,
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; text-align: center" align="left">
<img src="../medias/hari/3/190193_10150095230070895_659125894_6823484_4329205_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; text-align: center" align="left">
<img src="../medias/hari/3/183520_10150095230190895_659125894_6823486_4790924_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" align="left" style="font-size: 11px; margin: 10px auto; padding: 4px 0px 0px; line-height: 15px; display: block; border-width: 1px; border-style: solid; border-color: #dddddd; text-align: center; border-radius: 3px 3px 3px 3px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; width: 469px">
<img src="../medias/hari/3/196541_10150105646625895_659125894_6911573_5933229_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p>
Makan berkelompok lebih murah disini
</p>
</div>
<p align="left">
RM Bu Surman ini juga menjual kecap hasil produk ibu-ibu PKK, kecapnya tidak kental dan tidak encer, pas lah, cocok untuk sambal.
</p>
<p align="left">
&nbsp;
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px" align="left">
&nbsp;
</p>
<div style="text-align: center">
<img src="../medias/hari/3/198044_10150095230505895_659125894_6823490_1415830_n.jpg" alt="" width="460" height="529" />
</div>
<p>
&nbsp;
</p>
<p align="left">
Selain makanan laut, ada makanan tradisional seperti jajanan pasar. Aku tak kenal namanya, tapi ketika di coba mmmm&hellip; yammy.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; text-align: center" align="left">
<img src="../medias/hari/3/196277_10150105876945895_659125894_6914522_6554814_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p align="left">
Kemudian ada lagi makanan khas Pangandaran yang sangat lezat, namanya Pindang Gunung. Saat itu disajikan karena murid-muridku sedang menonton pertunjukan Ronggeng Gunung di Pondok Seni Pangandaran. Karena lezat hampir saja aku tak mendapatkan makanan ini, sayang tak sempat memotretnya. Foto ini aku ambil dari situs&nbsp;<a href="../aneka/detail/14/pindang-gunung-makanan-khas-pangandaran.html" target="_blank">mypangandaran.com</a>. Makanan ini juga banyak di jual di rumah makan di Pangandaran.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px">
&nbsp;
</p>
<div style="text-align: center">
<img src="../medias/hari/3/aneka-pindang-gunung-makanan-khas-pangandaran-14_a.jpg?w=500" alt="" title="aneka-pindang-gunung-makanan-khas-pangandaran-14_a" />
</div>
<p>
&nbsp;
</p>
<p align="left">
Ternyata makanan di Pangandaran lezat-lezat, dan ketika ke sana, makanan tadilah yang pasti aku cari lagi. 
</p>
<p align="left">
Hari Prasetyo *) Adalah Blogger asal Jakarta yang sering bercerita di <a href="http://hariprasetyo.org/">http://hariprasetyo.org</a>
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Catatan Liburan Mas Hari di Pangandaran: Hari Ketiga</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//115/catatan-liburan-mas-hari-di-pangandaran:-hari-ketiga</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//115/catatan-liburan-mas-hari-di-pangandaran:-hari-ketiga</comments>
   			  <pubDate>Thu, 10 Nov 2011 05:16:41 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Hari Prasetyo</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//115/catatan-liburan-mas-hari-di-pangandaran:-hari-ketiga</guid>
			  <description>Hari ketiga ini kami awali dengan sarapan di hotel. Hari ini kami berencana menuju ke pantai dan cagar alam Pangandaran. Kami berangkat pagi dengan berkendara motor sewaan. Kali ini kami menyewa motor dari salah satu staf hotel dengan biaya yang sama yaitu Rp 50.000. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Hari ketiga ini kami awali dengan sarapan di hotel. Hari ini kami berencana menuju ke pantai dan cagar alam Pangandaran. Kami berangkat pagi dengan berkendara motor sewaan. Kali ini kami menyewa motor dari salah satu staf hotel dengan biaya yang sama yaitu Rp 50.000.<br />
<br />
Kami menyusur jalan Cijulang &ndash; Pangandaran dengan santai selama sekitar 40 menit. Karena menjelang akhir tahun ya jadi tampak beberapa mobil berplat nomor Jakarta dan Bandung yang menuju ke batu karas, mungkin untuk berlibur atau menginap di sana.<br />
<br />
Setelah memarkir motor sewaan ke tempatnya, kami lalu meuju ke pantai Pangandaran, yang terletak di depan tempat parkir motor. Disana kami di tawari oleh calo perahu. Memang harus pandai menawar disini, normalnya satu perahu isi sepuluh orang bertatif Rp 50.000 untuk mengantarkan kita ke pantai pasir putih di Cagar Alam Pangandaran. Kami juga ditawari untuk berkeliling sepanjang Cagar Alam dengan perahu dengan tarif Rp 250.000. Wah mahal sekali.. dan aku menolaknya.<br />
<br />
Setelah deal, si calo perahu memanggil pengendara perahu dengan peluit dan butuh beberapa menit saja perahu pun datang. Kami pun di antar menuju ke pantai pasir putih di Cagar Alam Pangandaran. Kalau pantai Pangandaran sendiri pasirnya berwarna coklat, sedangkan di Cagar Alam pantainya putih bersih tanpa sampah, lautnya juga bening sampai terlihat karang-karangnya.<br />
<br />
Cuma 5 menit saja kami naik perahu dan kami sudah tiba di pantai pasir putih di Cagar Alam.<br />
<br />
Banyak aktivitas yang dapat dilakukan disana di antaranya adalah snorkling melihat karang-karang bawah laut. Di sana banyak persewaan alat-alat snorkling. Satu paket kurang lebih Rp 50.000 sepuasnya. Selain itu pengunjung bisa menyewa tikar seharga Rp 5.000 dan bisa duduk sepuasnya.<br />
<br />
Di belakang pantai, banyak sekali monyet hutan yang berkeliaran, ada yang agresif ada juga yang pasif. Yang agresif biasanya mengambil paksa botol minuman terutama yang manis-manis atau mengambil makanan.<br />
<br />
Jika mau berjalan kaki, diperbolehkan untuk menyusur jalan setapak mengelilingi cagar alam. Atau kembali ke pantai Pangandaran tidak menggunakan perahu lagi tapi juga bisa dengan berjalan kaki. Tidak jauh jaraknya hanya 20 menit berjalan kaki. Hanya saja selama berjalan banyak monyet-monyetnya.<br />
<br />
Jika mau langsung cepat, naik saja Flying Fox, kalau tak salah biayanya Rp 50.000 sekali pergi saja tidak pakai pulang. Dari segi waktu cuma berbeda 15 menit. Tapi serunya gak kalah kok.<br />
<br />
Karena kami belum membayar sewa perahunya, maka kami pulang menggunakan perahu yang sama, tinggal di telpon pengemudinya maka datanglah dia.<br />
<br />
Sebelum tengah hari kami sudah kembali ke pantai Pangandaran. Di sana semakin banyak pengunjung karena sudah mendekati penghujung tahun 2010. Hotel dan penginapan sudah tampak ramai dengan mobil-mobil plat B dan D.<br />
<br />
Setelah makan siang, kami kembali ke hotel. Dalam perjalanan pulang kami menyempatkan diri untuk ke pantai Batu Hiu karena penasaran seperti apa sih pantainya. Tapi disana tidak banyak pengunjung, pantainya pun tidak bisa dijadikan tempat bermain karena ada larangan untuk bermain di pantai, ombaknya terlalu besar.Tempat ini cocok untuk family gathering karena bagaikan taman di tepi pantai.<br />
<br />
Hanya beberapa menit saja kami disana, karena kami ingin menghabiskan hari terakhir liburan kami di Pangandaran di pantai Batu Karas saja.<br />
<br />
Setelah sholat Ashar kami bermain-main di pantai. Kami mencoba banana boat yang ada disana. Sekali naik tarifnya Rp 35.000 dengan 4 kali jatuhan (ingat semua harga harus ditawar dulu ya)<br />
<br />
Sore tiba, kami pun packing tas karena besok pagi kami harus pulang ke Jakarta. Kami semalaman beristirahat karena perjalanan Pangandaran &ndash; Jakarta lumayan jauh.
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Pelayanan e-KTP di Kecamatan Sidamulih Pangandaran</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//114/pelayanan-e-ktp-di-kecamatan-sidamulih-pangandaran</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//114/pelayanan-e-ktp-di-kecamatan-sidamulih-pangandaran</comments>
   			  <pubDate>Mon, 07 Nov 2011 08:47:48 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Saji Fathurrohman</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//114/pelayanan-e-ktp-di-kecamatan-sidamulih-pangandaran</guid>
			  <description>Pelayanan pembuatan e-KTP ternyata sudah ada di Kecamatan Sidamulih Pangandaran, Sabtu 5 November 2011, saya mengajukan pembuatan e-KTP karena menurut paman Sururudin selaku pengurus di kampung Drawolong, sekitar Tanggal 17-19 November mendatang akan ada pembuatan e-KTP serentak di setiap Kecamatan. Maklum saya tidak setiap saat ada di Kampung, minta didahulukan. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p>
Pelayanan pembuatan e-KTP ternyata sudah ada di Kecamatan Sidamulih 
Pangandaran, Sabtu 5 November 2011, saya mengajukan pembuatan e-KTP 
karena menurut paman Sururudin selaku pengurus di kampung Drawolong, 
sekitar Tanggal 17-19 November mendatang akan ada pembuatan e-KTP 
serentak di setiap Kecamatan. Maklum saya tidak setiap saat ada di 
Kampung, minta didahulukan.
</p>
<p>
Ternyata prosesnya sangat mudah dan tidak memakan waktu lama, waktu itu
sekitar jam 14.30 WIB Saya diantar mamang Sururudin, dengan membawa KTP
Nasional dan bukti Undangan, lalu diserahkan ke Petugas di Kecamatan, 
nah setelah menunggu kurang lebih 5 menit saya di panggil ke dalam dan 
diminta berdiri guna diambil Gambar pas Photo, lalu diambil 4 sidik 
jari, kanan kiri, lalu telunjuk kanan kiri, dan sidik jari Jempol kanan 
kiri, terakhir photo Retina mata, dan tanda tangan 2 kali.
</p>
<p>
Ternyata prosesnya cukup mudah dan tidak sulit, namun sejauh ini saya 
masih belum tau fungsi sesungguhnya e-KTP ini, banyak orang yang masih 
nebak-nebak fungsi tersebut, bisa semacem ATM, menyimpan Uang seperti 
menarik tunaidan lain-lain katanya, namun saya ngak peduli dengan hal 
itu, yang jelas memudahkan untuk keperluan Dbase, dan selagi saya berada
di kampung lebih baik saya minta di dahulukan saja dari pada pas 
waktunya nanti saya disuruh untuk pulang kampung.
</p>
Bagi Warga Pangandaran jika mau mengurus pembuatan e-KTP silahkan ke 
perangkat Desa,RT,RW setempat supaya lebih jelas kapan gilirannya.<br />
<br />
<p>
<em>Artikel ini merupakan kiriman dari Saji Fathurrohman, Kontributor myPangandaran.com</em>
</p>
<p>
&nbsp;
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Catatan Liburan Mas Hari ke Pangandaran: Hari Kedua</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//113/catatan-liburan-mas-hari-ke-pangandaran:-hari-kedua</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//113/catatan-liburan-mas-hari-ke-pangandaran:-hari-kedua</comments>
   			  <pubDate>Mon, 07 Nov 2011 05:41:48 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//113/catatan-liburan-mas-hari-ke-pangandaran:-hari-kedua</guid>
			  <description>Wah, setelah lelap pulas tertidur semalaman untuk melepas lelah, maka pagi hari kedua ini kami berjalan-jalan lagi di pantai Batu Karas sambil menunggu waktu sarapan tiba. Pagi hari begini masih sepi masih belum ada wisatawan lokal yang berkunjung. Penduduk setempat termasuk rajin bergotong royong dalam menjaga kebersihan jalan dan pantai, semua sampah disapu dan dimasukkan ke dalam tempat sampah [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p>
Wah, setelah lelap pulas tertidur semalaman untuk melepas lelah, maka pagi hari kedua ini kami berjalan-jalan lagi di pantai Batu Karas sambil menunggu waktu sarapan tiba. Pagi hari begini masih sepi masih belum ada wisatawan lokal yang berkunjung. Penduduk setempat termasuk rajin bergotong royong dalam menjaga kebersihan jalan dan pantai, semua sampah disapu dan dimasukkan ke dalam tempat sampah. Mereka mengatakan alasan penting untuk menjaga kebersihan yaitu untuk menarik wisatawan agar mau berkunjung ke pantai Batu Karas karena kebersihan pantainya. Aku mengakui jika pantai Batu Karas lebih bersih dibandingkan dengan pantai Pangandaran.
