Aneka
Seni Layangan Bapangan di Pangandaran Hampir Tiada
Oleh Adi SumaryadiSabtu, 16 Juli 2011 05:42 WIB | Dibaca 2.002 kali

Bertepatan dengan Pangandaran kite Festival 2011, mengingatkan pada satu jenis layangan yang sering diterbangkan tidak hanya pada saat festival layang-layang, bahkan beberapa tahun kebelakang di festival layang-layang sulit dijumpai layangan jenis ini. Layangan bapangan seperti umumnya terbuat dari bambu yang dibentuk menyerupai kapal terbang, ada dua bagian utama yaitu bagian sayap depan dan sayap belakang, sedangkan dibagian ujung didepannya dibuat segitiga lancip seperti layaknya pesawat terbang. Keunikan dari layangan Bapangan ini adalah adanya satu bagian yang dinamai Senggaren ada juga yang menyebutnya srawangan, sebuah bambu yang dibuat menyerupai busur panah dimana talinya dibuat lurus pipih dari daun kelapa, daun pandan pantai ataupun dari pita kaset, bagian inilah yang menghasilkan bunyi seperti pesawat dari kejauhan saat diterbangkan, sedangkan untuk badannya sendiri biasanya terbuat dari kertas wajit atau pembungkus makanan.
Beberapa tahun kebelakang keberadaan layang-layang jenis ini di Pangandaran sangat sulit dijumpai, sekitar tahun 1990, Bapangan masih banyak dijumpai di beberapa tempat yang sering dipakai layang-layang seperti Pantai, Sawah di daerah Babakan dan beberapa tempat yang lain. Hampir hilangnya seni layangan ini saya perkirakan akibat semakin sedikitnya orang yang bisa membuat layangan jenis ini, karena memang kalau tidak ahli layangan ini sulit diterbangkan, kalau orang Pangandaran bilang "Ndeplak" atau menukik ke depan akibat tidak seimbang. Kemungkinan yang kedua adalah banyaknya layangan yang berjenis modern yang terbuat dari parasit yang bisa dibentuk dengan mengumpulkan udara dibadannya dan kemungkinan yang terakhir memang sudah sangat sedikit masyarakat yang suka akan bermain layangan bapangan.
Biasanya layangan bapangan diterbangkan pagi hari dan akan di turunkan sore hari, seharian penuh terbang dengan suara yang khas membuat kenangan tersendiri apalagi jika layangan bapangan itu dihiasi dengan ekor yang panjang dan berwarna-warni. Semoga layangan jenis ini tidak musnah seiring dengan perkembangan jaman. Selagi angin masih berhembus layangan Bapangan akan tetap terbang.
Baca Juga Aneka Lainnya:
1
hansSabtu, 06 Agustus 2011 01:58 WIB
dipalangkaraya lagi pd demam layangn bapangn, biasanya mlm hri bru pd maen layangn, dan slain suara ada lmpu2 hias yg jd daya tarik trsndiri disini
2
ahmadJum'at, 21 Oktober 2011 12:00 WIB
mas sampai saat ini layangan bapangan msh tetap eksis... di persawahan prembun wonoharjo jga banyak sekali yang menerbangkan layngan bapangan pada saat kemarau 2011 antara juli--oktober. bahkan layngan bapngn dimodifikasi memakai lampu. sehingga apbila malam-lamam akan menyala terang. jdi layangan bapangan di pangandaran mash ada.
Anda dapat memberikan komentar tentang Seni Layangan Bapangan di Pangandaran Hampir Tiada dengan menggunakan form dibawah ini .
Pilihan Berita
- Informasi Pemekaran Pangandaran
- Berita Kecamatan Pangandaran
- Berita Kecamatan Kalipucang
- Berita Kecamatan Parigi
- Berita Kecamatan Sidamulih
- Berita Kecamatan Cijulang
- Berita Kecamatan Padaherang
- Berita Kecamatan Cigugur
- Berita Kecamatan Cimerak
- Berita Kecamatan Langkaplancar
- Berita Kecamatan Mangunjaya
Serunya Menikmati Pantai Pangandaran Dari Atas Kuda
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Ada banyak cara untuk menikmati indahnya pantai Pangandaran salah satunya menunggang kuda.Menunggang kuda di pantai Pangandaran apalagi sambil menyaksikan Matahari terbenam, hmmm..susana yang sangat indah dan takan terlupakan
Lembaga Pendidikan
SMP Negeri 1 Pangandaran
Berdiri sejak tahun 1959.Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pangandaran berasal dari kelas filial (kelas jauh) dari SMP Negeri Banjar.
SMP Negeri 1 Pangandaran
Berdiri sejak tahun 1959.Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pangandaran berasal dari kelas filial (kelas jauh) dari SMP Negeri Banjar.




Komentar via Facebook



