Aneka
Kereta Jalur Pangandaran kini Tinggal Kenangan
Oleh Adi SumaryadiSenin, 17 Januari 2011 08:42 WIB | Dibaca 7.033 kali

Foto disamping adalah ilustasi kereta yang lewat jembatan yang melintas disebelah bukit lembah putri setelah keluar dari terowongan sumber, kereta langsung masuk jembatan.
Saya coba cari-cari informasi tentang kereta yang pernah melintas di Pangandaran, salah satu orang yang mengalami kereta itu masih adalah adalah Pa Sutarno, beliau menjelaskan bahwa dirinya masih sempat menikmati Kereta Api Jurusan Banjar - Panganadaran - Cijulang. Bahkan mungkin tidak sedikit warga yang memanfaatkan jasa kereta api tersebut. Bagi Pa Sutarno kereta itu sangat membekas dihati, kala itu kelas 4 SD Beliay diajak oleh kakaknya hanya sekedar untuk merasakan bagaimana naik kereta api. berangkat dari Station Kereta Pangandaran kira-kira jam 08.30 pagi station tujuan adalah Staion Kaliputjang. Station kereta yang disinggahi adalah Tjiputra Pinggan.
Setelah melewati Tjiputrapinggan kereta melewati hutan Jati dengan jembatan kereta yang panjang diantara tebing-tebing curam, diseberang sana terlihat lautan Samudra Indonesia yang luas dan biru dengan deburan ombak pantai yang indah, nun jauh disana terlihat kawasan Hutan Lindung Pananjung Pangandaran yang menjorok ke tengah Samudra. Lutung hitam berekor panjang dan kera saling bersahut dan bergelantungan seakan ingin menyampaikan Selamat pagi buat para penumpang kereta yang kecepatannya tidak lebih dari 50 km/jam.
Kicauan suara burung dan tonggeret sepertinya mengalahkan suara gesekan roda kereta. Belum tersadar karena sedang menikmati indahnya alam, tiba-tiba kereta memasuki ruangan yang sangat gelap, disitu hanya terlihat sedikit kilauan-kilauan cahaya lampu kereta yang dipantulkan oleh tetesan-tetesan air dari dinding Terowongan. Itulah terowongan kereta api terpanjang yang pernah saya ketahui di Jawa, kata kakaku kala itu panjangnya tidak kurang dari 3 ~ 5 km, Berarti hampir sama dengan Jembatan SURAMADU. kalau tidak salah ada 3 terowongan sebelum sampai ke Kaliputjang.
Sampai di Station Kaliputjang Pa Suatrno harus Turun, itulah kenangan Kereta api itu yang sampai sekarang masih membekas dalam ingatan saya... Semoga kelak setelah Pangandaran Mandiri menjadi kabupaten Kereta Api itu bisa difungsikan kembali...sebagai kereta Wisata sekaligus transportasi alternatif menuju Pangandaran dan sekitarnya..
Memang benar adanya, jalur kereta itu tinggal kenangan, sewaktu saya masih SD sekitar tahun 90-an. Rel-rel itu masih sangat rapih dan terjaga walaupun sudah lama tidak digunakan, namun memasuki taun 2000-an. Rel itu sudah mulai hilang entah kemana. Berganti menjadi kebun ketela dan perumahan warga. Pemrov Jawa barat sendiri pernah melakukan kajian untuk merevitalisasi jalur Kereta Pangandaran, tapi sepertinya sangat berat sekali untuk melakukanya dengan berbagai alasan salah satunya ekonomi. dan jalur itu sampai sekarang hanya tinggal kenangan.
Baca Juga Aneka Lainnya:
1
cecep adi kustamanJum'at, 07 Mei 2010 23:21 WIB
Ayo dong dinas terkait, jalankan lagi rute ini, kan biar saya yang dari perbatasan jabar-jateng bisa naik kereta kalo ke Pangandaran. Mungkin kalo nanti telah terbentuk kabupaten Pangandaran, Calon Pemimpinnya bisa menuliskan ini sebagai program kerjanya.