</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<dl class="wp-caption aligncenter" style="font-size: 11px; margin: 10px; padding: 4px 0px 0px; line-height: 1.4em; display: block; border-width: 1px; border-style: solid; border-color: #dddddd; text-align: center; background-color: #f3f3f3; border-radius: 3px 3px 3px 3px"><dt style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; line-height: 1.4em"><img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163495_474304285894_659125894_6382945_5260159_n.jpg" alt="" width="460" height="345" /></dt><dd>Gotong royong menjaga kebersihan pantai Batu Karas</dd></dl>
</div>
<p>
Pantai Batu Karas lebih indah di pagi hari dimana tidak banyak pengunjungnya dan lebih dapat dinikmati keindahannya.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="font-size: 11px; margin: 10px auto; padding: 4px 0px 0px; line-height: 15px; display: block; border-width: 1px; border-style: solid; border-color: #dddddd; text-align: center; background-color: #9bc3d5; border-radius: 3px 3px 3px 3px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; width: 469px">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/164125_474233935894_659125894_6382264_316221_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p>
Pantai Batu Karas
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="font-size: 11px; margin: 10px auto; padding: 4px 0px 0px; line-height: 15px; display: block; border-width: 1px; border-style: solid; border-color: #dddddd; text-align: center; background-color: #9bc3d5; border-radius: 3px 3px 3px 3px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; width: 470px">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/166573_474235145894_659125894_6382302_5336119_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
<p>
Pantai Batu Karas
</p>
</div>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<a href="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/189327_1965364936706_1320385877_2385797_941761_n.jpg" target="_blank"><img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/189327_1965364936706_1320385877_2385797_941761_n.jpg" alt="" width="472" height="70" /></a>
</p>
<p>
Bahkan ada juga yang bermain surfing di pagi-pagi begini, ombaknya tidak terlalu besar.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="font-size: 11px; margin: 10px auto; padding: 4px 0px 0px; line-height: 15px; display: block; border-width: 1px; border-style: solid; border-color: #dddddd; text-align: center; background-color: #9bc3d5; border-radius: 3px 3px 3px 3px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; width: 469px">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163773_474234810894_659125894_6382298_5094064_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p>
Pagi-pagi bermain surfing
</p>
</div>
<p>
Setelah lama bermain dan berjalan di pantai Batu Karas, kami segera kembali ke hotel untuk sarapan pagi. Sambil menunggu makanan kami dibuat, aku iseng-iseng mengambil foto-foto hotel.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/165114_473877150894_659125894_6376862_1168452_n.jpg" alt="" width="458" height="343" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/164821_473875650894_659125894_6376803_3702970_n.jpg" alt="" width="460" height="344" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163111_473875870894_659125894_6376814_7917629_n.jpg" alt="" width="460" height="613" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163102_473882390894_659125894_6376924_8038483_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
</p>
<p>
Akhirnya sarapan pun tiba, dan dalam hitungan menit, kami mampu menghabiskannya dengan segera karena kami tak sabar untuk berpetualang ke objek wisata di Pangandaran.
</p>
<p>
Dengan modal sepeda motor milik penduduk setempat yang kami sewa dengan harga Rp 50.000 dari pagi sampai sore, kami memulai petualangan kami di Green Canyon lebih dulu karena tempat itu adalah tempat wisata terdekat dengan Green Canyon. Green Canyon adalah tempat yang tidak akan dilewatkan saat mengunjungi daerah Pangandaran. Hal ini tidak berlebihan karena tempat wisata ini menawarkan keunikan yang sulit didapat dari tempat wisata lainnya. Pemandangan indah dan keasrian ditawarkan di Green Canyon yang sebelumnya bernama Cukang Taneuh.
</p>
<p>
Kami melewati jalan kampung dan Sasak Gantung, kali ini aku yang mengendarai motornya, wow, berdebar jantung ini ketika melewatinya, hahahaha pengalaman yang seru.
</p>
<p>
Kami tiba di Green Canyon jam 8 pagi dan Alhamdulillah masih sepi hanya beberapa pengunjung saja, biasanya kalau&nbsp;weekend, Green Canyon disesaki pengunjung. Green Canyon lebih nikmat untuk dikunjungi pada saat sepi dan tidak ada hujan lebat semalam sebelumnya. Kalau hujan maka bukan lagi bernama Green Canyon, tapi Brown Canyon.
</p>
<p>
Harga sewa perahu untuk lima orang yaitu Rp 75.000, jadi lebih baik bergabung dengan orang lain untuk patungan, daripada berdua dengan harga sama. Tiket perahu dapat dibeli di loket. Selain tiket perahu, setiap orang diwajibkan membayar tiket masuk Green Canyon sebesar Rp 12.500/orang.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/166510_473986435894_659125894_6378769_6801706_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5; text-align: center">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/198233_1965429778327_1320385877_2385956_1085696_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/167933_474029675894_659125894_6379409_6916202_n.jpg" alt="" width="458" height="342" />
</p>
<p>
Dari loket, kami mengantri di pintu masuk ke dermaga perahu. Ada petugas penjaga yang meminta tiket perahu, kami diberi nomor perahu dan akan dipanggil jika perahunya sudah siap. Prosedurnya begitu, tapi karena masih sepi jadi kami langsung diminta masuk dan naik perahu. Kami&nbsp;share&nbsp;perahu dengan bapak dan ibu, sementara anak-anaknya di perahu yang lain.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163605_473986585894_659125894_6378773_8353046_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p>
Perjalanan menuju ke batu besar di ujung Green Canyon membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Kami melewati sungai berwarna hijau dengan hutan yang masih alami disisi kiri dan kanannya. Kadang kami temui ular di dalam sungai tersebut ataupun bergelantungan di pohon-pohon sungai. Namun ular di dalam sungai biasanya lari kabur ketika ada perahu yang lewat. Bagai berpetualang di sungai Amazon di Brazil.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163275_473988975894_659125894_6378833_4208564_n.jpg" alt="" width="460" height="346" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163418_473990615894_659125894_6378864_7612539_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/63198_473996060894_659125894_6378957_5531418_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p>
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163430_474035130894_659125894_6379609_4537812_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p>
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/165574_474171455894_659125894_6381148_1028899_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
</p>
<p>
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163996_474172215894_659125894_6381166_509339_n.jpg" alt="" width="460" height="613" />
</p>
<p>
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/199260_1965481059609_1320385877_2386103_518839_n.jpg" alt="" width="460" height="689" />
</p>
<p>
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/166619_474172355894_659125894_6381168_3238903_n.jpg" alt="" width="462" height="347" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/168020_474172730894_659125894_6381173_6927445_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
</p>
<p>
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/167312_474172850894_659125894_6381174_7564169_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p>
Akhirnya kami sampai di batu besar di ujung Green Canyon, perahu tidak bisa melanjutkan karena di depan ada batu besar dan air terjun kecil. Kami hanya bisa turun di batu besar dan menikmati pemandangan selama 15 menit saja (karena semakin lama kita berada disitu membuat pengunjung jadi menumpuk sedangkan batunya besar tidak muat). Ada juga yang menambah jatah waktu dengan berenang di sana, namun juga harus nego lagi dengan pengendara perahu yang kita sewa, umumnya menambah Rp 150.000 &ndash; Rp 200.000 untuk satu jam (tergantung kepandaian bernego harga). Bisa patungan dengan rekan-rekan lain yang satu perahu. Kita juga dipinjami pelampung dari perahunya.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/164165_474179405894_659125894_6381406_4485255_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5; text-align: center">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/199868_10150105903465895_659125894_6914880_4869805_n.jpg" alt="" width="460" height="481" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/198111_10150105902170895_659125894_6914856_1703441_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/198565_1965489979832_1320385877_2386122_2122011_n.jpg" alt="" width="460" height="686" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5; text-align: center">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/195836_10150105902625895_659125894_6914863_1525571_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5; text-align: center">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/189339_10150105903345895_659125894_6914878_6248221_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5; text-align: center">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/195845_10150105903700895_659125894_6914885_3875027_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/164705_474177365894_659125894_6381342_648594_n.jpg" alt="" width="460" height="391" />
</p>
<p>
Jika anda penasaran seperti apa panorama Green Canyon maka&nbsp;<a href="http://www.gigapan.org/gigapans/74110/" target="_blank">klik link ini</a>&nbsp;dan<a href="http://www.gigapan.org/gigapans/74122/" target="_blank">&nbsp;klik link ini</a>. Gambar panorama Green Canyon ini diambil oleh Prima Eriawan Putra, siswa SMA Al Izhar Pondok Labu dengan menggunakan GigaPan. Anda bisa memperbesar gambar tersebut dan mendapatkan detil dari perbesarannya.
</p>
<p>
Setelah lima belas menit disana, kami dipanggil oleh pengendara perahu untuk segera kembali, kami agak kerepotan kembali ke perahu karena banyak pengunjung yang sudah naik ke batu besar itu.
</p>
<p>
Total sekitar 45 menit dibutuhkan untuk berkunjung ke Green Canyon. Lima belas menit pertama dan ketiga untuk perjalanan dan lima belas menit sisanya untuk menikmati pemandangan di Green Canyon. Ada informasi, di desa wisata Kertayasa (berada di dekat lokasi Green Canyon tapi coba hubungi loket Green Canyon) ada jasa&nbsp;body rafting&nbsp;menyusuri sungai Green Canyon. Harganya lumayan mahal sekitar Rp 250.000 &ndash; Rp 400.000 per orang, tapi pengalaman yang di dapat sangat&nbsp;worth it. Aku sendiri belum mencoba tapi dari cerita murid-muridku sangat menarik untuk dicoba.
</p>
<p>
Selanjutnya, kami menuju ke Citumang untuk&nbsp;body rafting&nbsp;di sungai Citumang sana, menurut kami lebih murah di sana dibandingkan di Green Canyon. Sekitar 15 menit dengan menggunakan sepeda motor dari Green Canyon ke Citumang. Untuk menuju kesana tinggal memperhatikan petunjuk jalan baik yang dari dinas perhubungan atau petunjuk yang dipasang oleh penduduk. Perjalanan menuju ke Citumang juga melewati jalan desa dan persawahan. Sayang jalanannya agak rusak. Mobil masih bisa masuk tapi harus berjalan perlahan-lahan.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/167139_474314760894_659125894_6383083_2392837_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/165752_474315135894_659125894_6383094_3944167_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p>
Disana kami mengikuti petunjuk arah saja, jadi tidak takut untuk nyasar. Butuh 15 menit untuk mencapai lokasi dari jalan utama Pangandaran &ndash; Cijulang.
</p>
<p>
Disana,&nbsp;body rafting&nbsp;di Citumang dikelola oleh Karang Taruna desa setempat sehingga tidak mahal. Kami berdua cuma mengeluarkan uang Rp 55.000 untuk tiket masuk, sewa pelampung dan guide yang menemani kami selama&nbsp;body rafting.
</p>
<p>
Dari tempat parkir, kami berjalan sekitar 15 menit melalui jalan setapak yang menanjak dan menurun untuk menuju ke gua sungai sebagai&nbsp;start point body rafting.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/167381_474317395894_659125894_6383195_3608229_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/168070_474318415894_659125894_6383222_1900535_n.jpg" alt="" width="457" height="343" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/162721_483447080894_659125894_6532685_2882766_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/164381_474319380894_659125894_6383240_3324242_n.jpg" alt="" width="461" height="614" />
</p>
<p>
Dan 15 menit perjalanan, kami sampai di gua sungai tempat&nbsp;start point body rafting. Di depan mulut gua ada cabang pohon yang dapat dipanjat dan bisa dijadikan uji nyali untuk terjun dari situ.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/165124_483448170894_659125894_6532716_8031255_n.jpg" alt="" width="462" height="346" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/180231_483450240894_659125894_6532752_3797941_n.jpg" alt="" width="459" height="612" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5; text-align: center">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/180047_483450555894_659125894_6532759_6065420_n.jpg" alt="" width="459" height="612" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5; text-align: center">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/166175_483448630894_659125894_6532722_84415_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/216594_10150157431555895_659125894_7174663_6509084_n.jpg" alt="" width="458" height="343" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/166492_483451205894_659125894_6532767_6681748_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/166687_483451645894_659125894_6532773_1748995_n.jpg" alt="" width="460" height="346" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163472_483451435894_659125894_6532770_7582378_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p>
Saat menelusuri sungai yang ada arusnya maka tinggal diam dan mengikuti arus saja dan berjalan dengan sendirinya, namun ada bagian sungai yang tenang dan jaraknya sekitar 50 meter. Itu bagian sungai yang menguras banyak energi, untung saja itu ada di bagian akhir petualangan.Sangat seru pokoknya&nbsp;body rafting&nbsp;di Citumang, murah lagi.
</p>
<p>
Lelah dan lapar pun muncul dan kami pun menuju ke pasar tradisional Pangandaran untuk makan siang menjelang sore. Kami punya warung favorit di pasar. Makanan tradisional, murah dan enak lagi. Namanya warung Sederhana dekat dengan terminal bis Pangandaran.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/img_1755.jpg?w=461&amp;h=355" alt="" title="IMG_1755" width="461" height="355" />
</p>
<p>
Seusai kami makan siang atau menjelang sore tepatnya, kami menuju ke pantai Batu Karas untuk kembali ke hotel. Di Cijulang, kami mampir untuk membeli martabak telur untuk cemilan di malam hari. Ya ampun, ternyata murah ya harganya dibandingkan dengan di Jakarta.
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://www.mypangandaran.com/medias/hari/2/163118_474237890894_659125894_6382351_4125052_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
</p>
<p style="font-size: 11px; margin: 0px 0px 18px; padding: 0px; line-height: 15px; color: #4b5d67; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; background-color: #9bc3d5">
<img src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/166479_474237825894_659125894_6382350_5661930_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
</p>
<p>
Akhirnya kami sampai di hotel, tak lupa kami mengembalikan motor kepada pemiliknya di warung sebelah hotel. Lelah sekali hari ini. Petualangan akan kami lanjutkan keesokan harinya yaitu menuju ke pantai dan Cagar Alam Pangandaran serta ke pantai Batu Hiu.
