Tempat Wisata
Cagar Alam Pananjung
Selasa, 18 Januari 2011 13:17 WIB

TWA Pangandaran memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna serta keindahan alam. Hutan sekunder yang berumur 50-60 tahun dengan jenis dominan antara lain laban, kisegel, merong , dan sebagainya. Juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan primer seperti pohpohan kondang, dan benda . Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan, ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti butun, ketapang.
Dengan berbagai ragam flora, kawasan TWA Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar, antara lain tando, monyet ekor panjang , lutung , kalong , banteng, rusa, dan landak. Sedangkan jenis burung antara lain burung cangehgar, tlungtumpuk, cipeuw , dan jogjog. Jenis reptilia adalah biawak , tokek, dan beberapa jenis ular, antara lain ular pucuk.
Banyaknya flora dan fauna yang berkembang biak di sana merupakan daya tarik tersendiri. Tidak heran jika TWA Pangadaran tidak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan. Selain itu, TWA ini mempunyai berbagai daya tarik lainnya, seperti Batu Kalde, salah satu peninggalan sejarah zaman Hindu. Selain itu, banyak terdapat gua alam dan gua buatan seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, dan gua-gua peninggalan Jepang.
Daya tarik lainnya yang berada di TWA, baik yang berada di kawasan cagar alam darat maupun cagar alam laut, adalah Batu Layar, Cirengganis, Pantai Pasirputih di kawasan cagar alam laut. Lalu, padang pengembalaan Cikamal, yang merupakan areal padang rumput dan semak seluas 20 ha sebagai habitat banteng dan rusa. Air terjun yang berada di kawasan cagar alam bagian selatan, dapat ditempuh dengan jalan kaki selama 2 jam melalui jalan setapak.
Sejarah kawasan
Pada tahun 1922, seorang Belanda bernama Eyken membeli tanah pertanian di pananjung Pangandaran, kemudian memindahkan penduduk yang tinggal di daerah yang sekarang menjadi taman wisata alam. Selanjutnya daerah tersebut dikelola sebagai daerah perburuan pada tahun 1931.
Pada tahun 1934, daerah tersebut diresmikan menjadi sebuah wildreservaat dengan keputusan Statblad 1934 nomor 663. Tetapi dengan ditemukannya jenis-jenis tumbuhan penting, termasuk Raflesia patma pada tahun 1961, membuat statusnya diubah menjadi cagar alam, dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.34KMP/tahun 1961. Akhirnya pada 1978, karena adanya potensi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata alam, sebagian wilayah cagar alam yang berbatasan dengan areal permukiman statusnya diubah menjadi taman wisata alam.
Tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan di sekitar cagar alam laut (470 ha), sehingga luas kawasan perairan di sekitar Pangandaran seluruhnya menjadi 1.500 ha. Perkembangan selanjutnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.104/kpts-II/1993, pengusahaan TWA Pangandaran diserahkan kepada Perum Perhutani dan diserahkan fisik pengelolaannya pada 1 November 1999.
TWA Pangandaran mempunyai banyak legenda, seperti legenda Gua Parat. Gua ini dulu tempat bertapa dan bersemedi beberapa pangeran dari Mesir, yaitu Pangeran Kesepuluh (Syekh Ahmad), Pangeran Kanoman (Syekh Muhammad), Pangeran Maja Agung, dan Pangeran Raja Sumenda. Di dalam gua ini terdapat dua kuburan sebagai tanda bahwa di tempat inilah Syekh Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).
Gua Panggung
Menurut cerita, yang berdiam digua ini adalah Embah Jaga Lautan atau disebut pula Kiai Pancing Benar. Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jabar dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, beliau disebut Embah Jaga Lautan.
Gua Lanang
Gua ini dulunya merupakan keraton pertama Kerajaan Galuh. Sedangkan keraton yang kedua terdapat di Karang Kamulyan Ciamis. Raja Galuh adalah laki-laki (lanang) yang sedang berkelana.
Batu Kalde atau Sapi Gumarang
Di tempat ini, menurut cerita, tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti. Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal.
Cirengganis
Cerita ini berawal dari adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari, Raja Mantri pergi untuk melihat-lihat pemandiannya.
Kebetulan waktu itu Dewi Rangganis dan para inangnya sedang mandi. Karena terdorong oleh perasaan hatinya, Raja Mantri mengambil pakaian Dewi Rangganis. Karena kesal, Dewi Rangganis kemudian berkata, barang siapa menemukan bajunya, bila perempuan akan dijadikan saudara dan bila laki-laki akan dijadikan suami.
Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Pangandaran semula merupakan tempat perladangan penduduk. Tahun 1922, ketika Y. Eycken menjabat Residen Priangan, diusulkan menjadi Taman Buru. Pada waktu itu dilepaskan seekor Banteng, 3 ekor Sapi Betina dan beberapa ekor rusa. Karena memiliki keanekaragam satwa yang unik dan khas serta perlu dijaga habitat dan kelangsungan hidupnya maka pada tahun 1934, status kawasan tersebut diubah menjadi Suaka Margasatwa dengan luas 530 ha.
Tahun 1961, setelah ditemukan bunga Raflesia Fatma yang langka, statusnya diubah lagi menjadi Cagar Alam. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi, maka pada tahun 1978, sebagian kawasan tersebut (37,70 ha) dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan kawasan perairan di sekitarnya sebagai Cagar Alam Laut (470 ha), sehingga luas seluruhnya menjadi 1.000 ha.
Dalam perkembangan selanjutnya, berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 104/Kpts-II/1993 pengusahaan wisata TWA Pangandaran diserahkan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam kepada Perum Perhutani. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di kawasan konservasi Pangandaran dan sekitarnya adalah: lintas alam, bersepeda, berenang, bersampan, scuba diving, snorking dan melihat peninggalan sejarah.
Cagar alam seluar ± 530 hektar, yang diantaranya termasuk wisata seluas 37,70 hektar berada dalam pengelolaan SBKSDA Jawa Barat II. Memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera. Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatan seperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya. Untuk Taman Wisata Alam (TWA) dikelola Perum Perhutani Ciamis.
Lihat Semua Galeri Photo
Baca Juga Tempat Wisata Lainnya:
1
Sutarno ArdiRabu, 24 Maret 2010 21:59 WIB
Bagus Mas Adi....lanjutkan untuk terus menggali dan mempromosikan kekayaan alam Pangandaran....
salam hangat dari saya....
2
ishak robbyansyahJum'at, 02 April 2010 12:11 WIB
kenapa citumang kok ga masuk ya...padahal kan bagus....turis asing banyak yang suka citumang..kenapa ga masuk daftar ya....
3
Adi SumaryadiSenin, 05 April 2010 12:19 WIB
Citumang sudah diupdate...mohon info kalau ada yang baru yah..hehe
4
budi setiadiJum'at, 09 April 2010 17:03 WIB
mendingan aset yang ada kaya pasir putih di jaga,jangan di ambil bebas untuk di jual tukang kerajinan.tar wisata apalagi yang mau di jual.kalo pasir putihnya aja jadi komoditi maling
5
Adi SumaryadiJum'at, 09 April 2010 17:12 WIB
Bener banget...Terumbu karang di pasir putih dah gak indah lagi...beda banget jaman adi masih kecil dulu...perasaan warna warni sekarang cuma gitu aja...harus gimana yah biar indah lagi?
6
budi setiadiJum'at, 09 April 2010 17:40 WIB
minimal jangan di gunakan untuk kerajinan,kan lama lama habis juga,contohnya pasir lombok sekarang tidak boleh beredar....karena semua masyarakat harus meras saling memiliki,toh banyak yang hidup dari industri pariwisata juga
7
ahmad toni harlindoMinggu, 11 April 2010 00:56 WIB
harus ada pelestarian taman laut pasir putih pangandaran seperti di bali biar pangandaran tetep lestari,,,
8
IRVANMinggu, 25 April 2010 20:27 WIB
kita sebagai anak asli pangandaran harus ikut menjaga kelestarian pantai pangandaran terutama flora dan fauna yang ada di kawasan cagar alam,ingat kita jaga bersama.........
9
SITIJum'at, 30 April 2010 14:34 WIB
POKOKNYA OKE ABISSSSSS
10
budi setiadiJum'at, 30 April 2010 14:45 WIB
cobalah kalo merasa sayang dengan kekayaan wisata pangandaran....lihat di sekeliling kita,siapa yang merusak.......tolong perhatikan pasir putihnya,biar ngga abis.....aset wisata tuh
11
deeKamis, 06 Mei 2010 08:30 WIB
yang pasti dimulai dari diri kita sendiri, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi menggunakan bahan yang merusak lingkungan (plastik), tidak membeli barang kerajinan mahluk laut, tidak jajan atau belanja di warung pinggir laut, minta tiket masuk apabila masuk kawasan (soalnya terindikasi banyak terjadi penggelapan tiket), sebenarnya diri kita sendiri yang secara tidak sengaja banyak mendukung praktek-praktek yang merusak pariwisata pangandaran
12
deeKamis, 06 Mei 2010 11:44 WIB
seandainya kita sebagai warga pangandaran tidak "memaksakan diri" untuk berbenah diri, tidak akan lama lagi pasti sepi pengunjung, apa lagi yang bisa dinikmati di pangandaran selain; berenang, tenda biru dan taman wisata alam?
ingat waktu setelah tsunami aceh? pangandaran sepi dari semua aktifitas ekonomi selama kurang lebih 3 bulan....kenapa karena pengunjung tidak ada, yang artinya tidak ada yang "membuang" uang ke pangandaran, dan akibatnya tidak banyak uang yang dibelanjakan oleh masyarakat. dan kalau tidak segera berbenah diri Insya Allah kejadian seperti ini akan terulang......