2
sunaryaKamis, 08 Juli 2010 09:55 WIB
bila perlu, jalur kereta dari Jakarta -Pengandaran sepertinya turis-turis baik lokal maupun manca negara yang akan menggukan trasportasi untuk tujuan wisata di Pangandaran dan sekitarnya, semoga.
3
dadang sunendarSelasa, 07 September 2010 17:01 WIB
Alhamdulillah ,,. dulu waktu kecil saya pernah mengalami naik kereta Banjar Cijulang kira2 sya pada saat itu SD klas 4. sekarang sya usia 43 th. Jadi sudah lama sekali. Saya berharap Kereta itu di pungsikan lagi?
4
Drs. Agus Purwanto (Kel. WONOHARJO)Sabtu, 18 September 2010 17:05 WIB
Andai Jalan kereta Banjar-Pangandaran difungsikan kembali, pihak PT. KAI perlu menyediakan dana yang cukup banyak karena : 1. "jalan kereta" sekarang sudah jadi pemukiman (rumah penduduk) ini perlu ada pembebasan lahan, 2. Jembatan yang panjang-panjang (antara Kalipucang - Putrapinggan) kondisinya sudah rusak, bantalan dan rel sudah pada hilang. Kayanya hitung-hitung dana rehabilitasi jalur KA ditambah operasional dibanding pemasukan tidak balance apalagi untung. Kayanya keinginan kita jalur kereta ke Pangandaran diaktifkan kembali hanya ada pada angan saja. Dan untuk point 1 kiranya pihak terkait analisis kembali tentang rumah-rumah yang ada di atas jalur rel kereta, karena itu aset milik PT KAI, kecuali kalau mau diberikan kepada rakyat sebagai hak milik, (moga saja keberadaan rumah di atas jalur KA tidak jadi masalah dikemudian hari).
5
Shena AgustyanMinggu, 26 September 2010 09:14 WIB
seharusnya pihak pemda atau dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten ciamis bisa mengelola kembali jalur kereta api Banjar-Pnd...... Dulu sempat jalur ini direnovasi dengan pemasangan rel kereta api yang baru di era Soeharto... Tp berhubung pak Harto keburu lengser... Renovasi tsb dibatalkan..... Kalau pemekaran jadi dilakukan oleh Pnd... Saya Harap renovasi jalur kereta tsb kembali dilakukan.....
6
Agus Purwanto (Wonoharjo)Kamis, 30 September 2010 22:14 WIB
Ada rasa sedih dan kecewa ketika itu kira-kira tahun 1983 kereta sudah tidak melintasi kampung saya karena kereta hanya sampai statsiun Pangandaran, yang tadinya kereta dari Banjar ke Cijulang melewati perlintasan jalan Sadiproyo, kala itu ketika kereta melintasi kampungku aku sering melindaskan paku untuk dibuat pisau... namun aku sadar mengapa kereta rutenya jadi pendek, karena kala itu jalan aspal mulai bagus kwalitasnya ditambah mulai banyak mobil elf.. kereta kalah cepat....penumpang mulai berkurang. Tujuan kereta sampi stasiun Pangandaran dengan harapan masih banyak penumpang dari kalangan turis. Kala itu tahun 1984 turis asing masih banyak... terlihat di pantai pasir putih cagar alam masih banyak turis asing yang berjemur... dan saya sering "ngintip" bersama sahabat ( Tudi Hermanto, Surandi, Oka Gurnita, Agus Yakih, Abdul Rojak, Yayan, Nop-Nop)... tapi sekarang sepi,... ,(ada nasib yang sama dengan kereta Bjr-Pnd yaitu kereta Jakarta-Bandung, karena jalan tol cipularang jadi dan waktu tempuh lebih cepat, trayek kereta tadi dihentikan kira-kira 8 bulan yang lalu karena PT KAI merugi katanya.