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Catatan Liburan Mas Hari ke Pangandaran: Hari Pertama</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//112/catatan-liburan-mas-hari-ke-pangandaran:-hari-pertama</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//112/catatan-liburan-mas-hari-ke-pangandaran:-hari-pertama</comments>
   			  <pubDate>Sun, 23 Oct 2011 12:27:51 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Hari Prasetyo *)</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//112/catatan-liburan-mas-hari-ke-pangandaran:-hari-pertama</guid>
			  <description>Baru sempat posting sekarang nih, tentang catatan liburan tahun lalu. Jadi ceritanya aku bersama istriku sudah merencanakan liburan akhir tahun 2010 untuk berlibur ke Pangandaran, Jawa Barat. Pangandaran adalah daerah pantai di selatan pulau Jawa yang terletak di kabupaten Ciamis. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p>
Baru sempat posting sekarang nih, tentang catatan liburan tahun lalu. Jadi ceritanya aku bersama istriku sudah merencanakan liburan akhir tahun 2010 untuk berlibur ke Pangandaran, Jawa Barat. Pangandaran adalah daerah pantai di selatan pulau Jawa yang terletak di kabupaten Ciamis. Di Pangandaran, banyak sekali objek wisata yang dapat dikunjungi, mulai dari yang terkelola oleh penduduk lokal sampai terkelola dengan baik secara profesional oleh investor dan dinas pariwisata.
</p>
<p>
Sebenarnya istrikulah yang ingin pergi ke tempat ini, aku juga baru tahu dari istriku. Aku berangkat tanggal 25 Desember 2010 dengan menggunakan bis Perkasa Jaya dari Terminal Bis Kampung Rambutan, Jakarta. Aku sudah nongkrong di terminal dari jam 17.00 tapi bis Perkasa Jaya yang AC jurusan ke Pangandaran baru masuk pukul 18.30. Istriku langsung bergegas menuju ke dalam bis begitu bisnya datang karena ingin mendapatkan kursi yang pas.  Kurang lebih sejam menunggu dan bis pun sudah dipenuhi penumpang. Ada nenek yang membawa seluruh keluarganya (sepertinya cucunya) ke Pangandaran.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px">
<img src="../medias/hari/166129_474377820894_659125894_6384173_8170368_n.jpg" alt="" width="461" height="231" />
<p class="wp-caption-text">
Bis Perkasa Jaya di Terminal Kampung Rambutan
</p>
</div>
<p>
Bis beranjak dari terminal pada pukul 19.30 tepat, kondektur bis mulai menghampiri penumpang untuk menarik uang karcis sebesar Rp 60.000 untuk satu orang. Jalur bis kami melalui tol Jakarta &ndash; Bandung kemudian lanjut ke arah Tasikmalaya.
</p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption">
<dt><img src="../medias/hari/167032_474381135894_659125894_6384207_4838882_n.jpg" alt="" width="462" height="344" /></dt>
<dd>Tiket Bis Perkasa Jaya</dd>
</dl>
</div>
<p>
Sejam bis berhenti untuk istirahat, sholat dan makan malam. Kemudian melanjutkan perjalanan lagi melewati Ciamis, Banjar,  dan akhirnya Pangandaran. Bis yang aku tumpangi cukup nyaman karena ada AC meskipun tanpa toilet. Hanya saja ada penumpang, yang duduk tepat dibelakangku, membawa anak kecil yang menangis bermenit-menit minta ganti bis karena tidak nyaman. Huaahhhh bikin tidurku tak enak. Untung saja ada pemutar MP3 di HPku yang bisa menutup tangisan itu.
</p>
<p>
Bis kami sampai di terminal Pangandaran pukul 03.15 dini hari. Wow pagi banget ya&hellip; begitu bis berhenti di depan terminal, kami langsung disambut oleh pengendara becak dan ojek. Aku menolak halus tawaran-tawaran yang datang dari mereka. Mereka menawarkan jasa becak dan ojek ke pantai (yang jaraknya mungkin kurang lebih setengah kilometer itu). Mereka juga menawarkan hotel-hotel yang ada di Pangandaran. Daripada kami bingung, kami memutuskan untuk nongkrong di warung kopi di depan terminal yang penuh dengan pengendara becak dan ojek. Aku lihat nenek dan keluarganya sedang tawar-menawar dengan salah satu ojek (atau lebih tepatnya mengubah profesinya seketika menjadi calo hotel dan calo mobil rental).  Si Nenek setuju dengan harga Rp 300.000 untuk satu mobil dengan penumpang 5 orang. Aku dan istriku ditawari untuk bergabung agar biaya patungannya lebih murah. Aku menolak karena kami sudah punya agenda sendiri di hari itu.
</p>
<p>
Cara yang paling enak untuk bertanya adalah <strong><em>tanyalah kepada pihak yang tidak berkepentingan</em></strong>. Dia akan menjawab dengan fair dan jelas, kalau aku bertanya pada ojek maka lain jawabannya dan ada kecenderungan untuk menaikkan harga. Langkah yang kami ambil adalah mencari masjid atau musholla. Pengendara becak disana malah mengarahkanku ke Musholla di terminal bis Pangandaran. Oke, kami menuju ke sana, si bapak pengendara becak mengikuti kami sambil menunjukkan mushollanya tapi mushollanya kok kecil dan kumuh. Lalu sayup-sayup aku dengar suara orang mengaji dari masjid terdekat lalu aku putuskan untuk ke masjid saja.
</p>
<p>
Ternyata masjidnya sangat dekat dengan terminal. Masjidnya bernama Masjid Agung Pangandaran. Disana dengan leluasa kami membersihkan diri, beristirahat sejenak dan melaksanakan sholat Shubuh berjamaah. Lumayan ramai masjidnya dan banyak pengunjung / wisatawan yang berhenti sejenak di sana untuk sholat.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 466px">
<img src="../medias/hari/251126_2082894280774_1497607243_32392396_6583978_n.jpg" alt="" width="456" height="343" />
<p class="wp-caption-text">
Masjid Agung Al Istiqomah di Pangandaran
</p>
</div>
<p>
Hanya saja ada kejadian yang mungkin membuat aku sebagai umat muslim menjadi malu dan marah. Sepatuku yang bermerk Ardiles hilang diambil oleh seseorang, untung saja sepatu itu murah karena aku beli Rp 50.000 pas waktu ada obralan di Ramayana Depok. Meskipun murah, aku suka sepatu itu karena ringan, disain bagus dan nyaman dipakai. Halah, baru datang di Pangandaran udah kena colong, hilangnya di Masjid Agung lagi. Ya sudahlah, untung aku bawa sendal jepit.
</p>
<p>
Jam 6 pagi, kami memutuskan untuk jalan menuju ke pantai. Keluar dari pintu halaman masjid, kami disambut oleh bapak pengemudi becak yang tadi, widih kami rupanya ditungguin nih, dia menawarkan mengantarkan kami ke pantai dengan harga Rp 20.000. Wihh mahal&hellip;. udah begitu becaknya gak muat buat kami berdua dan harus menggunakan 2 becak. Kalau dituruti sudah Rp 40.000 sendiri. Aku mencoba menawar Rp 30.000 untuk berdua karena aku tahu dari artikel di internet bahwa harganya standar segitu. Kalau si bapak gak mau ya aku akan jalan terus, namun akhirnya dia mau juga. Enaknya naik becak, kita tidak perlu jalan dan membayar tiket masuk di Pintu Tol (gerbang masuk pantai).
</p>
<div id="attachment_1774" class="wp-caption aligncenter" style="width: 468px">
<img class="size-full wp-image-1774" src="../medias/hari/199252_10150105635605895_659125894_6911415_339672_n.jpg?w=458&amp;h=344" alt="" title="199252_10150105635605895_659125894_6911415_339672_n" width="458" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Pintu Tol / Gerbang Masuk Pantai
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 472px">
<img src="../medias/hari/164035_483430780894_659125894_6532333_5042088_n.jpg" alt="" width="462" height="347" />
<p class="wp-caption-text">
Tarif di Pintu Tol / Gerbang Masuk Pantai
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/168245_474379140894_659125894_6384183_5515551_n.jpg" alt="" width="460" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Becak, transportasi tradisional di Pangandaran
</p>
</div>
<p>
Di pantai, banyak orang yang bermain sepak bola, berkendara ATV, bersepeda santai. Sayangnya pantainya kotor banyak sampah. Pedagang nasi kuning juga banyak yang beredar menawarkan barang dagangannya. Seporsi nasi kuning seharga Rp 3.000 dengan rasa biasa saja.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/168092_474311005894_659125894_6383030_1449763_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
<p class="wp-caption-text">
Situasi pantai Pangandaran
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/168462_474310640894_659125894_6383025_6905545_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
<p class="wp-caption-text">
Berkendara dengan ATV di pantai
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 469px">
<img src="../medias/hari/163162_483425905894_659125894_6532207_1718186_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Bersepeda santai di jalanan pantai Pangandaran
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 468px">
<img src="../medias/hari/164137_483424060894_659125894_6532163_71864_n.jpg" alt="" width="458" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Persewaan Papan Luncur di Pantai Pangandaran
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px">
<img src="../medias/hari/167948_483424510894_659125894_6532176_7510453_n.jpg" alt="" width="461" height="346" />
<p class="wp-caption-text">
Pedagang Keliling di Pantai Pangandaran
</p>
</div>
<p>
Di pantai juga banyak petunjuk arah jalur evakuasi dan peta mitigasi bencana alam tsunami jika seumpama ada tsunami maka pengunjung maupun penduduk tahu arah atau letak daerah yang aman dari terjangan tsunami.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 463px">
<img src="../medias/hari/166480_474312270894_659125894_6383041_3034048_n.jpg" alt="" width="453" height="342" />
<p class="wp-caption-text">
Peta Mitigasi Bencana di Pantai Pangandaran
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/167749_483426130894_659125894_6532209_7046921_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
<p class="wp-caption-text">
Penunjuk Arah Jalur Evakuasi
</p>
</div>
<p>
Tak lama di pantai, kami segera menuju ke Pantai Batu Karas, karena tempat penginapan kami ada disana, lumayan jauh dari Pantai Pangandaran. <strong>Saran kami, lebih baik mencari penginapan di Pantai Pangandaran</strong>, karena banyak sekali tempat penginapan, mulai dari yang super murah sampai yang mahal. Hebatnya lagi bisa ditawar kalau kita menginap saat <em>weekday</em> (<strong>Ingat yaa ditawar dulu</strong>).  Harga yang paling murah adalah Rp 50.000 untuk model kamar biasa tanpa pendingin ruangan. Tapi kalau <em>weekend</em> rata-rata sulit ditawar (<strong>tapi masih bisa</strong>) dan biasanya agak penuh. Kami menginap di <strong>Java Cove Hotel, sebuah hotel terbaik menurut National Geographic</strong> di pantai Batu Karas, dan banyak wisatawan asing yang menginap disini. Tentunya harganya juga terbaik. Hahahaha. Namun kami sangat menikmatinya, mulai dari <em>service</em>, <em>sleep quality, food</em> sangat <em>worth it</em>. Di pantai Batu Karas ternyata banyak juga penginapan yang bagus dengan harga lokal. Jadi masih banyak pilihan dari segi biaya.
</p>
<p>
Baiklah kembali ke cerita, kami bergegas menuju ke Terminal Bis Pangandaran dengan berjalan kaki, kami tak mau naik becak lagi karena jaraknya ternyata tidak begitu jauh. Kami menyusuri jalan tol (begitulah orang setempat menamainya).
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/162891_474390300894_659125894_6384349_8099952_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
<p class="wp-caption-text">
Terminal Bis Pangandaran
</p>
</div>
<p>
Lalu kami menaiki bis ke Cijulang. Perlu diketahui tidak ada angkutan umum yang menuju ke Pantai Batu Karas. Pemberhentian terakhir semua angkutan umum ada di Terminal Bis Cijulang. Selanjutnya dilanjutkan dengan menggunakan ojek. Wah baru tahu nih kita&hellip; tapi tak apalah, kami senang berpetualang. Sekedar informasi, dari Pangandaran ke Pantai Batu Karas sekitar 35 km atau 30-45 menit dengan sepeda motor.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/166249_474390690894_659125894_6384353_4954507_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
<p class="wp-caption-text">
Batu Karas, 35 km lagi
</p>
</div>
<p>
Selama perjalanan, jalan menuju Cijulang banyak lubang dan menghambat laju bis, berkali-kali badanku terguncang. Namun terakhir aku kesana pada bulan Maret 2011 sudah ada perbaikan jalan, entah sudah bagus atau kembali berlubang.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 469px">
<img src="../medias/hari/163019_474390880894_659125894_6384355_3614233_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Kondisi jalan Pangandaran - Cijulang
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/164152_474379385894_659125894_6384185_684512_n.jpg" alt="" width="500" height="375" />
<p class="wp-caption-text">
Harus berpegangan agar tidak terguncang hebat
</p>
</div>
<p>
Jam 10.00 kami sampai di Cijulang, kami melanjutkan dengan ojek, tarif ojek setelah terjadi proses tawar menawar adalah Rp 20.000. Walaupun saat terakhir kami tahu dengan tarif Rp 15.000 mereka sudah mau mengantarkan kita ke pantai Batu Karas. Tak apalah, kami juga senang kok.
