Berita Regional
SMS Anda
-
081213050xxx
saya ada rencana ke pangandaran tgl 15 Sept -
085722964xxx
Tolong info tarif penginapan untuk tgl 9 sept s/d 11 sept 2010 brp??? Apa masih tersedia?? Tq -
089995317xxx
mohon info kalau dri depok ke pangandaran atau sebalikny jadwal bus ny jam brapa?Trims yah.. -
085742969xxx
jadwal bus yg pagi dari pangandaran ke tasikmalaya jam berapa? -
081815773xxx
info cuaca hr ini dong, bgs ga ya? mau k green canyon bsk pg. brgkt mlm ini neh. thanks ya -
085674881xxx
info penginapan utk 100 org dkt pantai dan biaya tiket msk perbus -
081236177xxx
Cariin saya kamar yg 100rb dunk, by aep -
085688777xxx
punten info bungalow yg dikelola smk pangandaran dimana ya.. -
029512171xxx
tny kl ke pangandaran lwt udara,dr bandara ke pantai brp km? Ada bus? Thanks -
081394175xxx
pesananda kang adi..nyungkeun petunjuk rute pangandaran ti bandung..abdi kantos tersesat di tasik
Lihat Semua SMS dan Cara Kirim
Aneka
Batu Layar Pernah Menjadi Icon Pangandaran
Batu layar yang menurut legenda merupakan perwujudan dari sebuah kapal yang ditumpangi oleh Putri Tandarun Cagang bersama suaminya seorang Belanda yang terdampar pesisir Pangandaran.Karena bentuknya yang menyerupai layar,
Batu layar yang menurut legenda merupakan perwujudan dari sebuah kapal yang ditumpangi oleh Putri Tandarun Cagang bersama suaminya seorang Belanda yang terdampar pesisir Pangandaran.Karena bentuknya yang menyerupai layar,
Jadwal Sholat
Jadwal Sholat untuk daerah Pangandaran dan Sekitarnya Selasa, 07 September 2010 :
Sumber Perhitungan Dewan Hisab dan Rukyat (DHR)
| Imsyak | : | 04:19 WIB |
| Subuh | : | 04:29 WIB |
| Dzuhur | : | 11:46 WIB |
| Ashar | : | 15:04 WIB |
| Maghrib | : | 17:47 WIB |
| Isya | : | 18:57 WIB |
Tempat Wisata
Cagar Alam Pananjung
Senin, 03 Mei 2010 05:49 WIB

TWA Pangandaran memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna serta keindahan alam. Hutan sekunder yang berumur 50-60 tahun dengan jenis dominan antara lain laban, kisegel, merong , dan sebagainya. Juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan primer seperti pohpohan kondang, dan benda . Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan, ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti butun, ketapang.
Dengan berbagai ragam flora, kawasan TWA Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar, antara lain tando, monyet ekor panjang , lutung , kalong , banteng, rusa, dan landak. Sedangkan jenis burung antara lain burung cangehgar, tlungtumpuk, cipeuw , dan jogjog. Jenis reptilia adalah biawak , tokek, dan beberapa jenis ular, antara lain ular pucuk.
Banyaknya flora dan fauna yang berkembang biak di sana merupakan daya tarik tersendiri. Tidak heran jika TWA Pangadaran tidak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan. Selain itu, TWA ini mempunyai berbagai daya tarik lainnya, seperti Batu Kalde, salah satu peninggalan sejarah zaman Hindu. Selain itu, banyak terdapat gua alam dan gua buatan seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, dan gua-gua peninggalan Jepang.
Daya tarik lainnya yang berada di TWA, baik yang berada di kawasan cagar alam darat maupun cagar alam laut, adalah Batu Layar, Cirengganis, Pantai Pasirputih di kawasan cagar alam laut. Lalu, padang pengembalaan Cikamal, yang merupakan areal padang rumput dan semak seluas 20 ha sebagai habitat banteng dan rusa. Air terjun yang berada di kawasan cagar alam bagian selatan, dapat ditempuh dengan jalan kaki selama 2 jam melalui jalan setapak.
Sejarah kawasan
Pada tahun 1922, seorang Belanda bernama Eyken membeli tanah pertanian di pananjung Pangandaran, kemudian memindahkan penduduk yang tinggal di daerah yang sekarang menjadi taman wisata alam. Selanjutnya daerah tersebut dikelola sebagai daerah perburuan pada tahun 1931.
Pada tahun 1934, daerah tersebut diresmikan menjadi sebuah wildreservaat dengan keputusan Statblad 1934 nomor 663. Tetapi dengan ditemukannya jenis-jenis tumbuhan penting, termasuk Raflesia patma pada tahun 1961, membuat statusnya diubah menjadi cagar alam, dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.34KMP/tahun 1961. Akhirnya pada 1978, karena adanya potensi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata alam, sebagian wilayah cagar alam yang berbatasan dengan areal permukiman statusnya diubah menjadi taman wisata alam.
Tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan di sekitar cagar alam laut (470 ha), sehingga luas kawasan perairan di sekitar Pangandaran seluruhnya menjadi 1.500 ha. Perkembangan selanjutnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.104/kpts-II/1993, pengusahaan TWA Pangandaran diserahkan kepada Perum Perhutani dan diserahkan fisik pengelolaannya pada 1 November 1999.
TWA Pangandaran mempunyai banyak legenda, seperti legenda Gua Parat. Gua ini dulu tempat bertapa dan bersemedi beberapa pangeran dari Mesir, yaitu Pangeran Kesepuluh (Syekh Ahmad), Pangeran Kanoman (Syekh Muhammad), Pangeran Maja Agung, dan Pangeran Raja Sumenda. Di dalam gua ini terdapat dua kuburan sebagai tanda bahwa di tempat inilah Syekh Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).
Gua Panggung
Menurut cerita, yang berdiam digua ini adalah Embah Jaga Lautan atau disebut pula Kiai Pancing Benar. Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jabar dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, beliau disebut Embah Jaga Lautan.
Gua Lanang
Gua ini dulunya merupakan keraton pertama Kerajaan Galuh. Sedangkan keraton yang kedua terdapat di Karang Kamulyan Ciamis. Raja Galuh adalah laki-laki (lanang) yang sedang berkelana.
Batu Kalde atau Sapi Gumarang
Di tempat ini, menurut cerita, tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti. Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal.
Cirengganis
Cerita ini berawal dari adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari, Raja Mantri pergi untuk melihat-lihat pemandiannya.
Kebetulan waktu itu Dewi Rangganis dan para inangnya sedang mandi. Karena terdorong oleh perasaan hatinya, Raja Mantri mengambil pakaian Dewi Rangganis. Karena kesal, Dewi Rangganis kemudian berkata, barang siapa menemukan bajunya, bila perempuan akan dijadikan saudara dan bila laki-laki akan dijadikan suami.
Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Pangandaran semula merupakan tempat perladangan penduduk. Tahun 1922, ketika Y. Eycken menjabat Residen Priangan, diusulkan menjadi Taman Buru. Pada waktu itu dilepaskan seekor Banteng, 3 ekor Sapi Betina dan beberapa ekor rusa. Karena memiliki keanekaragam satwa yang unik dan khas serta perlu dijaga habitat dan kelangsungan hidupnya maka pada tahun 1934, status kawasan tersebut diubah menjadi Suaka Margasatwa dengan luas 530 ha.
Tahun 1961, setelah ditemukan bunga Raflesia Fatma yang langka, statusnya diubah lagi menjadi Cagar Alam. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi, maka pada tahun 1978, sebagian kawasan tersebut (37,70 ha) dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan kawasan perairan di sekitarnya sebagai Cagar Alam Laut (470 ha), sehingga luas seluruhnya menjadi 1.000 ha.
Dalam perkembangan selanjutnya, berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 104/Kpts-II/1993 pengusahaan wisata TWA Pangandaran diserahkan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam kepada Perum Perhutani. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di kawasan konservasi Pangandaran dan sekitarnya adalah: lintas alam, bersepeda, berenang, bersampan, scuba diving, snorking dan melihat peninggalan sejarah.
Cagar alam seluar ± 530 hektar, yang diantaranya termasuk wisata seluas 37,70 hektar berada dalam pengelolaan SBKSDA Jawa Barat II. Memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera. Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatan seperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya. Untuk Taman Wisata Alam (TWA) dikelola Perum Perhutani Ciamis.
Komentar
1
Sutarno ArdiRabu, 24 Maret 2010 21:59 WIB
Bagus Mas Adi....lanjutkan untuk terus menggali dan mempromosikan kekayaan alam Pangandaran.... salam hangat dari saya....
2
ishak robbyansyahJum'at, 02 April 2010 12:11 WIB
kenapa citumang kok ga masuk ya...padahal kan bagus....turis asing banyak yang suka citumang..kenapa ga masuk daftar ya....
3
Adi SumaryadiSenin, 05 April 2010 12:19 WIB
Citumang sudah diupdate...mohon info kalau ada yang baru yah..hehe
4
budi setiadiJum'at, 09 April 2010 17:03 WIB
mendingan aset yang ada kaya pasir putih di jaga,jangan di ambil bebas untuk di jual tukang kerajinan.tar wisata apalagi yang mau di jual.kalo pasir putihnya aja jadi komoditi maling
5
Adi SumaryadiJum'at, 09 April 2010 17:12 WIB
Bener banget...Terumbu karang di pasir putih dah gak indah lagi...beda banget jaman adi masih kecil dulu...perasaan warna warni sekarang cuma gitu aja...harus gimana yah biar indah lagi?
6
budi setiadiJum'at, 09 April 2010 17:40 WIB
minimal jangan di gunakan untuk kerajinan,kan lama lama habis juga,contohnya pasir lombok sekarang tidak boleh beredar....karena semua masyarakat harus meras saling memiliki,toh banyak yang hidup dari industri pariwisata juga
7
ahmad toni harlindoMinggu, 11 April 2010 00:56 WIB
harus ada pelestarian taman laut pasir putih pangandaran seperti di bali biar pangandaran tetep lestari,,,
8
IRVANMinggu, 25 April 2010 20:27 WIB
kita sebagai anak asli pangandaran harus ikut menjaga kelestarian pantai pangandaran terutama flora dan fauna yang ada di kawasan cagar alam,ingat kita jaga bersama.........