7
Rotor ChorpSelasa, 09 November 2010 20:04 WIB
wah tadinya gua ma plends stm.579 allbase pengen tour kechamp halaman gua tuh... nggak ada kreta gimn jdinya... pak presiden tolong dong dibuka lgi jlur kreta yg dri tasik kecijulang...hehe
8
hasan latiefKamis, 11 November 2010 19:49 WIB
saya sangat berharap jalur kereta api menuju pangandaran bisa di fungsikan kembali selain akan me3nunjukan suasana baru untuk menikmati ke indahan dari atas kereta
9
reniKamis, 11 November 2010 20:05 WIB
iya nih harusnya ada kereta bwt kepangandaran. jadi kita yg dr luar pangandaran bisa gampang berkunjung. kan sayang pangandaran itu kan indah bgt gw pernah sekali kesana tp berhub jauh bgt blm jalan sekarang itu sering macet dg adanya kereta kayanya sangat bermanfaat bgt bwt kita yg mw wisata n warga pangandaran sendiri
10
ucupMinggu, 14 November 2010 02:43 WIB
thnks pa` adi, artikelnya kren...sdkt nmbh wawasan... Tapi fto`nya asli bkn pa?(hehe...) Mdh2an jalur krta tsbt bsa aktf kmbli...(jdi bsa pulkam ke pngndrn naek kreta neh...) Smga saja...
11
ucupMinggu, 14 November 2010 02:44 WIB
thnks pa` adi, artikelnya kren...sdkt nmbh wawasan... Tapi fto`nya asli bkn pa?(hehe...) Mdh2an jalur krta tsbt bsa aktf kmbli...(jdi bsa pulkam ke pngndrn naek kreta neh...) Smga saja...
12
Dani Rusmayadi, SST (Kota Banjar-Jawa Barat)Senin, 22 November 2010 16:32 WIB
Wah, seandainya jalur ini dihidupkan lagi, saya dan juga bapak (mantan Masinis Dipo Banjar) yg dulu pernah bahkan sering membawa KA seri DH (Diesel Hidrolic) sampai stasiun akhir Cijulang tentunya merasa bernostalgia, kala itu saya dah sekolah di SD kira-kira kelas 4 (maklum lupa lagi), dan ketika hanya sampai Pangandaran pun saya masih sempat menikmati, bahkan ada kalanya jika pas liburan Lebaran misalnya dan kebetulan bapak yg bawa (jadi masinisnya), sanak family bahkan ikut digerbong dan lokomotif untuk berrekreasi ke Pantai Pangandaran dengan gratis tentunya, tapi tidak semuanya dong,.. naik maupun berhenti menurunkan keluarga di lintas kurang lebih 2 KM menjelang stasiun Banjar (Dusun Sukarame Banjar), dan semuanya itu betul-betul tinggal kenangan.. kini bapak saya sudah pensiun dari Masinis Banjar sejak tahun 2000 dan tinggal menikmati masa pensiun, penerus adalah adik kandung saya yang kini sudah diangkat jadi Masinis di Daop 2 Bandung (menjelang masa pendidikan di Yogyakarta pada Desember 2010 yad)... Demikian kenangan dari keluarga besar PT KAI (dulu masih PJKA) yg sering menggunakan trek Banjar Pangandaran sampai dengan Cijulang...
13
AndiMinggu, 05 Desember 2010 17:37 WIB
Rel nya sekarang dah habis dicuri oleh orang orang tak bertanggungjawab. Coba aja telusuri jalur banjarsari sampe padaherang rel nya dah habis. Aneh nya g ada tindakan sepadan dari aparat dan pemda terhadap pencuri dan penadah rel tsb..
14
Dani Rusmayadi, SST (Kota Banjar-Jawa Barat)Senin, 13 Desember 2010 05:13 WIB
Itulah ciri khas orang Indonesia (tapi tentunya tidak semuanya), bahwa apabila ada barang yang tergeletak dan dianggap tidak ada yang mpunya,.. lantas tidak ada pengawasan dari yang mpunya,... akan memiliki rasa memiliki yang sangat besar sehingga bisa dengan leluasa dan bebas mengambil seenaknya sendiri demi keuntungan sesaat dengan tanpa mengindahkan kepentingan orang lain bahkan kepentingan negara sekalipun... yach.. kita hanya berharap suatu saat nanti jalur ini akan direlokasi kembali oleh negara Cq Dirjen Perkereta apian sehingga dapat direvitalisasi kembali, karena menyangkut kepemilikan asset (tanah) yang sangat luas membentang sejauh Banjar Cijulang yang kalau dibiarkan terlalu lama juga lambat menjadi hak milik orang per rang selamanya.....???