</p>
<p>
Kami menikmati perjalanan dengan menggunakan ojek karena melewati jalan kampung dan melewati <strong>Sasak Gantung</strong> yaitu sebuah jembatan gantug melewati sungai Green Canyon yang terbuat dari kombinasi bambu dan kawat baja. Ada teknik melewati Sasak Gantung dengan motor, pertama tidak boleh lebih ada 2 motor di jembatan itu secara bersamaan, kemudian harus menjaga jarak dengan motor yang ada di depannya, dan untuk meredam goyangan jembatan itu kita harus pelan-pelan mengemudikan motornya. Serem-serem menantang.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 469px">
<img src="../medias/hari/167036_474379575894_659125894_6384186_4336262_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Jalan kampung menuju pantai Batu Karas, masih hijau
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 469px">
<img src="../medias/hari/163806_474380020894_659125894_6384188_3468901_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Sasak Gantung
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/168524_474380995894_659125894_6384203_494700_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
<p class="wp-caption-text">
Sasak Gantung
</p>
</div>
<p>
Sekitar 15 menit kami sampai di Java Cove Hotel di pantai Batu Karas. Kami disambut dengan ramah oleh staf Java Cove Hotel. Meskipun belum bisa <em>check in</em>, karena waktu <em>check in</em> jam 13.00,  tapi kami diijinkan untuk menitipkan tas bawaan kami sehingga kami bisa bermain di pantai Batu Karas di depan hotel. Yippiiii&hellip;. <img class="wp-smiley" src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif?m=1317678010g" alt=":D" /> 
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 468px">
<img src="../medias/hari/165557_473891830894_659125894_6376980_4356237_n.jpg" alt="" width="458" height="342" />
<p class="wp-caption-text">
Memasuki Batu Karas
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/166841_473879505894_659125894_6376881_6801610_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
<p class="wp-caption-text">
Pantai Batu Karas di depan Java Cove Hotel
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 469px">
<img src="../medias/hari/162737_473874635894_659125894_6376787_457706_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Java Cove Hotel
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 472px">
<img src="../medias/hari/167159_473885560894_659125894_6376946_3111292_n.jpg" alt="" width="462" height="346" />
<p class="wp-caption-text">
National Geographic Traveler Hotel
</p>
</div>
<p>
Setelah menitipkan barang, kami pun bermain di pantai. Saat itu kami hanya berjalan-jalan dan juga duduk-duduk santai menikmati pantai. Kami tak ingin berbasah-basah dulu meskipun ada yang menawarkan <em>banana boat</em>. Kami juga bermain Internet di warnet sebelah hotel sambil menunggu pukul 13.00 untuk <em>check in</em>.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px">
<img src="../medias/hari/162999_474231725894_659125894_6382237_2592307_n.jpg" alt="" width="460" height="345" />
<p class="wp-caption-text">
Suasana Pantai Batu Karas
</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 469px">
<img src="../medias/hari/179374_483431455894_659125894_6532356_7585116_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Pantai Batu Karas cocok untuk belajar surfing
</p>
</div>
<p>
Akhirnya jam menunjukkan 13.00, maka kami segera menuju ke hotel dan mengklaim kamar kami berdua.. yeahhhh. Ngantuk sekali nih, belum beristirahat dengan nyenyak semenjak turun dari bis dari jam 03.15 tadi pagi. Alhamdulillah kamarnya sangat nyaman sehingga membuat kami tertidur lelap.
</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 469px">
<img src="../medias/hari/34836_473890795894_659125894_6376973_722154_n.jpg" alt="" width="459" height="344" />
<p class="wp-caption-text">
Enjoy your stay..:D
</p>
</div>
<p>
Kami makan malam di warung makan milik warga setempat, harganya harga lokal dengan banyak pilihan menu makanan laut. Kalau sudah malam hari, pantai Batu Karas sepi aman. Kalau di pantai Pangandaran rame aman. Terserah pilihan Anda menginap, di pantai Batu Karas atau di pantai Pangandaran, yang penting Anda menikmatinya.
</p>
<p>
*) Penulis adalah Blogger asal Jakarta dan Sering menulis di hprasetyo.wordpress.com
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Hari Pangan Sedunia, Ketahanan Pangan Lokal Tersingkir oleh Produk Impor</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//111/hari-pangan-sedunia-ketahanan-pangan-lokal-tersingkir-oleh-produk-impor</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//111/hari-pangan-sedunia-ketahanan-pangan-lokal-tersingkir-oleh-produk-impor</comments>
   			  <pubDate>Sun, 16 Oct 2011 15:27:53 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Saji Fathurohman *)</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//111/hari-pangan-sedunia-ketahanan-pangan-lokal-tersingkir-oleh-produk-impor</guid>
			  <description>Hari Pangan se Dunia jatuh pada Tanggal 16 Oktober 2011, namun hal ini hanya sedikit orang yang mengetahuinya, bahkan mereka menganggap hal biasa-biasa saja.namun dengan menjamurnya jenis pangan Impor kita turut prihatin atas kebijakan pemerintah yang telah membiarkan itu terjadi. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p>
Hari Pangan se Dunia jatuh pada Tanggal 16 Oktober 2011, namun hal ini hanya sedikit orang yang mengetahuinya, bahkan mereka menganggap hal biasa-biasa saja.namun dengan menjamurnya jenis pangan Impor kita turut prihatin atas kebijakan pemerintah yang telah membiarkan itu terjadi.
</p>
<p>
Produk pangan Lokal saat ini keberadaannya sudah mulai tersingkir&nbsp; berbagai buah dan Sayuran yang menghiasi di Supermarket adalah Impor.
</p>
<p>
Keadaan ini seharusnya pemerintah mengantisipasinya dengan serius, jika tidak maka Indonesia sangat bergantung dengan Prodak pangan Impor.
</p>
<p>
Para Petani untuk mempertahankan lahan dan kebun mereka demi kelangsungan pangan lokal, namun di satu sisi pemerintah tidak menganggap hal ini serius,malah mereka dianggap sebagai biang kerok ketika berhadapan langsung dengan perusahaan yang nyata-nyata menggusur lahan pertanian .
</p>
<p>
Jika Pemerintah membuat slogan &quot;mari cintai produk Indonesia&quot; mengapa hal ini dibiarkan terjadi ?
</p>
<p>
Petani merasa kecewa karena hasil kebun mereka kemudian tidak ada harganya, bayangkan jika satu Kilo Kentang dulu harganya sekitar Rp 8000 dan bersaing dengan Kentang Impor yang harganya jauh lebih murah dibanding kentang lokal yaitu sekitar Rp 2000 perkilogram.
</p>
<p>
Pemerintah seharusnya sudah mengantisipasi, agar produk Impor tidak membanjiri Indonesi dengan demikin maka&nbsp; petani Indonesia lebih mendapat tempat, untuk bisa memasarkan produknya sendiri di Negeri sendiri.
</p>
<p>
*) Saji Fathurohman, Kontributor myPangandaran.com
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Kemandirian Petani menggunakan Pupuk Organik</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//110/kemandirian-petani-menggunakan-pupuk-organik</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//110/kemandirian-petani-menggunakan-pupuk-organik</comments>
   			  <pubDate>Wed, 28 Sep 2011 17:41:32 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Saji Fathurrohman</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//110/kemandirian-petani-menggunakan-pupuk-organik</guid>
			  <description>Pupuk Organik belum di manfaatkan secara maksimal oleh sebagian masyarakat yang tinggal di desa-desa.Terbukti masyarakat lebih suka menggunakan pupuk kimia. Padahal Pupuk kimia semakin sering dipakai akan merusak kesuburan tanah. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p>
Pupuk Organik belum di manfaatkan secara maksimal oleh sebagian 
masyarakat yang tinggal di desa-desa.Terbukti masyarakat lebih suka 
menggunakan pupuk kimia. Padahal Pupuk kimia semakin sering dipakai akan
merusak kesuburan tanah.
</p>
<p>
Padahal jika melihat di Pangandaran bahan pupuk organic sangat melimpah
selain dari kotoran ternak, dari berbagai sampah organic dapat di 
jadikan sebagai pupuk, Organik satunya daun kering, serbuk sepet kelapa 
yang terbuang percuma. Pembuatan pupuk Organik hannya sedikit melewati 
proses vermentasi atau pembusukan supaya gas yang terkandung dalam 
sampah atau kotoran ternak hilang dan hanya menyisakan zat-zat yang 
berguna bagi tanaman dan tanah.
</p>
<p>
Jika Pupuk Organik diperdayakan ke masyarakat tentu akan mengurangi 
biaya pengeluaran. Harga pupuk Organik tidak semahal pupuk kimia dan 
selisihnya sangat jauh namun ramah lingkungan
</p>
<p>
Tanaman yang di pupuk menggunakan pupuk Organik akan lebih tahan 
terhadap serangan berbagai penyakit, selain kokoh batangnya buhnya akan 
lebih banyak dan lebih subur.
</p>
<p>
Saat ini tanaman Organik sangat digemari oleh orang-orang kota, selain 
bebas residu atau zat kimia tanaman tersebut masih belum banyak di 
kembangkan oleh masyarakat.
</p>
<p>
Ada beberapa yang sudah memasarkan produk Organik di took dan supermarket besar.Harga bahan pangan dari proses Organik saat ini masih tergolong mahal 
selain masih terbatasnya persediaan dan masih belum banyak yang 
mengembangkan sistem pertanian Organik.
</p>
<p>
Pupuk Organik selain memberi hasil yang lebih baik juga akan 
memperbaiki tekstur tanah, dimana tanah yang tadinya rusak karena 
pemakaian pupuk kimia, akan kembali subur jika secara terus-menerus 
menggunakan pupuk Organik.Saatnya petani melakukan perubahan, demi kelangsungan dan eksistensi Tani Indonesia Pertanian Organik perlu dikembangkan.