13
yati hasanahJum'at, 02 Juli 2010 13:52 WIB
rindu banget ...seperti waktu kecil cari kumang undur undur, remis, atau sekedar bermain dan bikin istana pasir..................buatku tetep pgandaran pantai yang paling bersih airnya .sudah 2 tahun gak pulang kampung
14
yati hasanahSabtu, 17 Juli 2010 18:10 WIB
mISS YOU soooooooooooooooooo MUCH
THINK about SAND ,BEACH ,SEA . Coconut. CHoco fruit >>>>>>>>>>>15 years ago .................
15
triwibowoKamis, 22 Juli 2010 14:13 WIB
tiket masuknya berapa ya mas adi ?
16
yati hasanahKamis, 22 Juli 2010 14:33 WIB
tapi ngomong ngomong kalo aku pulang en mau ziarah sekaligus main di laut kan bawa mobil en rombongan .......bayar juga ......(dulu aku tinggal di bulak laut delat makam tapi sekitar 15 tahun yang lalu pindah ke kampung en skrg aku di luar kota
tapi semua keluarga masih di pangandaran
17
Mang Ade TheaMinggu, 01 Agustus 2010 16:02 WIB
Cagar Alam Pananjung adalah asset dan daya tarik utama obyek wisata Pangandaran. Bila cagar alamnya rusak, pudar sudah pamor dan pesona Pangandaran di mata wisatawan khususnya tourist mancanegara. Oleh sebab itu mari kita lestarikan flora dan fauna di kawasan cagar alam Pananjung Pangandaran demi kemajuan pembangunan kepariwisataan dan demi masa depan anak cucu kita.
Salam dari Ujungkulon
18
abelKamis, 12 Agustus 2010 16:54 WIB
lebaran rek ka cagar alam ach..
enak gak eah.
19
fendy.sSelasa, 17 Agustus 2010 20:15 WIB
jaga n cintai pantau pangandaraN....,,,,
nan indah.....
20
yuli widiastutiSabtu, 28 Agustus 2010 13:14 WIB
mas saya pengen masuk sma
21
DHANY E.PADMASenin, 06 September 2010 23:23 WIB
Kalau boleh ada yang tau berapa jarak jkt - pangandaran dan bisa ditempuh berapa lama by car . n lewat mana aja yang sekiranya lebih short way. tq
22
RedaksiSelasa, 07 September 2010 04:54 WIB
Kalau dari jakarta biasanya tidak lebih dari 8 jam, dari jakarta langsung saja cipularang keluar di cileunyi, kemudian menuju ke arah tasikmalaya, di rajapolah jangan masuk ke tasikmalaya tapi lewat cihaurbeuti, langsung keluar ciamis..berlanjut hingga pangandaran. kalau lebaran biasanya agak padat...selamat berlibur
23
wawan kertajayaSabtu, 09 Oktober 2010 22:01 WIB
setiap pulkam pasti kami selalu menyempatkan untuk berkunjung ke Pangandaran....sayang yang timur dah nggak berpantai lagi ya........Loket masuknya mbokya menggunakan sistem yg lebih baik biar kita lebih nyaman saat keluar masuknya....masak dari dulu gitu2 aja.....
24
azhar adipratamaRabu, 17 November 2010 19:52 WIB
white sand beach is the best...........
25
azhar adipratamaRabu, 17 November 2010 20:21 WIB
kang adi situsna bagus pisan lah...trs bwt kang satimin kpn main lg ke TWA Pangandaran tepatnya pintu masuk pos barat ,sekalian cri info lg...
26
DHANY E.PADMAJum'at, 19 November 2010 12:23 WIB
Assalamu`alaikum W.W,
Keren banget!!! Batu hiu, Pantainya, hutannya wuich gak ada yang gak keren. Gak bakalan lupa dech,so pasti keluarga suatu saat akan kesana lagi. Penginapanpun banyak, makanan gak susah yang penting kocek musti full. Tolong bagi pengunjung khususnya dari luar Pangandaran mari kita jaga kelestariannya, dan tolong JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!! at last Salam boeat Mang Ade !! Insya Allah ada waktu sy sekeluarga ke Pangandaran lagi. Wassalam.