9
SITIJum'at, 30 April 2010 14:34 WIB
POKOKNYA OKE ABISSSSSS
10
budi setiadiJum'at, 30 April 2010 14:45 WIB
cobalah kalo merasa sayang dengan kekayaan wisata pangandaran....lihat di sekeliling kita,siapa yang merusak.......tolong perhatikan pasir putihnya,biar ngga abis.....aset wisata tuh
11
deeKamis, 06 Mei 2010 08:30 WIB
yang pasti dimulai dari diri kita sendiri, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi menggunakan bahan yang merusak lingkungan (plastik), tidak membeli barang kerajinan mahluk laut, tidak jajan atau belanja di warung pinggir laut, minta tiket masuk apabila masuk kawasan (soalnya terindikasi banyak terjadi penggelapan tiket), sebenarnya diri kita sendiri yang secara tidak sengaja banyak mendukung praktek-praktek yang merusak pariwisata pangandaran
12
deeKamis, 06 Mei 2010 11:44 WIB
seandainya kita sebagai warga pangandaran tidak "memaksakan diri" untuk berbenah diri, tidak akan lama lagi pasti sepi pengunjung, apa lagi yang bisa dinikmati di pangandaran selain; berenang, tenda biru dan taman wisata alam? ingat waktu setelah tsunami aceh? pangandaran sepi dari semua aktifitas ekonomi selama kurang lebih 3 bulan....kenapa karena pengunjung tidak ada, yang artinya tidak ada yang "membuang" uang ke pangandaran, dan akibatnya tidak banyak uang yang dibelanjakan oleh masyarakat. dan kalau tidak segera berbenah diri Insya Allah kejadian seperti ini akan terulang......
13
yati hasanahJum'at, 02 Juli 2010 13:52 WIB
rindu banget ...seperti waktu kecil cari kumang undur undur, remis, atau sekedar bermain dan bikin istana pasir..................buatku tetep pgandaran pantai yang paling bersih airnya .sudah 2 tahun gak pulang kampung
14
yati hasanahSabtu, 17 Juli 2010 18:10 WIB
mISS YOU soooooooooooooooooo MUCH THINK about SAND ,BEACH ,SEA . Coconut. CHoco fruit >>>>>>>>>>>15 years ago .................
15
triwibowoKamis, 22 Juli 2010 14:13 WIB
tiket masuknya berapa ya mas adi ?
16
yati hasanahKamis, 22 Juli 2010 14:33 WIB
tapi ngomong ngomong kalo aku pulang en mau ziarah sekaligus main di laut kan bawa mobil en rombongan .......bayar juga ......(dulu aku tinggal di bulak laut delat makam tapi sekitar 15 tahun yang lalu pindah ke kampung en skrg aku di luar kota tapi semua keluarga masih di pangandaran
17
Mang Ade TheaMinggu, 01 Agustus 2010 16:02 WIB
Cagar Alam Pananjung adalah asset dan daya tarik utama obyek wisata Pangandaran. Bila cagar alamnya rusak, pudar sudah pamor dan pesona Pangandaran di mata wisatawan khususnya tourist mancanegara. Oleh sebab itu mari kita lestarikan flora dan fauna di kawasan cagar alam Pananjung Pangandaran demi kemajuan pembangunan kepariwisataan dan demi masa depan anak cucu kita. Salam dari Ujungkulon
18
abelKamis, 12 Agustus 2010 16:54 WIB
lebaran rek ka cagar alam ach.. enak gak eah.
19
fendy.sSelasa, 17 Agustus 2010 20:15 WIB
jaga n cintai pantau pangandaraN....,,,, nan indah.....
20
yuli widiastutiSabtu, 28 Agustus 2010 13:14 WIB
mas saya pengen masuk sma
21
DHANY E.PADMASenin, 06 September 2010 23:23 WIB
Kalau boleh ada yang tau berapa jarak jkt - pangandaran dan bisa ditempuh berapa lama by car . n lewat mana aja yang sekiranya lebih short way. tq
22
RedaksiSelasa, 07 September 2010 04:54 WIB
Kalau dari jakarta biasanya tidak lebih dari 8 jam, dari jakarta langsung saja cipularang keluar di cileunyi, kemudian menuju ke arah tasikmalaya, di rajapolah jangan masuk ke tasikmalaya tapi lewat cihaurbeuti, langsung keluar ciamis..berlanjut hingga pangandaran. kalau lebaran biasanya agak padat...selamat berlibur
Anda dapat memberikan komentar tentang Cagar Alam Pananjung dengan menggunakan form dibawah ini .
Radio Streaming
RJMFM Pangandaran
Get the Flash Player to see this player.
RISFM PangandaranGet the Flash Player to see this player.
Jalan Pintas
Komentar Terbaru
Bahasa Inggris
Facebook Share