</p>
<p>
<em>Artikel ini merupakan kiriman dari Saji Fathurrohman, Kontributor myPangandaran.com</em>
</p>
<p>
&nbsp;
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Hidupkan KA Banjar-Pangandaran Perlu Rp.150 M</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//109/hidupkan-ka-banjar-pangandaran-perlu-rp150-m</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//109/hidupkan-ka-banjar-pangandaran-perlu-rp150-m</comments>
   			  <pubDate>Mon, 19 Sep 2011 12:55:45 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Satimin</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//109/hidupkan-ka-banjar-pangandaran-perlu-rp150-m</guid>
			  <description>Rumor rencana Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk membangun dan menghidupkan kembali jalur kereta api yang menghubungkan Kota Banjar dan Pangandaran sudah terdengar dari dulu, dikutif dari Harian Pikiran Rakyat artikel ini dimuat sebagi berita pada edisi 15/05/2004. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Rumor rencana Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk membangun dan menghidupkan kembali jalur kereta yang menghubungkan Kota Banjar dan Pangandaran sudah terdengar dari dulu, dikutif dari Harian Pikiran Rakyat artikel ini dimuat sebagi berita pada edisi 15/05/2004.<br />
<br />
Bila rencana Pemkab Ciamis menghidupkan kembali perjalanan KA Banjar-Pangandaran menjadi kenyataan bisa dipastikan akan menyulut denyut kehidupan baru wilayah Priangan Timur. Dari sisi transportasi jelas ada alternatif angkutan, terlebih bagi sektor pariwisata yang ujungnya berdampak positif bagi sektor lainnya termasuk kesempatan berusaha bagi masyarakat. Rencana Pemkab Ciamis tersebut merupakan salah satu poin dalam Rencana Strategis (Renstra). Meski pembahasan dgn PT KAI belum sampai titik final, jelas sejumlah warga menyambut baik rencana itu.<br />
<br />
Jalur KA Banjar-Pangandaran-Cijulang diperkirakan beroperasi dari thn 1921 terpaksa ditutup di era thn 1980 karena PJKA menanggung rugi shg pengoperasian harus dihentikan diawali dgn penghentian jurusan Cijulang terlebih dahulu.<br />
<br />
Dalam rentang waktu 20 thn sejak operasional KA dihentikan, praktis tiada lagi pemeliharaan atas asset yg ditinggalkan berupa jalur KA sehingga menjadi terlantar. Saat ini jalur baja di jalur itu hanya tinggal sebagian yang masih ada, sebagian berubah fungsi menjadi lahan tanaman palawija oleh warga seputar rel KA. Sejumlah stasiun kecil hanya meninggalkan plang nama, bahkan bekasnya saja. <br />
<br />
Sebuah gerbong tua dalam keadaan rusak bertengger di depan halte (stasiun kecil) Kalipucang menjadi pelengkap cerita para orang tua kepada generasi mendatang bahwa di masa silam pernah beroperasi KA Banjar-Pangandaran. Sejumlah terowongan tanpa rel baja hilang entah kemana, demikian juga sejumlah jembatan keadaannya sudah tidak utuh lagi. Kondisi itu menjadi saksi bisu ttg kisah masa jayanya KA Banjar-Pangandaran, sejak ditarik lokomotif &ldquo;Si Kuik&rdquo; hitam legam buatan Jerman atau lokomotif diesel penggantinya.<br />
<br />
KA pada masa itu selain menjadi alat transportasi andalan dan sahabat karib masyarakat dari segala tingkatan usia dan status sosial di kala suka dan duka. Didaerah Kalipucang terdapat terowongan Phillip dgn panjang 105m, Bengkok panjang 147m dan Wilhelmina paling panjang mencapai 1116m dibangun tahun 1921, sedangkan jembatan yang dilalui adalah Cikacepit, Cimandala, Pangbokongan dan yg lainnya. &ldquo;Perjalanan dari jembatan Pangbokongan sampai Ciputrapinggan, jalur KA berada di bibir bukit dan pinggir laut, shg para penumpang bebas menangkap panorama alam yg terhampar luas&rdquo; ujar Drs. Dede Heru Susanto, anggota DPRD Ciamis asal Kalipucang. <br />
<br />
Toha Holil, warga Cisaga mengenang bangku tempat duduk para penumpang dlm setiap gerbong ada 3 jajar terbuat dari kayu. Setiap stasiun yg disinggahi dijumpai penjaja makanan yg jenisnya berbeda. Di stasiun Banjarsari dijajakan rebus biji nangka dan buah nangka dlm bungkusan kecil. Di stasiun Padaherang dijajakan nasi bungkus dgn lauk-pauk goreng ikan gabus, lele dan jenis ikan rawa lainnya lengkap dgn sambal tempe, sedangkan di stasiun Kalipucang dan Ciputrapinggan bakal dijumpai penjaja leupeut, kue serabi, gorengan udang serta rebus pisang. Bila kereta tiba mereka berlarian dan sebagian masuk sambil menawarkan dagangannya.<br />
<br />
Dlm terowongan Sumber yg disebut juga Wilhelmina ada 27 titik tempat berlindung bagi pejalan kaki seandainya ada kereta datang. &ldquo;Karena terowongan itu sangat panjang hingga jika melihat ke arah mulut terowongan depan besarnya spt ukuran toples&rdquo; kenangnya.<br />
<br />
Kadin Perhubungan Ciamis Drs. H. Eddy Sukirman berpendapat sekarang sudah saatnya untuk mengembangkan KA Wisata, dan diyakininya akan lebih hidup apalagi ditunjang oleh nuansa historis berupa jembatan dan terowongan yg sudah terbangun.<br />
<br />
Presidium Yayasan Buana Raksa Ciamis, Djeni. R dan Deni. S menyebutkan jika mengamati kondisi jalur KA sebenarnya layak dihidupkan lagi, &ldquo;Apalagi melihat hasil riset Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Yayasan Buana Raksa dan sebuah LPM di Jabar bahwa utk membangun kembali jalur KA ini dan perbaikan jembatan diperlukan dana sekira Rp 150 M&rdquo; kata mereka.<br />
<br />
Rencana menghidupkan kembali jalur KA ini sudah sering terdengar sejak lama. Begitu muncul keinginan itu, timbul soal klasik yaitu kesulitan dana atau tiadanya investor. Rencana menghidupkan kembali padam, lalu muncul lagi, begitu dst. Jangan sampai keinginan ini hanya sekedar membangkitkan romantisme di masa lalu, artinya bagaimana gebrakan Bupati Ciamis Engkon Komara dalam mewujudkan impian manis ini utk mendobrak pemerintah pusat atau mencari investor. <br />
<br />
Sumber (PRLM 15/05/04)
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Dahlan Iskan: Susi Tetap Dihati</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//108/dahlan-iskan:-susi-tetap-dihati</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//108/dahlan-iskan:-susi-tetap-dihati</comments>
   			  <pubDate>Tue, 13 Sep 2011 11:33:01 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Dahlan Iskan</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//108/dahlan-iskan:-susi-tetap-dihati</guid>
			  <description>Jatuhhnya pesawat Susi Air membuat ramai media dan banyak orang bicara, salahsatunya adalah Dirut PLN, Dahlan Iskan. Dikutip dari Jaringan Berita milik Jawa Pos (JPNN), berikut Pemaparan Dahlan Iskan tentang Susi Pujihastuti, Juragan Pesawat dari Pangandaran [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Jatuhhnya pesawat Susi Air membuat ramai media dan banyak orang bicara, salahsatunya adalah Dirut PLN, Dahlan Iskan. Dikutip dari Jaringan Berita milik Jawa Pos (JPNN), berikut Pemaparan Dahlan Iskan tentang Susi Pujihastuti, Juragan Pesawat dari Pangandaran<br />
<br />
SAYA bisa membayangkan dengan 
baik sulitnya mengevakuasi pesawat Susi Air yang jatuh di pedalaman 
Papua Jumat lalu. Lokasi itu begitu terjal, penuh gunung, dan lembah 
yang curam. Tidak jauh dari lembah terjal yang dengan susah payah saya 
kunjungi bulan lalu. Yakni, ketika saya dan rombongan PLN harus berjalan
kaki 15 km dari Wamena ke wilayah atas Kabupaten Yahukimo, mencari 
lokasi ideal untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).<br />
<div style="text-align: justify">
<br />
Ketika berada di lokasi itu saya sering mendongak karena ada pesawat 
yang lewat. Rupanya di atas lokasi itu merupakan jalur penerbangan yang 
baik untuk keluar dari lembah Wamena. Lokasi ini berada di sela-sela 
gunung. Memang, setiap pesawat yang hendak keluar atau masuk Wamena 
harus mencari celah-celah di antara gunung-gunung tinggi di sekeliling 
Wamena. <br />
<br />
Di kawasan itu kita bisa terkaget-kaget ketika pesawat keluar dari awan 
tiba-tiba ada tebing gunung tinggi di sebelah jendela. Itu saya alami 
sendiri ketika hendak mendarat di Wamena bulan lalu. Pesawat masih 
berada di dalam kegelapan awan ketika pilot mengumumkan kita segera 
mendarat. Saya pikir mau mendarat di mana? Wong tidak kelihatan apa-apa 
begini. Eh, tidak lama kemudian pesawat keluar dari awan dan seperti 
tiba-tiba berada di samping tebing puncak gunung yang terjal. Rasanya 
ngeri-ngeri asyik.<br />
<br />
Yang membuat hati saya tetap tenang adalah ini; pesawat ini, Susi Air, 
dalam sejarahnya belum pernah mengalami kecelakaan. Pemiliknya, Susi 
yang saya kenal baik, selalu membanggakan itu. Pesawat ini sejenis 
dengan yang jatuh itu (atau jangan-jangan memang itu?) adalah pesawat 
yang masih relatif baru. Baru berumur empat tahun. Toh, saya sering naik
pesawat yang umurnya sudah lebih 30 tahun. Seperti Boeing 737-200 atau 
MD80 itu.<br />
<br />
Yang juga membuat saya tenang, Susi Air menempatkan banyak pesawat jenis
ini di Papua, yang berarti perhatian terhadap perawatannya sangat baik.
Bahkan, Susi Air adalah pemilik terbanyak kedua di dunia untuk pesawat 
jenis Caravan ini, setelah FedEx AS. Yang juga menambah ketenangan saya 
adalah (Ini sikap yang saya sadari kurang baik, dan kelihatan lebih 
kurang baik setelah terjadinya kecelakaan itu) pilot-pilotnya orang 
bule. <br />
<br />
Susi Air memang punya kebijakan hanya mempekerjakan pilot asing untuk 38
pesawatnya. Pilot-pilot Susi Air, ujar Susi kepada saya suatu saat, mau
mengerjakan semua hal yang terkait dengan pesawatnya: mengangkat 
bagasi, menutup pintu, mencuci pesawat, dan menjadi pramugarinya 
sekalian. Ini sama dengan sikap Susi sendiri yang senang mengerjakan apa
saja. Meski seorang bos besar, dia biasa melakukan pekerjaan yang 
remeh-temeh. <br />
<br />
Pernah saya terbang dengan Susi Air dari Dobo di Maluku Tenggara. Di 
situlah saya pertama kenal dengan dia. Semula saya pikir dia karyawan 
biasa. Dia bertindak seperti petugas ground dan ketika ikut terbang di 
psesawat itu dia yang melayani penumpang. Saya kagum ketika akhirnya 
tahu dialah bos besar Susi Air. Orangnya cekatan, cerdas, antusias, 
bicaranya blak-blakan, suaranya besar, agak parau, dan sangat tomboi.<br />
<br />
Susi sangat bangga menjadi wanita Sunda yang lahir dan besar di 
Pangandaran, pantai selatan Jabar, yang bisa menjadi bos dari begitu 
banyak orang asing. Dia juga begitu bangga bisa mengabdi untuk republik 
dengan pesawat-pesawatnya. Baik sebagai jembatan daerah terisolasi 
maupun saat menjadi relawan waktu tsunami. Dia juga begitu bangga dengan
desa kelahirannya, sehingga kantor pusat Susi Air dia pertahankan tetap
di Desa Pangandaran yang jauh dari Jakarta. Termasuk di desa itu pula 
pusat pelatihan pilot dan peralatan simulasinya yang canggih. <br />
<br />
Dari Pantai Pangandaran memang Susi jadi orang. Yakni, ketika awalnya 
dia mulai mencoba menampung udang hasil tangkapan nelayan di desanya 
yang kualitasnya begitu tinggi. Lalu dia kirim ke Jakarta. Lalu dia 
ekspor. Lalu dia mengalami kesulitan karena tak ada sarana yang bisa 
mengangkut udang Pangandaran dengan cepat dan dalam keadaan masih hidup 
sudah tiba di Jakarta atau Singapura. Lalu, demi udang nelayan 
Pangandaran itu dia sewa pesawat. Lalu beli pesawat. Lalu beli lagi dan 
beli lagi hingga mencapai 38 buah. Lalu bikin perusahaan penerbangan.<br />
<br />
Saya begitu sering menggunakan jasa Susi Air. Banyak rute yang 
penerbangan lain tidak mau, dia terbangi. Misalnya, Jakarta-Cilacap. 
Atau Medan-Meulaboh. Atau antarkota kecil di Papua. Sebagai orang yang 
kini harus memikirkan listrik sampai ke seluruh pelosok negeri yang 
terpencil, saya ikut berterima kasih kepada Susi. <br />
<br />
Saya agak heran mengapa kecelakaan itu terjadi. Selama ini saya sangat 
yakin dengan peralatan modern di Caravan yang berisi 14 orang itu. Layar
radarnya yang cukup lebar bisa memberikan banyak indikasi cuaca. Saya 
sering duduk di barisan paling dekat pilot sehingga sering bertanya 
makna tanda-tanda yang muncul di layar. Ketika di depan sana ada awan 
tebal, layar itu bisa menggambarkan mana awan yang berisiko dan yang 
tidak. Mana awan tipis dan tebal. Gunung juga terbaca di situ. <br />
<br />
Saya menduga kecelakaan itu karena pilot tidak berhasil mengangkat atau 
menaikkan pesawat setinggi yang dibutuhkan untuk melompati sebuah puncak
gunung di situ. Misalnya, karena empat drum solar seberat 1,1 ton itu 
terlalu berat.<br />
<br />
Saya pernah naik Caravan Susi Air dari Nabire ke Timika di Papua yang 
juga mendebarkan. Dua kota itu dipisahkan oleh pegunungan yang salah 
satu puncaknya setinggi 4.500 meter. Sebelum take off, saya mengira 
pesawat akan menghindari ketinggian itu dengan cara sedikit memutar ke 
atas Kaimana. <br />
<br />
Ketika pesawat mengudara, saya terus memegang peta yang dalam posisi 
membuka. Ketika saya rasakan pesawat terus meninggi, barulah saya tahu 
bahwa sang pilot memilih meloncati saja puncak 4.500 meter itu. Wow! 