27
KeizaJum'at, 26 November 2010 14:34 WIB
Pangandaran is the best !!!!!!!
28
poetzSelasa, 07 Desember 2010 15:30 WIB
biaya masuk ke cagar alam berapa ya ? kalo bawa mobil kena biaya lagi ga ya..mohon infonya..trims
29
Indra Eka SiddhawanSenin, 17 Januari 2011 13:29 WIB
kang kalo masuk wisata cagar alam ada berapa macam option harga masuk buat perorangan sama rombongan???
30
niskalaSelasa, 08 Februari 2011 11:30 WIB
di CAGAR_ALAM_PANANJUNG ada PEMANDU WISATA tidak ya??? MANG_ADMIN??!!! SAYA SEDANG BERTANYA KEPADA ANDA!!!!!
31
niskalawastuSelasa, 08 Februari 2011 11:32 WIB
di CAGAR_ALAM_PANANJUNG ada PEMANDU WISATA tidak ya??? MANG_ADMIN??!!! SAYA SEDANG BERTANYA KEPADA ANDA!!!!!
ada INFO`NYA di myPangandaran.com TIDAK???
32
Adi SumaryadiSelasa, 08 Februari 2011 11:40 WIB
Ada, dicagaralam banyak pemandu. Silahkan masuk melalui pintu barat, didepan pintu ada sekretariat Perhimpunan Guide.. Informasi lebih lengkap bisa menghubungi pengurus...
Andis Sose: 081323011312
Ocid: 081222895300
33
hiekKamis, 24 Februari 2011 22:42 WIB
kepada Perum Perhutani, biar ga selalu jadi gawe KSDA, tolong dong perbaiki jg masalah sarana wisatanya jangan hanya retribusinya saja...
34
hiekKamis, 17 Maret 2011 21:43 WIB
Kepada Bpk2 yg di ada perum perhutani mohon pasilitas tempat sampah dan pasilitas yg lainnya ditambah lagi demi kenyamanan pengunjung tentunya jg untuk meningkatkan wisata milik perhutani ( bukan SBKSDA )
35
anggaSelasa, 05 April 2011 16:02 WIB
Untuk Tarif Jasa Pemandu Wisata / Guide di cagar alam pananjung biasanya berapa Y , mhon infrmsinya....tRim`s
36
RedaksiSenin, 11 April 2011 13:17 WIB
@Bpk/Mas Angga Tafif jasa pemandu di pangandaran biasanya per paket,Sahabat Bsa langsung ke menayakannya di tempat penjualan tiket wisata Cagar Alam.Terima Kasih
37
felixMinggu, 27 November 2011 07:55 WIB
TIKET MASUK 7RIBU...TAPI MASIH TIDAK TERAWAT DAN GA ADA YANG JAGA DIDALAMNYA
Anda dapat memberikan komentar tentang Cagar Alam Pananjung dengan menggunakan form dibawah ini .
Menikmati Ayam Bakar Nyonya Pangandaran
Wah..udah lama enggak liputan kuliner nih..biar pada nambah selera makan aja nih, enggak jauh-jauh dari Pangandaran namanya Ayam Bakar Nyonya, terletak di dalam terminal Pangandaran mulai buka jam 17.00 sampai jam 21.00 WIB,
Wah..udah lama enggak liputan kuliner nih..biar pada nambah selera makan aja nih, enggak jauh-jauh dari Pangandaran namanya Ayam Bakar Nyonya, terletak di dalam terminal Pangandaran mulai buka jam 17.00 sampai jam 21.00 WIB,
Hotel dan Penginapan
Nugraha
Hotel Nugraha Terletak di Jl. E.Nurbaen Pangandaran 100M dari Pantai Pangandaran.Hotel ini cocok untuk berlibur bersama keluarga,tugas kantor atau dinas. Suasana yang asri dan nyaman untuk anda berlibur di pantai pangandaran, tarif yang ekonomis sangat cocok buat anda yang berkantong minimalis. makanya jika anda dan keluarga ingin berlibur dan menikmati indahnya pantai pangandaran salah satu pilihannya adalah Hotel Nugraha.
Nugraha
Hotel Nugraha Terletak di Jl. E.Nurbaen Pangandaran 100M dari Pantai Pangandaran.Hotel ini cocok untuk berlibur bersama keluarga,tugas kantor atau dinas. Suasana yang asri dan nyaman untuk anda berlibur di pantai pangandaran, tarif yang ekonomis sangat cocok buat anda yang berkantong minimalis. makanya jika anda dan keluarga ingin berlibur dan menikmati indahnya pantai pangandaran salah satu pilihannya adalah Hotel Nugraha.




Komentar via Facebook