15
ucupSenin, 13 Desember 2010 18:04 WIB
maaf nih sodara2 ane ikutan nulis lagi... Saya ingin brkmentar soal jalur kreta yg hilang... Sy rasa hilangnya rel2 trsbt ga hanya karena kpntingan pribadi saja, emang ada sih satu atw bbrapa yg sprti itu. Tp ga semua loh, soalnya sy prnah liat besi2 trsbut dimanfaatkan bwt kpntgan umum jga. Misalnya buat tulang beton jembatan jalan2 di pdesaan, ada jg yg dmanfaatkan bwt jembatan yg menghubungkan areal persawahan ke jalan umum, nah itu kan sngt mmbantu petani2 di sktrnya... Jadi, mnurut saya hilangnya rel tsbt ga hanya dilakukan org2 yg ga brtanggung jawab... Terima kasih.
16
ifan edityawanKamis, 16 Desember 2010 17:08 WIB
biaya pmbngunan kembali jalur KA Pangandaran, tdklah sbrapa dibanding Potensi (keuntungan) jngka panjang yg akan didpt PT.KA, Pnd, pem Jabar. dulu aza bisa! skrang? apalagi, Gan...
17
ifan edityawanKamis, 16 Desember 2010 17:09 WIB
biaya pmbngunan kembali jalur KA Pangandaran, tdklah sbrapa dibanding Potensi (keuntungan) jngka panjang yg akan didpt PT.KA, Pnd, pem Jabar. dulu aza bisa! skrang? apalagi, Gan...
18
tedy heryadi JSKamis, 23 Desember 2010 12:16 WIB
alhamdullilah, di jaman DS dan SMP sudah puas merasakan jalur KA tersebut..... untuk ngabuburit di kala bulan puasa
19
acep yunus iman nudinSelasa, 04 Januari 2011 01:53 WIB
adakah kerta jalur tasikmalaya-pangandaran cijulang...???
20
Laksmono Kamis, 13 Januari 2011 08:29 WIB
Sepertinya penghidupan kembali jalur kereta api ke pPangandaran itu masih jauh panggang dari pada api (terlalu berat untuk direalisasikan). Untuk membangun infrastruktur Kereta Api dibutuhkan dana yang tidak sedikit... Apabila dibandingkan dengan margin keuntungan yangakan dihasilkan, saya rasa masih terlalu jauh untung mendapat kata-kata "untung" apalagi PT.KAI sekarang sudah berorientasi pada profit.... Istilahnya kalo ga untung, buat apa dibangun... Lagian sekarang orang lebih memilih menggunakan moda transportasi lain.... Tapi...dibalik semua analisis saya pribadi tersebut diatas, sayapun masih berharap jalur kereta api ke Pangandaran bisa dihidupkan kembali untik menunjang Wisata Pangandaran.... Oh iya....untuk moderator.... Ilustrasi fotonya koq rada janggal ya..?? Jalur kereta api ke Pangandaran ditutup sekitar tahun 1980-an. Tapi koq dalam gambar yang muncul lokomotif CC dengan cat sudah berwarna putih... Bukannya tahun 80-an itu masih PJKA (belum PT.KAI)? dan warna catnya masih Orange-Biru??
21
Adi SumaryadiSenin, 17 Januari 2011 08:43 WIB
Hehehe...photo itu hanya ilustrasi photo kereta sekarang yang ditempel di atas jembatan itu kang
22
sadam vizazRabu, 26 Januari 2011 11:13 WIB
iya ni.... kapan lagi jalur kereta api jurusan banjar pangandaran di pungsikan lagi..? dan kapan kabupaten pangandaran mabdiri ..? semoga tahun 2011 ini pangandaran menjadi kabupaten (~ Amin
23
fadil arahmanSenin, 30 Mei 2011 13:48 WIB
kayaknya susah deh sekarang di bekas jalurnya saja mau dibuat rumah sakit
24
Sadam Al-BasriKamis, 16 Juni 2011 14:38 WIB
Aku mau nanya kepada semua apakah Pangandaran sudah resmi menjadi Kabupaten.....? kalu belum kapan jadinya ...?? dan kalu sudah tanggal berpa jadinyaa...?