Kata saya dalam hati. Pesawat begini kecil terbang 5.000 meter! Karena 
kami semua memegang BlackBerry, kami menggunakannya juga untuk mengecek 
ketinggian. Benar. 5.000 meter!<br />
<br />
Saya juga sering dibantu pilot Susi Air. Ketika terbang dari Jakarta ke 
Pangandaran, kami diberi bonus bisa terbang rendah dan memutar dua kali 
di atas Pegunungan Kamojang. Dengan cara begitu saya bisa melihat dari 
atas secara jelas pembangkit listrik geotermal di lereng Gunung Kamojang
dan lereng Gunung Salak. <br />
<br />
Demikian juga ketika saya terbang dari Bintuni ke Nabire, pilotnya tidak
keberatan ketika saya minta mengarah dulu ke selatan karena saya ingin 
melihat dari atas fasilitas LNG Tangguh di pantai Teluk Bintuni. Bahkan,
ketika ke Digul dan pesawat diperkirakan tidak bisa mendarat karena 
landasan jelek, pilot dengan sabar berusaha keras mendarat. Caranya, 
beberapa kali pilot menerbangkan Caravannya rendah sekali menyusuri 
sebelah landasan Digul. Yakni, untuk melihat dengan mata telanjang 
apakah landasan itu aman didarati. Akhirnya Susi Air mendarat di Digul 
dengan mulusnya.<br />
<br />
Tentu saya juga sering bergurau dengan pilot-pilot itu. Ketika Susi Air 
mendarat di Merauke, saya menggoda pilot muda asal Australia itu. <br />
&quot;Apakah Anda ingin mampir pulang dulu?&quot; tanya saya sambil menunjukkan jari ke arah Australia yang sudah begitu dekat. <br />
<br />
Apa jawabnya? &quot;Iya lho. Tinggal 150 mil lagi sudah Australia,&quot; jawabnya 
lantas senyum. Mudah-mudahan bukan dia yang jatuh di Yahukimo Jumat lalu
itu. Saya masih begitu ingat senyum perpisahan hari itu. (c2/lk)
</div>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Penantian Panjang Pemekaran Pangandaran </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//107/penantian-panjang-pemekaran-pangandaran</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//107/penantian-panjang-pemekaran-pangandaran</comments>
   			  <pubDate>Mon, 12 Sep 2011 05:00:36 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Ujang Marmuksinudin</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//107/penantian-panjang-pemekaran-pangandaran</guid>
			  <description>Jalan berliku menuju pemekaran Kabupaten Pangandaran hingga saat ini belum membuahkan hasil. Akankah pemekaran Pangandaran terwujud? atau, kandas oleh moratorium presiden.  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <br />
<br />
PANGANDARANmerupakan kawasan 
wisata di bagian Selatan Kabupaten Ciamis.Potensi alam di wilayah Ciamis
bagian Selatan memang didominasi oleh potensi bahari.Salah satunya 
kawasan Pangandaran,selain menjadi tempat wisata tempat ini merupakan 
sumber potensi kekayaan Ciamis yang bersumber dari laut. <br />
<br />
Selain 
Pangandaran,Kabupaten Ciamis mempunyai 36 kecamatan dengan desa 
administratif sebanyak 347 desa/kelurahan.Total luas wilayah Kabupaten 
Ciamis mencapai 2.566,75 km2.Luas wilayah ini,dinilai terlalu luas dan 
kerap dinilai menjadi kendala terjadinya percepatan pembangunan di 
sejumlah daerah terutama tingkat pelosok desa. Luas wilayah juga menjadi
keluhan dalam pelayanan optimal dan pengolaan potensi kekayaan di 
Ciamis. <br />
<br />
Hamparan potensi bahari yang dinilai belum tergali 
secara optimal menjadi salah satu alasan Pangandaran beserta sembilan 
kecamatan lain ingin berdiri sendiri menjadi daerah otonom baru (DOB) 
terpisah dari Kabupaten Ciamis sebagai kabupaten induk. Keinginan itu 
sempat menjadi pro kontra di kalangan masyarakat setempat, namun pada 
akhirnya hampir semua element masyarakat di wilayah Ciamis Selatan 
menyetujui keinginan pemekaran pangandaran yang ditandai dengan 
deklarasi persiapan pemekaran Kabupaten Pangandaran pada 2007 lalu. <br />
<br />
Waktu
itu,persiapan pemekaran Pangandaran terus bergulir menggelinding 
mendapat persetujuan 90 Badan Perwakilan Desa (BPD) yang tersebar di 10 
kecamatan wilayah Ciamis Selatan,meliputi Pangandaran, 
Cijulang,Cigugur,Parigi,Kalipucang, Padaherang,Langkaplancar,Cimerak, 
Sidamulih dan Banjarsari. Bahkan,persetujuan yang ditandatangani 90 BPD 
itu mendapat persetujuan Ketua DPRD Kabupaten Ciamis sewaktu masih 
dijabat Tokoh Masyarakat Pangandaran Jeje Wiradinata.Persetujuan DPRD 
juga direspon oleh Bupati Ciamis Engkon Komara untuk dilakukan kajian 
oleh perguruan tinggi yang independen. <br />
<br />
Kajian pemekaran Ciamis 
Selatan waktu itu dilakukan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.Hasil
kajian tim menyatakan,Ciamis Selatan layak untuk dilakukan karena sudah
memenuhi syarat minimal terjadinya pemekaran daerah. Koordinator Tim 
Pengkaji Unpad untuk Pemekaran Ciamis Selatan Deny Kurniadie waktu itu, 
menyimpulkan Pangandaran layak dimekarkan setelah melakukan kajian 
dengan dukungan data BPS tahun 2007, karena jika berdasarkan data BPS 
2006 pemekaran Pangandaran dinilai belum layak. <br />
<br />
Namun,lanjut 
Deni,hasil kajian tim belum cukup untuk mewujudkan pemekaran 
pangandaran.Agar Pangandaran bisa memisahkan diri dari Ciamis,masih 
diperlukan proses persetujuan dari Bupati,DPRD Jabar dan 
Gubernur.Setelah tahapan di daerah selesai,maka tahapan berikutnya yakni
mendapat persetujuan presiden yang diawali kajian tim dari Mendagri. 
Melihat hasil kajian tim dan persetujuan Bupati,DPRD dan Gubernur Jabar 
Ahmad Heryawan juga memberikan persetujuan proses pemekaran 
Pangandaran.Menurut Heryawan, Pangandaran dinilai layak untuk dimekarkan
dari Kabupaten Ciamis salah satunya karena kondisi geografis Kabupaten 
Ciamis terlalu luas. <br />
<br />
&ldquo;Pada prinsipnya sudah tidak ada persoalan 
dengan tahapan pemekaran dan pemekaran di Jabar sudah sangat 
layak.Termasuk pemekaran Kabupaten Ciamis Selatan,&rdquo;ujar Heryawan saat 
berkunjung ke Ciamis beberapa waktu lalu. Menurut Heryawan,salah satu 
indikator saja,jumlah penduduk di Kabupaten Ciamis sudah setara dengan 
jumlah penduduk satu provinsi di daerah lain.Bisa dibayangkan jumlah 
penduduk di Gorontalo dibanding dengan kabupaten/kota di Jabar sangat 
jauh perbandinganya. &ldquo;Apalagi seperti di Ciamis dan Bogor. Di Bogor saja
jumlah penduduk mencapai 4,6 juta jiwa artinya melihat itu sudah sangat
layak dan perlu segera mendekatkan pelayanan,&rdquo;ucap Heryawan. <br />
<br />
Namun,angin
segar dari sang Gubernur ternyata masih belum cukup untuk mewujudkan 
keinginan pemekaran Pangandaran dari Kabuapten Ciamis.Proses persetujuan
ditingkat pusat,dirasakan sejumlah tokoh masyarakat Pangandaran terasa 
lebih sulit dibanding persetujuan di tingkat daerah. Apalagi,belum lama 
ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan moratorium 
untuk pemekaran di semua daerah,sampai evaluasi pemekaran di semua 
daerah selesai dilakukan.Buntutnya,sampai saat ini pemekaran Pangandaran
tidak terwujud. <em>Sumber Harian Seputar Indonesia</em>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Jalur Transportasi ke Pangandaran </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//106/jalur-transportasi-ke-pangandaran</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//106/jalur-transportasi-ke-pangandaran</comments>
   			  <pubDate>Fri, 09 Sep 2011 10:09:36 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Saji Fathurrohman</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//106/jalur-transportasi-ke-pangandaran</guid>
			  <description>Pangandaran merupakan salahsatu daerah yang ekonominya tergolong pesat, selain hasil komoditas pertanian, wisata dan perikanan. Namun hal ini tidak didukung oleh perbaikan jalan yang menghubungkan Pangandaran ke tempat-tempat lain. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p>
Pangandaran merupakan salahsatu daerah yang ekonominya tergolong pesat,
selain hasil komoditas pertanian, wisata dan perikanan. Namun hal ini 
tidak didukung oleh perbaikan jalan yang menghubungkan Pangandaran ke 
tempat-tempat lain.
</p>
<p>
Bila ini bisa direalisasikan tentu perekonomian lebih maju dan 
berkembang pesat, seperti jalur Pangandaran ke Kalipucang, dan ke 
Cijulang.
</p>
<p>
Jalan tersebut sesungguhnya sudah berkali-kali mengalami perbaikan 
namun karena sering dilintasi kendaraan yang memuatanya melebihi tonase,
maka badan jalan lambat laun mengalami kerusakan, jalan yang rusak 
yaitu dari Terminal Pangandaran sampai ke Pasar Cikembulan, walau saat 
ini sudah di tambal sulam namun tidak menutup kemungkinan akan kembali 
rusak.
</p>
<p>
Seharusnya Pemda,segera mencari jalan keluar agar masalah tersebut bisa
s egera diselesaikan, selain mengurangi laju kecelakaan juga sangat 
mendukung kelancaran perekonomian di wilayah Pangandaran dan sekitarnya.
</p>
<p>
(Solo.B)
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Pangandaran, Primadona yang Tak Berseka</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//105/pangandaran-primadona-yang-tak-berseka</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//105/pangandaran-primadona-yang-tak-berseka</comments>
   			  <pubDate>Thu, 08 Sep 2011 20:41:39 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Debby *) </author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//105/pangandaran-primadona-yang-tak-berseka</guid>
			  <description>Secara geografis lokasi wisata Pantai Pangandaran termasuk bagian dari wilayah Kabupaten Ciamis jawa barat. Untuk mencapai lokasi, dari kota Ciamis kita harus melewati kota Banjar, Banjarsari, lalu desa kali Peucang sebelum sampai di obyek wisata Pantai Pangandaran. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p class="MsoNormal">
<span>Secara 
geografis lokasi wisata Pantai Pangandaran termasuk bagian dari wilayah 
Kabupaten Ciamis jawa barat. Untuk mencapai lokasi, dari kota Ciamis 
kita harus melewati kota Banjar, Banjarsari, lalu desa kali Peucang 
sebelum sampai di obyek wisata Pantai Pangandaran.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Sedikit 
intermezzo; bagi sebagian orang yang sempat mengikuti kisah pelarian 
napi Johny Indo dan kawan-kawan dari LP Permisan Nusa Kambangan Cilacap 
jawa Tengah sekitar Tahun 1982, para napi tersebut tertangkap di daerah 
Kali Peucang Ciamis Jawa Barat setelah berhasil menyeberangi Sagara 
Anakan yang berbatasan dengan wilayah Jawa Barat di daerah kali Peucang<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Sebelum 
kita sampai di gerbang masuk pantai Pangandaran, kita akan melihat 
rambu-rambu penunjuk arah ke obyek wisata lain sekitar pantai 
pangandaran seperti karang Nini, batu Layar, Grand  canyon dan batu 
karas yang kini telah menjadi tujuan utama para wisatawan domestik dan 
Turis asing yang ingin berselancar.</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Dan begitu
kita tiba di Gerbang masuk wisata Pantai Pangandaran, kita dihadapkan 
pada pemandangan dimana begitu banyak hotel mulai dari yang sekelas 
losmen hingga hotel berbintang. Dan bagi mereka yang lebih berminat 
menyewa bungalow, disanapun tersebar macam-macam bungalow yang siap 
menampung acara liburan keluarga, bahkan tak sedikit pula rumah-rumah 
penduduk yang disewakan, ada yang ber-AC juga non AC.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Bagi 
pengunjung yang masih awam dengan lokasi wisata Pantai Pangandaran, tak 
perlu risau karena akan sangat mudah menemukan pemandu yang bias 
mengantar berkeliling untuk mencari hotel/bungalow sesuai yang diminati.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Sedikit gambaran situasi saat liburan di lokasi Pantai Pangandaran ;</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Lokasi 
Pantai Pangandaran banyak diminati para wisatawan domestik juga 
mancanegara, selain karena jarak yang tidak terlalu jauh dan relatif 
mudah dijangkau dengan kendaraan beroda empat, juga karena sarana 
lainnya yang sangat mudah didapat di lokasi wisata tersebut seperti 
mudahya para wisatawan mencari berbagai makanan. Selain resto yang 
menyajikan sea Food, makanan lainpun tak sulit diperoleh, bahkan bila 
libur besar tiba akan mudah sekali ditemukan penjual makanan &ldquo;boyongan&rdquo; 
dari Ciamis dan Bandung yang menjual aneka makanan yang sudah sangat 
familiar dengan pengunjung. Sehingga bisa dikatakan bahwa pesona Pantai 
Pangandaran bukan hanya wisata lautnya tapi terutama adalah wisata 
kulinernya.</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Dan bagi wisatawan yang ingin memacu adrenalin, bisa bermain berbagai boat di laut dengan atraksi yang cukup menegangkan.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Namun 
dibalik gebyar wisata yang pastinya mendatangkan PAD cukup besar bagi 
Kas Daerah, sungguh disayangkan karena ternyata lokasi wisata tersebut 
berkembang tak terarah dan tanpa perencanaan tata Kota yang jelas 
sehingga tampak kumuh dan tak beraturan.</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Tengok 
saja maraknya PKL yang berjualan makanan dan pakaian yang berderet 
memenuhi pinggir jalan hingga menghalangi pemandangan ke laut dari arah 
hotel, sampah yang berserakan terkesan jorok tak terurus, jalan-jalan 
berlubang tak pernah ada perbaikan padahal jalan itulah yang selalu 
dilewati para wisatawan untuk berjalan-jalan dan bersepeda di sekitar 
Pantai pangandaran, pantaipun kotor dengan sampah yang berserakan.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Penjualan 
tiket masuk di pintu gerbang wisatapun terkesan asal-asalan dan tak 
sedikit yang bisa masuk tanpa tiket setelah membayar sejumlah uang.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Di sudut 
jalan di pinggir pantai masih tampak bekas bangunan hotel milik Pemda 
yang hancur karena Tsunami 2006 silam, yang hingga saat ini masih 
teronggok tak jelas akan dijadikan apa? Padahal daerah tersebut 
merupakan daerah emas bagi pariwisata.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Kondisi 
seperti ini sungguh mengherankan, karena seakan Pemda Ciamis tidak 
memperhatikan sehingga tidak mengetahui atau tidak mau tahu ?! Padahal 
