Aneka
Melihat Budaya Among - Among di Pangandaran yang Hampir Pudar
Oleh Adi SumaryadiSelasa, 10 Agustus 2010 06:14 WIB | Dibaca 2.516 kali
Melihat Budaya Among - Among di Pangandaran yang Hampir Pudar
Budaya masyarakat yang unik selalu ada saja ditiap daerah, tidak terkecuali adalah budaya Among-among yang merupakan sebuah kegiatan semacam doa bersama yang dilakukan untuk suatu niat namun dilakukan oleh sekelompok anak-anak di Pangandaran. Ya, budaya itu hampir saja punah di masyarakat Pangandaran. Dulu tiap seminggu sekali sudah dipastikan ada satu atau dua keluarga yang mengadakan among-among, namun kini budaya itu seperti tidak menjadi kebiasaan lagi.

Among-among sendiri merupakan sebuah rasa syukur yang diungkapkan oleh sebuah keluarga untuk kebaikan anak kecilnya, biasanya acara ini mengumpulkan anak-anak satu wilayah hingga mencapai 40-60 orang yang mereka adalah teman-teman dari anak itu sendiri. Acara ini biasanya dipimpin oleh seorang ustadz atau ustadzah yang dekat dengan anak-anak ataupun orang tua yang disegani oleh anak-anak.

Hal unik dari among-among adalah, setelah berdoa anak-anak ini dicipratkan air dengan menggunakan daun yang ada didalam mangkok atau wajan. Setelah itu semua anak-anak dibagi makanan. Among-among tradisional biasanya makanannyapun khas sekali yaitu seonggok nasi yang dibubuhi urab ( rebus-rebusan sayuran yang ditaburi bumbu dari kelapa) dan sepotong telor bebek ataupun telor ayam.

Jika kita melihat budaya ini, kita tidak melihat jumlah makanan yang dibagikan tetapi rasa kebersamaan dan keihlasan untuk berdoa bersama anak-anak dan juga kegembiraan yang didapat anak-anak. Biasanya, among-among ini diadakan jika memberi nama seorang anak, ulang tahun seorang anak atapun ketika anak selamat dari malabahaya.

MyPangandaran berkesempatan untuk melihat among-among ini kemaren. Namanya Irfan, anak berusia 5 taun selamat dari tercebur sumur didekat rumahnya. dan keesokan harinya orang tua irfan mengadakan among-among sebagai rasa syukur atas keselamatan yang diberikan kepada irfan. Namun, ustadzah yang memimpin doapun ternyata tidak hanya mendoakan irfan sebagai penyelenggara among-among tapi juga untuk keselamatan dan keberkahan bersama, akankah budaya among-among ini akan tetap bertahan beberapa taun kedepan?

Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS

jayeng
1
jayeng
Selasa, 10 Agustus 2010 13:01 WIB
hahahaha,, among among njih,,,,hahahaha jadi inget rumah

Anda dapat memberikan komentar tentang Melihat Budaya Among - Among di Pangandaran yang Hampir Pudar dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar


Selalu Updates myPangandaran
Buah Honje,Rahasia Bumbu Pindang Gunung Khas Pangandaran
Buah Honje,Rahasia Bumbu Pindang Gunung Khas Pangandaran
Sudah pernah mencoba Masakan Khas Pangandaran Pindang Gunung? yups, masakan sejenis sup ikan yang suegere poll di lidah, sekali icip-icip pasti ketagihan.Apa rahasianya yah..? ini dia yang membedakan pindang gunung dengan
Berdikari 2
Hotel dan Penginapan
Berdikari 2
Bagi anda yang ingin beliburan ke Pantai Pangandaran Bersama keluarga,Hotel Berdikari merupakan pilihan tepat,Hotel yang letaknya tidak jauh dari pemukiman warga ini menawarkan kenyamanan bagi keluarga anda.jadi mau kemana liburan anda kali ini...? Hotel Berdikari terletak di Jl. Kalen Buaya sekitar 200M menuju Pantai Pangandaran.Hotel yang setiap kamarnya di lengkapi 2 Kamar, 3 tempat tidur,1 buah kipas angin dan televisi.