25
FaisalRabu, 06 Juli 2011 07:12 WIB
Jadi begini, karena banyak kendaraan misalnya bus dan elf juga jalur matinya dijadikan rumah, kebun, dan sawah. padahal KA lebih cepat dan nyaman, saya juga punya usul gimana kalau ada jalur baru dan nama keretanya "Pangandaran Express"
26
August PermanaJum'at, 05 Agustus 2011 13:43 WIB
Tidak mudah untuk menghidupkan kembali jalur kereta Banjar - Pangandaran (apalagi banjar - Cijulang...hehehehe) Sudah terlalu banyak infrastruktur yang hilang dan rusak. Sebagai alternatif nya adalah perbaikan jalur transportasi non KA antara Banjar - Pangandaran - Cijulang...yang sama-sama mau ikut sekarat...
27
Risman lesmanaSabtu, 06 Agustus 2011 22:02 WIB
Aq ingin sekali naik krta api dari bnjar ke pangandaran andai sja kereta itu masih ada
28
sony rahman subarkahMinggu, 28 Agustus 2011 18:39 WIB
seandainya masi ada..... kayanya enak ya kalo ke pangandaran naik kereta
29
Kenangan IndahSelasa, 20 Desember 2011 15:06 WIB
terus terang saya dapetin cerita diatas merinding dan haru.., bukan karena takut atau hal apa.., tapi keingetan waktu dulu banget, kebetulan saya kelahiran thn 67 jadi tau kerete jalur banjar pangadaran, dan kebetulan paman saya yg jadi masinisnya, sekarang semuanya termasuk ayah dah tiada tinggal anak2nya mengingat history kenangan masa lalu yang sangat menyenangkan.. , apalagi pas naik kereta uapnya.. gujes .. gujes.... gujes..
30
inoRabu, 25 Januari 2012 00:37 WIB
ja
Anda dapat memberikan komentar tentang Kereta Jalur Pangandaran kini Tinggal Kenangan dengan menggunakan form dibawah ini .
Pilihan Berita
- Informasi Pemekaran Pangandaran
- Berita Kecamatan Pangandaran
- Berita Kecamatan Kalipucang
- Berita Kecamatan Parigi
- Berita Kecamatan Sidamulih
- Berita Kecamatan Cijulang
- Berita Kecamatan Padaherang
- Berita Kecamatan Cigugur
- Berita Kecamatan Cimerak
- Berita Kecamatan Langkaplancar
- Berita Kecamatan Mangunjaya
Buah Honje,Rahasia Bumbu Pindang Gunung Khas Pangandaran
Sudah pernah mencoba Masakan Khas Pangandaran Pindang Gunung? yups, masakan sejenis sup ikan yang suegere poll di lidah, sekali icip-icip pasti ketagihan.Apa rahasianya yah..? ini dia yang membedakan pindang gunung dengan
Sudah pernah mencoba Masakan Khas Pangandaran Pindang Gunung? yups, masakan sejenis sup ikan yang suegere poll di lidah, sekali icip-icip pasti ketagihan.Apa rahasianya yah..? ini dia yang membedakan pindang gunung dengan
Hotel dan Penginapan
Krisna Beach Hotel
Krisna Beach Hotel hadir untuk memanjakan para tamu.Fasilitas yang dimiliki oleh Krisna Beach Hotel adalah arena bermain pinggir pantai dan didalam area Hotel itu sendiri, Kolam Renang, Ruang pertemuan yang mampu menampung +/- 50 peserta, Panggung musik, dan masih banyak lagi sarana - sarana yang diperuntukkan guna memanjakan para tamu.
Krisna Beach Hotel
Krisna Beach Hotel hadir untuk memanjakan para tamu.Fasilitas yang dimiliki oleh Krisna Beach Hotel adalah arena bermain pinggir pantai dan didalam area Hotel itu sendiri, Kolam Renang, Ruang pertemuan yang mampu menampung +/- 50 peserta, Panggung musik, dan masih banyak lagi sarana - sarana yang diperuntukkan guna memanjakan para tamu.

Komentar via Facebook