PAD yang masuk kas Pemda jelas cukup besar nilainya !!!<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Sangat 
disayangkan apabila keadaan tak terurus dengan perkembangannya yang tak 
terarah ini pada akhirnya mungkin saja bisa menyurutkan minat para 
wisatawan untuk berkunjung ke pantai Pangandaran.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Seyogyanya
pemda Ciamis punya kepedulian yang besar untuk menata ulang lingkungan 
tata Kota Pantai Pangandaran sebagai lokasi wisata yang nyaman dan 
menyenagkan.</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Karena 
dengan kondisi sekarang yang semrawut dan tak terurus itu, ibarat 
&ldquo;Seorang Primadona yang sexy namun tak mampu merawat diri hingga bukan 
lagi sexy dan cantik yang nampak namun seorang wanita cantik yang 
amburadul&rdquo;.</span>
</p>
<p class="MsoNormal">
<span>Penulis adalah Blogger Kompasiana dengan Profile http://www.kompasiana.com/debby<br />
</span>
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Libur Lebaran, Ini 8 Lokasi Wisata Favorit di Jawa Barat  </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//104/libur-lebaran-ini-8-lokasi-wisata-favorit-di-jawa-barat</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//104/libur-lebaran-ini-8-lokasi-wisata-favorit-di-jawa-barat</comments>
   			  <pubDate>Sun, 28 Aug 2011 21:25:49 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//104/libur-lebaran-ini-8-lokasi-wisata-favorit-di-jawa-barat</guid>
			  <description>Pesona alam Jawa Barat masih menjadi daya tarik wisata saat libur Lebaran. Tahun lalu, misalnya, tujuan wisatawan banyak mengarah ke pantai dan pegunungan. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat Herdiwan, sedikitnya ada delapan lokasi wisata yang dibanjiri pengunjung selama empat hari sejak hari pertama Lebaran. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Pesona alam Jawa Barat masih menjadi daya tarik wisata saat libur 
Lebaran. Tahun lalu, misalnya, tujuan wisatawan banyak mengarah ke 
pantai dan pegunungan. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa 
Barat Herdiwan, sedikitnya ada delapan lokasi wisata yang dibanjiri 
pengunjung selama empat hari sejak hari pertama Lebaran. <br />
<br />
1. Kota Bandung. Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini menjadi magnet bagi para wisatawan yang gemar belanja <em>fashion,</em>
menikmati pemandangan dari bukit, hingga doyan makan. Selain itu, kebun
binatang menjadi tempat rekreasi favorit keluarga. &quot;Tamu yang masuk 
berdasarkan data keluar tol Bandung mencapai 600 ribu orang,&quot; kata 
Herdiwan, Ahad, 28 Agustus 2011.<br />
<br />
2. Pantai Pangandaran, Ciamis, disambangi 200-300 ribu orang.<br />
<br />
3. Sejumlah obyek wisata di kawasan Puncak, Bogor, seperti Taman Safari, diserbu 300 ribu wisatawan.<br />
<br />
4. Obyek wisata Gunung Tangkuban Parahu serta pemandian air panas Ciater, Subang, menarik sekitar 300 ribu wisatawan.<br />
<br />
5. Kawah Putih dan Situ Patengan di Kabupaten Bandung dinikmati lebih dari 150 ribu pengunjung.<br />
<br />
6. Di Kota Bogor, Kebun Raya menjadi tempat favorit bagi lebih dari 100 ribu lebih pengunjung.<br />
<br />
7. Pantai Pelabuhan Ratu didatangi lebih dari 30 ribu orang.<br />
<br />
8. Keraton Cirebon dipadati lebih dari 20 ribu orang.<br />
<br />
Menurut
Herdiwan, musim libur Lebaran ikut meningkatkan hunian hotel. Di 
kawasan Pantai Pangandaran, Pelabuhan Ratu, Puncak dan Cipanas, serta 
Ciater umumnya melonjak 70 persen dibanding hari biasa, atau naik 30 
persen dibanding Sabtu dan Minggu. <br />
<br />
Selain
itu, kata Herdiwan, ada belasan obyek wisata alternatif lainnya. Di 
Bandung, ada Gua Pawon, Cipatat, yang menyimpan fosil manusia purba, 
serta Curug (air terjun) Malela di daerah Rongga Kabupaten Bandung 
Barat. Di Kabupaten Bandung ada pula wisata kesehatan air panas di 
Cibuni dan wisata kebun di Gambung. <br />
<br />
Di
Karawang ada Candi Jiwa, serta situs megalitikum di Gunung Padang, 
Cianjur. Sedangkan di daerah Indramayu ada Pulo Biyawak, Sindang Kerta 
di Tasikmalaya, Pantai Cimaja dan Ujung Genteng di Sukabumi, serta Taman
Nasional Ciremai Kuningan. Menurut Herdiwan, lokasi wisata alternatif 
itu selain masih jarang dikunjungi wisatawan, akses dan fasilitas 
akomodasinya juga masih kurang. 
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Pangandaran, Pesona Keindahan Selatan Jawa Barat</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//103/pangandaran-pesona-keindahan-selatan-jawa-barat</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//103/pangandaran-pesona-keindahan-selatan-jawa-barat</comments>
   			  <pubDate>Sun, 21 Aug 2011 21:02:20 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Ada Koko </author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//103/pangandaran-pesona-keindahan-selatan-jawa-barat</guid>
			  <description>KAWASAN ini begitu cepat pulih! begitulah gumam dalam hati ketika menginjakkan kaki untuk pertama di kawasan wisata Pangandaran (Jawa Barat) akhir minggu ketika di bulai Mei lalu. Geliat perekonomian dan kehidupan sosial yang didukung sektor pariwisata telah benar-benar membangkitkan Pangandaran.  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ <p style="text-align: justify" align="left">
&ldquo;KAWASAN ini begitu cepat pulih!&rdquo; 
begitulah gumam dalam hati ketika menginjakkan kaki untuk pertama di 
kawasan wisata Pangandaran (Jawa Barat) akhir minggu ketika di bulai Mei
lalu. Geliat perekonomian dan kehidupan sosial yang didukung sektor 
pariwisata telah benar-benar membangkitkan Pangandaran. Kondisi saat ini<span> </span>jauh dari kesan wilayah pasca bencana tsunami<span> </span>17 Juli 2006 silam.
</p>
<div align="left">
</div>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal" align="left">
Perjalanan wisata ke 
Pangandaran saat ini sangatlah mudah diperoleh karena telah banyak agent
travel ataupun komunitas traveling yang menyelenggarakan wisata 
perjalanan ke Pangandaran dengan harga yang relatif murah. Pilihan 
semacam ini sangat cocok untuk mengisi liburan akhir pekan saya. Setelah
menumpuh perjalanan 8 jam dari Jakarta &ndash; Pangandaran, akhirnya di Sabtu
pagi tiba dengan disambut sapuan awan hitam selepas hujan pagi.
</p>
<div align="left">
</div>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal" align="left">
Selesai sarapan pagi, trip pertama dimulai dan tujuannya adalah <em>Cukang Taneuh</em> atau yang lebih dikenal dengan <em>Green Canyon. </em>Kawasan ini terletak di Desa Kertayasa (<span style="color: black">Cijulang),
perjalanan ditempuh sejauh 31 km dari Pangandaran. Aliran sungai 
Cijulang langsung beriak ketika perahu tempel mulai menyusuri badan 
sungai. Tak perlu waktu lama, hamparan hijau bukit yang mengapit sisi 
kanan dan kini mulai terlihat. Kali ini kami tidak sendiri, ada banyak 
pengunjung yang juga ikut menikmati pesona gua dengan stalaktif dan 
stalaknit. Alhasil menunggu sekitar lima menitpun harus dilakukan. 
Sembari menunggu, tak urung kamera yang sedari tadi tersimpan rapi di <em>dry bag</em> menjadi teman setia untuk mengabadikan keindahan.</span>
</p>
<div align="left">
</div>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal" align="left">
<em><span style="color: black">Green Canyon </span></em><span style="color: black">benar-benar
menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang. Berenang dan 
berpegangan dengan pinggiran bebatuan diantara dua bukit memacu 
adrenalin. Arus sungai yang mengasyikkan menambah keasyikan tersendiri. 
Di sisi kanan dan kiri, air tanah jatuh layaknya hujan. Sementara itu di
mulut gua terdapat air terjun Palatar yang menjadikan objek ini luar 
biasa.</span>
</p>
<div align="left">
</div>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal" align="left">
Setelah terpacu 
adrenalin, saatnya rehat sejenak dan menuju trip berikutnya. Tujuannya 
adalah Pantai Batu Karas. Objek wisata ini masih berada di kecamatan 
Cijulang. Awan nan putih, langit biru dan deburan ombok yang tenang 
menjadikan Pantai Batu Karas terasa nyaman dan hangat menyambut tiap 
pengunjung yang datang.
</p>
<div align="left">
</div>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal" align="left">
<span style="color: black">Sungguh
menyenangkan menatap lepas hingga ke batas cakrawala. Benar-benar 
keindahan tiada tara. Suasana nyaman dengan angin sepoi-sepoi dan 
pemandangan mata disuguhi anak-anak bermain ombak di pantai yang landai 
sungguh membuat betah berlama-lama di pantai ini. Namun, trip masih 
panjang. Masih ada objek wisata lain yang harus dikunjungi.</span>
</p>
<div align="left">
</div>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal" align="left">
<span>Trip berikutnya 
adalah Pantai Batu Hiu. Pesona lain disuguhi di pantai yang terletak di 
Desa Ciliang (Parigi). Jarak lokasi tidak lebih dari 14 km selatan dari 
Pangandaran. Bukan hanya laut biru dan deburan ombak yang bisa kita 
lihat disini, tetapi kita juga bisa mendatangi Konservasi Anak Penyu 
(Tukik) yang letaknya 300 meter dari gerbang masuk pantai. Konservasi 
ini berada di bawah tanggung jawab Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup 
Regional Jawa, Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI. Namun, kedatangan
kali ini tidak dapat melihat anak penyu karena beberapa waktu yang lalu
telah dilakukan pelepasan langsung ke habitatnya. Di konservasi yang 
tersisa hanya dua dari tiga bak (kolam) pemeliharaan yang berisi 
penyu-penyu hasil tangkapan masyarakat.</span>
</p>
<div align="left">
</div>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal" align="left">
<span>Pantai Batu Hiu 
punya cara lain untuk memanjakan pengunjung, dari atas bukit kecil yang 
ditumbuhi pohon Pandan Wong bisa menyaksikan Samudera Indonesia nan biru
lengkap dengan deburan ombak yang bergulungan. Hembusan angin lagi-lagi
menggoda untuk berlama-lama. Bila menjuruskan pandangan ke sebelah 
timur maka hamparan pantai terbentang hingga Pangandaran. Jalan-jalan 
untuk sekedar menikmati angin dan pemandangan dari atas bukit semakin 
terasa nyaman dengan disediakanya fasilitas pejalan kaki yang telah 
ditata secara apik. Bukan hanya itu duduk santai bersama rekan ataupun 
keluarga di rerumputan atas bukit sepertinya cukup layak untuk dilakukan
di Pantai Batu Hiu.</span>
</p>
<p style="text-align: justify" class="MsoNormal" align="left">
<span>Ada Koko *)&nbsp; Penulis merupakan Blogger yang beralamat di <a href="http://adakokodi.blogdetik.com" target="_blank">adakokodi.blogdetik.com</a> memberikan izin kepada myPangandaran untuk menampilkan ulang artikel ini.<br />
</span>
</p>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Pangandaran, Sulawesi Selatan, Indonesia ?</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//102/pangandaran-sulawesi-selatan-indonesia-</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//102/pangandaran-sulawesi-selatan-indonesia-</comments>
   			  <pubDate>Sat, 20 Aug 2011 09:43:16 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Satimin</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//102/pangandaran-sulawesi-selatan-indonesia-</guid>
			  <description>Menurut sejarahnya nama Pangandaran terbagi menjadi dua suku kata yaitu Pangan yang artinya makanan, dan Daran yang berarti sandaran makan secara harfiah Pangandaran bisa di artikan tempat orang bersandar dan mencari makanan.Berbekal informasi dari si Mbah Google, iseng-iseng mencari keyword &quot;pangandaran&quot; ternyata selain website informasi wisata,blog,travel dan hotel,  [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Menurut sejarahnya nama Pangandaran terbagi menjadi dua suku kata yaitu Pangan yang artinya makanan, dan Daran yang berarti sandaran makan secara harfiah Pangandaran bisa di artikan tempat orang bersandar dan mencari makanan.<br />
<br />
Berbekal informasi dari si Mbah Google, iseng-iseng mencari keyword &quot;pangandaran&quot; ternyata selain website informasi wisata, blog, travel dan hotel, ada yang membuat tertarik untuk menulis artikel ini.Pangandaran ternyata bukan hanya ada di Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Pangandaran juga ada di salah satu desa terpencil di Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat tepatnya di Kecamatan Tabulahan.<br />
<br />
Pangandaran Kabupaten Ciamis dengan sejuta potensi pariwisatanya seperti objek Pantai Pangandaran, Green Canyon, Batu Hiu, Cagar Alam dan lain-lain, sedangkan di Desa Pangandaran Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa dihuni oleh suku Toraja yang penduduknya mayoritas bertani dan bercocok tanam karena tekstur tanah di daerah ini memang cocok untuk bertani dan berkebun dengan ketinggian 800 meter diatas permukaan laut. <br />
<br />
Hasil bumi yang paling banyak adalah kopi, rotan, dan coklat. sedangkan hasil pertaniannya adalah padi, memiliki beberapa objek wisata, yaitu Wisata Budaya Kuburan Tedong-tedong di Kecamatan Balla, Minanga di Sesenapadang, Wisata Alam Air Terjun Sarambu, Permandian Air Panas di Desa Rambusaratu` Kecamatan Mamasa, Agro Wisata Perkebunan Markisa di Kecamatan Mamasa, Wisata Budaya Rumah Adat, Perkampungan Tradisional Desa Ballapeu, Tradisi Mebaba` dan Mangngaro di Nosu merupakan tradisi yang unik.<br />
<br />
Seperti halnya Pangandaran ternyata nama Parigi (Kabupaten Ciamis) juga ada di Sulawesi,Parigi salah satu Kecamatan di Provinsi Sulawesi Selatan Parigi beribukota di Salu`toa, sebuah kampung yang berjarak 9 km dari Malino ibukota Kecamatan Tinggimoncong.<br />
<br />
Awalnya berpendapat kalau nama Pangandaran itu hanya ada satu yaitu di Kabupaten Ciamis, hal ini diperjelas oleh si mang fesbuk, setiap pencarian dengan kata pangandaran selalu ada dua pilihan Pangandaran,Sulawesi Selatan dan Pangandaran,Jawa Tengah,&nbsp; sayangnya Pangandaran,Jawa Barat tidak ada, dan ternyata masih banyak nama-nama daerah atau kecamatan yang sama di nusantara Indonesia tercinta.
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Tips Wisata Saat Berpuasa</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//101/tips-wisata-saat-berpuasa</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//101/tips-wisata-saat-berpuasa</comments>
   			  <pubDate>Fri, 05 Aug 2011 05:12:32 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//101/tips-wisata-saat-berpuasa</guid>
			  <description>Saat bulan puasa tiba, bukan berarti Anda harus berdiam diri di rumah dan menghentikan segala aktivitas sehari-hari. Di bulan yang penuh berkah ini, Anda masih bisa melakukan berbagai kegiatan seperti biasanya dan tentunya masih dapat mengisi waktu di bulan puasa dengan berwisata. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Saat bulan puasa tiba, bukan berarti Anda harus berdiam diri di rumah
dan menghentikan segala aktivitas sehari-hari. Di bulan yang penuh 
berkah ini, Anda masih bisa melakukan berbagai kegiatan seperti biasanya
dan tentunya masih dapat mengisi waktu di bulan puasa dengan berwisata.Kegiatan
wisata bagi umat Muslim di saat bulan puasa memang sedikit berbeda jika
dibanding wisata pada hari-hari biasa. Hal ini karena Anda membutuhkan 
daya tahan tubuh yang ekstra. Apapun bentuk kegiatan saat Anda 
berwisata, sebaiknya diisi dengan hal-hal yang bermanfaat dan tidak 
mengurangi pahala Anda saat berpuasa. Berikut berberapa <em>tips </em>yang dapat Anda lakukan jika ingin berwisata saat puasa. <br />
<br />
<strong>Pertama</strong>,
pada saat sahur konsumsilah makanan yang memiliki nilai gizi dan 
nutrisi yang tinggi. Jika perlu tambah dengan asupan multivitamin, agar 
saat menjalani puasa seharian Anda tetap segar dan tetap menjalani 
kegiatan wisata dengan bugar. Jangan lupa pula untuk membiasakan diri 
membaca doa saat akan berpergian keluar rumah. Siapkan pula pribadi Anda
untuk tetap sabar dan menjaga emosi diri. <br />
<br />
<strong>Kedua</strong>,
siapkan segala kebutuhan pribadi Anda untuk berwisata, seperti Al Quran
dan mukena. Sehingga Anda tetap bisa menjalankan ibadah selama 
berwisata. Sediakan pula air mineral untuk persiapan buka puasa ketika 
terpaksa harus berbuka puasa saat di perjalanan.<br />
<br />
<strong>Ketiga</strong>,
sempatkan untuk mengisi waktu liburan dengan melakukan safari Ramadhan,
yaitu dengan melakukan kegiatan wisata ke berbagai tempat yang memiliki
nilai religi untuk menambah pengetahuan Anda mengenai Islam. Salah 
satunya, bisa dengan melakukan sholat tarawih di masjid-masjid yang 
belum pernah Anda kunjungi sebelumnya.<br />
<br />
<strong>Keempat</strong>, 
selama dalam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, isi kegiatan 
mendengarkan ceramah dengan memutar radio yang tersedia di kendaraan 
Anda selama perjalanan. Sisihkan pula uang Anda untuk bersedekah dan 
diberikan kepada orang yang membutuhkan saat dalam perjalanan liburan.<br />
<br />
<strong>Kelima</strong>,
saat waktu buka puasa telah tiba, beristirahatlah sejenak untuk 
melakukan buka puasa dengan makanan dan minuman yang manis untuk 
meningkatkan kembali tenaga Anda. Lalu lakukan ibadah terlebih dahulu, 
barulah kemudian lanjutkan wisata Anda. <em>(Sumber Travel.Kompas.com)</em>
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Tips Menggunakan Bodyboard Dengan Benar dan Aman</title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//99/tips-menggunakan-bodyboard-dengan-benar-dan-aman</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//99/tips-menggunakan-bodyboard-dengan-benar-dan-aman</comments>
   			  <pubDate>Fri, 05 Aug 2011 04:37:54 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran - Muji</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//99/tips-menggunakan-bodyboard-dengan-benar-dan-aman</guid>
			  <description>Pantai Pangandaran merupakan salah satu objek wisata yang paling di gemari akan permainan airnya. Salah satunya adalah permainan Bodyboard atau yang lebih kita kenal dengan nama Boogieboard.Bodyboard/Boogieboard adalah Sejenis olahraga air yang hampir menyerupai sejenis olahraga air lainnya,yaitu Surfing. [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ Pantai Pangandaran merupakan salah
satu objek wisata yang paling di gemari akan permainan airnya. Salah satunya
adalah permainan Bodyboard atau yang lebih kita kenal dengan nama Boogieboard.<br />
<br />
Bodyboard/Boogieboard adalah Sejenis
olahraga air yang hampir menyerupai sejenis olahraga air lainnya,yaitu
Surfing.Perbedaannya terletak pada media yang kita gunakan.Jika Surfing media
yang di gunakan berukuran lebih panjang dan terbuat dari fiber lain halnya
dengan Bodyboard/Boogieboard,yaitu hanya terbuat dari spons dan ukurannyapun &nbsp;lebih pendek.Namun permainan ini tak kalah
serunya dengan permainan Surfing,permainan ini membutuhkan keberanian yang
cukup extreme.<br />
<br />
&nbsp;<strong>Hal
yang perlu di perhatikan dalam menggunakan Bodyboard/Boogieboard </strong><br />
<ul>
	<li>Tali pengikat yang di gunakan pada
	tangan pastikan terpasang dengan erat dan benar.Hal ini bertujuan agar
	Bodyboard/Boogieboard yang terpasang tidak lepas dari tubuh kita&nbsp; karena hal ini dapat mengancam keselamatan
	diri anda.</li>
</ul>
<ul>
	<li>Carilah lokasi yang aman dan
	nyaman,jauhi rambu-rambu berupa Bendera Merah yang terpasang di sepajang pantai
	bertuliskan&quot;Dilarang Berenang Di Lokasi Ini&quot; karena dilokasi tersebut terdapat pusaran arus balik
	yang sangat kuat yang sewaktu-waktu dapat menyeret anda ke tengah lebih jauh. </li>
</ul>
<br />
&nbsp;
<strong>Cara mengambil ombak yang benar adalah:</strong><br />
<ul>
	<li>
	Pilih ombak yang agak sedang
	dahulu, setelah itu,</li>
	<li>Jangan terburu - buru untuk
	langsung untuk menaikinya, anda harus melihat pecahan buih dari ombak&nbsp; tersebut,&nbsp;</li>
	<li>Jika ombak yang pilih sudah dekat
	dan berada di belakang anda / karena posisi anda harus berada di depan ombak bukan di atasnya ataupun terlalu di belakang ombak
	itu.</li>
	<li>Jika posisi anda sudah tepat,
	sekarang yang harus anda lakukan adalah menentukan moment kapan anda harus melakukan surf atau mencoba untuk berjalan di atas
	ombak itu.&nbsp;</li>
	<li>Setelah itu biarkan ombak membuat
	badan anda dan Bodyboard/Boogieboard melaju berjalan ke depan</li>
	<li>Pastikan badan anda dalam posisi yang kokoh dengan Bodyboard/Boogieboard.</li>
</ul>
<br />
 ]]></content:encoded>
			</item><br />
<b>Warning</b>:  mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>37</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in <b>/home/q4212/sites/mypangandaran.com/htdocs/komponen/artikel/rss.php</b> on line <b>40</b><br />

			<item>
			  <title>Menikmati Pantai Pangandaran Dengan Murah Meriah </title>
			  <link>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//98/menikmati-pantai-pangandaran-dengan-murah-meriah</link>
			  <comments>http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//98/menikmati-pantai-pangandaran-dengan-murah-meriah</comments>
   			  <pubDate>Mon, 01 Aug 2011 20:50:55 +0700</pubDate>
			  <author>myPangandaran  - Informasi Terlengkap Tentang Pangandaran</author>
			  <guid isPermaLink="false">http://www.mypangandaran.com/artikel/detail//98/menikmati-pantai-pangandaran-dengan-murah-meriah</guid>
			  <description>PANTAI Indah Pangandaran adalah salah satu obyek wisata pantai di Jawa Barat. Pantai ini terletak di Desa Panan-jung, Kecamatan Pangandaran, dengan jarak sekitar 92 km arah selatan Kota Ciamis [...]</description>
			  <content:encoded><![CDATA[ PANTAI Indah Pangandaran adalah salah satu obyek wisata pantai di Jawa 
Barat. Pantai ini terletak di Desa Panan-jung, Kecamatan Pangandaran, 
dengan jarak sekitar 92 km arah selatan Kota Ciamis.<br />
<br />
Pantainya 
landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut 
relatif lama, sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman. 
Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih dan juga tersedia tim 
penyelamat wisata pantai Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan 
kehidupan laut yang memesona.<br />
<br />
Menempuh perjalanan selama hampir 
delapan jam, terbayar lunas manakala kita kemudian menyaksikan hamparan 
ujung laut Samudera Indonesia yang teramat indah. Kombinasi antara garis
pantai dengan hutan cagar alam membuat kawasan Pantai Pangandaran ini 
berbeda dari pantai-pantai yang lain. Sepertinya Pangandaran ini berupa 
teluk atau semenanjung. Namun, melihat lokasinya yang menjorok ke laut 
mestinya ini adalah semenanjung. Garis pantainya melingkar, sehingga ada
pantai Barat dan juga pantai Timur. Kita bisa menyaksikan sunrise dan 
sunset di dua pantai yang berbeda. Deburan ombakmenjadi pemandangan 
menarik kala senja hampir terbenam di ufuk Barat.<br />
<br />
Dengan menyewa 
perahu bertarif Rp20 ribu, kita bisa jalan-jalan makan angin laut sambil
snorkling menikmati keindahan laut di bawah permukaan airnya. Tarif 
snorkling-nya cukup murah, hanya RpSO ribu, sementara keindahan lautnya 
yang bisa kita lihat tak setara dengan tarif itu. Untuk sampai di tengah
laut, banyak perahu yang akan mengantar kita untuk melihat-lihat obyek 
wisata ditengah lautan seperti batu buaya, batu karas, dan batu-batu 
lainnya. Atau mungkin Anda ingin berkeliling pantai dengan bersepeda? 
Sangat bisa. Ada banyak penyewaan sepeda.<br />
<br />
Kalau mau 
berjalan-jalan dikawasan cagar alam, ada beberapa spot. Di kawasan yang 
dilindungi ini banak hewan-hewan yang dilindungi Selain monyet, ada juga
landak, kijang, dan banteng, saya. Beberapa spot Pantai Pangandaran ini
sayangnya kotor oleh sampah plastik yang berserakan. Tapi, untungnya 
masih banyak spot-spot yang indah yang bisa kita nikmati Di balik cagar 
alam ini mengintip hamparan pasir putih dengan lautan birunya. Kita 
cukup membayar Rp7.000 untuk masuk ke cagar alam.<br />
<br />
Acara 
tradisional yang kerap digelar di kawasan Pangandaran ini adalah Hajat 
Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan sebagai perwujudan rasa 
terima kasih mereka terhadap kemurah-an Tuhan dengan cara melarung 
sesajen ke laut lepas. Acara inibiasa dilaksanakan pada iup-tiap bulan 
Muharam dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.<br />
<br />
Sedangkan
event pariwisata berskala Internasional yang sering dilaksanakan di 
sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran 
International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya. 
Sayangnya acara menarik ini hanya bisa kita saksikan pada nap bulan Juni
atau Juli<br />
<br />
Soal penginapan tak perlu khawatir, ada banyak hotel, 
motel, bahkan losmen. Kita hanya tinggal menyesuaikannya dengan ukuran 
kantong kita. Soal buah tangan, ada banyak macamnya menanti untuk 
dibeli. Ada baju, ikan asin, dan lain-lainnya. <em>(Jurnal Nasional)</em>
 ]]></content:encoded>
			</item></channel></rss> 
